cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jitet.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jitet.journal@um.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Alamat: Graha Rektorat Lantai 6, Jl. Semarang No.5, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik
ISSN : -     EISSN : 27977196     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik menerbitkan naskah terkait Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan. Fokus dan lingkup jurnal meliputi Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 11 (2022)" : 7 Documents clear
Indonesia Berpetualang ke Dunia Digital: Society 5.0 Mikel Ega Wijaya; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i112022p492-497

Abstract

Society 5.0 offers a platform where technology and innovation can enhance societal well-being by utilizing data and artificial intelligence to solve social issues. In the era of Society 5.0, Indonesia is faced with technology that enables virtual access as if it were physical access. AI based on big data and robots are utilized to support human labor in Society 5.0 technology. In this "new" world, digitalization, virtuality, and continuous internet access have become common for most of the world's population. In the face of the digital era and rapid technological advancements, Indonesia needs to take action. As a country with the world's largest population, it is crucial for Indonesia to utilize technology and innovation to improve the quality of life and societal well-being. Despite these challenges, Indonesia also has enormous potential to utilize technology and innovation in various sectors such as education, healthcare, and agriculture. Therefore, a joint effort between the government, industry, and society is needed to overcome these challenges and accelerate digital transformation in Indonesia to achieve maximum benefit from the potential of Society 5.0 in Indonesia. Society 5.0 menawarkan di mana teknologi dan inovasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggunakan data dan kecerdasan buatan untuk memecahkan masalah sosial. Dalam era Society 5.0, Indonesia berhadapan dengan teknologi yang memungkinan akses ke tempat virtual seakan-akan seperti akses ke tempat fisik. AI berbasis big data dan robot digunakan untuk memberikan dukungan pada pekerjaan manusia. dalam teknologi Society 5.0. Di dunia "baru" ini, digitalisasi, virtualitas, dan akses internet yang terus-menerus telah menjadi hal yang umum bagi sebagian besar populasi dunia. Di hadapan era digital dan perkembangan teknologi yang pesat, Indonesia perlu mengambil tindakan. Sebagai sebuah negara yang memiliki populasi jumlah penduduk terbesar di dunia, dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakatnya.Namun dibalik tantangan tersebut, Indonesia juga memiliki potensi besar pada pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan dan pertanian. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya bersama antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mengatasi tantangan tersebut dan mempercepat transformasi digital di Indonesia agar dapat meraih manfaat maksimal dari Potensi Society 5.0 di Indonesia.
Dampak dan Maraknya Cyberbullying pada Society 5.0 Mochamad Fikri Fauzi; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i112022p498-503

Abstract

This article discusses the impact and prevalence of cyberbullying on Society 5.0, where information technology is the focus of human life. Cyberbullying is the act of intimidation, harassment, or humiliation carried out through social media, email, or instant messaging. The impact of cyberbullying on Society 5.0 is significant, affecting work productivity, quality of life, and even individual safety. In addition to discussing its impact, this article also explores several strategies that can be implemented by society, authorities, and educational institutions to address the issue of cyberbullying. This article is supported by data and facts that demonstrate the increasing cases of cyberbullying in Society 5.0 and the resulting effects. By reading this article, readers are expected to gain a better understanding of the impact and prevalence of cyberbullying on Society 5.0 and ways to overcome this phenomenon in order to create a safer and more positive online environment for everyone. Artikel ini membicarakan tentang dampak dan prevalensi cyberbullying pada Society 5.0, di mana teknologi informasi menjadi fokus utama kehidupan manusia. Cyberbullying adalah perilaku intimidasi, pelecehan, atau penghinaan yang dilakukan melalui media sosial, email, atau pesan instan. Dampak dari cyberbullying pada Society 5.0 sangatlah besar, dapat mempengaruhi produktivitas kerja, kualitas hidup, dan bahkan keselamatan individu. Selain membahas dampaknya, artikel ini juga mengupas beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh masyarakat, pihak berwenang, dan lembaga pendidikan dalam menangani masalah cyberbullying. Artikel ini didukung oleh data dan fakta yang menunjukkan peningkatan kasus cyberbullying pada Society 5.0 dan dampak yang dihasilkan. Dengan membaca artikel ini, pembaca diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dampak dan prevalensi cyberbullying pada Society 5.0 dan cara-cara untuk mengatasi fenomena ini guna menciptakan lingkungan daring yang lebih aman dan positif untuk semua orang.
Adaptasi Manusia yang Hidup Sejak Era Society 3.0 di Era Society 5.0 saat Pandemi Covid-19 Mohammad Agung Rizki; Anik Nur Handayani
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i112022p504-509

