cover
Contact Name
Ayu Puspitasari
Contact Email
ayupuspitasari25@poltekkesdepkes-sby.ac.id
Phone
+6282131886875
Journal Mail Official
ayu_depkes@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Karangmenjangan 18A Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Analis Kesehatan Sains (e-Journal)
ISSN : 23023635     EISSN : 24078972     DOI : https://doi.org/10.36568/anakes.v10i2
Core Subject : Health, Science,
Analis Kesehatan Sains is a journal to be leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review artcles and case studies focused on medical laboratory technology and health science.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2023): Analis Kesehatan Sains" : 6 Documents clear
Stabilitas Serum Liofilisat Buatan Sendiri Sebagai Bahan Kontrol Kualitas Terhadap Parameter Blood Urea Nitrogen Dan Kreatinin Diana Novita Sari
Analis Kesehatan Sains Vol. 12 No. 1 (2023): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/anakes.v12i1.27

Abstract

Improving health laboratory services is very much related to strengthening the quality of health laboratories. The control serum is part of the quality assurance of the health laboratory. Lyophilized serum is a type of homemade control serum. This research aims to determine the homemade lyophilized serum used as a control material for the parameters of Blood Urea Nitrogen (BUN) and creatinine which were analyzed for 2 months at a temperature of 2 - 8°C. This type of researvh is a quasi-experimental conducted at the Laboratory of Clinical Chemistry, Department of TLM Poltekkes, Ministry of Health, Surabaya and the pramita laboratory. Samples were obtained from the serum of students mahoring in TLM Poltekkes Kemenkes Surabay that has been qualified and were collected in one container for lyophilization. The average results of the BUN (Blood Urea Nitrogen) examination from week 1 to week 8 were 7.15 mg/dL, 7.15 mg/dL, 6.82 mg/dL, 7.12 mg/dL. dL, 7.12 mg/dL, 7.33 mg/dL, 7.15 mg/dL, 7.33 mg/dL, and 7.33 mg/dL. The average results of the creatinine examination from week 1 to week 8 were 0.69 mg/dL, 0.69 mg/dL, 0.70 mg/dL, 0.67 mg/dL, 0.72 mg/dL, 0.72 mg/dL, 0.68 mg/dL, 0.70 mg/dL. From the results of the examination, it can be concluded that the levels of BUN (Blood Urea Nitrogen) and creatinine in homemade serum lyophilized until the 8th week are still stable. Storage time for 8 weeks has no effect on BUN (Blood Urea Nitrogen) and creatinine levels in homemade lyophilized serum. Keywords : Home made lyophilized serum, BUN levels, Creatinine levels, material stability control
PERBANDINGAN MEDIA NUTRIENT AGAR DENGAN BAHAN DAGING SAPI, DAGING KAMBING dan DAGING AYAM SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Diah Ayu Anggraheni
Analis Kesehatan Sains Vol. 12 No. 1 (2023): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/anakes.v12i1.71

Abstract

Komposisi penting yang terdapat dalam media pertumbuhan bakteri yaitu karbohidrat dan protein. Di dalam media Nutrient Agar memiliki kandungan protein dalan bentuk pepton sebagai nutrisi pertumbuhan bakteri. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer dengan melakukan penelitian bersifat eksperimental dengan analisis kuantitatif yang dilakukan di Laboratorium Bakteriologi Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Surabaya pada bulan April 2021. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis dan membandingkan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada media alternatif dari daging sapi, daging kambing, daging ayam dengan variasi massa 1.5 gram, 3 gram, 4.5 gram, 6 gram, 7.5 gram sebagai media alternatif dari Nutrient Agar.
INOVASI PEMANFAATAN TEPUNG DAGING BACKLOIN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) SEBAGAI MEDIA SUBTITUSI NUTRIENT AGAR PADA PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli zainatun niam
Analis Kesehatan Sains Vol. 12 No. 1 (2023): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/anakes.v12i1.76

