cover
Contact Name
suyanto
Contact Email
suyanto@unissula.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
nurscope@unissula.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Jalan Raya Kaligawe Km 4, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, Kode Pos 50112
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 24768987     DOI : 10.30659/nurscope
Core Subject : Health,
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan indirectly acknowledged as a work of scholarly authors in the field of nursing. Articles covering sub areas of basic nursing, adult nursing, emergency nursing, critical nursing, child nursing, maternity nursing, mental nursing, gerontik nursing, family nursing, community nursing, nursing management, and nursing education. Types of articles received by the editors are the results of research. NURSCOPE has collaborated with Nurses Professional Organizations (AIPNI Jawa Tengah) in journal management since October 2020
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2022): Desember" : 11 Documents clear
Self care management dan kualitas hidup pasien hemodialisis Sulistyaningsih, Dwi Retno; Noor, Moh Arifin; Rokhayati, Ida
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.2.1-10

Abstract

Pendahuluan:Hemodialisis (HD) merupakan salah satu terapi pengganti ginjal yang paling umum dilakukan dengan akses yang luas serta dapat menyelamatkan hidup pasien penyakit ginjal tahap akhir. Pasien hemodialisis dapat mengalami berbagai permasalahan akibat penyakit ataupun terapinya sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Self care managementmerupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencapai kondisi kesehatan optimal dan mencegah komplikasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan metode studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self care managementdengan kualitas hidup pasien hemodialisis.Jumlah responden 92 pasien hemodialisis diperoleh dengan tehnik total sampel.  Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self care managementdan kuesioner kualitas hidup KDQOL. Analisis data dilakukan menggunakan menggunakan Gamma. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara self care managementdan kualitas hidup pasien hemodialisis (p 0,001) dengan nilai r sebesar 0, 960 yang menunjukkan hubungan yang sangat erat. Simpulan:Ada hubungan antara self care managementdan kualitas hidup pasien hemodialisis.Dengan demikian diperlukan perencanaan berbagai tindakan keperawatan untuk meningkatkan atau memperbaiki self care managementsehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis.
Implementasi terapi continuous peritoneal dialysis (CAPD) untuk pasien penyakit ginjal stadium akhir: Tinjauan Sistematis Adhi, M. Hanif Prasetya
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.2.60-67

Abstract

Pendahuluan: ESRD adalah diagnosis akhir yang membutuhkan terapi pengganti ginjal seumur hidup seperti HD, CAPD atau transplantasi ginjal. Di Indonesia, hanya 3% pasien dengan CAPD dari seluruh pasien baru. Temuan tersebut menunjukkan bahwa CAPD dapat menjadi sumber daya dan pilihan yang kurang dimanfaatkan. Tujuan dari review ini adalah untuk menganalisis implementasi terapi CAPD pada pasien ESRD.Metode:Pencarian terbatas pada database elektronik seperti Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar, dengan kata kunci “ESRD” AND “Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis” AND Lived experience” yang disusun berdasarkan MeSH Database dari NCBI. Strategiuntuk review artikelmenggunakan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses). Hasil:Berdasarkan 6 artikel, didapatkan didapatkan bahwa CAPD memiliki banyak sisi positif yang dapat dirasakan oleh pasien. Pasien yang menjalani terapi CAPD merasa lebih sehat, dapat beraktivitas, lebih memiliki banyak waktu untuk bepergian kemanapun dan waktunya lebih fleksibel. Simpulan:Berpindah terapi modalitas pada pasien ESRD dari HD ke PD efektif untuk mengembalikan kehidupan normal pasien layaknya sebelum mengalami ESRD dan meningkatkan kualitas hidup.
Kualitas tidur berhubungan dengan aktivitas fisik pasien yang menjalani hemodialisis Ainunnajib, Ilham; Widyawati, Ika Yuni
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.2.11-17