Abstract

In the era of society, it began with human activities to hunt and gather food to rely on technology to solve their problems. But in each era, humans must be able to adapt in order to accept rapid development. Especially during the Covid-19 pandemic. It is hoped that humans will be able to adapt to the times so that they are not left behind by the times and can survive well. The method used to complete the research is by studying literature from existing journals. It can be concluded that humans can adapt to the era of globalization, namely from the era 3.0 to 5.0. It has become human nature to always evolve with the times. In addition, the pandemic also encourages humans to always be compatible with new things that can change their lives. In the education sector, humans receive face-to-face education and use technology to support their learning. In the office sector, they have to go to work in the morning and come home at night to use technology to improve their performance and be able to interact with their families. In the MSME sector, after the pandemic, MSME players can increase sales through media that can market their products more broadly. The result obtained is that now humans cannot be separated from technology that has helped their activities. Like the education sector, which continues to use existing technology even though they have met face to face with their teachers and friends. Pada era society diawali dengan kegiatan manusia untuk berburu dan meramu makanan hingga mengandalkan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan mereka. Namun pada setiap eranya, manusia harus mampu beradaptasi agar dapat menerima perkembangan yang pesat. Terutama saat pandemi covid-19. Diharapkan manusia mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tidak tertinggal oleh zaman dan bisa bertahan hidup dengan baik. Metode yang dilakukan untuk menuntaskan penelitian adalah dengan studi literatur dari jurnal yang ada. Dapat disimpulkan bahwa manusia dapat beradaptasi pada era globalisasi yakni dari era 3.0 ke 5.0. Hal tersebut sudah menjadi fitrah manusia untuk selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Selain itu pandemi juga mendorong agar manusia selalu serasi dengan hal baru yang dapat mengubah hidupnya. Pada sektor pendidikan manusia memperoleh pendidikan secara tatap muka hingga menggunakan teknologi untuk menunjang belajar mereka. Pada sektor perkantoran, mereka harus pergi bekerja di pagi hari dan pulang di malam hari hingga menggunakan teknologi untuk meningkatkan kinerja mereka dan dapat berinteraksi dengan keluarga. Pada sektor UMKM, setelah pandemi pelaku UMKM dapat meningkatkan penjualan melalui media yang dapat memasarkan produknya lebih luas. Hasil yang didapatkan adalah, kini manusia tidak dapat terlepas dari teknologi yang sudah memmbantu aktivitas mereka. Seperti halnya sektor pendidikan yang tetap menggunakan teknologi yang ada walaupun sudah bertatap muka dengan guru dan teman mereka.
Efek Komunikasi Massa Terhadap Masyarakat di Era Society 5.0 Roudhotulloh Nazakhan; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i112022p510-515

Abstract

The rapid advancement of technology and communication brings significant changes to the industrial landscape and society as a whole. The concept 5.0, derived from the Fourth Industrial revolution, focuses on the use of technology and communication to solve social issues and create a better sustainability. Communication is considered cruialin society 5.0, particulary in the context of technologial development and digital transformation. In this era, society 5.0 is changing its methods of communication, and the impact of these changes is evident. This literatur review employs a method of collecting data from various written and electronic sources. The result indicate that mass communication has both negative and positif effects, and it is essential for individuals to learn about media literature to filter incoming information and understand and identify the quality of the message. With the continued development of technology and digital transformation, it is hoped that society can create a more inclusive, sustainable, and innovative future. Kemajuan teknologi dan komunikasi yang terus berkembang membawa perubahan besar dalam tatanan industri dan kehidupan masyarakat. Konsep society 5.0 yang dihasilkan dari revolusi industri 4.0 berfokus pada penggunaan teknologi dan komunikasi untuk mneyelesaikan permasalahan sosial dan menciptakan keberlanjutan yang lebih baik. Komunikasi dalam society 5.0 dianggap penting, terutama dalam konteks pengembangan teknologi dan trasnformasi digital. Masyarakat dalam era society 5.0 mulai mengubah metode komunikasi mereka, dan perubahan komunikasi dalam masyarakat dapat dilihat dengan jelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan, dengan mencari serta mengumpulkan data dari berbagai dokumen tertulis maupun elektronik. Hasil penelitian menunjukan bahwa komuniikasi massa memiliki efek positif dan negatif, dan tentunya masyarakat harus mempelajari literatur media sehingga dapat memfilter informasi yang diterima agar dapat memahami dan mengindentifikasi kualitas isi pesan yang diterima dan dengan pengembangan teknologi dan transformasi digital diharapkan masyarakat dapat menciptakan masyarakat yang inklusif, berkelanjutan dan inovatif.
Evolusi Pertanian Di Era Society 5.0 Satria Yuda Setiawan; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i112022p516-521

