cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2013): Juni" : 8 Documents clear
Chromosome Characterization of Bartek (Cucumis Melo L. var. Bartek), Local Melon Variety from Pemalang Setiadi Daryono and Dian Aruni Kumalawati, Budi
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2013): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.603 KB) | DOI: 10.22146/ipas.2520

Abstract

ABSTRACTBartek is one of local melon varieties which mainly cultivated in Pemalang, Central Java. Bartek has three shapes of fruit variation; Long-Green, Ellipse-Green, and Yellow. Chromosome characterization of the Bartek was investigated to determine the genetic variation. The main purpose of this research was to determine the genetic characters of Bartek including chromosome number, mitosis, cell cycle, and karyotype. Squash method was used for chromosome preparation. The results showed that all of Bartek observed in this study have similar diploid (2n) chromosome number = 24. According to total number of chromosome, Bartek is more related to melon. The mitotic analysis exhibited that the Bartek has same Karyotype formula, 2n = 2x = 24m. According to the R value of the three kind of Bartek (R< 0.27), it has indicated that three kind of Bartek were considered to be originated from same species and one of melon varieties (Cucumis melo L. var. Bartek).Key words: cucumber, bartek, chromosome, karyotype
Chromosome Characterization of Bartek (Cucumis Melo L. var. Bartek), Local Melon Variety from Pemalang Budi Setiadi Daryono and Dian Aruni Kumalawati
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2013): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.54 KB) | DOI: 10.22146/ipas.2522

Abstract

ABSTRACTBartek is one of local melon varieties which mainly cultivated in Pemalang, Central Java. Bartek has three shapes of fruit variation; Long-Green, Ellipse-Green, and Yellow. Chromosome characterization of the Bartek was investigated to determine the genetic variation. The main purpose of this research was to determine the genetic characters of Bartek including chromosome number, mitosis, cell cycle, and karyotype. Squash method was used for chromosome preparation. The results showed that all of Bartek observed in this study have similar diploid (2n) chromosome number = 24. According to total number of chromosome, Bartek is more related to melon. The mitotic analysis exhibited that the Bartek has same Karyotype formula, 2n = 2x = 24m. According to the R value of the three kind of Bartek (R< 0.27), it has indicated that three kind of Bartek were considered to be originated from same species and one of melon varieties (Cucumis melo L. var. Bartek).Key words: cucumber, bartek, chromosome, karyotype
Induksi Haploid Ganda pada Padi Japonica (Oryza sativa L. spp. Japonica), Indica (Oryza sativa L. ssp. Indica), dan Hibrida Japonica x Indica Dian Catur Prayantini, Panjisakti Basunanda, dan Rudi Hari Murti
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2013): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.239 KB) | DOI: 10.22146/ipas.2523

Abstract

INTISARIKultur anter digunakan untuk mendapatkan galur homozigot secara cepat dan meningkatkan efisiensi seleksi. Japonica secara umum relatif mudah dikulturanterkan, berkebalikan dengan indica yang bersifat rekalsitran. Penelitian ditujukan untuk mendapatkan  komposisi  media  dan  praperlakuan  yang  sesuai  untuk  kultur  anter japonica  dan  indica,  mengetahui  pengaruh  latar  belakang  kelompok  genetik  padi terhadap induksi haploid, dan mengintroduksi sifat responsif terhadap kultur anter dari japonica melalui persilangan ke dalam indica yang rekalsitran. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari 2009 sampai dengan Desember 2012 di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman PT BISI International Tbk, Kediri, Jawa Timur. Sembilan genotipe digunakan sebagai sumber anter pada penelitian yang mewakili japonica, indica dan F1 hasil japonica dengan indica.Praperlakuan malai pada suhu 40C selama 8 hari, menggunakan modifikasi N6 + NAA 2 ppm + kinetin 0,5 ppm + sukrosa 54 g/L + putrescin 0,1644 g/L + Phytagel 2,5 g/L dapat digunakan pada    hibrida hasil persilangan japonica dengan indica. Praperlakuan malai pada suhu 40C selama 9 hari menggunakan media modifikasi N6 + 2,4-D 2,5 ppm + kinetin  0,5 ppm + AgNO3 10 ppm + maltosa 40 g/L + Phytagel 2,5 g/L dan modifikasi N6+ 2,4-D 2,5 ppm + kinetin 0,5 ppm + maltosa 50 g/L + AgNO3 10 ppm + Phytagel  2,5 g/L dapat digunakan untuk meningkatkan pembentukan kalus pada japonica dan beberapa genotipe indica. Lima galur haploid ganda berhasil diperoleh dari hasil persilangan ‘Ciuhao’ dan ‘Basmati’. Persilangan antara japonica dan indica efektif untuk meningkatkan respon hibrida terhadap media kultur anter dan memiliki peluang lebih tinggi untuk mendapatkan tanaman haploid ganda dibandingkan dengan tetua indica-nya.Kata kunci : Oryza sativa L., kultur anter, haploid ganda
Evaluasi Daya Gabung Karakter Hasil dan Komponen Hasil Lima Galur Mentimun Gungun Wiguna, Aziz Purwantoro, dan Nasrullah
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2013): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.432 KB) | DOI: 10.22146/ipas.2524

