cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017" : 23 Documents clear
Analisis Mutu Gula Merah Berbahan Dasar Tebu (Saccharum officinarum) Di Kabupaten Aceh Tengah Mardan Syahputra; Irfan Irfan; Eva Murlida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.727 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2003

Abstract

Abstrak. Tanaman tebu menjadi komoditas perkebunan terbesar kedua yang terdapat di Kabupaten Aceh Tengah. Tanaman tebu diolah secara tradisional oleh masyarakat menjadi gula merah. Hal ini mengakibatkan beragamnya mutu yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mutu dari gula merah tebu yang dihasilkan oleh industri gula merah tebu di Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal kadar air, semua produk gula merah memenuhi Mutu SNI, dengan rincian sebanyak 33,3% Mutu I dan 67,7% Mutu II, dalam hal bahan tak larut air, sebanyak 33,3% produk gula merah memenuhi Mutu II, sedangkan 67,7% lainnya belum memenuhi SNI; dalam hal kadar abu, sebanyak 25% produk gula merah memenuhi standar mutu SNI, sedangkan 75% lainnya belum memenuhi SNI; dalam hal glukosa, sebanyak 50% produk gula merah memenuhi Mutu I dan 16,6% Mutu II, sedangkan 33,3% lainnya belum memenuhi SNI; dalam hal sukrosa, sebanyak 8,3% produk gula merah memenuhi Mutu I, sedangkan 91,7% lainnya belum memenuhi SNI;  dan Berdasarkan uji hedonik, sebanyak 58,3% produk gula merah disukai panelis dalam hal warna, 75% dalam hal aroma, 83,3% dalam hal rasa, dan 58,7% dalam hal tekstur. Secara keseluruhan, 33,3% produk gula merah tebu di Kabupaten Aceh Tengah telah memenuhi SNI, sedangkan 66,7% lainnya belum memenuhi SNI.
Persepsi Petani Kopi Arabika Terhadap Program Sertifikasi Organik Di Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah Achmad Rizki; Agussabti Agussabti; Widyawati Widyawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.08 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2275

Abstract

Kopi merupakan salahs atu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa Negara. Aceh Tengah merupakan sentra produksi kopi terbesar di Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi petani kopi arabika terhadap program sertifikasi organic di Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah. Adapun metode analisis yang digunakan adalah metode analisis korelasi r person. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani tergolong kedalam criteria tinggi karena memiliki rata-rata skor 4,036. Hubungan faktor yang mempengaruhi persepsi dengan persepsi petani terhadap program sertifikasi kopi arabika organic menurut hasil penelitian didapati bahwa, factor pengalaman, pendidikan, dan motivasi memiliki hubungan dengan persepsi petani terhadap program sertifikasi kopi arabika organik, sedangkan umur dan pendapatan memiliki hubungan dengan tingkat korelasi yang rendah.
Laju Infiltrasi Lubang Resapan Biopori (LRB) Berdasarkan Jenis Bahan Organik Sebagai Upaya Konservasi Air dan Tanah Seva Darwia; Ichwana Ichwana; Mustafril Mustafril
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.631 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2202

Abstract

Abstrak. Kota Banda Aceh menjadi daya tarik bagi masyarakat sebagai sentral kegiatan pendidikan dan ekonomi, sehingga membawa pengaruh bertambahnya jumlah penduduk yang menyebabkan kebutuhan lahan semakin meningkat. Lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air tersebut mengalami konversi lahan yang menyebabkan berkurangnya daerah resapan air sehingga ketika terjadinya hujan dengan intensitas tinggi air hujan tidak secara maksimal terinfiltrasi ke dalam tanah dan terjadi penggenangan. Maka, diperlukan upaya untuk meresapkan air hujan yang efektif  ke dalam tanah dengan menggunakan lubang resapan biopori. Salah satu tempat yang ingin diketahui besarnya laju infiltrasi menggunakan lubang resapan biopori adalah di lima halaman rumah dengan luas bidang kedap yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah lubang biopori yang dibutuhkan di setiap rumah serta mengetahui jumlah volume air yang terinfiltrasi. Jumlah volume air yang terinfiltrasi pada rumah A yaitu 2,88 ml, pada rumah B yaitu 6,12 ml, pada rumah C yaitu 10,24 ml, pada rumah D yaitu 4,26 ml, pada rumah E yaitu 2,17 ml selama pengukuran. Jumlah ideal LRB yang dibutuhkan pada setiap halaman rumah A, B, C, D dan E berturut-turut adalah 82, 51, 27, 71, dan 230 lubang dengan intensitas hujan sebesar 6,62 cm/jam. Infiltration Rate of Absorption Holes Biopore Based on Type of Organic Material as Water and Soil Conservation Efforts Abstract.  Banda Aceh appeal to the public as the central economic and educational activities, this bringing the influence of growing population and increasing land needs. Increasing population it brings increased land requirements. Previous land serves as the water catchment area of land conversion experience leading to reduced water catchment areas. So, when it rains with high intensity of rain water, is not optimally infiltrated into the soil and flooding occurred. We need efforts are needed to effectively absorb rain water into the ground. One of the places to know the magnitude of infiltration using biopori absorption holes are in five broad areas of the home page with different impermeable. This study aims to determine the amount of absorption wells which are needed in every houses and to know the volume of water that infiltrated. The total volume of water that infiltrated the house of A is 2.88 ml, at the house of B is 6.12 ml, at the house of C is 10.24 ml, at the house of D is 4.26 ml, at the house of E is 2.17 ml for measurement. LRB ideal amount needed at every driveway A, B, C, D and E are respectively is 82, 51, 27, 71, 230 holes with rain intensity of 6.62 cm / hour. 

Page 3 of 3 | Total Record : 23