cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jitet.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jitet.journal@um.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Alamat: Graha Rektorat Lantai 6, Jl. Semarang No.5, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik
ISSN : -     EISSN : 27977196     DOI : 10.17977
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik menerbitkan naskah terkait Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan. Fokus dan lingkup jurnal meliputi Teknik Sipil, Teknologi Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Pendidikan Kejuruan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 8 (2022)" : 7 Documents clear
Peran Penting Orangtua dalam Mendidik Anak di Society 5.0 Muhammad Nadhil Mawarid; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i82022p355-361

Abstract

Parents are leaders for children in a family. The existence of children's education in a family is essential and this falls into one of the parents' responsibilities. The advanced development of human life in the field of technology provides various reliefs and various opportunities that can be utilized, but still comes with its own drawbacks and obstacles. As human life develops towards Society 5.0, the biggest challenge comes from family members, especially parents, who are less competent and less knowledgeable about raising children. Therefore, this issue will be discussed further in this article by utilizing the qualitative research method of literature study. The results of the literature study show that in welcoming the development of human life towards Society 5.0, it is necessary to have individuals who can: think critically, have high curiosity, think openly, be creative and become problem solvers. This is due to the conditions and situations of Society 5.0 where the flow of information exchange occurs very quickly and easily as well as disruptive and fluctuating conditions. Orangtua adalah figur pemimpin bagi anak dalam sebuah keluarga. Adanya pendidikan anak dalam sebuah keluarga sangatlah esensial dan hal ini jatuh menjadi salah satu tanggung jawab orangtua. Majunya perkembangan kehidupan manusia di bidang teknologi memberikan beragam keringanan dan sekian kesempatan yang dapat dimanfaatkan, namun tetap dengan kekurangan dan hambatannya tersendiri. Seiring dengan berkembangnya kehidupan manusia menuju Society 5.0, tantangan terbesar justru datang dari anggota keluarga, terutama orang tua, yang kurang kompeten dan kurang berpengetahuan tentang membesarkan anak. Oleh karena itu, isu ini akan dibahas dengan lebih lanjut dalam artikel ini dengan memanfaatkan metode penelitian kualitatif studi literatur. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa dalam menyambut perkembangan kehidupan manusia menuju Society 5.0, diperlukan adanya individu yang dapat bersikap: berpikir kritis, rasa ingin tahu yang tinggi, berpikir terbuka, kreatif dan menjadi problem solver. Ini disebabkan dengan kondisi dan situasi Society 5.0 di mana arus pertukaran informasi terjadi dengan sangat cepat dan mudah serta keadaan yang bersifat disruptif dan fluktuatif.
Tantangan Pendidik Agama Islam Di Era Society 5.0 Muhammad Rizqi Romadlon; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i82022p362-366

