cover
Contact Name
Zul Anwar
Contact Email
mandalikaindo@gmail.com
Phone
+62817259116
Journal Mail Official
mandalikaindo@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Jalan Candi Pawon No. 7, Getap Barata, Kel. Cakranegara Selatan Baru, Kec. Cakranegara, Kota Mataram, NTB. 83238 Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Mandalika Literature
ISSN : -     EISSN : 7455963     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Sebagai sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan dan media komunikasi di kalangan masyarakat ilmiah, profesional, atau akademik.
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2025)" : 57 Documents clear
Media dan Konsumerisme: Studi Kritis Pahlawan Konsumtif dalam Budaya Populer Ruslita, Gita; Seran, Alexander
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i1.3976

Abstract

Penelitian ini mengkaji dan menemukan peran media massa dalam membentuk figur pahlawan konsumtif dalam budaya populer dan dampaknya terhadap nilai-nilai sosial di masyarakat kapitalis modern. Dengan menggunakan paradigma kritis dan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini mengungkap bagaimana media massa, khususnya selebriti dan influencer, mempromosikan gaya hidup konsumtif yang menjadi simbol kesuksesan dan status sosial. Fenomena ini terkait erat dengan ideologi kapitalisme yang menjadikan konsumsi barang-barang mewah sebagai tolok ukur kebahagiaan dan prestasi individu. Media sosial seperti Instagram dan TikTok berfungsi sebagai platform utama dalam membentuk citra figur konsumtif, memperkuat narasi bahwa "kehidupan ideal" tercapai melalui kepemilikan barang-barang mewah. Selain itu, penelitian ini menunjukkan pergeseran dari pahlawan produktif yaitu individu yang dihormati karena kontribusinya terhadap masyarakat ke pahlawan konsumtif yang dihargai atas kemampuan mereka dalam memamerkan kekayaan dan gaya hidup mewah. Pergeseran ini mengubah pola pikir masyarakat, terutama generasi muda, yang semakin mengidolakan pencapaian instan melalui konsumsi, mengurangi nilai kerja keras dan kontribusi sosial. Dampak dari fenomena ini mencakup peningkatan individualisme, hedonisme, serta penurunan solidaritas sosial. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran kritis terhadap peran media dalam membentuk pola konsumsi dan identitas sosial, serta implikasi jangka panjangnya bagi masyarakat modern.
Diskursus Publik dan Narasi Media Sosial: Perspektif Otto Kirchheimer tentang Politisasi Hukum Purwati, Ani; Seran, Alexander
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i1.3978

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika diskursus publik dan narasi media sosial terkait "politisasi hukum" dengan menggunakan perspektif Otto Kirchheimer. Melalui analisis interaksi daring di platform seperti Twitter dan Instagram, penelitian ini mengidentifikasi dua narasi utama terkait politisasi keputusan hukum. Narasi pertama mendukung keputusan-keputusan hukum sebagai langkah progresif, terutama yang membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat lebih aktif dalam politik, seperti perubahan batas usia calon presiden. Narasi kedua mengkritik penggunaan keputusan hukum untuk kepentingan politik, dengan menekankan kekhawatiran mengenai independensi yudisial dan manipulasi hukum oleh aktor politik, seperti yang terlihat pada keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengubah batas usia calon presiden yang dianggap memperkuat dinasti politik. Penelitian ini menerapkan teori politisasi hukum Otto Kirchheimer untuk menganalisis bagaimana aktor politik memanfaatkan kerangka hukum untuk memperjuangkan agenda mereka, seringkali mengorbankan keadilan. Penelitian ini juga menggabungkan Teori Jaringan Sosial dan Teori Uses and Gratifications untuk memahami bagaimana informasi terkait isu politik dan hukum tersebar di media sosial dan bagaimana pengguna aktif memilih konten yang sesuai dengan kepentingan politik mereka. Temuan menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam membentuk opini publik, di mana diskursus yang terpolarisasi memengaruhi persepsi terhadap keadilan dan legitimasi sistem hukum. Dengan fokus pada persimpangan antara hukum, politik, dan komunikasi digital, penelitian ini menyoroti tantangan menjaga integritas peradilan di lingkungan yang sangat dipolitisasi. Temuan ini relevan untuk memahami bagaimana media dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap lembaga hukum dan pentingnya transparansi dalam proses pengambilan keputusan hukum.
Upaya Diplomasi Koersif India dalam Konflik Sengketa Wilayah Kashmir Tahun 2012-2018 Khoiriyah, Ummu Masyithotul; Devi, Nila Aditya
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i1.3979

