cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 70 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023" : 70 Documents clear
Uji In Vitro Isolat Rizobakteri Asal Pidie terhadap Penghambatan Pertumbuhan Phytophthora capsici dan sebagai Pemacu Pertumbuhan Tanaman Siti Sarah Afifah; Halimursyadah Halimursyadah; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.648 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24426

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui jenis rizobakteri dari rizosfer tanaman cabai asal Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie yang berpengaruh terhadap pertumbuhan patogen Phythopthora capsici dan sebagai rizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman (RPPT). Penelitian dilangsungkan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian dan Laboratorium Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Pelaksanaan penelitian dimulai dari Mei 2022 sampai Desember 2022. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial terdiri dari 9 taraf perlakuan rizobakteri dan diulang sebanyak tiga kali pengulangan. Adapun peubah yang diamati terdiri dari persentase penghambatan pertumbuhan koloni patogen, laju penghambatan pertumbuhan koloni patogen, potensi rizobakteri memproduksi Hidrogensianida (HCN), potensi rizobakteri memproduksi IAA dan melarutkan fosfat. Persentase penghambatan rizobakteri tertinggi diamati pada LL 7/3 dan Laju penghambatan tumbuh koloni patogen tertinggi ditunjukkan isolat rizobakteri LL 6/2 dan LL 8/3 dan laju pertumbuhan terendah ditunjukkan isolat LL 7/3. Dari 9 isolat yang diuji hanya isolat LL 6/3 yang berpotensi memproduksi HCN dengan kadar HCN sedang. Seluruh isolat rizobakteri mampu menghasilkan IAA dengan rentang 0,021 µg/mL – 0,832 µg/mL. Seluruh isolate yang diuji mampu melarutkan fosfat.In Vitro Test of Rhizobacterial Isolates from Pidie Regency on Growth Inhibition of Phytophthora capsici and as Plant Growth PromoterAbstract. This study aimed to discover the effect of the type of rhizobacteria from the rhizosphere of chili plants from Simpang tiga District, Pidie Regency which affect the growth of pathogenic colonies of Phythopthora capsici and as plant growth promoting rhizobacteria (PGPR).This research was directed at the Laboratory of Seed Science and Technology, Faculty of Agriculture and Biology Laboratory, Faculty of Teaching and Education, Syiah Kuala University. The research started from May 2022 to December 2022. The design used was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with a factor consisting 9 levels of rhizobacterial treatment and repeated three times. The parameters examined were the percentage of inhibition of pathogen growth, the rate of inhibition of pathogen growth, the ability of rhizobacteria to produce IAA and dissolve phosphate. The highest percentage of rhizobacterial inhibition was found in isolate LL 7/3 and the highest rate of inhibition of colony growth detected in isolate LL 6/2 and LL 8/3, the lowest rate was found in isolate LL 7/3. Only isolate LL 6/3 were able to produce HCN with moderate HCN levels of 9 isolates of rhizobacteria tested. All rhizobacterial isolates were capable to produce IAA with a range of 0,021 µg/mL – 0,832 µg/mL. All examined rhizobacterial isolates were capable to dissolve phosphate.
Pengaruh Lama Penyimpanan Sosis Daging Sapi Yang Ditambahkan Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) Terhadap Kadar Lemak Dan Antioksidan Hasanul Bahri; Yurliasni Yurliasni; Zuraida Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.663 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24475

