cover
Contact Name
Rismaladewi Maskar
Contact Email
risma.maskar@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wiratani.agribisnis.fp@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Wiratani : Jurnal Ilmiah Agribisnis
ISSN : 26145928     EISSN : 26145928     DOI : -
WIRATANI adalah terbitan berkala ilmiah bidang Agribisnis yang merupakan media publikasi dan penyebarluasan informasi hasil-hasil penelitian dari peneliti, dosen, praktisi, dan mahasiswa. WIRATANI diterbitkan dua kali setahun (Juni dan Desember) oleh Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018" : 15 Documents clear
HUBUNGAN PERAN KELOMPOK TANI DENGAN PRODUKTIVITAS USAHATANI PADI (Studi Kasus di Desa Bonto Manai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba) Isma Isma; Nuraeni Nuraeni; Muhammad Salim
WIRATANI Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.378 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i1.2

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran kelompok tani dalam pelaksanaan usatani padi, untuk menganalisis produksi, produktivitas dan pendapatan usahatani padi, serta untuk menganalisis hubungan peran kelompok tani dengan produktivitas usahatani padi di Desa Bonto Manai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Dengan menggunakan analisis dasar yaitu analisis deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling (secara sengaja) jumlah sampel sebanyak 40 anggota kelompok tani. jenis data yang digunakan yaitu data sekunder dan data primer, dimana data sekundernya yaitu hal terkait penelitian yang didapatkankan dari instansi yang terkait dan data primer yaitu data yang didapatkan dari hasil, wawancara langsung dengan menggunakan kuisioner kepada kelompok tani Padaenre (ketua dan anggota kelompok). Besar jumlah produksi, pendapatan dan produktivitas menggunakan analisis pendapatan, sedangkan untuk melihat hubungan peran kelompok tani dengan produktivitas menggunakan analisis Khi Kuadrat(Chi Square). Metode pengumpulan data dengan wawancara langsung kepada petani yang tergabung kedalam kelompok tani dengan menggunakan kuisioner yang memiliki pertanyaan berkaitan erat dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran kelompok tani termasuk kategori rendah, dan jumlah rata-rata produksi sebesar 7815 kg dan produktivitas sebesar 4773 kg/ha serta pedapatan sebesar Rp. 31.260.000 dan keuntungan sebesar Rp 2.663.834. dan terdapat hubungan nyata antara peran kelompok tani dengan produktivitas usahatani padi di Desa Bonto Manai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba
PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN IKAN BANDENG (Studi Kasus pada Kelompok Wanita Nelayan Fatimah Az Zahra Di Kelurahan Pattingalloang Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar) Wadina Fauziah; Nurliani Nurliani; Sitti Rahbiah Busaeri
WIRATANI Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.377 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i1.13

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi sumberdaya yang digunakan oleh usaha Kelompok Wanita Nelayan (2) mengetahui proses pengolahan ikan bandeng tanpa tulang dan (3) menganalisis permasalahan yang terjadi pada Kelompok Wanita Nelayan di Kota Makassar. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis deksriptif kuantitatif menggambarkan metode pendekatan partisipatif artinya peneliti akan secara langsung mengamati proses atau aktivitas perusahaan ikan bandeng tanpa tulang dan analisis ekonomi yaitu untuk mengetahui tingkat pendapatan yang diperoleh perusahaan ikan bandeng tanpa tulang, analisis yang dimaksud : pendapatan, BEP (Break Event Point) dan PBP (Pay Back Period). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama adalah strategi pemasaran disebabkan oleh harga, produk, distribusi dan promosi. Alternatif tindakan yang disarankan untuk usaha ikan bandeng tanpa tulang adalah memberikan label pada setiap kemasan dan melakukan pemasaran diberbagai rumah makan dan mempromosikan produk secara offline dan online. Adapun produksi dan pendapatan yang dihasilkan oleh usaha ikan bandeng tanpa tulang pada bulan Agustus adalah ikan bandeng sebanyak 2.400 ekor yang dijual seharga Rp.25.000/bungkus. Total penerimaan mencapai Rp 60.000.000/bulan dan total biaya mencapai Rp 49.569.500. Kesimpulan yaitu pendapatan usaha Ikan Bandeng Tanpa Tulang Kelompok Wanita Nelayan Fatimah Az Zahra sebesar Rp 10.431.000/bulan.
