cover
Contact Name
Septiana Fathonah
Contact Email
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6282136407862
Journal Mail Official
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No.26, Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)
ISSN : -     EISSN : 28073134     DOI : 10.53423
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): Maret" : 10 Documents clear
Aksi Pembagian Nutrisi Protein dan Penyuluhan Stunting Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan: The Action of Animal Protein Nutrition Distribution and Stunting in Pasanggar Village, Pegantenan District, Pamekasan Regency Sawilah Rofiq Annur; Dianita Andarini Zahri; Muhammad Edy Setyawan; Desi Syaufira Blessanti; Hanif Yusuf Seputro
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Angka kejadian stunting di Indonesia saat ini masih di atas standar toleransi maksimal yang ditetapkan WHO yaitu kurang dari 20%. Di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, angka stunting secara keseluruhan adalah 8%. Angka stunting di Desa Pasanggar relatif kecil, namun masih perlu adanya penyuluhan secara berkala mengenai stunting, karena masyarakat masih tertutup akan minimnya literasi dan pengetahuan tentang pencegahan stunting dengan tujuan agar masyarakat bisa lebih aware perkembangan anak yang sehat. Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi langsung dengan media poster. Kegiatan ini membuktikan bahwa masyarakat harus diberikan penyuluhan secara berkala menganai pola asuh serta perkembangan anak.   Abstract: The incidence of stunting in Indonesia is currently still above the maximum tolerance standard set by WHO, namely less than 20%. In Pamekasan Regency, East Java, the overall stunting rate is 8%. The stunting rate in Pasanggar Village is relatively small, but there is still a need for regular education regarding stunting, because the community is still unaware of the lack of literacy and knowledge about stunting prevention with the aim of making the community more aware of healthy child development. This activity was carried out using the direct socialization method using poster media. This activity proves that the community must be given regular education regarding parenting and child development.
Penggerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Kawasan Wisata Berbasis Masyarakat Tirta Shinta Kabupaten Lampung Utara: Moving Clean and Healthy Living Behavior in The Tirta Shinta Community-Based Tourism Area, North Lampung District Fitarina; Hasti Primadilla; Deni Metri; Zenni Puspitarini; Madepan Mulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sarana sanitasi merupakan aspek penting bagi kesejahteraan masyarakat sehingga ketersediaan sanitasi menjadi komitmen bangsa-bangasa yang tertuang dalam SGD’s. Taman Wisata Bendungan Tirta Shinta terletak di Desa Wonomarto di Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara. Permasalahan yang muncul di lokasi wisata ini adalah kurang memadai sarana prasarana untuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti jamban kurang mencukupi, pengelolaan tempat sampah dan sampah yang belum tepat, tidak tersedianya informasi kesehatan di sekitar lokasi wisata, dan kebersihan toilet yang kurang. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan skrining penyakit tidak menular dan menggerakkan masyarakat dalam penerapan hidup bersih dan sehat di desa wisata Tirta Shinta. Metode pelaksanaan kegiatan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu membentuk tim pengelola wisata, pemasangan media promosi kesehatan dan penyuluhan mengenai PHBS. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tersedianya sarana PHBS yaitu 2 unit sarana cuci tangan, tersedianya media promosi kedehatan tentang PHBS, tersedianya data pemeriksaan kesehatan, dan peningkataan pengetahuan tentang penyakit tidak menular. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah munculnya kesadaran pengelola dan aparat desa tentang PHBS di tempat wisata, terwujudnya kondisi yang mendukung PHBS dan terwujudnya budaya gotong royong untuk membersihkan tempat wisata satu minggu sekali. Saran untuk pengabdian masyarakat berikutnya adalah agar pengelola dan apart desa dapat mempertahankan PHBS di desa wisata Wonomarto.   Abstract: Sanitation facilities are an important aspect for people's welfare, so the availability of sanitation is a national commitment as stated in the SGD's. Tirta Shinta Dam Tourism Park is located in Wonomarto Village in Kotabumi Utara District, North Lampung Regency. The problems that arise at this tourist location are inadequate infrastructure for Clean and Healthy Behavior (PHBS), such as inadequate latrines, improper management of trash cans and trash, unavailability of health information around tourist sites, and inadequate toilet cleanliness. The aim of this community service activity is to carry out screening for non-communicable diseases and mobilize the community to adopt clean and healthy living in the Tirta Shinta tourist villag The method of implementing activities to overcome this problem is forming a tourism management team, installing health promotion media and counseling about PHBS. The results of this service activity are the availability of PHBS facilities, namely 2 units of hand washing facilities, the availability of health promotion media about PHBS, the availability of health examination data, and increased knowledge about non-communicable diseases. The conclusion of this service activity is the emergence of awareness of village managers and officials about PHBS in tourist attractions, the creation of conditions that support PHBS and the realization of a culture of mutual cooperation to clean tourist attractions once a week.  The next suggestion for community service is for village managers and apart to maintain PHBS in the Wonomarto tourist village.