Abstract

INTISARIPendugaan daya gabung umum tetua dan daya gabung khusus persilangan diperlukan sebagai pedoman untuk memilih tetua secara efektif dalam program hibridisasi. Penelitian bertujuan untuk menduga nilai daya gabung lima galur mentimun hasil persilangan berdasarkan rancangan dialel metode 2 model 1 menurut griffing. Hibridisasi dilakukan di Lembang dari bulan Oktober 2011 hingga Mei 2012. Evaluasi tetua dan F1 dilakukan di Lembang dan Subang dari bulan Juli hingga Oktober 2012, mengunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga  ulangan  pada  tiap  lokasi. Hasil penelitian menunjukkan DGU dan DGK sangat berbeda nyata untuk semua karakter. Interaksi DGU×lokasi sangat nyata untuk karakter panjang buah dan diameter buah, serta nyata pada karakter berat per buah. Interaksi DGK×lokasi  sangat nyata untuk karakter diameter buah. Galur P1 memiliki nilai daya gabung umum terbaik untuk karakter berat buah per tanaman. Galur P3 memiliki  nilai  daya  gabung umum terbaik  untuk  karakter jumlah buah per tanaman. Kombinasi persilangan yang memiliki nilai DGK tinggi untuk karakter hasil dihasilkan oleh hibrida P1×P2, P1×P5, P2×P5, dan P3×P4.Kata kunci : mentimun, DGU, DGK
Pengaruh Vernalisasi Umbi Terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Pembungaan Bawang Merah (Allium cepa L. Aggregatum group) di Dataran Rendah Jasmi, Endang Sulistyaningsih, dan Didik Indradewa
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2013): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.969 KB) | DOI: 10.22146/ipas.2525

Abstract

INTISARIBiji  bawang  merah  sebagai  bahan  tanam  memiliki  posisi   strategis beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, kemampuan berbunga tanaman bawang merah cukup terbatas khususnya pada penanaman di dataran rendah. Di dataran  rendah,  jumlah  tangkai  bunga  yang  dihasilkan  per  individu  tanaman sangat terbatas. Beberapa hasil penelitian sebelumnya memberikan informasi bahwa perlakuan vernalisasi mampu meningkatkan pembentukan bunga pada tanaman bawang merah, khususnya pada penanaman di dataran tinggi. Pada penanaman bawang merah di dataran rendah, informasi mengenai pengaruh perlakuan vernasilasi terhadap kemampuan berbunga hingga saat ini belum ada. Oleh karena itu, penelitian terkait hal tersebut cukup penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian adalah 1) mengidentifikasi pengaruh lama vernalisasi terhadap pertumbuhan, pembungaan serta hasil umbi dan biji bawang merah dan 2) menentukan lama vernalisasi yang optimum untuk meningkatkan pertumbuhan, pembungaan serta hasil umbi dan biji bawang merah.  Penelitian dilaksanakan di Kebun Tridharma Fakultas Pertanian UGM, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta dari bulan Oktober 2011 – Januari 2012. Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok  lengkap  faktorial  dengan  3  blok  sebagai  ulangan.  Faktor  pertama adalah varietas yaitu: Katumi, Biru, Bima dan Tiron. Faktor kedua adalah lama vernalisasi yaitu tanpa vernalisasi, vernalisasi selama 4 minggu, 5 minggu, dan 6 minggu. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, berat segar, dan berat kering jemur umbi. Analisis pertumbuhan meliputi indeks luas daun, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, dan indeks panen. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa lama vernalisasi yang optimal untuk peningkatan berat segar umbi varietas Bima adalah 12-13 hari, dengan indikasi peningkatan berat segar umbi hingga mencapai 14,47 g. Berat kering umbi terbaik dihasilkan oleh varietas Bima (6,00 g) dengan lama vernalisasi 13-14 hari. Pembungaan tidak terjadi pada semua perlakuan  yang diuji sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan vernalisasi tidak mampu menginduksi pembungaan pada tanaman bawang merah yang ditanam di dataran rendah yang dikarenakan faktor lingkungan (suhu, angin) rata- rata cukup tinggi dan panjang penyinaran yang rendah pada saat penelitian berlangsung.Kata kunci : bawang merah, varietas, vernalisasi, pembungaan.
Induksi Poliploidi dengan Kolkisina pada Kultur Meristem Batang Bawang Wakegi (Allium x wakegi Araki) Mita Setyowati , Endang Sulistyaningsih, Aziz Purwantoro
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2013): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.478 KB) | DOI: 10.22146/ipas.2526