PENGARUH SELERA KONSUMEN TERHADAP PERILAKU MENGKONSUMSI BUAH – BUAHAN DI KOTA MAKASSAR (Studi Kasus di Plaza Buah Hertasning Umrah Ilsan; Mais Ilsan; Iskandar Hasan
WIRATANI Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.01 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i1.8

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi selera konsumen (preferensi konsumen, persepsi konsumen dan kesadaran konsumen) dalam mengkonsumsi buah – buahan di Kota Makassar, (2) mengidentifikasi perilaku konsumen dalam mengkonsumsi buah-buahan di Kota Makassar dan (3) menganalisis pengaruh selera konsumen (preferensi konsumen, persepsi konsumen dan kesadaran konsumen) terhadap perilaku konsumen dalam mengkonsumsi buah-buahan di Kota Makassar. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling method. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Untuk pengujian Validitas dan Reliabilitas instrumen penelitian menggunakan software SPSS versi 21, sedangkan untuk melihat sejauh mana variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat dianalisis dengan analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melakukan uji Validitas dan Reliabilitas didapatkan nilai Corrected Item – Total Correlation dengan nilai r tabel dengan tingkat 0,05 yaitu sebesar 0,30. Apabila nilai Corrected Item – Total Correlation lebih besar dari r tabel maka indikator layak dan sebaliknya sedangkan untuk uji reliabilitas menunjukkan bahwa semua variabel dari koefisien Alpa cukup besar yaitu diatas 0,60 atau dapat dikatakan bahwa semua indikator masing – masing variabel dari kuesioner dikatakan reliabel, sedangkan untuk analisis Regresi Linear Berganda menunjukkan nilai Koefisien regresi untuk variabel bebas X1 (Preferensi konsumen) memiliki arah dengan koefisien regresi positif sebesar 0,587, Koefisien regresi variabel persepsi konsumen (X2) memiliki arah dengan koefisien regresi negatif sebesar -0,338 dan Koefisien regresi variabel kesadaran konsumen (X3) memiliki nilai arah dengan koefisien regresi positif sebesar 0,829, sedangkan Nilai Koefisien Determinasi R2 yang didapat sebesar 0,899 atau 89,9 %. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independent yang diteliti mampu memberikan penjelesan terhadap perilaku mengkonsumsi buah – buahan sebesar 89,9 % sedangkan sisanya sebesar 10,1 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kesimpulannya yaitu diantara variabel preferensi konsumen (X1) dan kesadaran konsumen (X3) yang paling berpengaruh nyata terhadap perilaku konsumen dalam mengkonsumsi buah – buahan yang berada di Plaza Buah Hertasning Kota Makassar adalah variabel kesadaran konsumen (X3)
EFISIENSI PENGGUNAAN SARANA PRODUKSI PADA USAHATANI JAGUNG (ZEA MAYS L.) (Studi Kasus di Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar) Fatmawati Fatmawati; Nuraeni Nuraeni; Nurliani Nurliani
WIRATANI Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.498 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sarana produksi yang digunakan dalam proses produksi usahatani jagung, menganalisis produksi dan pendapatan usahatani jagung dan menganalisis efisiensi penggunaan sarana produksi pada usahatani jagung. Populasi dalam penelitian adalah seluruh petani jagung yang berjumlah 125 petani. Jumlah sampel menggunakan rumus Slovin, sehingga didapat sampel sebanyak 33 petani. Data dianalisis menggunakan analisis DEA (Data Envelopment Analysis) dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana produksi yang digunakan dalam proses produksi usahatani jagung yaitu benih, pupuk Urea, pupuk NPK dan herbisida. Hasil analisis produksi dan pendapatan usahatani jagung menunjukkan bahwa produksi jagung sebanyak 4.221 kg/rata-rata petani/MT atau 7.035 kg/ha/MT dan pendapatan yang didapatkan Rp.7.505.095/rata-rata petani/MT atau Rp.12.353.141/ha/MT. Hasil analisis efisiensi DEA (Data Envelopment Analysis) yaitu DMU (Decision Making Unit) penggunaan sarana produksi pada usahatani jagung yang mencapai efisien sebanyak 7 DMU (21,21%), sedangkan DMU yang tidak efisien sebanyak 26 DMU (78,79%).