Pelatihan Perawatan Luka dan Edukasi Kebersihan Lingkungan pada Pelajar SD di Desa Sungai Bawang, Kutai Kartanegara: Wound Care Training and Environmental Cleanliness Education for Elementary School Students in Desa Sungai Bawang, Kutai Kartanegara Ridwan, Muhammad Thoyib; Nadhifa Reynanda; Nabiela An’nisa Putri; Ika Fikriah; Siti Khotimah; Rahmat Bakhtiar; Sulistiawati Sudarso; Endang Sawitri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perawatan luka merupakan tindakan yang dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dari terputusnya kontinuitas suatu jaringan. Pengetahuan perawatan luka dibutuhkan oleh semua orang terutama kelompok usia anak-anak yang rentan mengalami luka, seperti luka lecet yang diakibatkan aktivitas fisik. Pemahaman mengenai tindakan perawatan luka dan pengelolaan kebersihan lingkungan masih rendah di masyarakat, termasuk di kalangan anak-anak. Hal ini diakibatkan masih kurangnya edukasi mengenai pentingnya hal tersebut. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman serta keterampilan perawatan luka dan kesadaran dalam pengelolaan kebersihan lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 014 Desa Sungai Bawang, Kutai Kartanegara pada 27 Mei 2023. Kegiatan dilakukan dengan pengerjaan pre-test, penyampaian materi, praktik, diskusi kelompok, dan pengerjaan post-test yang dilakukan pada pelajar kelas 1-6 SDN 014 Desa Sungai Bawang yang berjumlah 53 orang. Didapatkan hasil nilai rata-rata pre-test sebesar 83,49 ± 20,33 dan rata-rata nilai post-test sebesar 87,97 ± 16,25. Hasil uji statistik Wilcoxon Rank menunjukkan nilai p = 0,041 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan tentang perawatan luka dan kebersihan lingkungan sebelum dengan setelah melakukan pelatihan dan edukasi.Berdasarkan pelatihan ini, kami menyarankan kepada pihak yang terkait, seperti penyelenggara pendidikan di sekolah-sekolah, terutama sekolah dasar untuk mengadakan pelatihan dan edukasi serupa dan menggabungkan beberapa metode seperti ceramah, diskusi, dan simulasi agar memberikan hasil yang lebih baik terhadap pemahaman dan keterampilan siswa.   Abstract: Wound care is a measure needed to prevent further damage of a disconnected tissue. Knowledge of wound care is needed by everyone, especially the age group of children who are prone to injuries, such as abrasions caused by physical activity. Understanding of wound care and environmental hygiene management is still low in the community, including among children. This is due to a lack of education regarding the importance of this matter. The purpose of this activity are to increase the knowledge and skills of wound care as well as increasing awareness of environmental hygiene. This activity was held at SDN 014 Desa Sungai Bawang on May 27, 2023. This activity was carried out by pre-test, presenting material, practice, and post-test done to students of 1st-6th grade at SDN 014 Sungai Bawang totalling to 53 participants. It was obtained that the average pre-test score was 83,49 ± 20,33 and the average post-test score was 87,97± 16,25. The statistical results of Wilcoxon Rank Test shows the p value = 0,041 (p < 0,05) informs that there is a difference in knowledge about wound care and environmental hygiene before and after the training. Based on this research, we suggest to related parties, such as education providers in schools, especially elementary schools, to hold similar training and education and combine several methods such as lectures, discussions and simulations to provide better results for students' understanding and skills.