Abstract

Pendahuluan:Penurunan aktivitas fisik dialami oleh 60-70% pasien yang menjalani hemodialisis dan berdampak pada penurunan kebugaran tubuh dan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan hubungan kualitas tidur dengan aktivitas fisik pasien yang menjalani hemodialisis di waktu senggang.Metode:Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan 103 pasien hemodialisis di RSUD Dr. Soedirman Kab. Kebumen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari kuisioner Pittsburgh Quality Sleep Index (PSQI)dan International Physical Activity Questionnare (IPAQ). Variabel independen dalam penelitian yaitu kualitas tidur, variabel dependen yaitu aktivitas fisik.Hasil:Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan aktivitas fisik pasien yang menjalani hemodialisis di waktu senggang. Analisis menggunakan uji statistik Spearman rho menunjukkan nilai r=pengetahuan dengan aktivitas fisik pasien sebesar -0,664 dengan p value sebesar 0,000. Simpulan:Kualitas tidur pada pasien dengan penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dapat mempengaruhi aktivitas keseharian individu. Intervensi yang tepat dalam meningkatkan kualitas tidur perlu dilakukan agar pasien yang mejalani hemodialisis memiliki cukup energi untuk melakukan aktivitas fisik.
Peningkatan self management pada penderita hipertensi dengan penggunaan Hypertension Self Management Diary (HSMD) Tursina, Hella Meldy; Silvanasari, Irwina Angelia
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.2.18-25

Abstract

Pendahuluan:Hipertensi adalah penyakit yang menjadi pusat perhatian, khususnya Indonesia. Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi akibat komplikasi dari perawatan diri yang buruk. Penatalaksanaan hipertensi memerlukan keterampilan manajemen diri yang baik untuk tetap patuh pengobatan dan kesadaran yang tinggi untuk gaya hidup yang tepat bagi pasien hipertensi. Pendekatan yang komprehensif dan dapat membantu penderita secara mendetail hingga ke kehidupan sehari-hari sangat diperlukan. Program Hypertension Self-Management Support And Education(H-SMSE) dengan modifikasi penggunaan modul dan Hypertension Self-Management Diary (HSMD) untuk Penderita Hipertensi perlu diaplikasikan di Kabupaten Jember.Metode:Penelitian ini menggunakan Quasy eksperimen dengan one group, pre and post test design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dengan jumlah pasien hipertensi sebanyak 64 orang di Kabupaten Jember.Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara variabel manajemen diri sebelum dan sesudah intervensi 0,00 (p<0,05). Simpulan:HSMD dapat menjadi inovasi untuk membantu pasien hipertensi dalam mengelola masalahnya secara mandiri.
Efektivitas relaksasi otot progresif pada stress pasien Covid-19: Tinjauan sistematis Dianita, Eka Mei; Sukartini, Titin; Pratiwi, Ika Nur; Fuadiati, Lie Liana; Sari, Purwanti Nurvita
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.2.26-35

Abstract

Pendahuluan:Coronavirus-2019 memberikan kontribusi stress bagi orang diseluruh dunia. Stres mempengaruhi mekanisme tubuh, otak, sistem hormon, menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Kendalikan stress menggunakan relaksasi otot progresif. Teknik ini memberikan ketegangan otot dan diikuti relaksasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas latihan relaksasi otot progresif terhadap stress. Metode: Tinjauan sistematis dilakukan pada penelitian ini menggunakan PRISMA. Lima database digunakan penelitian ini yaitu: SAGE, Pubmed, Proquest, Science Direct dan Spinger. Pencarian artikel antara tahun 2019 dan 2022. Kata kunci digunakan “relaksasi otot progresif” dan “stress” dan “covid-19”. Hasil:Delapan artikel terlibat ditemukan danditinjau menunjukkan relaksasi otot progresif dilakukan pada pasien covid-19 efektif menurunkan tingkat stres. Selain itu relaksasi ini mampu menurunkan kecemasan dan memperbaiki kualitas tidur. Simpulan:Relaksasi otot progresif berdampak positif pada pasien covid-19 untuk memperbaiki kondisi mental dan fisik sehingga menurunkan stres. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai kombinasi dan variasi relaksasi lain dan aman untuk mengoptimalkan penurunan tingkat stres. 
Faktor risiko dalam mencegah infeksi Covid-19 berdasarkan perilaku promosi kesehatan: Tinjauan sistematis Chayatin, Nurul; Nursalam, Nursalam; Krisnana, Ilya; Susanto, Joko
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.2.36-47