Abstract

Sejak tahun 1947 bersamaan dengan kemerdekaan India dan Pakistan, Kashmir menjadi wilayah yang dipersengketakan kedua negara. Dinamika konflik yang berjalan secara fluktuatif bergantung pada kondisi hubungan kedua negara. Sehingga berbagai cara pernah diupayakan, baik secara soft dengan membentuk perjanjian kerja sama dan pemberian otonomi, atau secara hard dengan melakukan uji coba nuklir dan agresi militer. Oleh karena itu teori diplomasi koersif mampu digunakan untuk menganalisis konflik sengketa wilayah Kashmir. Hal ini menjadi sangat menarik untuk diteliti mengenai upaya India pada tahun 2012-2018 untuk mempertahankan Kashmir sebagai bagian dari wilayahnya. Dengan diplomasi koersif yang dilakukan India terhadap Pakistan untuk mencapai kepentingannya atas Kashmir.
Klasifikasi Penyelesaian Perkara Pidana dengan Sistem Restorative Justice Jaenudin, Jaenudin; Nisa, Rasyida Rofi’atun
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i1.3987

Abstract

Restorative Justice atau keadilan restoratif menjadi model pendekatan baru dalam penyelesaian perkara pidana belakangan ini. Pendekatan ini menekankan pada pemberdayaan dan pemulihan bagi semua pihak, baik korban maupun pelaku serta orang-orang di sekitarnya yang ikut terdampak. Singkatnya, prinsip keadilan restoratif mengedepankan pemahaman dan tanggung jawab pelaku atas akibat tindakannya terhadap korban, alih-alih hukuman penjara. Penerapan keadilan restoratif pada dasarnya bertujuan memenuhi kebutuhan korban, termasuk pemulihannya, sekaligus mengintegrasikan kembali pelaku ke masyarakat. Prosesnya melibatkan fasilitator atau mediator yang netral. Cara ini dianggap efektif untuk mencegah eskalasi konflik lebih jauh antara korban dan pelaku serta menekan biaya hukum. Prinsip tersebut memang terdengar tidak adil bagi korban. Namun, menurut para pakar, dalam proses mencari solusi terkait masalah hukum memang ada opsi penyelesaian selain jalur peradilan formal, contohnya melalui dialog dan mediasi. Dengan cara ini, resolusi bersama guna memastikan pemulihan korban dapat dicapai serta mengurangi stigma terhadap pelaku.
Sengketa Kompetensi Absolut Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tata Usaha Negara Terkait dengan Perkara Sengketa Pertanahan Ramadhan, Azis Akbar
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i1.3993