Pendidikan Kesehatan Tentang Tuberculosis (TB) Paru pada Anak di Ruang Kenanga RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang: Health Education About Pulmonary Tuberculosis (TB) in Children at RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Nahak, Maria Paula Marla; Barros, Ijolindo Delfin; Thius, Aprilia Yohana; Sanches, Maria Goviana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tuberculosis (TB) paru merupakan masalah kesehatan yang masih mendapat perhatian di tingkat global khususnya di negara miskin dan berkembang. TB paru dapat menyerang berbagai kelompok usia termasuk anak-anak. TB pada anak sering terjadi karena kurangnya pemahaman orangtua tentang pencegahan, serta kurangnya pemahaman tentang tanda dan gejala yang seringkali dianggap sebagai batuk pada umumnya, sehingga solusi yang ditawarkan adalah kegiatan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang kewaspadaan terhadap penularan, tanda dan gejala, serta penanganan melalui pemeriksaan TB sedini mungkin. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 7 orang yang terdiri dari 3 orang anak penderita TB dan 4 anggota keluarga yang memiliki anak TB yang dirawat di ruang Kenanga RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Edukasi kesehatan memuat materi sebagai berikut: (1) Pengertian TB paru pada anak; (2) Etiologi TB paru pada anak: (3) Tanda dan gejala TB paru pada anak; (4) Komplikasi TB paru pada anak; (5) Pencegahan TB paru pada anak; (6) Penanganan/pengobatan TB paru pada anak.  Hasil evaluasi secara kualitatif melalui wawancara menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga tentang TB paru pada anak.   Abstract: Pulmonary tuberculosis (TB) is one of health problems in poor and developing countries. Pulmonary TB attacks various age groups including children. Children are at risk of Pulmonary TB due to a lack of family knowledge about transmission, signs and symptoms which are often considered coughs in general. Based on that common situation, the solution offered is health education to increase family knowledge and understanding about transmission of pulmonary TB, signs and symptoms and appropriate treatment. Health education conducted at RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, on May 18, 2023. A total of 7 participants consists of children on process of Pulmonary TB treatment and families who have children with Pulmonary TB at room Kenanga. Health education contains the following material: (1) definition of pulmonary TB in children; (2) etiology of pulmonary TB in children; (3) signs and symptoms of pulmonary TB in children; (4) complications of pulmonary TB in children; (5) prevention of pulmonary TB in children; (6) medical treatment of pulmonary TB in children. Qualitative evaluation through interviews shows an increase in family’s knowledge about TB in children
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kandungan Kurma (Phoenix Dactylifera L.) dalam Persalinan : Increasing Pregnant Women's Knowledge About The Content of Dates (Phoenix Dactylifera L.) in Labor Yadul Ulya; Siskha Maya Herlina; Regina Pricilia Yunika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Proses persalinan membutuhkan energi dan stamina yang besar sehingga dibutuhkan tambahan sumber energi dari luar tubuh yang dapat membantu menghemat pemakaian simpanan glikogen selama persalinan. Salah satu buah yang mengandung energi cukup besar adalah kurma yang kaya akan karbohidrat sebagai sumber tenaga, mempengaruhi kemajuan persalinan, spontanitas dalam persalinan dan mengurangi perdarahan postpartum. Kurma juga mengandung asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak selain menghasilkan energi juga membantu menyediakan prostaglandin. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kandungan kurma (Phoenix dactylifera L.) sebagai upaya meningkatkan tenaga persalinan. Kegiatan ini mempunyai dua tahapan yaitu tahap pertama merupakan perencanaan kegiatan dan tahap kedua pemberian pendidikan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 23 ibu hamil di Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang kandungan kurma (Phoenix dactylifera L.) sebagai upaya meningkatkan tenaga persalinan.    Abstract: The birthing process requires a lot of energy and stamina, so additional energy sources are needed from outside the body which can help save on the use of glycogen stores during labor. One fruit that contains quite a lot of energy is dates which are rich in carbohydrates as a source of energy, influencing the progress of labor, spontaneity in labor and reducing postpartum bleeding. Dates also contain saturated fatty acids and unsaturated fatty acids. Apart from producing energy, fatty acids also help provide prostaglandins. This community service aims to increase pregnant women's knowledge about the contents of dates (Phoenix dactylifera L.) as an effort to increase labor power. This activity has two stages, namely the first stage is activity planning and the second stage is providing health education. This community service activity was attended by 23 pregnant women in Jempong Baru Village, Sekarbela District, Mataram City. The result of this community service is that there is an increase in the knowledge of pregnant women before and after being given health education about the content of dates (Phoenix dactylifera L.) as an effort to increase delivery personnel.
