cover
Contact Name
Eka Widiyananto
Contact Email
ewdynt@gmail.com
Phone
+628122089782
Journal Mail Official
jurnalarsitektur@sttcirebon.ac.id
Editorial Address
© Redaksi Jurnal Arsitektur Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Gd.Lt.1 Jl.Evakuasi No.11, Cirebon 45135
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur
ISSN : 20879296     EISSN : 26856166     DOI : 10.59970/jas
Core Subject : Engineering,
Fokus Jurnal Arsitektur adalah mahasiswa dan dosen pembimbing untuk Mata Kuliah Metodologi Penelitian, Seminar atau Skripsi di Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon atau Prodi Arsitektur pada Perguruan Tinggi lain di Indonesia. Ruang lingkup pada Jurnal Arsitektur adalah ilmu kearsitekturan dengan bidang keilmuan diantaranya bidang keilmuan kota, perumahan dan permukiman, bidang keilmuan ilmu sejarah Arsitektur, filsafat dan teori arsitektur, bidang keilmuan teknologi bangunan, manajemen bangunan, building science, serta bidang keilmuan perancangan arsitektur.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur" : 6 Documents clear
PENGARUH SUHU UDARA TERHADAP SUHU PERMUKAAN RUANG LUAR: Studi kasus : Ruang Luar Kampus STTC Muhammad Aries Syaifullah; Eka Widiyananto
Jurnal Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2208.643 KB) | DOI: 10.59970/jas.v12i2.101

Abstract

Suhu udara ruang luar sangat mempengaruhi kenyamanan suhu pada ruang dalam, suhu udara luar hendaknya tidak terlalu tinggi sehingga pergerakan angin dari ruang luar ke ruang dalam dapat terjadi. Salah satu cara untuk mendapatkan suhu udara ruang luar tidak tinggi adalah dengan pemilihan material pada permukaan ruang luar. Area luar kampus STTC saat ini terdiri dari ruang-ruang luar dengan berbagai macam jenis material permukaan diantaranya tertutup paving blok, rumput dan tanah. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui dan membuktikan bahwa suhu udara ruang luar dapat mempengaruhi suhu permukaan ruang luar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan causal-comparative dengan mencari hubungan antara suhu permukaan dan suhu udara ruang luar.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan menggunakan data logger. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu penutup permukaan ruang luar berbeda untuk setiap jenis material yang digunakan. Suhu permukaan pada paving lebih besar dari material penutup permukaan dari tanah atau rumput, suhu permukaan untuk setiap jenis material lebih besar dari suhu udara ruang luar hal ini dikarenakan pada ruang luar yang diukur di area ruang luar kampus STTC terhalangi oleh pepohonan dan tidak langsung tersinari oleh radisi matahari.
KARAKTERISTIK FASAD PADA BANGUNAN GEREJA SANTO YUSUF CIREBON Lia Yasmin Ramaniya A; Sasurya Chandra
Jurnal Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2074.716 KB) | DOI: 10.59970/jas.v12i2.104

Abstract

Kota Cirebon merupakan daerah pesisir pantai utara jawa yang memiliki jalur pelabuhan sebagai tempat kegiatan perdagangan bangsa Indonesia dengan bangsa asing. Salah satunya yakni bangsa Eropa. Pada masa jajahannya, bangsa Eropa membangun rumah, kantor pemerintahan, tempat ibadah serta pemukiman sehingga terbentuk suatu tatanan kota kamp-kamp bangunan Kolonial, seperti yang tampak pada kawasan Jl. Yos Sudarso terdapat beberapa bangunan peninggalan Kolonial yang menjadi karakteristik fasad bangunan Kolonial pada kawasan tersebut. Jl Yos Sudarso memiliki karakteristik fasad sebagai bangunan bersejarah pada masa kolonial, sehingga karakteristik fasad ini dinilai sebagai penentu gaya arsitektur terhadap suatu bangunan. Menurut Rob Krier (2001:122) fasad merupakan bagian depan yang yang menghadap jalan serta pada bagian belakang sebagai ruang eksterior semipublik atau ruang eksterior pribadi. Fasad juga merupakan penyampaian budaya saat bangunan itu dibangun serta mengungkapkan kriteria tatanan, penataan dan memberikan kreativitas dalam ornamentasi serta dekorasi. Pada Penelitian ini menggunakan metode penetilian kualitatif yang bersifat deskriptif, yakni mendeskripsikan atau menjelaskan penelitian dengan fakta apa adanya. Serta teknik pengumpulan data diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bangunan Gereja Santo Yusuf memiliki karakteristik terhadap bangunan kolonial dengan penggunaan gewel di atas bangunan yang berbentuk segitiga.
IDENTIFIKASI TATA RUANG DAN BENTUK BANGUNAN CIPTA NIAGA Nur Irfany A; Iwan Purnama
Jurnal Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2336.024 KB) | DOI: 10.59970/jas.v12i2.105