Abstract

Pendahuluan:Rendahnya kepatuhan petugas kesehatan dalam melaksanakan protokol kesehatan menimbulkan risiko bagi pasien dan petugas kesehatan. Kesadaran petugas kesehatan menggunakan APD masih rendah. Tujuan studi adalah mengidentifikasi faktor risiko yang mempengaruhi perilaku promosi kesehatan bagi perawat dalam mencegah infeksi Covid-19.Metode:Penelusuran sistematis review dilakukan pada 2 tahun terakhir publikasi penelitian menggunakan lima database elektronik. Kombinasi kata kunci yang digunakan adalah “nurse”, “health promotion behavior”, “adherence”, “Covid-19”. Kriteria inklusi adalah populasi perawat, dan intervensinya adalah promosi kesehatan. Penilaian kritis Joanna Briggs Institute (JBI)cross-sectional digunakan untuk menilai bias dan kualitas metodologi penelitian.Hasil: Sebanyak 10 artikel dimasukkan dan semuanya merupakan faktor risiko yang mempengaruhi perilaku promosi kesehatan dalam mencegah infeksi Covid-19, meliputi: cuci tangan, memakai APD, menjaga jarak, meningkatkan KAP (Knowledge, Attitude, Practice).Simpulan:Pencegahan infeksi covid-19 dapat dilakukan dengan perilaku perawat dalam mematuhi protokol kesehatan melalui promosi kesehatan.
Model edukasi untuk meningkatkan kompetensi perawat paliatif: Tinjauan sistematis Septiriana, Nur Indarwati; Upoyo, Arif Setyo
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.2.48-53

Abstract

Pendahuluan:Kebutuhan perawatan paliatif yang meningkat, belum diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan model edukasi yang efektif terhadap kompetensi perawatan paliatif. Tujuanpenelitian ini, yaitu mensintesis secara terstruktur berdasarkan hasil penelitian (1) kompetensi perawatan paliatif dan (2) metode edukasi yang efektif untuk meningkatkan kompetensi perawatan paliatif.Metode: Desain penelitian systematic review. Sumber data: Science Direct, SAGE journals, EBSCO host, Willey Online, PubMed, Scopus, dan Proquest.Kriteria inklusi: Artikel diterbitkan tahun 2012-2022, berbahasa inggris, teks lengkap, responden perawat paliatid, intervensi edukasi, dan penelitian termasuk ekperimental. Hasil:Terdapat 4 metode pendidikan yang efektif untuk meningkatkan kompetensi perawat yaitu: metode ceramah, workshop, multimedia, dan simulasi. Kompetensi perawat dalam perawatan paliatif meliputi persepsi, sikap pengetahuan, efikasi diri, dan kompetensi klinis. Simpulan:Metode edukasi dan simulasi multimedia merupakan metode yang paling efektif untuk meningkatkan kompetensi perawatan paliatif (pengetahuan, sikap, dan kompetensi).
Upaya peningkatan layanan tes HIV selama pandemi Covid-19: Tinjauan sistematis Kurniawati, Ninuk Dian; Irvana, Titi Roedhotul; Rahmadani, Nida Harosa; Desky, Meutia Azkia M; Aminuddin, Achmad Thobib; Ardi, Ekal Maulana; Dariroh, Khoirotur Rizkia; Sellyta, Anggraini Yudia; Dewi, Fifi Rahmawati
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.2.54-59