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Lansia di Posyandu RW 01 Tasikmadu, Malang: Anxiety Levels on Eldery at Healthcare Center Tasikmadu, Malang Noval Fajrin, Muhammad Andhika; Rosidah, Nikmatur; Eleonora Elsa Sucahyo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kecemasan merupakan suatu perasaan dimana seseorang merasa tidak aman dan terancam atas suatu hal atau keadaan, Kecemasan menggambarkan keadaan khawatir, gelisah yang tak menentu, takut, tidak tentram, kadang-kadang disertai berbagai keluhan fisik. Kecemasan erat kaitannya dengan kondisi kesehatan seseorang, utamanya pada lansia. Sehingga diperlukan pendampingan dan edukasi kepada para penderita lansia yang diindikasikan memiliki gangguan kecemasan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada lansia di Posyandu RW 01, Tasikmadu. Metode kegiatan ini adalah ceramah, dan pengukuran tingkat kecemasan. Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan pada partisipan yaitu lansia yang berjumlah 15 orang di Posyandu RW 01 Tasikmadu. Hasilnya yaitu terdapat 10 (50%) orang lansia yang memiliki tingkat kecemasan ringan. Pada penyuluhan ini menggambarkan bahwa lansia memang memiliki atau rentan mengalami gangguan kecemasan meski berada pada kategori ringan.   Abstract: Anxiety is a feeling where a person feels insecure and threatened by something or a situation. Anxiety describes a state of worry, uncertain restlessness, fear, unease, sometimes accompanied by various physical complaints. Anxiety is closely related to a person's health condition, especially in the elderly. So, assistance and education are needed for elderly sufferers who are indicated to have anxiety disorders. This outreach activity aims to determine the level of anxiety in the elderly at Health care center RW 01, Tasikmadu. The methods of this activity are lectures and measuring anxiety levels. The Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) was used to measure the level of anxiety in participants, namely 15 elderly people at Health care center RW 01 Tasikmadu. The result was that there were 10 (50%) elderly people who had mild levels of anxiety. This counseling illustrates that elderly people do have or are susceptible to experiencing anxiety disorders even though they are in the mild category.
Upaya Meningkatkan Dukungan Sosial pada Penderita Diabetes Melitus Melalui Pembinaan Kader Peduli Diabetes Melitus: Efforts to Increase Social Support for Diabetes Melitus Patients Through Developing Diabetes Melitus Care Cadres Rahmawati, Fuji; Tarigan, Angeline Hosana Zefany; Rizona, Firnaliza
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Diabetes Melitus yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi. Untuk mencegah komplikasi yang dapat terjadi pada penderita Diabetes Melitus maka perlu dipertahankan kepatuhan perawatan diri (self-care management) dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan self care management penderita Diabetes Melitus adalah adanya dukungan sosial. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang Diabetes Melitus dan dukungan sosial pada penderita Diabetes Melitus. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan melakukan pembentukan dan pelatihan kader peduli Diabetes Melitus. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi serta demonstrasi dan praktik kepada 20 orang kader di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan. Setelah kegiatan berlangsung, dilakukan evaluasi melalui tanya jawab dan kuis serta kuesioner yang diberikan kepada peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebanyak 80% kader mengalalami peningkatan pengetahuan tentang Diabetes Melitus dan dukungan sosial yang dapat diberikan kepada penderita Diabetes Melitus, serta 75% kader Diabetes Melitus mengalami peningkatan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan gula darah menggunakan glukometer.setelah diberikan pelatihan.   Abstract: Diabetes Mellitus is a heterogeneous disorders characterized by increased blood glucose levels or hyperglycemia. Diebetes Melitus that is not treated properly can cause complications. To prevent complications that can occur in Diabetes Melitus sufferers, it is necessary to maintain self-care management in everyday life. One of the factors that can influence compliance with self-care management for Diabetes Melitus patients is the presence of social support. The aim of this community service activity is to increase cadres' knowledge about Diabetes Melitus and social support for Diabetes Melitus patients. The method of implementing this activity is to form and train Diabetes Melitus care cadres. The training was carried out using lecture and discussion methods as well as demonstrations and practice for 20 cadres in the Simpang Timbangan Community Health Center working area. After the activity took place, an evaluation was carried out through questions and answers and a quiz and also a questionnaire given to the participants. The evaluation results showed that as many as 80% of cadres experienced increased knowledge about Diabetes Mellitus and the social support that can be provided to Diabetes Mellitus sufferers, and 75% of Diabetes Mellitus cadres experienced increased skills in carrying out blood sugar checks using a glucometer after being given training.