Abstract

INTISARIBawang wakegi tidak dapat berbunga sehingga tidak menghasilkan biji. Akibatnya, bawang wakegi memiliki keragaman genetik yang sempit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi kolkisina optimum untuk induksi poliploidi bawang wakegi dan mendapatkan tanaman bawang wakegi poliploid. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada pada bulan Juni 2011 sampai Januari 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAKL faktorial 2 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah kultivar yaitu ‘Lembah Palu’, ‘Palasa’, dan ‘Sumenep’. Faktor kedua adalah konsentrasi kolkisina yaitu 0 g.L-1, 0,5 g.L-1; 1 g.L-1; dan 1,5 g.L-1 dengan lama inkubasi tiga hari. Pengamatan dilakukan pada umur 2 hingga 8 minggu setelah tanam di dalam botol untuk parameter pertumbuhan dan morfologi serta sitologinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kromosom 2n=32 (tetraploid) diperoleh pada kultivar ‘Palasa’ dengan perlakuan kolkisina 0,5 dan 1,5 g.L-1 serta kultivar ‘Sumenep’ dengan perlakuan kolkisina 1 g.L-1. Tanaman poliploid tersebut diatas memiliki ukuran sel, ukuran stomata dan epidermis lebih besar serta densitas stomata lebih sedikit dibandingkan tanaman kontrol.Kata kunci : bawang wakegi, poliploidi, kolkisina, invitro
Pertumbuhan dan Hasil Jagung pada Berbagai Pemberian Pupuk Nitrogen di Lahan Kering Regosol Jemfris H.H. Sonbai, Djoko Prajitno, dan Abdul Syukur
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2013): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.684 KB) | DOI: 10.22146/ipas.2527

Abstract

ABSTRACTNitrogen is a macro-nutrient that is the primary determinant in corn crop production  that is cultivated  on dry land. Corn production  can be increased by providing inorganic and organic fertilizer.The purpose of the research is to discover the influence of carbamide (urea fertilizer) and cow manure fertilizer levels on the growth of corn production on regosol  dry  land.  The  research  was  conducted  from  March-June,  2012,  at the Gadjah Mada University (UGM) Agriculture Faculty Tridarma Garden, in Banguntapan. The experimental design uses a Complete Group Random Design (RAKL) which consists of two factors. The first factor provides three different amounts of carbamide (100 kg/ha, 150 kg/ha, and 200 kg/ha). The second factor has three different amounts of cow manure fertilizer (10 t/ha, 15 t/ha, and 20 t/ha).The research findings show that the plant height, leaf width, total plant net weight, blossom period, harvest period, seed weight, chlorophyll level, and N-leaf level are influenced by the amount of carbamide, while the amount of cow manure fertilizer can repair the physiological and chemical nature of the soil. There is no relationship between carbamide and cow manure fertilizer levels on corn growth and productivity levels. The use of carbamide has a significant influence on corn growth and productivity  on regosol dry land. The average corn productivity  on regosol dry land with 200 kg/ha of carbamide is 7.38 t/ha, while lamuru corn has a harvest potential of 7.6 t/ha.Key words:   nitrogen,    cow    manure    fertilizer,  regosol    dry    land,    corn, physiological, growth, harvest.
The Dynamics of Nitrate Reductase in Tea Leaves M. Husian Kasim, Taryono, Sriyanto Waluyo, and Hari Kartiko
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2013): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.902 KB) | DOI: 10.22146/ipas.2528