Abstract

Educators have an important role in Islamic religious education, if there are no educators the world of education will not be able to face and compete in the era of society 5.0. educators are the fulcrum for the development of students, if educators cannot educate students they cannot compete in this era of society 5.0 . Therefore the quality of students is very dependent on educators or teachers. Educators or teachers must seek various ways to create a system of teaching science and forming the character of students. This study uses research in the literature review. Data accumulation or data collection techniques the researcher himself will examine data related to the challenges of Islamic religious educators in the era of society 5.0. the data that has been obtained from e-books, journals, articles related to the problems studied will then be grouped and further analysis will be carried out, after the data analysis the researcher will draw conclusions from da The results of the research are that educators must have abilities that are able to face challenges in the era of society 5.0. At least there are several abilities that must be possessed by a teacher or educator, namely the ability to solve and find solutions to a problem, secondly the ability to think critically, the third is the ability to think creatively and innovatively. These three abilities must be owned by an educator or teacher who is expected to be able to solve a problem that will be faced in the world of Islamic religious education in the future. Pendidik memiliki peranan penting dalam pendidikan agama islam,jika tidak ada pendidik dunia pendidikan tidak akan bisa menghadapi society 5.0.pendidik adalah titik tumpuh pada perkembangan perserta didik,jika pendidik tidak dapat mendidik peserta didik tidak bisa bersaing dalam era society 5.0 ini.Oleh sebab itu kualitas dari peserta didik sangat bergantung pada pendidik atau guru.pendidik atau guru harus mengupayakan berbagai cara untuk menciptakan sistem pengajaran ilmu dan pembentukan karakter peserta didik.Penelitian ini menggunakan riset yang ada di kajian pustaka.teknik akumulasi data atau pengumpulan data itu sendiri peneliti akan mengkaji data yang berhubungan dengan tantangan pendidik agama islam di era society 5.0.data yang telah didapat dari e-book,jurna,article yang berhubungan dengan masalah tersebut selanjutnya data akan di kelompokkan dan akan dilakukan analisis lebih lanjut,setelah data dinalisis peneliti akan mengambil kesimpulan dari data yang sudah di analisis terserbut.hasil penelitiannya adalah pendidik harus mempunyai kemampuan kemampuan yang mampu untuk menghadapi tantangan tantangan di era society 5.0.setidaknya ada sebagian kemampuan yang harus dikuasai untuk seorang guru atau pendidik yaitu perama kemampuan untuk memecahkan dan menemukan solusi suatu masalah,kedua kemampuan untuk berfikir secara analitis dan refleksif,ketiga kemampuan untuk berfikir kreatif dan inovatif.ketiga kemampuan tersebut harus dimiliki seorang pendidik atau guru tersebut diharapkan bisa memecahkan suatu masalah yang akan dihadapi dalam dunia pendidikan agama islam kedepannya.
Tata krama dan Etika di Era Society 5.0 Muhammad Zaky Rahmatsyah; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i82022p367-371

Abstract

In the era of Society 5.0, manners and ethics are integrated with digital and physical technologies to create smart, sustainable, and human-oriented societies. This concept emphasizes social inclusion and collaboration between the public, private and civil society sectors in creating a harmonious and humane social environment. However, changing values ​​of manners and ethics also brings challenges and impacts such as the digital divide, privacy, and data security. Therefore, there is a need for better regulation and understanding of the use of technology to ensure a balanced and sustainable social environment in the context of ethical and ethical values. Di era Society 5.0, tata krama dan etika diintegrasikan dengan teknologi digital dan fisik untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, berkelanjutan, dan manusia-orientasi. Konsep ini menekankan inklusi sosial dan kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan masyarakat sipil dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan manusiawi. Namun, perubahan nilai-nilai tata krama dan etika juga membawa tantangan dan dampak seperti kesenjangan digital, privasi, dan keamanan data. Oleh karena itu, diperlukan regulasi dan pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan teknologi untuk memastikan lingkungan sosial yang seimbang dan berkelanjutan dalam konteks nilai-nilai tata krama dan etika.
Pengalaman Pasien dengan Telemedicine Pada Era Society 5.0 Nadia Arianesya; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i82022p372-377