Abstract

This research discusses the readiness of Indonesian agriculture to face the Society 5.0 era. Agriculture is an important sector that provides food for humans worldwide, including Indonesia. However, agriculture in Indonesia is facing challenges in facing the super-smart society. This study used qualitative descriptive analysis methods by collecting and evaluating quality and relevant references with certain criteria. The results showed that Indonesian agriculture needs to prepare for several aspects such as the use of new technology, improving the quality of human resources, implementing environmentally friendly farming practices, and increasing target markets to face existing challenges. If Indonesian agriculture is ready to face the Society 5.0 era properly, the agricultural sector will become more productive and sustainable in the future to support the sustainability of human life. Penelitian ini membahas mengenai kesiapan pertanian Indonesia dalam menghadapi era Society 5.0. Pertanian merupakan sektor penting yang menyediakan makanan bagi manusia di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, pertanian di Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menghadapi masyarakat super pintar. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan dan mengevaluasi referensi berkualitas dan relevan dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanian Indonesia perlu mempersiapkan beberapa aspek seperti penggunaan teknologi baru, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengimplementasikan praktik pertanian yang ramah lingkungan, dan meningkatkan target pasar untuk menghadapi tantangan yang ada. Jika pertanian Indonesia siap menghadapi era Society 5.0 dengan matang, maka sektor pertanian akan menjadi lebih produktif dan berkelanjutan di masa depan untuk mendukung keberlangsungan hidup umat manusia.
Teknologi Informasi Tentang Sebagai Dasar Transformasi Menjadi Masyarakat Digital Dan Industri 5.0 Muhammad Younas Darvish; Anik Nur Handayani
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i112022p522-526

Abstract

This abstract will provide an overview of the concept of a digital society and industry 5.0, which is a new paradigm of industry that focuses on the integration of advanced technologies with a human-centric approach. The digital society is an emerging trend where technology is transforming the way people live, work, and interact with each other. The type of factories 5.0 refers to the next phase of industrial revolution, where the focus is not just on automation, but also on empowering and augmenting human labor. The integration of advanced technologies, such as Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), and Big Data, is enabling the creation of intelligent, human-centric systems that can interact with humans in a natural and intuitive way. This transformation is enabled by the advancements in Information Technology (IT), which have made it possible to create more intuitive and interactive systems. However, as we move towards Industry 5.0, it is important to keep in mind the importance of ethical and responsible use of technology to ensure that it benefits society. Abstrak ini akan memberikan gambaran tentang konsep masyarakat digital dan industri 5.0, yang merupakan paradigma baru industri yang berfokus pada integrasi teknologi canggih dengan pendekatan human centric. Masyarakat digital adalah tren yang muncul di mana teknologi mengubah cara orang hidup, bekerja, dan berinteraksi satu sama lain. Tipe pabrik 5.0 mengacu pada fase revolusi industri berikutnya, di mana fokusnya tidak hanya pada otomatisasi, tetapi juga pada pemberdayaan dan penambahan tenaga kerja manusia. Integrasi teknologi canggih, seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan Big Data, memungkinkan terciptanya sistem cerdas yang berpusat pada manusia yang dapat berinteraksi dengan manusia secara alami dan intuitif. Transformasi ini dimungkinkan oleh kemajuan Teknologi Informasi (TI), yang memungkinkan terciptanya sistem yang lebih intuitif dan interaktif. Namun, saat kita bergerak menuju Industri 5.0, penting untuk diingat pentingnya penggunaan teknologi yang etis dan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa teknologi tersebut bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan..
Permodelan pada Information Retrieval: Literature Review Erwina Nurul Azizah; Anik Nur Handayani
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i112022p527-535

Abstract

Information Retrieval (IR) is a technique for finding information stored in relevant sources according to user needs. There are various ways to use IR, but this paper focuses on modeling which is used as a framework for information retrieval. There are three types of IR models developed in this paper. IR modeling techniques will be explained as proposed in the literature with a detailed description of the modes, such as Boolean and Region models. Also included are the advantages and disadvantages of each model. Information Retrieval (IR) adalah teknik untuk menemukan sebuah informasi yang tersimpan pada sumber yang relevan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Ada berbagai cara memanfaatkan IR, namun pada paper ini difokuskan pada permodelan yang dipakai sebagai kerangka dalam pengambilan informasi. Ada tiga jenis model IR yang dikembangkan pada paper ini. Teknik permodelan IR akan dijelaskan sesuai yang diusulkan di literatur dengan penjabaran terperinci tentang mode-model tersebut, seperti model Boolean dan Region. Disertakan juga keunggulan dan kelemahan masing-masing model.

Page 1 of 1 | Total Record : 7