Abstract

Sengketa terkait kepemilikan hak atas tanah seringkali muncul di masyarakat. Penelitian ini merumuskan dua masalah utama, yaitu: 1) Pengadilan mana yang memiliki kewenangan untuk menangani sengketa pertanahan? dan 2) Bagaimana tahapan penyelesaian sengketa pertanahan melalui proses litigasi? Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk masalah pertama, kewenangan pengadilan dalam menangani sengketa pertanahan bergantung pada beberapa faktor, seperti apakah substansi yang disengketakan terkait dengan hak atas tanah atau tidak, asal-usul penerbitan sertifikat (apakah deklaratif atau konstitutif), serta jenis perbuatan hukum yang mendasari penerbitan sertifikat tersebut, termasuk kualifikasi perbuatan hukum dan peraturan yang mendasarinya, serta subjek dan objek sengketa, dasar gugatan, dan tuntutan yang diajukan. Sedangkan untuk masalah kedua, proses penyelesaian sengketa melalui litigasi mengikuti ketentuan dalam Herziene Indonesisch Reglement (HIR) jika sengketa yang terjadi terkait dengan kepemilikan hak atas tanah (bezit), dengan dasar gugatan berdasarkan perbuatan melawan hukum (Pasal 1365 BW). Namun, jika sengketa berkaitan dengan pembatalan sertifikat tanah akibat adanya cacat administrasi yang merupakan keputusan tata usaha negara (beschikking), maka proses litigasi mengikuti prosedur hukum yang diatur dalam Undang-Undang No 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.
Pengaruh Campuran Metakaolin dan Waterglass Terhadap Nilai California Bearing Ratio Tanah Lempung Ganti, Abraham; Ambun RD, Ermitha; Escher Kalapadang; Rabang Matasik, Rael; Daud Biang, Feri
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i1.3937

Abstract

Tanah dasar yang baik untuk konstruksi mempunyai daya dukung yang cukup untuk menerima beban diatasnya serta berkemampuan mempertahankan perubahan volume selama masa pelayanan. Namun tidak semua tempat memiliki tanah dengan daya dukung yang baik bahkan tanah cenderung lunak. Perlu dilakukan perbaikan tanah sebelum dilakukan pembangunan konstruksi diatas tanah lunak. Stabilisasi merupakan salahsatu solusi perbaikan tanah lunak menggunakan bahan campuran dan diharapkan dapat meminimalisir sifat-sifat tanah yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan metakaolin dan waterglass sebagai bahan stabilisasi tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji eksperimental di laboratorium dengan mencampurkan tanah dengan waterglass dan metakaolin. Pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Geoteknik Teknik Sipil UKI Toraja meliputi uji berat jenis, uji distribusi butiran tanah, uji batas-batas atterberg, uji kepadatan tanah dan uji CBR. Variasi metakaolin dan waterglass yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variasi 0%, 5%, 10% dan 15% dari berat tanah kering serta abu waterglass 10% dari berat air. Hasil pengujian CBR pada tanah dengan bahan stabilisasi dengan memberikan kenaikan tertinggi pada pemeraman 12 hari dengan variasi metakaolin dan waterglass yang digunakan 5%, 10% dan 15% serta 10% waterglass masing-masing sebesar sebesar 1.82%, 2.39% dan 3.11% terhadap tanah yang tidak menggunakan bahan stabilisasi metakaolin dan watergalass.
Efektifitas Abu Daun Salak Dan Waterglass Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Lunak Ermitha Ambun RD; Yohanis Bara Lotim; Regita O. Runtukahu; Yulienty Sarah Mapaliey
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i1.3977

Abstract

Masalah utama pembangunan konstruksi di tanah lunak adalah terbatasnya daya dukung dan penurunan tanah yang besar dan cenderung tidak seragam. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan baik kerusakan alam seperti tanah longsor maupun kerusakan pada konstruksi bangunan. Perlu dilakukan perbaikan tanah sebelum dilakukan pembangunan konstruksi diatas tanah lunak dengan metode stabilisasi. Stabilisasi tanah menggunakan bahan campuran diharapkan dapat meminimalisir sifat-sifat tanah yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak penggunaan abu daun salak dan waterglass. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji eksperimental di laboratorium. Pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Geoteknik Teknik Sipil UKI Toraja. Variasi abu daun salak dan waterglass yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variasi 0%, 5%, 10% dan 15% dari berat tanah kering serta abu waterglass 4% dari berat air. Hasil pengujian CBR tanah tanpa bahan stabilisasi dengan Pemeraman 3,7,12 hari pada variasi 5% berturut-turut yaitu 3,17%, 4,16%, 5,04%. Pada variasi 7% sebesar 5,73%, 8,39%, 10,6%, dan pada variasi 10% sebesar 11,82%, 13,8%, 17,37%.