Abstract

Human civilization has changed from society 1.0 with the hunting era to an agrarian society in 2.0, then a 3.0 industrial society, to an information society in 4.0. It is not about manufacturing, but also involves the integration of real and virtual spaces as a solution to solving social problems. Telemedicine is an embodiment of Society 5.0 within the healthcare industry. Telemedicine is a medical practice that uses audio, visual and data communication. This research method uses literature by collecting data from journals and scientific articles. The research resulted in several telemedicine user experiences from the perspectives of contraceptive counseling, diabetes, and obstetrics patients. Research from the perspective of diabetic patients resulted in a final analysis that included 569 patients dominated by women aged 58.1 years. Overall, diabetes patients rated the quality of this technology as high, resulting in positive experiences with the technology during health crises. This study led to the conclusion that most contraceptive counseling, diabetes, and obstetrics patients had positive experiences from using telemedicine. Peradaban manusia telah berubah dari mulai society 1.0 dengan era berburu menjadi masyarakat agraris pada 2.0, kemudian 3.0 masyarakat industri, menjadi information society pada 4.0. Society 5.0 tidak hanya terfokus pada faktor manufaktur, namun juga melibatkan integrasi antara ruang nyata dan virtual sebagai solusi penyelesaian masalah sosial. Telemedicine merupakan salah satu penerapan society 5.0 pada bidang kesehatan. Telemedicine merupakan praktek medis yang menggunakan komunikasi audio, visual, dan data. Metode penelitian ini menggunakan kepustakaan atau library research, yang berkaitan dengan mengumpulkan data dari jurnal dan artikel ilmiah. Penelitian menghasilkan beberapa pengalaman pengguna telemedicine dari perspektif pasien contraptive conseling, diabetes, dan kebidanan. Penelitian dari perspektif pasien diabetes menghasilkan analisis akhir yang mencakup 569 pasien diabetes dengan rata-rata usia 58,1 tahun yang didominasi oleh perempuan. Secara keseluruhan, pasien dengan diabetes menilai kualitas telemedicine dan teleassistance tinggi, sehingga pengalaman positif mereka dapatkan dari telemedicine dan teleassistance selama krisis kesehatan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa sebagian besar pasien contraptive conseling, diabetes, dan kebidanan mendapatkan pengalaman positif dari penggunaan telemedecine.
Mewujudkan Society 5.0 Melalui Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan Pyndho Cevin Taraya; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i82022p378-385

Abstract

A idea known as "Society 5.0" envisions a society reliant on information and technology to address a range of social issues and enhance people's quality of life. Technology such as artificial intelligence (AI) is regarded as being essential to achieving the objectives of Society 5.0. The purpose of this study is to examine how AI can be used to realize Society 5.0 by being implemented in a variety of fields, including business, healthcare, and education, as well as the advantages and disadvantages of doing so. Data is gathered and analyzed using the descriptive technique from a variety of sources, including books, journals, and reports. Lack of general understanding of AI technology, reliance on AI technology, and potential job losses due to automation are all barriers to implementing AI technology in Society 5.0. The advantages of utilizing AI technology in achieving Society 5.0 include better human quality of life, greater efficiency and productivity, and solutions to social and environmental issues. The findings of this study cover the significance of AI technology in achieving Society 5.0 as well as the advantages and disadvantages of using it. This study has effects on society and the direction of future studies. Society 5.0 adalah suatu konsep masyarakat yang dibangun berdasarkan penggunaan teknologi dan informasi untuk mengatasi masalah sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Teknologi kecerdasan buatan (AI) dianggap sebagai teknologi yang sangat penting dalam mencapai tujuan Society 5.0. Dilaksanakannya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mewujudkan Society 5.0 dengan memanfaatkannya dalam sektor industri, kesehatan, dan pendidikan serta keuntungan dan tantangan dalam penggunaannya. Metode deskriptif dipakai dalam mengumpulkan serta menganalisis data melalui sumber-sumber seperti buku, jurnal, dan laporan. Kendala dalam mengimplementasikan teknologi AI di Society 5.0 meliputi keterbatasan pemahaman masyarakat tentang teknologi AI, ketergantungan pada teknologi AI, dan potensi pengangguran akibat otomatisasi. Manfaat penggunaan teknologi AI dalam mewujudkan Society 5.0 antara lain meningkatkan efisiensi dan produktivitas, kualitas hidup masyarakat, serta memberikan solusi bagi masalah sosial dan lingkungan. Hasil penelitian ini membahas peran penting teknologi AI dalam mewujudkan Society 5.0, serta tantangan dan peluang penggunaannya. Penelitian ini memiliki implikasi bagi masyarakat dan pengembangan penelitian di masa depan.
Peran dan Strategi Mahasiswa dalam Menghadapi Era Society 5.0 Rachel Nathania Nugroho; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i82022p386-390