Abstract

Ikan Cakalang menjadi salah satu komoditas ekspor baik dalam bentuk beku, olahan, maupun segar. Ikan ini sangat diminati masyarakat karena memiliki kandungan protein yang tinggi, tekstur daging yang baik dan cita rasa yang tinggi sehingga, peneliti berinovasi untuk memanfaatkan Ikan Cakalang bukan hanya untuk dikonsumsi, melainkan dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan media pertumbuhan bakteri. Ikan Cakalang mengandung gizi yang cukup tinggi diantaranya yaitu kadar air 4.56%, protein 38.12%, lemak 17.46%, kadar abu 0.79%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan media tepung backloin Ikan Cakalang terhadap pertumbuhan Eschericia coli dan Staphylococcus aureus yang ditinjau dari segi jumlah dan karakteristik bakteri. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2021 di Laboratorium Bakteriologi Poltekkes Surabaya Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Jenis Penelitian ini adalah Eksperimental Laboratoris. Rancangan penelitian ini adalah pretest-posttest control group design dengan variasi massa tepung Ikan Cakalang adalah 1 gram, 1.5 gram, 2 gram, 2.5 gram, dan 3 gram serta gold standard media yang digunakan adalah Nutrient Agar yang direplikasi sebanyak 5 kali. Proses inokulasi bakteri dilakukan dengan menggunakan metode spread plate. Hasil penelitian ini menunjukan jumlah rata-rata koloni terbanyak pada media tepung daging backloin Ikan Cakalang sebanyak 190,2x 1013 CFU/mL dengan variasi massa 3 gram pada Staphylococcus aureus, sedangkan jumlah rata-rata terbanyak pada pertumbuhan Escherichia coli yaitu pada variasi massa 2.5 gram yaitu 160 x 1013 CFU/mL. Jumlah koloni yang berfariasi disebabkan karena kandungan nutrisi pada tepung daging Ikan Cakalang ini lebih kompleks dibandingkan dengan kandungan nutrisi pada media Nutrient Agar.
UJI EFEKTIVITAS ANTHELMINTIK EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) TERHADAP KEMATIAN Ascaris suum, Goeze SECARA IN VITRO Aghnia Mufidah
Analis Kesehatan Sains Vol. 12 No. 1 (2023): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/anakes.v12i1.77

Abstract

Daun sukun (Artocarpus altilis) merupakan tanaman obat herbal yang mengandung senyawa saponin, tanin, flavonoid. Daun dari tanaman tersebut dapat digunakan untuk penyembuhan infeksi kecacingan yang disebabkan Ascaris suum karena memiliki daya anthelmintik. Kasus kecacingan pada pemotongan hewan babi di sidoarjo adalah 3 – 4 babi dari 5 – 6 babi yang dipotong setiap harinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas anthelmintik ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) terhadap kematian cacing gelang (Ascaris suum, Goeze).Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post test only grup design. Hewan uji dari penelitian ini adalah cacing Ascaris suum, Goeze. Penelitian dilakukan di Laboratorium Parasitologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya pada bulan Januari – April 2021. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok perlakuan yaitu pirantel pamoat 0,25% sebagai kontrol positif, larutan NaCl 0,9% sebagai kontrol negatif, serta ekstrak daun sukun dengan konsentrasi 50%, 70%, 85%, 100%. Data dianalisis menggunakan uji statistik Kolmogrov-Smirnov, lalu dilanjutkan menggunakan uji Post-Hoc untuk mengetahui perbedaan efek anthelmintik ekstrak daun sukun terhadap kematian cacing.Pada hasil analisis data statistik, didapatkan rata – rata lama waktu kematian cacing Ascaris suum,Goeze yang disebabkan oleh ekstrak daun sukun dengan konsentrasi 50% hasil rerata waktu 384.25 menit, konsentrasi 70% memperoleh hasil rerata 284 menit, konsentrasi 85% memperoleh hasil rerata 172.25 menit, dan konsentrasi 100% memperoleh rerata waktu kematian pada cacing 112.5 menit. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sukun memiliki efek anthelmintik terhadap cacing Ascaris suum, Goeze secara in vitro.
STABILITAS SERUM LIOFILISAT BUATAN SENDIRI SEBAGAI BAHAN KONTROL KUALITAS TERHADAP PARAMETER BLOOD UREA NITROGEN DAN KREATININ Diana Novita Sari
Analis Kesehatan Sains Vol. 12 No. 1 (2023): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/anakes.v12i1.81

