cover
Contact Name
Yusriani Sapta Dewi
Contact Email
ysaptadewi@gmail.com
Phone
+62818702416
Journal Mail Official
redaksi_jurnalft@usni.ac.id
Editorial Address
Dewan Redaksi Ir. Nurhayati, M.Si Drs. Charles Situmorang, M.Si Dr. Yusriani Sapta Dewi, M.Si Executive Editors Dr. Yusriani Sapta Dewi, M.Si Mitra Bestari Dr. Hening Darpito (UNICEF) Dr. Rofiq Sunaryanto, M.Si (BPPT) Ir. Asep Jatmika, MM (DLH) Ir. Rahmawati, M.Si (DLH) Ir. Mudarisin, ST.,M.T (BNSP) Section Editors 1. Ai Silmi, S.Si., MT 2. Mulyana Adnan, SE., MM Editorial Board Nurul Chafid, S.Kom., M.Kom
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
TechLINK: Jurnal Ilmiah Lingkungan
ISSN : 25812319     EISSN : 29877369     DOI : https://doi.org/10.59134/jtnk.v6i02
JURNAL TechLINK merupakan Jurnal Ilmiah yang menyajikan artikel original tentang pengetahuan dan informasi teknologi lingkungan beserta aplikasi pengembangan terkini yang berhubungan dengan unsur Abiotik, Biotik dan Cultural. Redaksi menerima naskah artikel dari siapapun yang mempunyai perhatian dan kepedulian pada pengembangan teknologi lingkungan. Pemuatan artikel di Jurnal ini dapat dikirim kealamat Penerbit. Informasi lebih lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia pada halaman terakhir yakni pada Pedoman Penulisan Jurnal Ilmiah atau dapat dibaca pada setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi editor atau mitra bestari. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun yakni bulan April dan Oktober serta akan diunggah ke Portal resmi Kemenristek Dikti. Pemuatan naskah dipungut biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 01 (2017)" : 6 Documents clear
PENGARUH CA(OH)2 TERHADAP PERUBAHAN KADAR MBAS DAN FOSFAT LIMBAH DETERJEN LAUNDRY PADA BERBAGAI WAKTU PENGENDAPAN Charles Situmorang
JURNAL TECHLINK Vol. 1 No. 01 (2017)
Publisher : FT-USNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59134/jtnk.v1i01.466

Abstract

Usaha laundry kini telah mengalami peningkatan jumlah pelanggan. Hal ini terjadi seiring dengan berkembangnya teknologi dan industri di Indonesia, baik industri kecil maupun industri besar.Laundry kiloan merupakan jasa untuk mencuci pakaian dimana dapat meringankan pekerjaan rumah tangga. Laundry juga merupakan salah satu bentuk kegiatan/usaha yang menghasilkan limbah yang dapat merusak lingkungan seperti pencemaran tanah, air, udara, dan mengganggu kesehatan jika limbah tersebut tidak diolah terlebih dahulu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Ca(OH)2 yang tepat dalam mengendapkan MBAS dan fosfat dalam limbah deterjen. Penelitian ini berfokus pada kandungan surfaktan yang terkandung dalam limbah deterjen laundry, yang digambarkan oleh perubahan kadar MBAS dan fosfat dengan dosis larutan Ca(OH)2 : 0, 5, 10, dan 20 g dengan waktu pengendapan 1 dan 2 jam.Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) diperoleh hasil analisis varian dimana F hitung lebih besar dari F tabel. Dari analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa makin tinggi dosis Ca(OH)2 yang ditambahkan mengakibatkan semakin tinggi penurunan MBAS limbah deterjen laundry.
EFEKTIVITAS BIOFILTER KOMBINASI ANAEROB-AEROB PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT Nur hayati
JURNAL TECHLINK Vol. 1 No. 01 (2017)
Publisher : FT-USNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59134/jtnk.v1i01.467

Abstract

Sistem pengolahan air limbah yang menggunakan haruslah efektif dan efisien tempat pengolahan yang besar. Beberapa rumah sakit sudah mulai mencari solusi terbaik dalam pengolahan limbah cair yaitu dengan teknik mengkobinasikan pengolahan sistem aerob dengan anaerob. Salah satunya adalah sistem pengolahan air limbah di rumah sakit Pondok Indah. Dari hasil penelitian diperoleh konsentrasi BOD di effluent sebesar 11,24 mg/l dengan efisiensi sebesar 93,33%, untuk konsentrasi COD di effluent sebesar 40,00 mg/l dengan efisiensi 85,54%, konsentrasi TSS di effluent sebesar 16,7 mg/L dengan efisiensi sebesar 46,67%. Konsentrasi BOD, COD, TSS di effluent masih memenuhi standar tabel efisensi pengolahan air limbah dan standar baku mutu , dengan demikian instalasi pengolahan masih memenuhi kriteria pengolahan air limbah.
PENGARUH EMISI CEROBONG BOILER BATUBARA TERHADAP UDARA AMBIEN Rofiq Sunaryanto
JURNAL TECHLINK Vol. 1 No. 01 (2017)
Publisher : FT-USNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59134/jtnk.v1i01.468