Abstract

Pendahuluan:Pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan layanan tes HIV sebesar 47,6% karena ketakutan akan penyebaran covid-19. Beberapa penelitian telah dilakukan, namun belum ada telaah sistematis untuk merangkum hasil penelitian yang ada. Tujuan penelitian ini untuk menelaah bukti ilmiah terkait layanan HIV/AIDS pada masa Pandemi Covid-19.Metode:Review ini dibuat dengan menggunakan protokol PRISMA. Kata Artikel dicari di Scopus, Science Direct, dan ProQuest menggunakan beberapa kata kunci yaitu Test OR VCT Service OR care AND covid-19 OR Sar Cov 2 AND HIV OR Human Immunodeficiency Virus OR AIDS.Kualitas artikel dinilai menggunakan instrumen dari The Joanna Briggs Institute dan studi dengan skor total diatas 50% diikutkan ke dalam review.Hasil: Peningkatan layanan pasien HIV/AIDS selama masa pandemic covid 19 dilakukan dengan bantuan teknologi misalnya telemedicine, video conference, telepon, serta tanya jawab pada beberapa pranala luas. Simpulan:Pelayanan memanfaatkan teknologi informasi bisa meningkatkan layanan kepada pasien HIV/AIDS selama masa pandemic covid-19.
Perubahan fungsi seksual memengaruhi keharmonisan keluarga pada pasien dengan kanker payudara Wuriningsih, Apriliani Yulianti; Fitriyaningrum, Devika Nur; Rahayu, Tutik; Distinarista, Hernandia
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.2.26-31

Abstract

Pendahuluan:Hampir sepertiga dari semua diagnosis kanker baru pada perempuan merupakankanker payudara.Sebanyak70% penderita kanker payudara melaporkan kekhawatiran seksual terkait diagnosis atau pengobatan kanker. Berbeda dengan tingkatkualitas hidup terkait kesehatan yang cenderung membaik dari waktu ke waktu, masalah seksual sering bertahan selama bertahun-tahun setelah penderita kanker payudara menyelesaikan pengobatan utama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perubahan fungsi seksual dan keharmonisan keluarga pada pasien dengan kanker payudara.Metode:Penelitian ini menggunakan deskripsi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Purposive samplingdigunakan untuk pengambilan sampel sejumlah 100 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Ada hubungan perubahan fungsi seksual dengan keharmonisan keluarga nilai p 0.031 (p<0.05) dan nilai r -0,214. Simpulan:Perubahan fungsi seksual memengaruhi keharmonisan keluarga pada pasien dengan kanker payudara. Semakin rendah disfungsi seksual, maka keharmonisan akan semakin tinggi pada pasien dengan kanker serviks. Intervensi keperawatan dengan melibatkan pasangan merupakan bagian penting untuk meningkatkan fungsi seksual pada penyintas kanker payudara.
Pengaruh telenursing terhadap kepatuhan terapi antiretroviral ODHA: Tinjauan sistematis Taryanto, Taryanto; Upoyo, Arif Setyo
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.8.2.74-82

Abstract

Pendahuluan: PengobatanHIV/AIDSdenganARVbelummampumenyembuhkanpenyakit,      namun terapi ARV dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan serta meningkatkan kualitashidupODHA. KeberhasilantatalaksanaterapiARVditentukanolehkepatuhanminum obat. Tujuan: Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk mensintesis pengaruh intervensi telenursing terhadap kepatuhan terhadap terapi antiretroviral ODHA berdasarkan penelitian primer yang tersedia. Metode:Menggunakan desainSystematic Review. Pencarian dilakukan pada tujuh database Science Direct, SAGE Journals, EBSCOHost, PubMed, Scopus, ProQuest, dan Willey Online telah dilakukan. Studi yang dikaji adalah sebagai berikut: artikel yang diterbitkan dari Januari 2018 hingga Agustus 2022, dengan teks lengkap dalam bahasa Inggris, berupa uji coba terkontrol secara acak atau randomized control trials(RCT), pasien dengan diagnosis HIV/AIDS, dan intervensi yang dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan. Artikel dipilih sesuai dengan pedoman PRISMA. Kerangka sintesis tematik diterapkan dalam ulasan ini. Hasil:Sepuluh artikel terpilih untuk dikaji dan disintesis. Telenursing dengan metode individual memudahkan pasien menjalani proses bimbingan, pengobatan, konseling dan evaluasi pengobatan. Penggunaan telenursing dinilai efektif, sederhana, murah dan terjangkau bagi setiap individu penderita HIV/AIDS. Simpulan:Tingkat penerapan telenursing yang tinggi, intervensi untuk ODHA ini menjadi lebih populer. Sampai saat ini, bukti tentang efektivitas intervensi telenursing untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada ODHA masih bersifat pendahuluan dan bukti klinis tentang penekanan virus masih minim.

Page 1 of 2 | Total Record : 11