ANALISIS POTENSI WILAYAH BERBASIS KOMODITAS PERTANIAN UNGGULAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN KABUPATEN SOPPENG Asti Astari; Iskandar Hasan; Mais Ilsan
WIRATANI Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.51 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komoditas basis pertanian dan komoditas unggulan pertanian di setiap kecamatan di Kabupaten Soppeng. Sedangkan kegunaan penelitian ini yaitu dapat memberikan gambaran komoditas pertanian yang basis dan unggul sebagai salah satu pertimbangan atau pedoamn dalam mengambil kebijakan, khususnya dalam rangka pemetaan dan penentuan prioritas pengembangan komoditas pertanian di Kabupaten Soppeng. Penelitian ini menggunakan metode Location Quotient (LQ) dan metode Rassmussen Dual Criterion (RDC). Penelitian ini mengambil data primer dan data sekunder dari instansi – instansi terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komoditas basis untuk tanaman pangan paling banyak yaitu tanaman padi; komoditas basis untuk tanaman hortikultura paling banyak yaitu tanaman cabe rawit; komoditas basis untuk komoditas perkebunan paling banyak yaitu kelapa dalam; komoditas basis untuk perikanan budidaya yang paling banyak yaitu ikan mas dan ikan nila; komoditas basis untuk perikanan tangkap yang paling banyak yaitu ikan mas dan ikan gabus; komoditas peternakan basis untuk jenis ternak besar yang paling banyak yaitu ternak sapi dan ternak kambing; komoditas basis untuk peternakan jenis ternak kecil paling banyak yaitu itik dan entok. Sedangkan komoditas unggulan untuk tanaman pangan yang paling banyak yaitu tanaman padi; tidak ada komoditas unggulan untuk tanaman hortikultura; komoditas unggulan untuk tanaman perkebunan yaitu tanaman kakao; komoditas unggulan untuk perikanan budidaya yaitu ikan lele; komoditas unggulan untuk perikanan tangkap yang paling banyak yaitu ikan nila; komoditas unggulan untuk peternakan jenis ternak besar yang paling banyak yaitu ternak sapi; tidak ada komoditas unggulan untuk peternakan jenis ternak kecil.
ANALISIS PRODUKSI DAN PEMASARAN BAWANG MERAH DI KABUPATEN BANTAENG (Studi Kasus Petani Bawang Merah Di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere) Dwi Pratiwiyanti; Nuraeni Nuraeni; Iskandar Hasan
WIRATANI Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.855 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i1.9

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis jumlah produksi dan pendapatan usahatani bawang merah yang diperoleh di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. (2) Mengidentifikasi lembaga yang terlibat dalam pemasaran usahatani bawang merah di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. (3) Menganalisis marjin pemasaran usahatani bawang merah di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. (4) Menganalisis efisiensi saluran pemasaran usahatani bawang merah di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. Pengambilan sampel petani dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan pekerjaan utamanya sebagai petani bawang merah, sebanyak 30 responden berdasarkan informasi data di Desa Bonto Marannu. Responden lembaga pemasaran di tentukan sebanyak 10 dengan cara snowball terdiri dari pedagang pengumpul, pedagang besar dan pedagang pengecer. Analisis data dengan menggunakan analisis pendapatan, analisis total pendapatan, analisis total biaya, analisis marjin pemasaran dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah produksi bawang merah (3 musim tanam) satu tahun sebanyak 18.754 kg, mendapatkan nilai produksi sebesar Rp178.910.827/tahun. Pada saluran I, pedagang pengumpul memperoleh rata-rata marjin Rp1.666/kg, pedagang besar memperoleh rata-rata marjin Rp1.800/kg dan pedagang pengecer memperoleh rata-rata marjin pemasaran sebesar Rp. 2.333/kg. Pada saluran II, pengecer memperoleh rata-rata marjin Rp. 2.766/kg. Seluruh saluran pemasaran, baik saluran I maupun saluran II dengan kriteria ≤ 50 %, maka efisiensi saluran pemasaran tidak efisien karena lebih besar dari 50 %.
