Journal of Economics, Business, Management, Accounting And Social Sciences
Journal of Economics, Business, Management, Accounting And Social Sciences (JEBMASS) offers a theoretical and practical scientific discourse on accounting, business, management, and economic concerns. The themes covered in the articles published in this publication range from the outcomes of specific conceptual analyses and critical evaluations to empirical research. Contributions from social, organizational, and philosophical elements of accounting, business, management, and economic studies are also welcome at the journal. The mission of JEBMASS is to advance and encourage creative thinking in the fields of accounting, business, management, and economics. The publication disseminates contemporary research projects and activities from academicians and practitioners in order to build networks and new connections among scholars and to foster innovative thinking and application-focused problems.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025"
:
10 Documents
clear
Daya Tarik Pemilihan Brand Kosmetik Lokal Di Kalangan Gen Z
Rakhmawati Arsj, Febri
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63200/jebmass.v3i3.184
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tarik pemilihan brand kosmetik lokal di kalangan Gen Z. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Adapun sampel dari penelitian ini adalah Gen Z perempuan dengan usia kisaran antara 18 -25 tahun yang memakai brand kosmetik lokal yakni Make Over minimal 1 (satu) kali, Adapun teknik sampel yang digunakan yakni purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Spss versi 25 digunakan untuk menganalisis data yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kosmetik lokal merek Make over dapat diterima dengan baik oleh perempuan khususnya kalangan Gen Z yang dilihat dari daya tarik influencer marketing serta Sosial Media TikTok yang berpengaruh parsial positif dan signifikan terhadap Keputusan Pemilihan kosmetik lokal Make Over.
Dinamika Tren Kuliner Asing dan Tantangan Pelestarian Kuliner Tradisional di Indonesia
Ali, Mohammad
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63200/jebmass.v3i3.186
Globalisasi budaya telah mempercepat arus masuk tren kuliner asing ke Indonesia, menciptakan dinamika baru dalam preferensi konsumen dan menghadirkan tantangan serius terhadap pelestarian kuliner tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tren kuliner asing seperti masakan Korea, Jepang, dan Barat memengaruhi eksistensi makanan tradisional Indonesia serta respons pelaku industri kuliner lokal. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara semi-struktural, ditemukan bahwa popularitas makanan asing semakin meningkat di kalangan generasi muda Indonesia, yang terdorong oleh media sosial dan budaya populer (Jang, 2020; Warde, 2016). Di sisi lain, makanan tradisional cenderung mengalami penurunan visibilitas dalam ruang publik urban. Namun, tren global ini juga membuka peluang inovasi lokal melalui proses glokalisasi, yakni penggabungan elemen internasional ke dalam cita rasa lokal (Robertson, 1995). Studi ini menekankan pentingnya intervensi kebijakan budaya, edukasi gastronomi, dan penguatan identitas lokal dalam strategi pelestarian kuliner tradisional Indonesia di tengah gelombang globalisasi makanan.
Tantangan dan Peluang bagi Wirausaha Milenial dalam Lanskap Industri 4.0
Suprihandari, Miya Dewi
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63200/jebmass.v3i3.187
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam tantangan dan peluang yang dihadapi oleh wirausaha milenial dalam konteks transformasi digital pada era Industri 4.0. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, studi ini melibatkan 15 narasumber dari berbagai negara termasuk Indonesia, Jerman, dan Amerika Serikat, yang aktif menjalankan bisnis berbasis teknologi digital. Temuan menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi kesenjangan kompetensi digital (Schwab, 2017), akses terhadap pendanaan inovatif (OECD, 2020), serta adaptasi terhadap perubahan pasar global yang cepat (Berg, 2021). Namun, peluang strategis juga muncul dalam bentuk integrasi teknologi cerdas seperti Internet of Things dan Artificial Intelligence (Lee, Kao, & Yang, 2019), serta akses ke pasar internasional melalui platform digital (UNCTAD, 2021). Studi ini memberikan kontribusi terhadap literatur kewirausahaan modern serta menawarkan wawasan bagi pengambil kebijakan dan lembaga pendukung untuk menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan era industri digital.
Skin Care and Women's Identity: The Role of Digital Media in the Formation of Self-Confidence
Purnomo, Teguh
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63200/jebmass.v3i3.188
The use of skincare is not only a part of self-care, but also forms the identity and self-confidence of women in the digital era. Digital media plays a significant role in shaping perceptions and standards of beauty through the content consumed daily (Tiggemann & Zaccardo, 2018). Exposure to beauty influencers, skincare product advertisements, and beauty trends on social media influence the construction of women's identity and increase the drive to meet ideal beauty standards (Perloff, 2014). This phenomenon is closely related to the concept of self-objectification, where women begin to judge themselves based on external standards displayed by digital media (Moradi, 2010). Studies show that regular use of skincare, influenced by digital media, can increase self-confidence because of feelings of better appearance (McNeill & Venter, 2019). Thus, digital media becomes an important mediator in the relationship between the use of skincare and the formation of women's self-confidence in the modern era.