Abstract

Peningkatan pelayanan laboratorium kesehatan, sangat berhubungan dengan pemantapan mutu laboratorium kesehatan. Serum kontrol merupakan bagian dari pemantapan mutu laboratorium kesehatan tersebut. Serum liofilisat merupakan suatu jenis serum kontrol buatan sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas serum liofilisat buatan sendiri yang digunakan sebagai bahan kontrol terhadap parameter Blood Urea Nitrogen (BUN) dan kreatinin yang dianalisa selama 2 bulan pada penyimpanan suhu 2 - 8°C. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia Klinik Jurusan TLM Poltekkes Kemenkes Surabaya dan Laboratorium Pramita. Sampel diperoleh dari serum mahasiswa jurusan TLM Poltekkes Kemenkes Surabaya yang telah memenuhi syarat dan dikumpulkan dalam satu wadah untuk kemudian diliofilisatkan. Hasil penelitian rata – rata hasil pemeriksaan BUN (Blood Urea Nitrogen) dari minggu ke-1 sampai minggu ke-8 adalah 7,15 mg/dL, 7,15 mg/dL, 6,82 mg/dL, 7,12 mg/dL, 7,12 mg/dL, 7,33 mg/dL, 7,15 mg/dL, 7,33 mg/dL, dan 7,33 mg/dL. Hasil penelitian rata – rata hasil pemeriksaan kreatinin dari minggu ke-1 sampai minggu ke-8 adalah 0,69 mg/dL, 0,69 mg/dL, 0,70 mg/dL, 0,67 mg/dL, 0,72 mg/dL, 0,72 mg/dL, 0,68 mg/dL, 0,70 mg/dL. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kadar BUN (Blood Urea Nitrogen) dan kreatinin pada serum liofilisat buatan sendiri sampai minggu ke-8 masih stabil Waktu penyimpanan selama 8 minggu tidak berpengaruh pada kadar BUN (Blood Urea Nitrogen) dan kreatinin dalam serum liofilisat buatan sendiri
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWA SEBELUM DAN SESUDAH MENGKONSUMSI MIE INSTAN Dian Wisma Wati
Analis Kesehatan Sains Vol. 12 No. 1 (2023): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/anakes.v12i1.84

Abstract

Riskesdas tahun 2018, menyebut 7,8% penduduk indonesia mengkonsumsi mie instan/makanan lainnya setiap harinya. Pada provinsi jawa timur menyebut 4,6% penduduk indonesia mengkonsumsi mie instan/makanan lainnya setiap harinya. Mie instan telah menjadi makanan pokok dunia yang memiliki banyak varian rasa, harga terjangkau dan memiliki waktu simpan jangka panjang. Saat ini mie instan menjadi makanan favorit banyak orang salah satunya adalah mahasiswa. Konsumsi mie instan berlebihan tanpa menambahkan sumber protein akan mengganggu proses pembentukkan hemoglobin yang membutuhkan makanan kaya zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin sebelum dan sesudah mengkonsumsi mie instan pada mahasiswa jurusan TLM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hematologi Jurusan TLM Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya pada Oktober 2021 sampai dengan April 2022. Sampel dalam penelitian adalah wanita atau pria berusia 18 sampai 22 tahun, wanita tidak sedang menstruasi dan pria bukan perokok yang telah memenuhi kriteria sebanyak 30 orang yang akan diperiksa kadar hemoglobin sebelum dan sesudah mengkonsumsi mie instan. Pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat POCT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kadar hemoglobin sebelum mengkonsumsi mie instan dalam kategori normal memiliki rerata sebesar 14,0 g/dl dan standar deviasi 1,767, sedangkan kadar hemoglobin sesudah mengkonsumsi mie instan dalam kategori normal memiliki rerata sebesar 13,9 g/dl dan standar deviasi 1,537, sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar hemoglobin pada mahasiswa sebelum dan sesudah mengkonsusmsi mie instan mengalami penurunan

Page 1 of 1 | Total Record : 6