Abstract

Pencemaran udara khususnya di kota-kota besar sudah merupakan masalah yang perlu segera ditanggulangi. Polutan yang dihasilkan dari cerobong boiler batubara didominasi oleh senyawa gas SO2, NOx, CO dan partikulat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui polusi yang dihasilkan oleh aktifitas cerobong boiler batubara dan mengetahui kualitas udara ambien di sekitar cerobang boiler batubara. Kandungan NO2, SO2, dan partikulat di udara ambien pada jarak 50 meter setelah dianalisa sebanyak 4 kali ulangan diperoleh nilai tertinggi 60.55 (ìg/Nm3), 38,68 (ìg/Nm3), dan 147 (ìg/Nm3) sedangkan nilai yang terendah sebesar 26,58 (ìg/Nm3), 25,06 (ìg/Nm3), dan 104 (ìg/Nm3). Dan untuk jarak 100 meter diperoleh nilai tertinggi sebesar 30,22 (ìg/Nm3), 26,28 (ìg/Nm3), dan 127 (ìg/Nm3) sedangkan nilai yang terendah sebesar 24,15 (ìg/Nm3), 24,25 (ìg/Nm3), dan 72 (ìg/Nm3).
PERBAIKAN KUALITAS AIR LIMBAH INDUSTRI TEKSTIL DENGAN MENGGUNAKAN SERBUK BIJI KELOR (Moringa oleifera) DAN PAC (Poly Aluminium Chloride) Hening Darpito
JURNAL TECHLINK Vol. 1 No. 01 (2017)
Publisher : FT-USNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59134/jtnk.v1i01.469

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pengolahan air limbah yang berasal dari industri tekstil melalui proses koagulasi-flokulasi dengan menggunakan koagulan biji kelor dan PAC. Proses pengolahan dilakukan secara bertahap, pengolahan pertama menggunakan biji kelor kemudian dilanjutkan dengan menggunakan PAC. Kandungan asam amino yang terionisasi menjadikan biji kelor berperan sebagai pengikat partikel koloid dalam air limbah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah dosis optimum biji kelor dan PAC serta waktu pengendapan, kemudian membandingkan bioflokulan biji kelor dalam memperbaiki kualitas fisik kimia air limbah industri tekstil dengan PAC. Dosis serbuk kelor yang digunakan 1.000, 2.000, 3.000, 4.000. 9.000,10.000, 11.000, 12.000 mg/L. Dan digunakan PAC sebagai pembanding dengan dosis : 4.500, 5.000, 5.500, 6.000, 6.500, 4.000, 7.500, 8.500, 9.500 mg/L. Pengaruh dosis koagulan serbuk kelor secara keseluruhan untuk menentukan dosis optimum menunjukkan pada kisaran 2.000 Mg. Sedangkan pengaruh dosis koagulan PAC secara keseluruhan untuk menentukan dosis optimum menunjukkan pada kisaran 6.000 Mg. Berdasarkan hasil perbandingan terhadap KEP-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri Tekstil, karakteristik akhir air limbah yang telah diolah melalui dua tahap pengolahan tersebut masih melebihi standar baku mutu untuk parameter TDS dan COD. Kualitas hasil pengolahan yang diperoleh lebih tinggi pada pengolahan menggunakan PAC daripada serbuk kelor
TINGKAT KEMAMPUAN TANAMAN BLANCENG (Dieffenbachia spp) SEBAGAI PENYERAP POLUTAN Yusriani Sapta Dewi
JURNAL TECHLINK Vol. 1 No. 01 (2017)
Publisher : FT-USNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59134/jtnk.v1i01.470

Abstract

Polusi udara adalah polusi yang terjadi di udara yang disebabkan adanya polutan yang berupa gas maupun zat partikel. Efek polusi udara pada ruangan tertutup ternyata lebih besar dibanding di luar ruangan. Salah satu cara mengurangi polusi udara adalah dengan meletakkan tanaman yang dapat mengurangi gas polutan tersebut di dalam ruangan. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman blanceng (Dieffenbachia spp). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kemampuan tanaman Blanceng (Dieffenbachia spp) yang digunakan dalam ruangan sebagai tanaman penyerap polutan di dalam rumah. Metode yang digunakan adalah SNI 19-7119.3-2005 dan SNI 19-7119.4-2005. Hasil yang didapatkan adalah tanaman blanceng (Dieffenbachia spp) efektif mengurangi logam timbal namun tidak untuk partikel debu.
PENGARUH CAR FREE DAY TERHADAP PERUBAHAN UDARA AMBIEN Fajar Supramono
JURNAL TECHLINK Vol. 1 No. 01 (2017)
Publisher : FT-USNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59134/jtnk.v1i01.471

Abstract

Penerapan Car Free Day merupakan solusi Pemerintah DKI Jakarta untuk mengatasi dan mengurangi tingkat pencemaran udara di DKI Jakarta. Pencemar yang dimaksud antara lain; sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan Total Suspended Particulate (TSP). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode aktif yaitu sistem pengambilan contoh dengan bantuan pompa secara terus menerus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efisiensi dan kadar kualitas udara kegiatan transportasi di Bundaran HI Jakarta pada saat Car Free Day. Metode yang digunakan adalah metode acak lengkap dengan dua perlakuan dan enam kali pengulangan di setiap masing-masing pengukuran. Hasil yang didapatkan adalah Car Free Day dapat menurunkan konsentrasi, dengan penurunan kadar SO2 36,50%, NO2 37,05%, dan TSP 36,28%. Hasil Analisis Varian menunjukkan bahwa F hitung > F tabel pada selang kepercayaan 5%. Hal ini berarti konsentrasi pada saat Car Free Day dan Non Car Free Day memiliki perbedaan variasi yang signifikan. Hasil analisis pada Uji t menunjukkan T hitung > T tabel pada selang kepercayaan 5%. Hal ini berarti konsentrasi pada saat Car Free Day dan Non Car Free Day memiliki perbedaan rerata konsentrasi yang signifikan. Sehingga secara statistik kadar polutan pada saat Non Car Free Day memang lebih tinggi dibandingkan kadar polutan pada saat Car Free Day.

Page 1 of 1 | Total Record : 6