Abstract

Cipta Niaga adalah bangunan bersejarah yang terletak di Jl. Kebumen, Kota Cirebon. Gedung ini dibangun pada tahun 1911, dan dirancang oleh Eduard Cuypers melalui perusahaan konsultan F.D Cuypers & Hulswit. Konsultan itu terkenal dengan Arsitektur Kolonialnya. Karya desain mereka di Kota Cirebon antara lain Gedung Bank Indonesia, Gedung Cipta Niaga, dan Gedung British American Tobacco (BAT). Gedung ini dulunya berfungsi sebagai kantor perdagangan, dan sekarang berfungsi sebagai kantor distributor pupuk, minyak, tepung, pestisida dan alat kesehatan. Bangunan Cipta Niaga mengalami perubahan tata ruang yang berdampak pada perubahan bentuk. Perubahan dapat dilihat dengan penambahan ruang baik dengan menggunakan sekat maupun penambahan dinding. Dengan menggunakan metode penelitian deduktif kualitatif yang dilakukan pada obyek kajian Gedung Cipta Niaga diharapkan dapat ditemukan jawaban mengenai perubahan bentuk dan tata ruang bangunan baik bentuk fisik maupun fungsi pada bangunan.
KARAKTERISTIK LANGGAM ARSITEKTUR KOLONIAL STUDI KASUS : GEDUNG BALAIKOTA CIREBON Nurul Ilman; Mudhofar .
Jurnal Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1837.108 KB) | DOI: 10.59970/jas.v12i2.106

Abstract

Mengatahui sejarah Bangunan Arsitetur menjadi hal yang sangat penting dengan banyaknya perkembangan arsitektur dunia yang telah melahirkan berbagai macam gaya dan langgam . terutama berkembangan gaya arsitektur modern menggeser gaya dan langgam lama dan sudah jarang di Temukanya gaya-gaya arsitektur lama (arsitektur colonial) . maka dari itu pelestarian bangunan arsitektur lama di butuh kan guna mengetahui sejarah dan perkembangan arsitektur Indonesia terutama di wilayah Cirebon. Tujuan penelitian adalah menemukan keunikan dan karakter arsitektur kolonial pada gedung Balai Kota Cirebon. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dan membandingkan bentukan langgam arsitektur pada gedung Balai Kota Cirebon dengan kerakteristik arsitektur kolonial di Indonesia. hasil penelitian menunjukan bahwa gedung Balai Kota Cirebon memiliki ciri atau karaketristik langgam arsitektur kolonial diantaranya terlihat pada Pemakaian bahan bangunan dari alam seperti batu bata dan bentuknya yang sangat plastis, ornamen sculptural dan bermacammacam warna dari bahan asli (bata, alam, kayu).
IDENTIFIKASI SISTEM KONTRUKSI PADA BANGUNAN KOLONIAL DI KOTA CIREBON: STUDI KASUS : GEDUNG SMPN 14 KOTA CIREBON Ayu Lestari; Nurhidayah .
Jurnal Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1772.885 KB) | DOI: 10.59970/jas.v12i2.107

Abstract

SMP 14 Kota Cirebon merupakan bangunan yang berada di Jl. Kebumen, Kota Cirebon. Gedung ini dibangun pada tahun 1933, yang berfungsi sebagai taman kanak-kanak penduduk Belanda (Frobelschool). Setelah merdeka pada tahun 1949 gedung tersebut difungsikan sebagai gedung STP (Sekolah Teknik Pertama) 2 STP betahan dari tahun 1958-1992. Pada tahun 1992 bangunan ini di alih fungsikan menjadi SMP 14 Kota Cirebon hingga sekarang. Bentuk struktur dari bangunan ini diterapkan dengan menyesuaikan iklim tropis yang ada di kota cirebon, bentuk atap perisai dan selasar pada bangunan ini diterapkan sesuai fungsi bangunan, selain itu bahwabangunan yang memiliki selasar sebagai pelindung bsangunan, cenderung lebih sejuk dari pada bangunan yang langsung menerima panas matahari pada dinding facadenya. Elemen pada atap bangunan memiliki peran menahan panas matahari dan hujan, dimana atap merupakan elemen yang paling penting pada suatu bangunan terutama didaerah iklim tropis.
KARAKTER VISUAL PADA FASAD BANGUNAN SMPN 16 KOTA CIREBON Luqman .; Farhatul Mutiah
Jurnal Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2073.81 KB) | DOI: 10.59970/jas.v12i2.108

Abstract

SMPN 16 Kota Cirebon merupakan salah satu bangunan kolonial belanda yang masih bertahan pada koridor jalan Kebumen. Seiring perkembangan zaman dan langgam arsitektur, lambat laun karakteristik visual fasade SMPN 16 Kota Cirebon pun mulai berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik visual elemen – elemen yang terdapat pada fasade SMPN 16 Kota Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan langkah mendeskripsikan elemen-elemen fasade bangunan, hasil penelitian menunjukan bahwa fasad bangunan SMPN 16 memiliki karakteristik unsur bangunan seperti dinding, pintu, jendela, atap dan sun shading.

Page 1 of 1 | Total Record : 6