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh lama penyimpanan dan pemberian ekstrak daun pegagan terhadap kadar lemak dan antioksidan sosis daging sapi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Daging Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Analisis kadar lemak dan analisis antioksidan dilakukan di Laboratorium Analisis Pangan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial  (RALF) yang terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu : Faktor A (Penambahan ekstrak daun pegagan) terdiri dari: (A0 = 0% ekstrak daun pegagan, A1 = 5% ekstrak daun pegagan, A2 = 10% ekstrak daun pegagan). Fakror B (Lama penyimpanan) terdiri dari: B0 (0 hari), B1 (5 hari), B2 (10 hari). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 (kali), sehingga diperoleh 27 unit satuan percobaan. Berdasarkan hasil penelitian rataan kadar lemak tertinggi pada perlakuan A1B2 yaitu 8.15%, dan nilai terendah pada perlakuan A1B0 yaitu 5.23%. Sedangkan kadar antioksidan tertinggi pada perlakuan A2B1 yaitu 86%, dan nilai terendah pada perlakuan A2B2 yaitu 64,84%. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun pegagan dengan level dan masa penyimpanan berbeda berpengaruh terhadap kadar lemak dan antioksidan sosis daging sapi.Effect of Length of Storage of Beef Sausage Added With Gotu Kola Leaf Extract on Fat Content and Antioxidant LevelsAbstract. This study aims to see the effect of storage time and administration of Centella asiatica leaf extract on the levels of fat and antioxidants in beef sausage. This research was conducted at the Meat Processing Science and Technology Laboratory, Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, University of Syiah Kuala. Analysis of fat content and antioxidant analysis was carried out at the Food Analysis Laboratory, Agricultural Product Technology Study Program, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. This study used a Completely Randomized Factorial Design (RALF) which consisted of 2 (two) factors, namely: Factor A (addition of gotu kola leaf extract) consisted of: (A0 = 0% gotu kola leaf extract, A1 = 5% gotu kola leaf extract, A2 = 10% gotu kola leaf extract). Factor B (storage time) consists of B0 (0 days), B1 (5 days), and B2 (10 days). Each treatment combination was repeated 3 (times) so that 27 experimental units were obtained. Based on the research results, the highest average fat content was in the A1B2 treatment, namely 8.15%, and the lowest value was in the A1B0 treatment, namely 5.23%. Meanwhile, the highest antioxidant content was in the A2B1 treatment, namely 86%, and the lowest in the A2B2 treatment, namely 64.84%. This study concludes that the administration of gotu kola leaf extract with different storage levels and periods affects the fat and antioxidant content of beef sausage.
Aplikasi Beberapa Sumber Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max L.) pada Ultisol Cut Izza Mawaddah; Zuraida Zuraida; Yadi Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.331 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.23130

Abstract

Abstrak. Ultisol merupakan jenis tanah  miskin dengan kandungan unsur hara dan kandungan bahan organik yang rendah. Bahan organik memegang peranan penting dalam meningkatkan dan mempertahankan kesuburan tanah dan akan menentukan produktivitas tanaman. Dalam penelitian ini akan diaplikasikan beberapa macam sumber pupuk organik yaitu pupuk organik yang berasal dari  kompos trembesi, pupuk kandang sapi, pupuk hijau kirinyu, dan kompos kirinyu dengan  tanaman indikatornya adalah tanaman kedelai (Glycine max L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian beberapa macam pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai (Glycine max L.) pada Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari  empat sumber pupuk organik dengan 2 (dua) dosis pemberian sebanyak yaitu 10 ton ha-1 dan 20 ton ha-1dengan berbagai kombinasi perlakuan. Sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian beberapa macam sumber pupuk organik mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara pada Ultisol dan juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan  hasil tanaman kedelai. Berdasarkan hasil analisis akhir  sifat kimia tanah setelah diberikan perlakuan pupuk organik menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik berpengaruh sangat nyata  terhadap peningkatan  C-organik tanah, P-tersedia tanah dan juga berpengaruh nyata  terhadap hasil berat biji perbatang. Tetapi tidak menunjukkan  perbedaan yang nyata pada pengamatan parameter  lainnya. Aplikasi dosis pupuk organik yang memberikan pengaruh yang nyata dalam meningkatkan kandungan hara Ultisol dan hasil tanaman kedelai adalah pada kombinasi perlakuan pupuk  kandang sapi dengan dosis 20 ton ha-1. Application of Some Sources of Organic Fertilizer on The Growth and Production of Soybean (Glycine Max L.) in UltisolAbstract. Ultisols are poor soil types with low nutrient and organic matter content. Organic matter plays an important role in increasing and maintaining soil fertility and will determine crop productivity. In this study, several sources of organic fertilizer will be applied, namely organic fertilizer from trembesi compost, cow manure, kirinyu green manure, and kirinyu compost with the indicator plant being soybean (Glycine max L.). This study aims to determine the application of several kinds of organic fertilizers on the growth and production of soybean (Glycine max L.) in Ultisol. This study used a non-factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of four sources of organic fertilizer with 2 (two) doses of 10 tons ha-1and 20 tons ha-1 with various combinations of treatments. So there are 8 treatment combinations. The results of this study indicate that the application of several sources of organic fertilizer can increase the availability of nutrients in Ultisol and can also increase the growth and yield of soybeans. Based on the results of the final analysis of the chemical properties of the soil after being given organic fertilizer treatment, it showed that the application of organic fertilizer had a very significant effect on the increase in soil organic C, P-available soil and also had a significant effect on the yield of stem seed weight. But it does not show a significant difference in the other parameter observations. The application of organic fertilizer doses that gave a significant effect in increasing the Ultisol nutrient content and soybean yield was in the combination of cow manure treatment at a dose of 20 tons ha-1.
Tingkat Penjualan Daging di Pasar Al Mahirah Lamdingin Banda Aceh dan Pasar Induk Lambaro Aceh Besar Rista Sahira; Zikri Maulina Gaznur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.279 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.25048

