cover
Contact Name
Muryan Awaludin
Contact Email
istpmedan01@gmail.com
Phone
+628562616116
Journal Mail Official
istpmedan01@gmail.com
Editorial Address
JL. DR. T.D. Pardede No. 8 Medan 20153 Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP
ISSN : 23560878     EISSN : 27146758     DOI : https://doi.org/10.59637/jsti
Core Subject : Science,
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP (Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede) ini merupakan salah satu media publikasi penelitian yang menambah deretan jurnal dengan disiplin ilmu sains dan teknologi, dengan No ISSN 2356-0878 dan diharapkan mampu menjadi media pemicu untuk menambah keinginan kaum akademisi untuk mengadakan penelitian, menambah karya penulisan, serta menjadikan media ini salah satu penyebaran perkembangan informasi sains dan teknologi terbaru kepada masyarakat luas.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 1 (2021): Desember" : 9 Documents clear
IDENTIFIKASI POLA SEBARAN BATUGAMPING DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI DESA GEBANG KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN PESAWARAN LAMPUNG Nalon Dahlan Marpaung
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 16 No. 1 (2021): Desember
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.28 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v16i1.105

Abstract

Secara umum daerah Desa Gebang, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung berada pada geologi regional Tanjung Karang, formasi geologi terdiri dari Kompleks Gunung Kasih (Pzg),Formasi Menanga (Km) ,Formasi Sabu (Tpos) Formasi Sabu (Tpos) ,Formasi Hulu Simpang (Tomh) ,Formasi Tarahan (Tpot) ,Aluvium (Qa) Aluvium (Qa)Endapan Gunungapi Muda (Qhvp). Berdasarkan Ketebalan lapisan penutup berupa top soil di bagian Utara membentang Barat ke Timur adalah 0,140–1,53 m dan di daerah Selatan membentang dari Barat ke Timur adalah 0,234 - 1,63 m. Lapisan kedua berupa gamping dengan kandungan MgO tinggi di daerah Utara lebih tebal dari Selatan dengan ketebalan antara 2,79–6,55 m dan di daerah Timur lebih tebal dari daerah Barat dengan ketebalan antara 3,15–5,37 m. Kedalaman lapisan batu gamping dengan CaO tinggi terdeteksi pada kedalaman ini 2,30–10,3 m. Hasil permodelan menunjukan pada bagian Timur kedalaman batu gamping dengan kandungan CaO tinggi lebih dalam dibandingkan bagian Barat. Namun kedalaman paling dalam pada bagian Timur Laut dan Tenggara. Pada bagian tengah, kedalaman batu gamping dengan kandungan CaO tinggi lebih dalam dari yang diperoleh pada bagian Barat pada lokasi penelitian, tapi tidak sedalam pada bagian Timur Laut dan Tenggara.
PENENTUAN UMUR EKONOMIS MESIN BOILER PADA PKS PT. LEOMAS ANUGRAH DENGAN METODE BIAYA TAHUNAN RATA-RATA Bungaran Tambun
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 16 No. 1 (2021): Desember
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.494 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v16i1.106