Manajemen Kinerja di Era Industri 4.0: Studi Kasus pada Perusahaan Teknologi di Asia Tenggara
Muslikun
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63200/jebmass.v3i3.189
Transformasi digital yang dibawa oleh era Industri 4.0 telah merevolusi paradigma manajemen kinerja, khususnya di sektor teknologi yang berkembang pesat di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perusahaan teknologi di kawasan tersebut menyesuaikan sistem manajemen kinerja mereka dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan kerja yang semakin dinamis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajer dan karyawan di perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Temuan menunjukkan bahwa integrasi teknologi seperti big data, artificial intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) memberikan peluang untuk menciptakan sistem penilaian kinerja yang lebih real-time, personalisasi, dan berbasis analitik (Marr, 2018; Schwab, 2017). Namun demikian, tantangan muncul dalam bentuk kesenjangan keterampilan digital, resistensi budaya organisasi terhadap transparansi data, serta ketidakpastian dalam perumusan Key Performance Indicators (KPIs) yang adaptif (Teece, Peteraf, & Leih, 2016). Studi ini menyoroti pentingnya kepemimpinan yang transformatif dan struktur organisasi yang agile untuk memastikan sistem manajemen kinerja dapat merespons dinamika era 4.0 secara efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur manajemen kinerja kontemporer dan memberikan implikasi praktis bagi pengambilan keputusan strategis di perusahaan teknologi di Asia Tenggara.
Revitalisasi Akses Transportasi: Strategi untuk Memperbaiki Pendapatan Komunitas Pedesaan di Indonesia
Lestari, Sri;
Susanto, Ari;
Wahib, Moh
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63200/jebmass.v3i3.190
Revitalisasi akses transportasi menjadi faktor krusial dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di komunitas pedesaan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Aksesibilitas yang lebih baik meningkatkan mobilitas tenaga kerja, memperluas jangkauan pasar bagi produk lokal, dan mengurangi biaya logistik, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat (Gannon & Liu, 1997; Bryceson, Bradbury, & Bradbury, 2008). Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana modernisasi infrastruktur transportasi berkontribusi terhadap perbaikan kondisi ekonomi komunitas pedesaan di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis studi kasus pada beberapa wilayah terpencil yang mengalami pembangunan jaringan jalan dan fasilitas transportasi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi transportasi berperan signifikan dalam membuka peluang ekonomi baru, mempercepat akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta meningkatkan integrasi pasar lokal dengan pasar regional (Porter, 2014; Starkey & Hine, 2014). Namun, tantangan seperti ketimpangan akses, biaya pemeliharaan, dan kebutuhan adaptasi sosial tetap menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, strategi revitalisasi harus mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi dan partisipasi masyarakat lokal secara aktif dalam perencanaan dan implementasi.
Manajemen Perusahaan di Era 4.0: Studi tentang Kepemimpinan Adaptif dan Agilitas Organisasi
Stafrezar, Burhan
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63200/jebmass.v3i3.191
Era Industri 4.0 telah memicu perubahan fundamental dalam dinamika manajemen perusahaan, menuntut kepemimpinan yang lebih adaptif serta organisasi yang gesit (agile) dalam merespons disrupsi teknologi dan pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan adaptif berperan dalam membentuk agilitas organisasi sebagai respons strategis terhadap kompleksitas lingkungan bisnis digital. Dengan pendekatan kualitatif dan wawancara mendalam terhadap beberapa pemimpin perusahaan dari berbagai sektor industri, baik lokal maupun internasional, temuan menunjukkan bahwa organisasi dengan kepemimpinan yang berfokus pada kolaborasi, pembelajaran berkelanjutan, dan pemberdayaan tim cenderung memiliki kapasitas adaptasi yang lebih tinggi (Duchek, 2020; Northouse, 2021). Studi ini juga menemukan bahwa penggunaan teknologi digital seperti big data, AI, dan sistem manajemen berbasis cloud mendukung proses pengambilan keputusan yang cepat dan fleksibel (Fitzgerald et al., 2014). Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan model kepemimpinan adaptif serta memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan perubahan dan inovasi organisasi di era digital.