Abstract

Daging merupakan sekumpulan jaringan otot ternak sapi yang digunakan manusia sebagai bahan pangan sumber protein hewani untuk keperluan konsumsi makanan. Kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan yang berasal dari protein hewani seperti daging sapi semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Konsumsi daging sapi diperkirakan akan semakin berlanjut dan meningkat di masa yang akan datang. Konsumsiidaging sapi di Provinsi Aceh berkaitanidengan aspek budaya yang seringkali tidak dapat digantikan oleh daging lain. Hal tersebut meyebabkan adanya pergerakan harga serta penjualan daging sapi di Provinsi Aceh menjadi terus naik dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya jual daging sapi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dan wawancara terhadap pedagang daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase dan rata-rata penjualan daging sapi di pasar Al Mahirah Lamdingin dengan persentase 57 % dan rata-rata 223 kg daging sapi yang terjual per hari dan di pasar Induk Lambaro dengan persentase 45 % dan rata-rata 196 kg daging sapi yang terjual per hari. Harga daging sapi di pasar Al Mahirah Lamdingin dan pasar Induk Lambaro mengalami perbedaan harga di hari biasa Rp 150.000 per kg dan di hari besar lainnya (Meugang, Idul Fitri, dan Idul Adha) sebesar Rp 180.000 per kg. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat konsumsi dan penjualan daging sapi di pasar Al Mahirah Lamdingin dan pasar Induk Lambaro masih tergolong rendah dan perlu adanya tinjauan kembali terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan.
Pegaruh Posisi Buah pada Cabang terhadap Viabilitas Beberapa Benih Kopi Varietas Unggul Aceh Maria Ulfah; Halimursyadah Halimursyadah; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.207 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24118

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi buah kopi pada cabang terhadap viabilitas beberapa benih kopi varietas unggul aceh. Pelaksanaan penelitian di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala diawali pada januari 2022 sampai april 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 3 x 3 dengan 3 kali ulangan. Posisi buah pada cabang sebagai faktor pertama sedangkan varietas kopi sebagai faktor ke dua. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf ialah posisi pangkal cabang, posisi tengah cabang dan posisi ujung cabang. Faktor kedua terdiri dari 3 taraf varietas ialah variatas Gayo 1, varietas Gayo 2 dan varietas Gayo 3. Hasil penelitian menunjukkan posisi buah pada cabang berpengaruh nyata pada parameter berat kering benih tapi tidak berpengaruh pada parameter potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepetan tumbuh dan keserempakan tumbuh. Varietas kopi berpengaruh sangat nyata pada parameter kecepatan timbuh, berpengaruh nyata pada parameter berat kering benih, potensi tumbuh, daya berkecambah dan keserempakan tumbuh. Kombinasi perlakuan posisi buah pada cabang dan varietas terlihat pada parameter berat kering biji dan kecepatan tumbuh. The Effect of Fruit Position on Branches on the Viability of Some Superior Aceh Coffee VarietiesAbstract. This study aims to determine the effect of the position of the coffee cherries on the branch on the viability of several superior varieties of aceh coffee seeds. This research was conducted at the Seed Science and Technology Laboratory, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University starting from January 2022 to April 2022. This study used a 3 x 3 factorial complete randomized design with 3 replications. The position of the fruit on the branch is the first factor, while the coffee variety is the second factor. The first factor consists of 3 levels, namely the position of the base of the branch, the position of the middle branch and the position of the end of the branch. The second factor consisted of 3 varieties levels namely the Gayo 1 variety, the Gayo 2 variety and the Gayo 3 variety. The results showed that the position of the fruit on the branch had a significant effect on the parameter of seed dry weight but had no effect on the parameters of potential growth, germination power, growth speed and growth synchrony. Coffee variety has a very significant effect on the parameters of growth rate, significant effect on the parameters of seed dry weight, growth potential, germination capacity and growth simultaneity. The combination of treatment on the position of the fruit on the branch and the variety can be seen in the parameters of seed dry weight and growth speed.
Pengaruh Beberapa Media terhadap Pertumbuhan Trichoderma harzianum Isolat Lokal asal Pala Yunisar Suharni; Lukman Hakim; Susanna Susanna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.572 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24794