Pemberdayaan Bidan dalam Identifikasi Kebutuhan Spiritual Ibu Hamil: Empowering Midwives in Identifying The Spiritual Needs of Pregnant Women Sri Wahyuni; Henik Istikhomah; Emy Suryani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan bidan dalam identifikasi kebutuhan spiritual diperlukan sebagai dasar ilmiah penerapan pengembangan pelayanan kebidanan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan bidan dalam mengidentifikasi kebutuhan spiritual ibu hamil. Metode dengan mengadakan pelatihan kepada bidan, sebanyak 15 orang bidan Puskesmas Jogonalan II Klaten berpartisipasi. Pelatihan dilakukan selama 3 sesi, yaitu: pertama pemberian penyuluhan tentang kebutuhan spiritual ibu hamil dengan metode ceramah, tanya jawab, kedua pelatihan penggunaan instumen, dan ketiga dilakukan demonstrasi identifikasi kebutuhan spiritual ibu hamil dengan studi kasus. Pengetahuan bidan tentang kebutuhan spiritual diukur pada pretest dan posttest menggunakan intrumen Patients Spiritual Needs Assessment Scale melalui Google form. Rentang umur bidan dari 22-52 tahun, mean+SD 36,67+11,19, pendidikan lulusan D3 Kebidanan 7(46,6 %), lulusan D4 Kebidanan 6(40%) dan lulusan Pendidikan Profesi Bidan 2(13,3%), rerata lama bekerja 1-35 tahun, mean+SD 19,67+11,00. Semua responden memberikan pelayanan kehamilan, persalinan, nifas dan menyusui, neonatus, bayi, balita anak pra sekolah dan pelayanan KB 8(53,3%) mempunyai Praktik Mandiri Bidan. Rerata skor pretest 35,07 dan posttest 37,47 poin, sehingga terjadi kenaikan skor sebesar 2,4. Berdasarkan pelatihan ini, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan bidan tentang kebutuhan spiritual ibu hamil dan dapat diterapkan dalam pelayanan sehingga asuhan kebidanan yang diberikan bisa bersifat holistik.   Abstract: Empowering midwives in identifying spiritual needs is as a scientific basis for implementation in midwifery services. The aim: to increase midwives' knowledge in identifying the spiritual needs of pregnant women. A number of 15 midwives the Jogonalan II Klaten Community Health Center participated. The training was carried out in 3 sessions: providing counseling about the spiritual needs of pregnant women using the lecture method, question and answer, training on the use of instruments and a demonstration of identifying the spiritual needs of pregnant women using case studies. Midwives' knowledge was measured using the Patients Spiritual Needs Assessment Scale instrument via Google form. The age mean+SD 36.67+11.19, D3 Midwifery graduates 7(46.6%), D4 Midwifery graduates 6(40%) and Midwife Professional Education graduates 2(13.3%) %), the length of work mean+SD 19.67+11.00. All respondents provided pregnancy, childbirth, postpartum, neonates, infants and pre-school and family planning services and 8 (53.3%) had independent midwife practices. The average pre-test score was 35.07 and post-test 37.47 points, resulting in an increase in score of 2.4. There has been an increase in midwives' knowledge about the spiritual needs of pregnant women, so that they can apply it to services so that the midwifery care provided can be holistic.