Teknologi dan Manusia: Harmoni Baru dalam Manajemen Sumber Daya Manusia Era 5.0
Wahib, Moh
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63200/jebmass.v3i3.192
Revolusi Society 5.0 telah memunculkan paradigma baru dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM), di mana harmoni antara teknologi canggih dan nilai-nilai kemanusiaan menjadi kunci utama keberhasilan organisasi. Artikel ini membahas bagaimana teknologi seperti artificial intelligence (AI), big data, dan otomatisasi dapat digunakan bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk memperkuat kontribusi manusia dalam proses kerja. Pendekatan manajemen SDM di era 5.0 tidak lagi berfokus pada efisiensi semata, melainkan pada integrasi antara inovasi teknologi dan pendekatan human-centric, yang menjunjung tinggi empati, kreativitas, dan pengembangan potensi karyawan. Studi ini mengkaji teori dan praktik manajemen SDM 5.0 berdasarkan referensi dari pakar global seperti Schwab (2019) yang menekankan pentingnya human enhancement dalam Revolusi Industri Keempat, dan Marr (2020) yang menguraikan peran AI dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih manusiawi. Penelitian juga merujuk pada pendekatan Japan Society 5.0 yang memprioritaskan “super smart society” berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan (Cabinet Office of Japan, 2019). Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tinjauan literatur dan studi kasus dari perusahaan global seperti Fujitsu dan Unilever yang telah menerapkan strategi SDM berbasis harmoni teknologi-manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa keseimbangan antara digitalisasi dan nilai-nilai kemanusiaan berkontribusi signifikan terhadap produktivitas, kepuasan kerja, serta loyalitas karyawan. Dengan demikian, manajemen SDM era 5.0 perlu dikembangkan sebagai sistem adaptif yang tidak hanya responsif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga berakar kuat pada kemanusiaan dan kesejahteraan.
Keseimbangan Emosional dan Teknologi dalam Pengelolaan SDM Era Society 5.0
Susanto, Ari
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63200/jebmass.v3i3.193
Era Society 5.0 menekankan integrasi teknologi cerdas dengan kesejahteraan manusia, termasuk keseimbangan emosional dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai kinerja optimal organisasi (Fukuyama, 2018). Penelitian ini bertujuan menganalisis pentingnya keseimbangan emosional dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan SDM di era Society 5.0 melalui studi literatur dan pendekatan konseptual. Hasil menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital seperti artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) telah meningkatkan efisiensi operasional, namun tanpa pengelolaan emosi yang tepat dapat menimbulkan stres digital, kelelahan kerja, hingga menurunnya produktivitas karyawan (Shneiderman, 2020; Brynjolfsson & McAfee, 2014). Oleh karena itu, organisasi perlu mengembangkan strategi manajemen SDM berbasis human-centered innovation yang memadukan teknologi dan pelatihan keseimbangan emosi agar tercipta lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan adaptif di era teknologi cerdas. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus integrasi keseimbangan emosional dengan teknologi dalam konteks pengelolaan SDM era Society 5.0, sehingga memberikan kontribusi teoretis dan praktis untuk pengembangan manajemen SDM masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Mewujudkan Kesetaraan Gender melalui Transformasi Manajemen SDM Era 5.0
Dwi Prasetyo, Hendra
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63200/jebmass.v3i3.194
Kesetaraan gender merupakan agenda global yang terus diperjuangkan, khususnya dalam praktik manajemen sumber daya manusia (SDM) di era Society 5.0 yang ditandai oleh integrasi teknologi dan human-centric innovation (Fukuyama, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi manajemen SDM era 5.0 dapat menjadi strategi efektif dalam mempercepat tercapainya kesetaraan gender di organisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan data sekunder global, penelitian ini menemukan bahwa digitalisasi HR, automasi rekrutmen berbasis AI, serta implementasi model kepemimpinan transformasional adaptif berpotensi mengurangi bias gender struktural (Liao et al., 2017; Chamorro-Premuzic et al., 2019). Namun demikian, teknologi harus diimbangi dengan penguatan budaya organisasi yang inklusif dan kesadaran kolektif untuk mencegah reproduksi bias algoritmik (Bogen & Rieke, 2018). Implikasi teoritisnya menunjukkan perlunya integrasi model manajemen SDM berbasis gender equality dan teknologi cerdas, sedangkan secara praktis organisasi perlu mendesain kebijakan berbasis data analytics yang menekankan fairness, diversity, dan empowerment. Temuan ini berkontribusi pada literatur gender dan manajemen SDM era 5.0 serta memberikan arah bagi pengembangan HR strategy menuju terciptanya organisasi yang inklusif dan berkeadilan gender di masa depan (Brougham & Haar, 2018).