cover
Contact Name
Paulus Parnyoto
Contact Email
realpaul@ugm.ac.id
Phone
+628994796772
Journal Mail Official
abis-maksi.feb@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Sosio Humaniora No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281 » Tel / fax : 0274-513109 / 0274-548516
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal
ISSN : 23021500     EISSN : 23021500     DOI : 10.22146/abis
Core Subject : Economy,
ABIS : Accounting and Bussiness Information Systems Journal, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Akuntansi dan Sistem Informasi yang diterbitkan secara berkala satu tahun 4 kali yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2021): February" : 5 Documents clear
Analisis Keamanan Sistem Informasi Universitas X Gustanti Kusuma Dewi
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 9, No 1 (2021): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v9i1.64235

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi indeks keamanan sistem informasi Universitas X dari tingkat kematangan maupun tingkat kesiapannya. Metode Penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengolahan data Indeks KAMI. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara yang dilakukan untuk konfirmasi dari kuesioner. Responden / narasumber penelitian ini berasal dari Lembaga X yang mengelola sistem informasi Universitas X, berjumlah 3 orang partisipan. Temuan – Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kematangan keamanan sistem informasi Universitas X mencapai tingkat I+ s/d II+ sehingga belum memenuhi standar ISO 27001/SNI sesuai dengan Standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi (Standar SMKI). Tingkat kesiapan sistem informasi Universitas X berada pada tingkat kesiapan pemenuhan kerangka kerja dasar. Orisinalitas - Implikasi bagi Lembaga X dalam menjaga keamanan sistem informasi Universitas X seharusnya lebih meningkatkan investasi TI agar dapat membeli hardware maupun software yang sudah out of date, rutin melatih sumber daya manusia yang terlibat dalam keamanan sistem informasi, dan menetapkan peraturan terkait standar keamanan sistem informasi.
ANALISIS TINGKAT PENGUNGKAPAN MODAL INTE Veronika Galuh Fajar Kartika
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 9, No 1 (2021): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v9i1.64240

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat pengungkapan informasi modal intelektual atau intellectual capital (yang selanjutnya disebut IC) dari perusahaan highly regulated dan non highly regulated di IndonesiaMetode Penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teori institusional untuk menjelaskan fenomena adanya variasi dalam pengungkapan informasi IC. Data yang digunakan ialah laporan tahunan dari perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan kategorisasi perusahaan sampel ke dalam kategori highly regulated industry sejumlah 172 perusahaan dan non highly regulated industry sejumlah 155 perusahaan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 37 sub indikator dengan analisis skoring indeks yang dipilih sebagai metode untuk memberikan bobot pada setiap sub indikator yang diungkapkan dalam laporan narasi. Rentang skor yang digunakan ialah 0,1, dan 2.Temuan – Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat variasi pada pengungkapan informasi IC antara highly regulated industry dan non highly regulated industry. Variasi ini ditunjukkan dari hasil independent t-test sebesar 0,000 yang berarti terdapat variasi dalam pengungkapan informasi IC dari 2 kategori industri tersebut. Variasi ini dijelaskan melalui teori isomorfisme koersif dan mimetis dalam teori institusional, yang mana perusahaan dalam kategori highly regulated industry memiliki tingkat pengungkapan lebih tinggi karena kegiatan bisnis dari industri tersebut memiliki regulasi yang lebih ketat, hal ini merujuk pada isomorfisme koersif. Sedangkan, perusahaan dalam kategori non highly regulated industry memiliki tingkat pengungkapan yang lebih rendah karena pengungkapan dari perusahaan ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk meniru praktik bisnis yang baik dari perusahaan highly regulated industry, hal ini merujuk pada isomorfisme mimetis.  Orisinalitas – Penelitian ini menggunakan teori institusional sebagai kacamata dalam pengamatan terhadap fenomena variasi tingkat pengungkapan informasi IC yang terjadi antara highly regulated industry dan non highly regulated industry. Penelitian ini tidak hanya ditujukan untuk melihat apakah terdapat variasi dalam pengungkapan informasi IC, lebih jauh lagi, penelitian ini ditujukan untuk dapat menjawab mengapa terjadi variasi dalam pengungkapan informasi IC menggunakan isomorfisme yang terdapat dalam teori institusional.
ANALISIS PENERAPAN CORPORATE INTERNET REPORTING DAN PENGARUH TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (STUDI PADA PERUSAHAAN TERDAFTAR DALAM INDEKS KOMPAS100) Ni Putu Rita Sintadevi
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 9, No 1 (2021): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v9i1.64278