Abstract

Abstrak. Trichoderma harzianum termasuk salah satu cendawan yang memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi pada lingkungan yang berbeda dan mampu berperan sebagai agens pengendali hayati. Untuk pengembangan yang lebih baik, T. harzianum membutuhkan beberapa media yang cocok untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari media terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan T. harzianum isolat lokal asal pala. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan sembilan perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari dua unit percobaan dan tiga ulangan. Isolat agens hayati yang digunakan yaitu T. harzianum asal petanaman pala, sedangkan media perbanyakan yang digunakan yaitu jagung, beras, dedak, sekam padi, serbuk gergaji, ampas tahu, serbuk daun bambu, ampas tebu, dan millet. Adapun peubah yang diamati yaitu: awal pertumbuhan hifa (hari), tipe tumbuh koloni, warna hifa, jumlah koloni, dan kerapatan konidia T. harzianum. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tipe pertumbuhan T. harzianum bulat dan menyebar, warna koloni awalnya putih hingga hijau. Adanya perbedaan waktu pertumbuhan dan warna koloni disebabkan perbedaan kandungan nutrisi yang terdapat dalam media yang dicoba. Media paling baik untuk pertumbuhan dan perkembangan T. harzianum adalah media millet dengan jumlah koloni yang dihasilkan 24,17 x 105 koloni/ml, dan kerapatan konidia sekitar 135,42 x 109 konidia/ml.The Effect of Several Media on the Growth of Local Isolate Trichoderma harzianum from NutmegTrichoderma harzianum is one of the fungi that has high adaptability to different environments and can act as a biological control agent. For better development, T. harzianum needs several suitable media for its growth. This study aims to find the best media for the growth and development of local isolate T. harzianum from nutmeg. The design used in this study was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with nine treatments, each treatment consisting of two experimental units and three replications. The biological control agent used was T. harzianum isolated from nutmeg plantation, while the propagation media used were corn, rice, rice bran, rice husk, sawdust, tofu waste, bamboo leaf powder, sugarcane bagasse, and millet. The observed variables were: initial hyphae growth (days), colony growth type, hyphae color, colony number, and T. harzianum conidia density. The results showed that the growth type of T. harzianum was round and spreading, and the colony color was initially white to green. The difference in growth time and colony color was caused by differences in the nutrient content found in the tested media. The best media for the growth and development of T. harzianum was millet media with a colony number produced of 24.17 x 105 colonies/ml and a conidia density of about 135.42 x 109 conidia/ml.
Penyusunan WebGIS Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Menggunakan ArcGIS Online Arif Rahmadi; Yulia Dewi Fazlina; Muhammad Rusdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.33 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.22953