ANALISIS KONTRIBUSI TENAGA KERJA RUMAHTANGGA PETANI (Studi Kasus Rumahtangga Petani Jagung dan Padi di Desa Salajangki dan Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa) Ifrad A. Kautsar; Ida Rosada; Mais Ilsan
WIRATANI Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.068 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i1.4

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kerja anggota rumahtangga petani jagung dan padi di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa, menganalisis curahan kerja anggota rumahtangga petani untuk usahatani jagung dan usahatani padi di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa, menganalisis kontribusi tenaga kerja anggota rumahtangga petani untuk usahatani jagung dan usahatani padi di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Penetuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 orang. Besarnya potensi kerja yang dimiliki rumahtangga petani dianalisis dengan analisis potensi kerja, sedangkan untuk mengetahui besarnya potensi kerja yang dicurahkan anggota rumahtangga dianalisis dengan analisis curahan kerja. Untuk mengetahui persentase kontribusi yang disumbangkan tenaga kerja responden menggunakan alat analisis kontribusi tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi kerja yang dimiliki rumahtangga petani adalah 877,96 HKP per tahun dan 292,65 HKP per musim tanam. Potensi kerja yang dicurahkan anggota rumah tangga petani untuk usahatani jagung adalah 111,46 HKP, sedangkan yang dicurahkan untuk usahatani padi adalah 60,52 HKP. Besarnya kontribusi yang disumbangkan anggota rumahtangga responden untuk usahatani padi dari tenaga kerja pria adalah 18,08%, tenaga kerja wanita memberikan kontribusi sebesar 14,53%. Adapun tenaga kerja anak memberikan kontribusi sebesar 11,74%. Sedangkan untuk usahatani jagung tenaga kerja pria memberikan kontribusi sebesar 29,97%, tenaga kerja wanita memberikan kontribusi sebesar 25,98%, dan tenaga kerja anak memberikan kontribusi sebesar 11,73%.
PERAN KELOMPOK TANI PADA PENGELOLAAN USAHATANI KABUPATEN LUWU UTARA (Studi Kasus Kelompok Tani Di Desa Pararra, Kecamatan Sabbang) Wina Site; Iskandar Hasan; Rasmeidah Rasyid
WIRATANI Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.436 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i1.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis peran kelompok tani pada pengelolaan usahatani di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rongkong, Desa Pararra, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, (2) mengidentifikasi keaktifan kelompok tani pada pengelolaan usahatani di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rongkong, Desa Pararra, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rongkong, Desa Pararra, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.Waktu penelitian dilakukan mulai Mei-Juli 2017.Populasi adalah masyarakat tani yang berada disekitar wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Rongkong, dalam penelitian ini yaitu sebanyak 2 kelompok tani yang dipilih secara Purposive (secara sengaja) yaitu kelompok tani Sinar Takoa dan Lena. Selanjutnya pada masing-masing kelompok tani diambil 3 pengurus dan 17 anggota sebagai sampel, sehingga jumlah seluruh sampel adalah 40 petani (pengurus 6 dan anggota 34) jumlah sampel yang dianggap dapat mewakili kelompok tani. Metode analisis data yang digunakan adalah secara kualitatif dengan menggunakan teknis scoring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kelompok tani (pengurus dan anggota) pada pengelolaan usahatani di Daerah Aliran Sungai berada pada kategori sedang yaitu 62,50%. Hal ini berarti hipotesis pertama ditolak sedangkan keaktifan kelompok tani pada pengelolaan usahatani di Daerah Aliran Sungai berada pada kategori tinggi yaitu 76,25%. Hal ini berarti hipotesis kedua diterima.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM LORONG GARDEN (LONGGAR) DI KOTA MAKASSAR Puput Putri Anggun; Muhammad Salim; Rasmeidah Rasyid
