cover
Contact Name
Septiana Fathonah
Contact Email
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6282136407862
Journal Mail Official
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No.26, Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)
ISSN : -     EISSN : 28073134     DOI : 10.53423
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 1 (2026): maret" : 2 Documents clear
Peningkatan Motivasi Donor Darah dalam Pengabdian Donor Darah Massal di PMI Depok Sleman Yogyakarta: Increasing Blood Donor Motivation in Mass Blood Donation Services at PMI Depok, Sleman, Yogyakarta Hartalina Mufidah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Donor darah sukarela merupakan komponen krusial dalam rantai pelayanan transfusi darah. Motivasi pendonor darah merupakan faktor utama dalam menjamin ketersediaan darah yang aman dan berkelanjutan. Donor darah massal merupakan upaya strategis PMI untuk memenuhi kebutuhan darah dengan tindakan dan praktik nyata yang dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Pengadian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi donor darah masyarakat dalam pengabdian donor darah di PMI Depok Sleman Yogyakarta. Metode pelaksanaan   pengabdian   masyarakat   ini   diawali dengan donor darah massal kemudian dilanjutkan survei motivasi donor darah menggunakan instrument kuesioner. Kuesioner motivasi donor darah diberikan kepada peserta donor darah sebelum dan sesudah melakukan donor darah.  Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebanyak 5 orang (33,3%) termotivasi donor darah karena manfaat penting donor darah. Hasil post-test menunjukkan bahwa sebanyak 11 orang (73,3%) termotivasi donor darah karena kepuasan/rasa senang karena dapat membantu orang lain. Tingkat motivasi pendonor darah meningkat dari 33,3% menjadi 73,3%. Donor darah massal memberikan pengalaman yang mampu meningkatkan motivasi donor darah.      Abstract: Voluntary blood donation is a crucial component of the blood transfusion service chain. Blood donor motivation is a key factor in ensuring the availability of safe and sustainable blood supplies. Mass blood donation represents a strategic effort by the Indonesian Red Cross (PMI) to meet blood demands through concrete actions that encourage community participation in blood donation. This community service activity aimed to determine changes in blood donor motivation within the community through blood donation services conducted at PMI Depok Sleman, Yogyakarta. The implementation method began with a mass blood donation event, followed by an assessment of blood donor motivation using a structured questionnaire. The questionnaire was administered to participants before and after blood donation. Pre-test results indicated that five participants (33.3%) were motivated to donate blood due to the perceived benefits of blood donation. In contrast, post-test results showed that eleven participants (73.3%) were motivated by the satisfaction and joy derived from helping others. Overall, the level of blood donor motivation increased from 33.3% to 73.3% following the intervention, indicating that mass blood donation activities provide meaningful experiences that can enhance blood donor motivation.
Penerapan Emergency Severity Index untuk Meningkatkan Akurasi Triase di IGD RSUD Kaimana: Application of The Emergency Severity Index to Improve Triage Accuracy in The Emergency Department of Kaimana Regional Hospital Hubertina Vera Letsoin; Atik Setiawan W.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kaimana sebelum penerapan Emergency Severity Index (ESI) masih dilakukan secara konvensional tanpa standar baku. Hal ini menyebabkan ketidaktepatan klasifikasi seperti overtriage dan undertriage, yang berdampak pada keterlambatan penanganan dan menurunnya mutu pelayanan kegawatdaruratan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan akurasi triase, kecepatan penanganan, serta keterampilan tenaga kesehatan IGD melalui penerapan sistem ESI. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, simulasi klinis, serta pendampingan implementasi langsung di IGD. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi proses triase, dan analisis perbandingan sebelum serta sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan akurasi klasifikasi pasien dari 70% menjadi 90%, penurunan overtriage dari 15% menjadi 7%, dan penurunan undertriage dari 10% menjadi 3%. Waktu tanggap pasien prioritas tinggi juga mengalami peningkatan signifikan dari 10 menit menjadi 5 menit. Penerapan sistem triase berbasis ESI terbukti efektif meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan profesionalisme tenaga kesehatan di IGD RSUD Kaimana.   Abstract: The triage process in the Emergency Department of Kaimana Regional Hospital was previously performed using a conventional, non-standardized approach, resulting in inaccurate classifications such as overtriage and undertriage. These issues contributed to delays in treatment and reduced the overall quality of emergency care services. This community service program aimed to improve triage accuracy, response time, and the competency of emergency department healthcare workers through the implementation of the Emergency Severity Index (ESI). The methods included socialization, training sessions, clinical simulations, and supervised implementation of ESI in the emergency department. Evaluation was conducted using pre- and post-tests, observation of triage procedures, and comparison analyses before and after the intervention. The results demonstrated an increase in classification accuracy from 70% to 90%, a reduction in overtriage from 15% to 7%, and a decrease in undertriage from 10% to 3%. Additionally, response time for high-priority patients improved significantly from 10 minutes to 5 minutes. The implementation of ESI proved effective in enhancing service quality, patient safety, and the professionalism of healthcare workers in the Emergency Department of Kaimana Regional Hospital.

Page 1 of 1 | Total Record : 2