Abstract

Abstrak. Permasalahan yang utama dalam memenuhi kebutuhan pangan, yaitu berkurangnya luas lahan karena adanya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian. Menurut data tahun 2018 dari Badan Pusat Statistik, Kabupaten Aceh Barat Daya terjadi penurunan luas lahan sawah. Salah satu kemudahan yang dapat digunakan dalam upaya pemetaan lahan yang mengalami perubahan penggunaan lahan adalah penggunan sistem informasi geografis. Tujuan penyusunan WebGIS ini adalah untuk merancang sistem infomasi geografis mengenai LP2B dan fasilitas pendukung di Kabupaten Aceh Barat Daya berbasis WebGIS, dengan menggunakan ArcGIS Online. Metode penyusunan WebGIS terdiri dari beberapa tahap yaitu pengumpulan data, konversi data, upload data dan desain WebGIS. Hasil penyusunan ini dapat menampilkan pemetaan dari lahan pertanian pangan berkelanjutan di tiap kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya. Informasi mengenai LP2B dapat  diakses oleh masyarakat dengan adanya sistem informasi geografis berbasis WebGIS. WebGIS LP2B dapat diakses melalui alamat https://silapan-gis-unsyiah.hub.arcgis.com/Preparation Of Sustainable Food Agricultural Land (LP2B) WebGIS Using The ArcGIS Online ApplicationAbstract. The main problem in meeting food needs is the reduction in land area due to the conversion of agricultural land to non-agricultural land. According to 2018 data from the Central Statistics Agency, Southwest Aceh Regency has decreased rice field area. One of the conveniences that can be used in land mapping efforts that have undergone land use changes is the use of geographic information systems. The purpose of compiling this WebGIS is to design a geographic information system regarding LP2B and supporting facilities in Southwest Aceh Regency based on WebGIS, using ArcGIS Online. The WebGIS preparation method consists of several stages, namely data collection, data conversion, data upload and WebGIS design. The results of this preparation can display a mapping of sustainable food agricultural land in each sub-district in Southwest Aceh Regency. Information about LP2B can be accessed by the public with the existence of a WebGIS-based geographic information system. WebGIS LP2B can be accessed via https://silapan-gis-unsyiah.hub.arcgis.com/
Analisis Efisiensi Pemasaran dan Nilai Tambah Komoditi Kacang Tanah di Gampong Baro Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Raudlatul Jamilah; Agustina Arida; Mustafa Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.197 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24340