Abstract

ABSTRACTCrop productivity depends on adequate nitrogen supply. Nitrate is one form of nitrogen in the soil which is absorbed by plant root and the process of nitrate reduction in plant cells was catalyzed by nitrate reductase, therefore NRA might be able to be used as biochemical tools to estimate tea leaves productivity and the dynamics of NRA can be used to check the nitrogen availability in the soil.To study the dynamic of nitrate reductase in respond to fertilizer application, an experiment which includes two factors i.e. plant materials and nitrogen fertilizer application was conducted during rainy season at experimental field of Pagilaran tea plantation. Factorial treatment design with plant materials i.e. 2 vegetative origin of TRI-2024 and TRI-2025 and 1 seed origin  were used as first factor, while 2 dosages of nitrogen fertilization (0 and 250 kg/ha urea + 60 kg/ha SP36 + 60 kg/ha KCl) used as the second factor with 3 replications. The activity of nitrate reductase was then measured every week continuously started 8 weeks before fertilizer application (WBF) and ended 8 weeks after fertilizer application (WAF).There result showed that the dynamics of NRA was depend on soil moisture and nitrate availability in the soil. When urea was used as nitrogen source, urea will be hydrolyzed first to produce ammonium and then ammonium will be nitrified to nitrate. This process could be studied from NRA in tea leaves, though NRA seemed could not be used as biochemical  tool to estimate  tea leaves productivity.Keyword : Nitrat reductase, tea, production

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): December Vol 10, No 2 (2025): August Vol 10, No 1 (2025): April Vol 9, No 3 (2024): December Vol 9, No 2 (2024): August Vol 9, No 1 (2024): April Vol 8, No 3 (2023): December Vol 8, No 2 (2023): August Vol 8, No 1 (2023): April Vol 7, No 3 (2022): December Vol 7, No 3 (2022): December (In Press) Vol 7, No 2 (2022): August Vol 7, No 1 (2022): April Vol 6, No 3 (2021): December Vol 6, No 2 (2021): August Vol 6, No 1 (2021): April Vol 5, No 3 (2020): December Vol 5, No 2 (2020): August Vol 5, No 1 (2020): April Vol 4, No 3 (2019): December Vol 4, No 2 (2019): August Vol 4, No 1 (2019): April Vol 3, No 3 (2018): December Vol 3, No 2 (2018): August Vol 3, No 1 (2018): April Vol 2, No 3 (2017): December Vol 2, No 2 (2017): August Vol 2, No 1 (2017): April Vol 1, No 3 (2016): December Vol 1, No 2 (2016): August Vol 1, No 1 (2016): April Vol 18, No 3 (2015): December Vol 18, No 2 (2015): August Vol 18, No 1 (2015): April Vol 17, No 1 (2014): Juni Vol 16, No 2 (2013): Desember Vol 16, No 1 (2013): Juni Vol 15, No 2 (2012): Desember Vol 15, No 1 (2008): Juni Vol 14, No 2 (2007): Desember Vol 14, No 1 (2007): Juni Vol 13, No 2 (2006): September Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 2 (2005): Desember Vol 12, No 1 (2005): Juni Vol 11, No 2 (2004): Desember Vol 11, No 1 (2004): Juni Vol 10, No 2 (2003): Desember Vol 10, No 1 (2003): Juni Vol 9, No 2 (2002): November Vol 9, No 1 (2002): Juni Vol 8, No 2 (2001): November Vol 8, No 1 (2001): Juni Vol 7, No 2 (2000): November Vol 7, No 1 (2000): Juli Vol 6, No 2 (1998): September Vol 5, No 4 (1994): September Vol 5, No 3 (1993): September Vol 5, No 2 (1992): September Vol 5, No 1 (1992): April Vol 4, No 8 (1992): Februari Vol 4, No 7 (1991): September Vol 4, No 6 (1991): Juli Vol 4, No 5 (1989): Februari Vol 4, No 4 (1987): Februari Vol 4, No 3 (1986): Juli Vol 4, No 2 (1986): April Vol 4, No 1 (1986): Februari Vol 3, No 8 (1984): Juli Vol 3, No 7 (1984): April Vol 3, No 6 (1984): Februari Vol 3, No 5 (1982): Desember Vol 3, No 4 (1981): Desember Vol 3, No 3 (1981): Oktober Vol 3, No 2 (1981): Agustus Vol 3, No 1 (1981): Juni Vol 2, No 8 (1980): Oktober Vol 2, No 7 (1980): Juni Vol 2, No 6 (1979): Mei Vol 2, No 5 (1978): Desember Vol 2, No 4 (1978): Juli Vol 2, No 3 (1977): Desember Vol 2, No 2 (1977): Juni Vol 2, No 1 (1976): Desember Vol 1, No 8 (1976): Desember Vol 1, No 7 (1973): Mei Vol 1, No 6 (1972): Juni Vol 1, No 5 (1970): Juni Vol 1, No 1-2 (1969): Agustus-Desember Vol 1, No 4 (1969): Desember Vol 1, No 3 (1969): Mei More Issue