WIRATANI Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.063 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i1.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui karakteristik masyarakat yang bermusim di lokasi program lorong garden, (2) untuk mengetahui partisipasi masyarakat kota Makassar terhadap program lorong garden, (3) untuk menganalisis hubungan faktor umur, pendidikan dan pendapatan dengan partisipasi masyarakat terhadap program Lorong Garden di kota Makassar, Penelitian ini dilaksanakan di 4 kecamatan lokasi pelaksanaan program lorong garden di kota Makassar yaitu Kecamatan Rappocini, Kecamatan Mariso, Kecamatan Panakkukang dan Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Waktu penelitian berlangsung pada Bulan April sampai Juni 2017. Populasi dalam penelitian dtentukan dengan metode purposive dengan syarat longgar yang dipilih yaitu lorong yang masyarakatnya aktif dalam program longgar yang terdapat pada 4 kecamatan di kota Makassar, sedangkan sampel ditentukan dengan metode Simple Random Sampling yang artinya teknik penentuan sampel dilakukan secara acak sederhana, yaitu mengambil sebanyak 10 orang pada setiap kecamatan. Sehingga jumlah total responden 40 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah metode skoring, dan Analisis Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi responden dalam kegiatan keberlanjutan program lorong garden di kota Makassar dilihat dalam kegiatan penanaman, dan pemeliharaan, tergolong tinggi sedangkan dalam kegiatan pengawasan tergolong rendah. Faktor umur, pendidikan dan pendapatan terdapat hubungan tidak nyata terhadap partisipasi responden dalam keberlanjutan program lorong garden di kota Makassar (tidak signifikan).
POLA KONTRIBUSI DAN ALOKASI PENDAPATAN RUMAHTANGGA PETANI DI KECAMATAN BONTONOMPO SELATAN KABUPATEN GOWA Rusdi S; Rasmeidah Rasyid; Mais Ilsan
WIRATANI Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.592 KB) | DOI: 10.33096/wiratani.v1i1.5

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis pendapatan yang diperoleh rumahtangga petani pada kegiatan usahatani padi dan jagung, (2) untuk menganalisis kontribusi pendapatan dari kegiatan usahatani jagung dan padi terhadap pendapatan rumahtangga, (3) untuk menganalisis alokasi pendapatan rumahtangga untuk kebutuhan konsumsi pangan dan konsumsi non pangan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan dengan metode penetapan secara sengaja (Purposive sampling) yaitu petani jagung dan padi yang bergabung dalam 10 kelompok tani beranggotakan masing-masing 25 orang yang menggunakan pola tanam padi-jagung-jagung di Desa Salajangki dan Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Salajangki dan Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa. Penelitian ini berlangsung selama 5 (lima) bulan yaitu mulai Februari sampai dengan Juni 2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan petani pada usahatani padi yaitu musim tanam I sebesar Rp. 5.904.718, usahatani jagung Hebrida musim tanam II sebesar Rp. 10.856.656 dan musim tanam III sebesar Rp. 12.376.525 sehingga rata-rata pendapatan yaitu sebesar Rp. 29.137.899 per rumahtangga dalam setahun. Kontribusi pendapatan petani pada musim tanam I sebesar 19,1%, musim tanam II sebesar 35,8%, dan musim tanam III sebesar 45,1% serta jumlah pengeluaran untuk konsumsi pangan sebesar Rp. 6.133.760 sedangkan pengeluaran untuk konsumsi non pangan sebesar Rp. 8.741.600 jadi rata-rata pengeluaran sebesar Rp. 14.875.360 per rumahtangga dalam setahun.

Page 1 of 2 | Total Record : 15