Abstract

Suatu alat akan menjadi buruk sejalan dengan waktu yang ditandai oleh efisiensi dan produktivitas alat yang semakin menurun dan sering melakukan perbaikan-perbaikan, disis lain dalam kurun waktu yang bersamaan biaya-biaya operasionalnya mengalami peningkatan, sehingga akan mempengaruhi menurunnya pendapatan perusahaan.Demikian halnya dengan pengoperasian mesin Boiler Bus di PKS PT Leomas Anugrah yang beralamat di dusun 1 Beringin Kecamatan STM Ilir Kabupaten Deliserdang, dimana mesin ini semenjak dioperasikan pada tahun 2004 hingga saat ini telah berusia 17 tahun. Dengan usia mesin tersebut, performa mesin semakin menurun dan sering mengalami perbaikan Disisi lain karena sering mengalami perbaikan biaya operasional mesin semakin meningkat dan nilai pengembalian modal yang semakin menurun. Untuk itulah perlu diketahui berapa tahunkah umur ekonomis dari mesin tersebut dari sejak pembeliannya. Penelitian ini ditjukan untuk mengetahui umur ekonomis mesin boiler tersebut. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sedangkan Variabel dalam penelitian ini biaya-biaya operasional (variable bebas) dan Umur ekonomis sebagai variable terikat. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan studi dokumentasi, sedangkan metode pengolahan dan analisis data digunakan metode total biaya tahunan rata-rata (Equivalent Uniform Annual Cost).Setelah data dikumpulkan dan di analisis, maka hasilnya adalah sebagai berikut: (a) perhitungan umur ekonomis pada Mesin Boiler PKS PT. Leomas Anugrah terdapat pada tahun ke-6 tepatnya pada tahun 2009 sejak pembelian tahun 2004. (b) Total biaya tahunan rata-rata minimum pada saat umur ekonomis mesin boiler tersebut adalah Rp Rp. 498.314.024
ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU KOMPOR MINYAK PADA PT. HOCKINDA CITRA LESTARI MEDAN Piala Mutiara; Linda Mariaty
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 16 No. 1 (2021): Desember
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.224 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v16i1.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merencanakan kebutuhan bahan baku kompor minyak padaPT.HOCKINDA CITRA yang mengikuti permintaan pasar sehingga menyebabkan terjadinya kelebihan bahan pada persediaan yang menyebabkan peningkatan biaya persediaan dan resiko kerusakan bahan yang akan dihadapi oleh perusahaan. Penelitian ini difokuskan untuk melakukan penelitian tentang sistem persediaan bahan bakuuntuk produksi 1 unit kompor minyak dibutuhkan bahan baku Aluminium sebanyak 1,15 kg, Kawat Paku 0,35 kg, Anti Karat 0,3 kg, Seng Rata 0,2 kg, Tin Plat 0,2 kg. Sedangkan analisis persediaan bahan baku kompor minyak 16 sumbu menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) sehingga dapat diperoleh perencanaan kebutuhan bahan baku setiap item produk secara tepat waktu sehingga proses produksi berjalan dengan baik dan dapat mengendalikan persediaan yang dapat menimbulkan biaya penyimpanan persediaan.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PARSIAL DAN TOTAL DENGAN METODE POSPAC DAN DAVID J.SUMANTH PADA PT.YUNIOR MEDAN Omry Pangaribuan
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 16 No. 1 (2021): Desember
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.857 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v16i1.108

Abstract

Penelitian ini diitujukan untuk mengetahui produktivitas parsial dan produktivitas total pada PT, Yunior Medan. Secara parsial komponen yang diukur adalah; produktivitas produksi, produktivitas organisasi, produktivitas penjualan, produk, tenaga kerja dan modal, sedangkan untuk produktivitas total adalah total keluaran yang terdiri dari; nilai unit produk jadi, nilai unit produk setengah jadi, deviden, bunga obligasi, pendapatan lain. Sedangkan total masukan terdiri dari: nilai tenaga kerja, nilai bahan baku, nilai energi, nilai modal, dan biaya lainnya. Selanjutnya masing-masing komponen tersebut dihitung indeks produktivitasnya untuk melihat perubahan produktivitas setiap tahunnya Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data adalah observasi langsung keperusahaan dan studi dokumentasi, sedangkan metode pengolahan dan analisis data digunakan metode produktivitas POSPAC dan model prodiktivitas total David J. Sumanth. Setelah data dikumpulkan dan diolah/analisis, maka hasilnya dapat disimpulkan sebagaiberikut:produktivitas produksi, penjualan, produk dan tenaga kerja, tergolong baik dimana indeks produktivitasnya selalu diatas indeks 1, sedangkan produktivitas organisasi dan modal tergolong kurang baik dengan indeks produktivitas dibawah indeks 1
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG TERBUKA DI PT. ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA DESA KAMPUNG JAWA DAN DESA MUARA KEMBANG, KEC. SANGASANGA, KAB. KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR Franki Sihombing; Ruth Meivera Siburian
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 16 No. 1 (2021): Desember
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.866 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v16i1.109