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemasaran kacang tanah sudah efisien, ditinjau berdasarkan farmer’s share, efisiensi pemasaran dan elastisitas transmisi harga serta untuk mengetahui pengolahan kacang tanah menjadi kacang gongseng dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey. Objek penelitian adalah petani kacang tanah, lembaga pemasaran dan petani yang melakukan pengolahan. Ruang lingkup penelitian ini terfokus pada pemasaran dan nilai tambah. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara. Jenis data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik penentuan sampel secara random sampling terhadap petani kacang tanah, lembaga pemasaran secara snowball sampling dan nilai tambah dengan metode sensus. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 orang yaitu 17 petani, 4 produsen kacang kupas/ pengolah, 21 pengecer dan 1 petani yang melakukan pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan pemasaran kacang tanah pada saluran pemasaran I (Petani → Konsumen) efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 100%, efisiensi pemasaran sebesar 2% dan nilai elastisitas transmisi harga sebesar 1.  Pada saluran pemasaran II (Petani → Pengecer → Konsumen) efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 69,1% dan efisiensi pemasaran sebesar 5,14%, sedangkan ditinjau berdasarkan elastisitas transmisi harga sebesar 8,004 belum efisien. Pada saluran pemasaran III (Petani → Pengumpul → Pengecer → Konsumen) efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 69,17%, efisiensi pemasaran sebesar 7,9%, sedangkan ditinjau berdasarkan elastisitas transmisi harga sebesar 1,38 belum efisien. Pada saluran pemasaran IV (Produsen kacang kupas/ pengolah desa → Pengecer → Konsumen) tidak efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 35,63%, elastisitas transmisi harga sebesar 0,712 dan kurang efisien ditinjau berdasarkan efisiensi pemasaran sebesar 34,65%. Pada saluran pemasaran V (Produsen kacang kupas/ pengolah kecamatan → Konsumen) tidak efisien ditinjau berdasarkan farmer’s share sebesar 35,59%, elastisitas transmisi harga sebesar 0,3559 dan kurang efisien ditinjau berdasarkan efisiensi pemasaran sebesar 37,46%. Sedangkan untuk nilai tambah kacang tanah diolah menjadi kacang gongseng mampu memberikan nilai tambah yang tinggi dan nilai tambah positif yaitu sebesar 73%.Analysis Of Marketing Efficiency And Added Value Of Commodities Of Peanuts In Gampong Baro, District Mesjid Raya, Aceh BesarAbstract. This study aims to find out if the marketing system for peanuts is efficient, reviewed based on farmer's share, marketing efficiency and price transmission elasticity and to find out that processing peanuts into gongseng beans can provide added value for farmers. The research method used is survey method. The object of research is peanut farmers, marketing agencies and farmers who do the processing. The scope of this research is focused on marketing and added value. Data collection techniques through the interview method. The type of research data is primary and secondary data. The technique of determining the sample by random sampling of peanut farmers, marketing agencies by snowball sampling and added value by the census method. The analysis used in this research is descriptive analysis and quantitative analysis. The sample in this study were 43 people, namely 17 farmers, 4 peeled peanut producers/processors, 21 retailers and 1 farmer who did the processing. The results showed that peanut marketing in marketing channel I (Farmers → Consumers) was efficient in terms of farmer's share of 100%, marketing efficiency of 2% and price transmission elasticity value of 1. In marketing channel II (Farmers → Retailers → Consumers) was efficient in terms of based on the farmer's share of 69.1% and marketing efficiency of 5.14%, while in terms of price transmission elasticity of 8.004 it is not yet efficient. In marketing channel III (Farmers → Collectors → Retailers → Consumers) it is efficient in terms of farmer's share of 69.17%, marketing efficiency of 7.9%, while in terms of price transmission elasticity of 1.38 it is not yet efficient. In marketing channel IV (peanut peel producer/village processor → Retailer → Consumer) it is not efficient in terms of farmer's share of 35.63%, price transmission elasticity of 0.712 and less efficient in terms of marketing efficiency of 34.65%. In the marketing channel V (Peanuts producer/district processor → Consumer) it is not efficient in terms of farmer's share of 35.59%, price transmission elasticity of 0.3559 and less efficient in terms of marketing efficiency of 37.46%. Meanwhile, the added value of peanuts processed into gongseng peanuts is able to provide high added value and a positive added value of 73%.
Pengendalian Mutu Selai Stroberi Dengan Metode Control Chart dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Di PT “XYZ” Muhammad Arief Fadhillah; Martunis Martunis; Muhammad Ikhsan sulaiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.38 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24398

Abstract

Abstrak. PT “XYZ” merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri pangan di Indonesia. Salah satu produk yang diproduksi adalah selai stroberi. Selai merupakan produk makanan kental atau semi padat yang dapat dibuat dari buah, pulp buah, sari buah atau potongan buah yang diolah menjadi suatu struktur seperti gel yang ditambahkan gula, asam, dan pektin. Proses produksi selai di PT “XYZ” diawali dengan preparasi bahan baku, pemasakan, pendinginan, pengemasan dan pengecekan kualitas mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengendalikan kualitas selai stroberi di PT “XYZ” menggunakan metode Control Chart dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Parameter pengendalian mutu selai stroberi tersebut adalah kadar air, kadar total padatan terlarut, viskositas, dan tingkat keasaman (pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, kadar keasaman (pH), kadar padatan terlarut, dan viskositas selai stroberi belum konsisten dikarenakan ada beberapa titik diluar kendali, walaupun telah memenuhi standar perusahaan. Hasil observasi diperoleh 11 titik kritis yang 4 diantaranya berpotensi menyebabkan bervariasinya mutu selai Stroberi, yaitu bahan baku yang digunakan tidak higenis, performa mesin menurun, penumpukan produk berlebih pada penyimpanan produk, serta suhu dan waktu pemasakan yang tidak sesuai standar perusahaan. Untuk usulan perbaikan yang dapat diberikan adalah penggunaan perlengkapan dalam proses produksi dengan lengkap dan sesuai dengan standar perusahaan, menjadwalkan servis rutin dan peremajaan pada setiap mesin yang digunakan dalam proses produksi, menetapkan standar waktu operasional mesin setiap harinya, serta menyediakan tempat yang lebih memadai untuk penyimpanan produk sehingga tidak terjadi penumpukan produk.Quality Control of Strawberry Jam Abstract. PT "XYZ" is a company engaged in the food industry in Indonesia. One of the products produced is strawberry jam. Jam is a viscous or semi-solid food product that can be made from fruit, fruit pulp, fruit juice or fruit pieces which are processed into a gel-like structure to which sugar, acid and pectin are added. The jam production process at PT "XYZ" begins with raw material preparation, cooking, cooling, packaging and quality checking. The purpose of this study was to control the quality of strawberry jam at PT "XYZ" using the Control Chart and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) methods. Parameters for controlling the quality of the strawberry jam are water content, total dissolved solids content, viscosity, and acidity level (pH). The results showed that the water content, acidity (pH), dissolved solids content, and viscosity of strawberry jam were not consistent because there were several points out of control, even though they met the company's standards. The observation results obtained 11 critical points, 4 of which have the potential to cause variations in the quality of Strawberry jam, namely raw materials used are not hygienic, decreased engine performance, excess product buildup in product storage, and cooking temperatures and times that do not meet company standards. Proposals for improvement that can be given are the use of equipment in the production process that is complete and in accordance with company standards, scheduling routine servicing and rejuvenation of each machine used in the production process, setting standard operating time for the machine every day, and providing a more adequate place for storage. product so that product buildup does not occur.
Amandemen Organik dan Trichoderma Meningkatkan Pertumbuhan Kedelai Edamame (Glycine max (L) Merril) pada Andisol Aceh Besar Nanda Adatia; Muyassir Muyassir; Sufardi Sufardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.327 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24393