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan tingkat pengungkapan informasi perusahaan di antara sektor industri; dan menguji pengaruh tingkat pengungkapan informasi perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage sebagai variabel kontrol. Desain/Metodelogi – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Pengungkapan informasi perusahaan dilakukan dengan analisis konten kuantitatif melalui observasi secara sistematis pada situs web perusahaan, menggunakan 78 item checklist. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data harga saham dan laporan keuangan perusahaan tahun 2018, serta diikuti dengan perhitungan rasio-rasio Tobin’s Q, profitabilitas, dan leverage. Data diperoleh melalui situs web masing-masing perusahaan dan Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu Februari 2020 hingga Mei 2020. Uji komparatif dilakukan dengan independent t-test, analisis varians, dan analisis covarians. Korelasi parsial digunakan untuk menganalisis korelasi yang melibatkan variabel kontrol. Temuan – Penelitian ini menemukan tingkat pengungkapan informasi perusahaan yang terdaftar dalam indeks Kompas100 termasuk kategori menengah. Tingkat pengungkapan informasi diantara sektor-sektor usaha juga menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Tingkat pengungkapan informasi perusahaan yang dikontrol dengan ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
PRAKTIK TERKINI DAN TANTANGAN PENGAUDITAN NILAI WAJAR Bellina G. Sembiring
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 9, No 1 (2021): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v9i1.64281

Abstract

Tujuan --- Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu menyelidiki penggunaan pendekatan substantif, penggunaan pakar, dan tantangan yang dihadapi oleh auditor saat mengaudit nilai wajar. Desain/Metodologi/Pendekatan --- Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara semiterstruktur. Temuan --- Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan substantif yang menjadi preferensi utama auditor dalam mengaudit instrumen keuangan ialah menguji asumsi manajemen dan me-review peristiwa kemudian, sedangkan untuk aset nonkeuangan ialah menguji asumsi manajemen. Pendekatan substantif yang menjadi preferensi terakhir auditor ialah mengembangkan estimasi sendiri (independen), baik untuk instrumen keuangan maupun aset nonkeuangan. Mayoritas responden menggunakan tenaga penilai (appraiser) eksternal, baik untuk instrumen keuangan maupun nonkeuangan. Mayoritas responden setuju bahwa sebelum krisis ekonomi tahun 2008 penggunaan penyedia jasa penentuan harga (pricing) merupakan area audit dengan risiko yang relatif rendah, tetapi setelah tahun 2008, penggunaan penyedia jasa pricing merupakan area audit dengan risiko yang relatif lebih tinggi. Tiga tantangan yang paling banyak ditemui responden saat mengaudit nilai wajar ialah ketepatan asumsi manajemen, ketepatan model/metode manajemen, dan ketepatan alasan yang digunakan manajemen untuk mendapatkan nilai wajar. Batasan/Implikasi --- Keterbatasan penelitian ini salah satunya ialah mayoritas responden merupakan auditor junior dan senior yang hanya punya akses terbatas atau sebagian terhadap keseluruhan tahapan pengauditan estimasi nilai wajar. Penelitian ini memiliki implikasi pada kebijakan, praktis, dan akademis terkait dengan pengauditan nilai wajar. Originalitas/Nilai --- Nilai wajar semakin lazim ditemui dalam laporan keuangan. Mengingat relevansinya, penelitian dengan topik ini menjadi penting. Namun, penelitian yang berfokus pada proses pengauditan nilai wajar masih terbatas dan belum ditemukan di Indonesia. Penelitian ini bermaksud memperluas penelitian Glover dkk. (2017) tentang praktik dan tantangan pengauditan nilai wajar, namun pada konteks yang berbeda, yaitu di Indonesia.
MODEL TATA KELOLA DANA DESA: STUDI KASUS DI DESA DLINGO, KABUPATEN BANTUL Handayani Jaka Saputra
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 9, No 1 (2021): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v9i1.65061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola dana desa di Desa Dlingo yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta sebagai landasan utama untuk pengembangan model tata kelola dana desa yang tepat agar menjadi pedoman desa-desa lain pada umumnya untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesejahteraan desa. Desa Dlingo dipilih sebagai objek penelitian dikarenakan desa ini mampu untuk mengatasi berbagai permasalahan terkait tata kelola dana desa hingga desa ini sukses meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi salah satu desa percontohan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus dengan melibatkan informan penelitian dari perangkat pemerintah desa dan masyarakat desa di Desa Dlingo. Metode perolehan data adalah dengan alat bantu pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola dana desa di Desa Dlingo sudah sepenuhnya berhasil meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan perekonomian masyarakat desa, Penelitian tersebut dapat menjadi landasan utama dalam pengembangan model tata kelola dana desa sesuai dengan landasan teori stewardship dan studi kasus yang telah dibuktikan oleh penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa model tata kelola dana desa harus menggunakan model yang tepat. antara lain, sebagai berikut: landasan hukum dana desa, pengelolaan dana desa, kepemimpinan, dan pembangunan desa. Dalam rangka menyikapi pengembangan model tersebut maka pemerintah desa diseluruh indonesia sebaiknya mengikuti model tata kelola desa tersebut, karena model dalam penelitian ini merupakan model tata kelola desa pada umumnya yang dapat digunakan diseluruh desa di Indonesia, sehingga dapat menjadi acuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait pengelolaan dan tata kelola desa yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sesuai dengan teori stewarship pada penelitian ini diharapkan pemerintah desa terus berkomitmen terhadap pengembangan model tata kelola desa dan terus mengevaluasi hasil kinerja yang dilakukan ke masyarakat, sehingga tata kelola dana desa yang tepat sasaran dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2021 2021