Abstract

PT. Adimitra Baratama Nusantara merupakan suatu perusahaan tambang yang beroperasi di Kalimantan. Perusahaan ini terdapat diDesa Kampung Jawa, Kecamatan Sangasanga dan Desa Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dengan luas Wilayah 2.990 Ha. PT. Adimitra Baratama Nusantara telah mendapat persetujuan untuk melakukan aktifitas penambangan dan penjualan hasil galian dengan IUP No. 540/1691/IUP-OP/MB-{BAT/XII/2009 tanggal 1 Desember 2009. intensitas curah hujan di PT. Adimitra Baratama Nusantara sebesar 7.047 mm/jam. Dengan kemampuan sump sebesar 635.140 m3. Jumlah koefisien limpasannya sebesar 0,90 dan intensitas curah hujan sebesar7.047 mm/jam maka air limpasan yang masuk adalah 8.136 m3/jam untuk jumlah evapotranspirasi sebesar 175,45 m3/jam, sehingga volume air rencana yang masuk untuk satu bulan berjumlah 453.121,92 m2/bulan. Untuk debit air yang masuk dengan curah hujan rencana adalah sebesar 313,41 m3/bulan sementara volume air actual yang sudah ada didalam adalah 128.395,65. Head total pompa adalah 77.05 m dengan debit maksimum 540 m3/jam. Jadi rencana kebutuhan pompa adalah dengan 2 unit pompa dan rencana volume air yang akan dipompakan adalah 453.121.92 m3/bulan dan rencana jam kerja pompa adalah 18 jam / hari
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN PADI DI PEMATANG SIANTAR Sanggam B. Sihombing; Isniar TL. Ritonga
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 16 No. 1 (2021): Desember
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1689.898 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v16i1.110

Abstract

Sumber daya tanah merupakan sumber daya alam yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia karena sumber daya tanah merupakan masukan yang diperlukan untuk setiap bentuk aktivitas manusia seperti untuk pertanian, daerah industri, daerah pemukiman, jalan-jalan untuk transportasi, daerah-daerah rekreasi atau daerah-daerah yang dipelihara kondisi alamnya untuk maksud ilmiah. Setiap negara modern harus mempertahankan pertanian untuk menuju swasembada pangan. Demikian juga dengan Pemko Pematangsiantar, senantiasa berupaya untuk lebih meningkatkan produksi pertaniannya. Namun saat ini hal yang sangat sulit dilakukan di Kota Siantar adalah mempertahankan lahan pertanian, mengingat sulitnya untuk mengatasi pertambahan populasi penduduk yang semakin membutuhkan lahan untuk pembangunan perumahan (Menurut Walikota Pematangsiantar, Hulam Sitorus). Selain itu para petani saat ini juga menghadapi berbagai masalah diantaranya sistem pertanian, ketersediaan pupuk, irigasi dan lainnya. Dalam sambutan tertulis Wali kota yang dibacakan Asisten II mengatakan, untuk mewujudkan kebijakan pembangunan pertanian yang berkelanjutan bagi pelaku utama dan usaha diperlukan upaya memperkuat kemampuan pada sektor pertanian yang berakar pada keragaman budaya dan ekonomi serta kemampuan teknologi dan inovasi.
PERANCANGAN REST AREA KM 82 BENGKALIS Endi Martha Mulia; Novita
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 16 No. 1 (2021): Desember
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.585 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v16i1.111

Abstract

Akhir-akhir ini, jalur darat sedang berlangsung pembangunan jalan tol. Salah satunya yaitu pembangunan jalan tol Trans Sumatera yang merupakan jaringan jalan tol yang dapat menghubungkan kota-kota besar di pulau Sumatera. Dengan adanya jalan tol, tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya kecelakaan. Umumnya, kecelakaan terjadi akibat dari pengemudi kendaraan menggalami kelelahan di sepanjang perjalanan. Maka dari itu untuk memperkecil peluang terjadinya kecelakaan di jalan tol, pihak pengelola jalan tol wajib menyediakan Rest Area (tempat istirahat) bagi pengguna jalan tol. Rest Area (tempat istirahat) adalah suatu tempat dan fasilitas yang disediakan bagi pemakai jalan sehingga baik pengemudi, penumpang maupun kendaraannya dapat beristirahat untuk sementara karena alasan lelah. Namun sayangnya, hingga saat ini Rest Area KM 82 masih merupakan Rest Area sementara karena belum adanya Rest Area permanen. Dalam perencanaan proyek Rest Area KM 82 ini, direncanakan menggunakan tema Arsitektur Neo-Vernakular agar adanya ciri khas tradisional lokal kabupaten Bengkalis, yakni Melayu dari daerah Bengkalis namun dibarengi dengan perkembangan zaman yang modern. Dengan begitu akan menimbulkan suatu keunikan pada bangunan yang dapat menarik pengunjung dari berbagai kalangan.
MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PERUSAHAAN INDUSTRI Rosmawati
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 16 No. 1 (2021): Desember
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.182 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v16i1.112