Abstract

Abstrak. Andisol merupakan tanah yang dikatagiorikan subur karena sifat kimia dan fisiknya sangat cocok untuk ditanami berbagai jenis tanaman, namun yang menjadi kedala pada tanah ini adalah tingginya kapasitas retensi fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh amandemen organik + Trichoderma terhadap pertumbuhan kedelai edamame pada Andisols Aceh Besar. Percobaan dilaksanakan di Rumah Kasa menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 8 (delapan) perlakuan pemberian amandemen organik berbeda jenis (kompos, biochar, dan pupuk kandang) dan dosis (0, 5, dan 10 t ha-1) yang dikombinasi dengan pemberian Trichoderma 10 g per tanaman. Setiap perlakuan diulang 5 kali sehingga terdapat 40 satuan percobaan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian amandemen organik + Trichoderma berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tanaman tinggi tanaman, diameter batang, dan berat biomassa kedelai edamame. Kompos, Biochar, dan Pupuk Kandang dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan kedelai edamame baik diberikan secara tunggal maupun kombinasi. Kombinasi amandemen organik + Trichoderma yang memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman dan diameter batang adalah pemberian Biochar 5 t ha-1 + Pupuk kandang 5 t ha-1 + Trichoderma 10 g /tanaman, sedangkan terhadap biomassa adalah pemberian Kompos 5 t ha-1 + Pupuk kandang 5 t ha-1 + Trichoderma 10 g /tanaman.Organic Amendments and Trichoderma Improve the Growth of Edamame Soybeans (Glycine max (L) Merril) in Aceh Besar AndisolsAbstract. Andisols are fertile soils because their chemical and physical properties are suitable for planting various types of plants, but the problem with this soil is the high capacity of phosphate retention. This study aims to determine the effect of organic amendments + Trichoderma on the growth of edamame soybeans in Aceh Besar Andisols. The experiment was carried out at Screen House using a randomized block design (RBD) consisting of 8 (eight) treatments of organic amendments of different types (compost, biochar, and manure) and doses (0, 5, and 10 t ha-1) combined by giving Trichoderma 10 g per plant. Each treatment was repeated 5 times so that there were 40 experimental units. The results showed that the administration of organic amendment + Trichoderma had a very significant effect on plant growth of plant height, stem diameter, and weight of edamame soybean biomass. Compost, Biochar, and Manure can be used to increase the growth of edamame soybeans either singly or in combination. The combination of organic amendments + Trichoderma that has the best effect on plant height and stem diameter is Biochar 5 t ha-1 + Manure 5 t ha-1 + Trichoderma 10 g / plant, while for biomass is compost 5 t ha-1 + Manure 5 t ha-1 + Trichoderma 10 g / plant