Abstract

Technology has developed so rapidly that a new society has emerged, namely Society 5.0 or Society 5.0. Society 5.0 is the development of Society 4.0 which uses humans as its main component. The emergence of the Era of Society 5.0, made a new influence on higher education. In Higher Education, students are taught and trained through organizations, existing courses, etc. to have creative, innovative, critical mindset so that students can adjust to the changes that exist, namely Era Society 5.0. The purpose of this research is to find out the roles and strategies of students in dealing with Era Society 5.0. The author uses descriptive methods and literature in this study, by exposing the problem from the author's point of view and the viewpoint of the experts. So the result is that students are able to encourage change in a more positive direction because they have a role as Change Agent, Social Control, Iron Stock and Moral Force. Teknologi telah berkembang dengan sangat pesat sehingga muncul society baru yaitu Society 5.0 atau Masyarakat 5.0. Society 5.0 adalah perkembangan dari Masyarakat 4.0 yang menggunakan manusia sebagai komponen utamanya. Munculnya Era Masyarakat 5.0, membuat pengaruh baru terhadap perguruan tinggi. Di dalam Perguruan Tinggi, Mahasiswa di ajarkan dan di latih melalui organisasi, mata kuliah yang ada, dll untuk memiliki pola pikir yang inovatif, kreatif dan kritis sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan dengan perubahan yang ada yaitu Era Society 5.0. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran dan strategi mahasiswa dalam menghadapi Era Society 5.0. Penulis menggunakan metode deskriptif dan kepustakaan dalam penelitian ini, dengan cara pemaparan masalah dari sudut pandang penulis maupun sudut pandang para ahli. Sehingga hasilnya adalah mahasiswa mampu mendorong perubahan ke arah yang lebih positif karena memiliki peran sebagai Change Agent, Social Control, Iron Stock dan Moral Force.
Evolusi pendidikan di Society 5.0 Richard Altaf Hermawan; Aji Wibawa
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v2i82022p391-395

Abstract

Education in the future is demanded to rapidly evolve in response to technological advancements and changing societal demands for ever-evolving needs in the future. This article presents a comprehensive overview of the trends and developments that will shape the future of education, including personalized learning, artificial intelligence, and virtual reality. Drawing on various academic sources, this article explores the potential benefits and challenges of these new technologies, and their implications for teaching and learning. Apart from academic and technological developments, in the future, social aspects such as the importance of fostering social-emotional skills, such as empathy and resilience, in addition to cognitive skills, to prepare students to face complex future challenges for life in society 5.0 that prioritizes human life. Finally, this article highlights the importance of good education in promoting ethical and responsible use of technology, and the importance of addressing issues of equality and access in a rapidly changing world to accelerate human progress towards the era of society 5.0. Pendidikan di masa depan dituntut untuk berkembang pesat dalam menanggapi kemajuan teknologi dan perubahan tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan yang akan selalu berkembang di masa yang akan mendatang. Artikel ini menyajikan garis besar komprehensif tentang tren dan perkembangan yang akan membentuk masa depan pendidikan, termasuk pembelajaran yang dipersonalisasi, kecerdasan buatan, dan realitas virtual. Beralaskan pada berbagai sumber akademik, artikel ini mengeksplorasi potensi manfaat dan tantangan dari teknologi baru ini, dan implikasinya terhadap pengajaran dan pembelajaran. Selain dari sudut pandang akademik dan perkembangan teknologi, dimasa depan aspek sosial seperti pentingnya membina keterampilan sosial-emosional, seperti empati dan ketahanan, selain keterampilan kognitif, untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan yang kompleks untuk mempersiapkan kehidupan bermasyarakat di society 5.0 yang mengedepankan kehidupan manusia. Terakhir, artikel ini menyoroti pentingnya pengaruh pendidikan yang baik untuk mempromosikan penggunaan teknologi yang etis dan bertanggung jawab, dan pentingnya mengatasi masalah kesetaraan dan akses di dunia yang berubah dengan cepat untuk mengakselerasi kemajuan manusia mencapai era society 5.0.

Page 1 of 1 | Total Record : 7