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu objek penting yang perlu diperhatikan dalam sistem manajemen perusahaan, karena menyangkut kegiatan atau aktivitas yang melindungi dan memelihara peralatan, fasilitas dan sumber daya manusia dari kecelakaan yang dapat membahayakan serta merugikan perusahaan. Pemerintah telah mengeluarkan undang-undang dan berbagai peraturan menyangkut keselamatan dan kesehatan kerja. Tetapi semua usaha pemerintah tidak akan berhasil tanpa adanya respon dari perusahaan industri bahwa penerapan setiap elemen keselamatan dan kesehatan kerja telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan pemerintah maupun peraturan dan sangsi yang dikeluarkan oleh perusahaan, Perusahaan industri perlu menyelenggarakan pengamanan dalam lingkungan yang bertujuan sebagai pencegah terjadinya kecelakaan yang menimpa pekerja sewaktu menjalankan tugas. Penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja harus dilaksanakan secara terintegrasi dengan mengacu kepada keadaan dan perkembangan perusahaan industri agar penanganan lebih mudah, aman dan produktif. Hal ini berpengaruh baik kepada tenaga kerja maupun perusahaan karena dapat menghindari kecelakaan dan penyakit kerja. Dengan adanya peraturan perundangan undangan maka telah lengkap landasan untuk melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk mengetahui penerapan manajemen keselamatan dan Kesehatan kerja, perusahaan industri dapat mengadakan inspeksi K3, Audit K3 dan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat mengidentifikasi kondisi yang rentan terjadinya kecelakaan dan beresiko agar bisa dilakukan tindakan perbaikan dan juga mengevaluasi pelaksanaan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja apakah sudah berjalan baik atau tidak. Sehingga dapat dikatakan perusahaan industri sudah berhasil menerapkan peraturan perundang undangan keselamatan dan kesehatan kerja, searah tujuan dan mematuhi segala peraturan perundang undangan yang berlaku tidak terkecuali peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang tujuannya agar perusahaan dapat berjalan lancar dan stabil.
ANALISA GEOMETRI JALAN ANGKUT GUNA MENINGKATKAN CYCLETIME DAN PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT PADA KEGIATAN PENGUPASAN OVERBURDEN DARI FRONT PENGUPASAN KE DISPOSAL AREA PADA KEGIATAN PENAMBANGAN BATUBARA Analiser Halawa
Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol. 16 No. 1 (2021): Desember
Publisher : LPPM ISTP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.175 KB) | DOI: 10.59637/jsti.v16i1.113

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi target produksi adalah geometri jalan, dan untuk target produksi sebesar 65.000 BCM/Bulan, berdasarkan perhitungan aktual dari cycle time dan efisiensi kerja adalah 55.000 BCM/Bulan, setelah dilakukan perbaikan dan didapat hasil sebesar 66.000 BCM/Bulan.Berdasarkan kondisi data aktual Jarak dari front penambangan ke disposal adalah ± 2,5 Km. Sesuai dengan lebar jalan lurus rata-rata 23 m dan lebar jalan tikungan 33 m, Standart kemiringan (grade) 8%, standart cross slope 0,88 – 1,365 m dan standart superelevasi 0,88 – 0,68 m. Dari hasil analisa geometri jalan tambang, untuk lebar jalan lurus dan tikungan sudah memenuhi standart, hanya kemiringan (grade) jalan pada segmen L-M yang dilakukan pengurangan sebesar 1,16%, cross slope pada segmen AB dilakukan penaikan sebesar 0,26 m, segmen C-D dilakukan pengurangan sebesar 0,05 m, segmen D-E dilakukan penaikan sebesar 0,46 m, segmen E-F dilakukan penaikan sebesar 0,42 m,segmen F-G dilakukan pengurangan sebesar 0,16 m, segmen G-H dilakukan pengurangan sebesar 0,21 m, segmen J-K dilakukan penaikan sebesar 0,77 m, segmen K-L dilakukan penaikan sebesar 0,24 m, segmen M-N dilakukan penaikan sebesar 0,26 m, segmen N-O dilakukan penaikan sebesar 0,74 m, segmen O-Disposal dilakukan penaikan sebesar 0,21 m, superelevasi pada segmen B-C dilakukan pengurangan sebesar 0,42 m, segmen L-M dilakukan pengurangan sebesar 0,80 m.

Page 1 of 1 | Total Record : 9