Pendampingan Tim Medis pada Turnamen Bulutangkis Insersio Cup 2023 di Universitas Negeri Malang : Medical Team Assistance at The Badminton Tournament Insersio Cup 2023 at Malang State University Muhammad Putra Ramadhan; Dessy Amelia; Dinta Sugiarto; Ronal Surya Aditya; Qory Tifani Rahmatika; Nurul Evi; Achmad Masfi; Yhenti Widjayanti; Eri Yanuar Akhmad Budi Sunaryo; Nurma Afiani; Putri Nabila; Dewi Fatimah Putri Maulidah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Peningkatan kualitas bulutangkis di Indonesia dapat dilakukan dengan diselenggarakannya turnamen bulu tangkis, salah satunya Insersio Cup 2023. Pada setiap penyelenggaraan turnamen olahraga wajib melibatkan tim medis. Hal ini karena cedera olahraga dapat terjadi dan tidak dapat diprediksi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memahami proses dukungan tim medis selama pelaksanaan turnamen bulutangkis Insersio Cup 2023. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini meliputi 1) Penyediaan Peralatan Medis dan Obat-obatan; 2) Kerjasama dengan Pihak Terkait; 3) Penempatan Pos Tim Medis; 4) Layanan Medis: dan 5) Edukasi Kesehatan. Turnamen Insersio Cup 2023 diikuti oleh 277 peserta, dimana kategori tunggal anak putra menjadi peserta yang paling banyak (26.4%). Cedera selama turnamen Insersio Cup 2023 yaitu sprain pergelangan kaki, kram otot betis dan kram otot paha, dimana kram otot betis menjadi cedera yang paling banyak (50%). Peran pendampingan tim medis sangat penting dalam turnamen olahraga, terutama dalam memberikan pertolongan pertama cedera olahraga sehingga cedera tidak menjadi lebih parah dan pemulihan dapat melalui proses yang cepat.   Abstract: Enhancing the quality of badminton in Indonesia can be achieved by organizing badminton tournaments, including the Insersio Cup 2023. In every sports tournament, it is mandatory to involve a medical team, as sports injuries can occur and are unpredictable. This community service aims to understand the process of medical team support during the implementation of the badminton tournament Insersio Cup 2023. The methods employed in this community service include 1) Provision of Medical Equipment and Medications, 2) Collaboration with Relevant Parties, 3) Placement of Medical Team Stations, 4) Medical Services, and 5) Health Education. The Insersio Cup 2023 tournament had 277 participants, with the Men's Singles category having the highest number of participants (26.4%). Injuries during the Insersio Cup 2023 tournament included ankle sprains, calf muscle cramps, and thigh muscle cramps, with calf muscle cramps being the most common injury (50%). The medical team's assistance is crucial in sports tournaments, especially in providing first aid for sports injuries to prevent them from worsening and facilitating a speedy recovery process.
Edukasi Kesehatan Persiapan Menopause pada Ibu Dasawisma di Perumahan Tegalsari Banyumas: Health Education Regarding Menopause on Dasawisma Mothers in Tegalsari Banyumas Siti Haniyah; Noor Yunida Triana; Tin Utami
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Menopause merupakan berhentinya masa kesuburan dan masa reproduksi wanita yang ditandai dengan berhentinya masa menstruasi atau siklus bulanan seiring bertambahnya usia dan penurunan hormon.  Selama masa transisi ini, ovarium mulai melemah sehingga tingkat gairah seksual semakin menurun secara alami dari hormon esterogen dan progesteron. Tanda dan gejala menopause seperti perubahan penampilan fisik, ketidakteraturan siklus haid, kekeringan liang senggama (vagina), perubahan kulit, perubahan payudara, perubahan – perubahan seksual, perubahan emosi, daya ingat menurun dan mudah tersinggung. Media yang paling diminati yaitu buku saku dan leaflet. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan masih terdapat ibu yang belum tahu tentang menopause. Berdasarkan hasil wawancara dengan 5 ibu didapatkan data bahwa 80% ibu memberikan mengalami keletihan dan kecemasan yang berujung pada gangguan tidur, perubahan mood dan rasa sering berdebar-debar. Maka perlu diberikan pemberian informasi melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai menopause. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Juli 2023 dengan dihadiri 13 ibu-ibu Dasawisma Perumahan Tegalsari Kembaran. Dari hasil T test (p-value) 0,001 yang artinya terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan antara sebalum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan tentang menopause.   Abstract:Menopause is the cessation of a woman's fertility and reproductive period which is marked by the cessation of the menstrual period or monthly cycle as she ages and hormones decline. During this transition period, the ovaries begin to weaken so that the level of sexual desire naturally decreases from the hormones estrogen and progesterone. Signs and symptoms of menopause include changes in physical appearance, irregular menstrual cycles, vaginal dryness, skin changes, breast changes, sexual changes, emotional changes, decreased memory and easy seizures. There are various kinds of outreach media such as television, graphic videos, and print media. The most popular media are pocket books and leaflets. Based on observations made, there are still mothers who do not know about menopause. Based on the results of interviews with 5 mothers, data was obtained that 80% of mothers experienced fatigue and anxiety which led to sleep disturbances, changes in mood and frequent feelings of palpitations. So it is necessary to provide information through health education methods to increase mothers' knowledge about menopause. The activity was held on Saturday, July 21 2023 at the Tegalsari Kembaran Housing complex, attended by 13 mothers. From the results of the T test (p-value) 0.001, which means there is a significant difference in the level of knowledge between before and after providing health education about menopause.

Page 1 of 1 | Total Record : 10