cover
Contact Name
Sarah Wassar
Contact Email
jurnalredominate@gmail.com
Phone
+6281314842590
Journal Mail Official
jurnalredominate@gmail.com
Editorial Address
STT Kerusso Indonesia Jl. Bambu Kuning Selatan RT 003 RW 004 Bekasi 17114
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani
ISSN : -     EISSN : 27162877     DOI : https://doi.org/10.59947
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani, merupakan wadah publikasi ilmiah dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani, serta diperuntukkan bagi semua dosen maupun peneliti, baik di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Jurnal Redominate menggunakan sistem double-blind review. Adapun yang menjadi Fokus dan Ruang Lingkup dalam Jurnal REDOMINATE adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologis sistematika 3. Kepemimpinan Kirsten 4. Pelayanan Kristiani 5. Pendidikan Kristiani 6. Konseling Kristen
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Desember 2023" : 5 Documents clear
Strategi Pembelajaran Guru Sekolah Minggu dalam Menghadapi Anak yang Pasif Boni Boni; Yonatan Alex Arifianto; Reni Triposa
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i2.53

Abstract

Sunday school teachers must be an example for every child. Sunday school teachers must also be able to provide exciting teachings and involve children in learning so that passive children can participate in learning. Using descriptive qualitative methods, this research can be concluded that. Teachers in Sunday schools can create effective teaching methods that involve children in teaching, such as the question-and-answer method, to encourage children to be active in the learning process, enabling them to be enthusiastic in the teaching process. Sunday school is essential in teaching, helping, and encouraging children to understand what the Bible provides as the right way to live in Christ. Children can shape their attitudes, behavior, and character by following God's commands through the Word of God, taught by parents and Sunday school teachers in the Christian faith. AbstrakGuru sekolah Minggu harus menjadi contoh untuk setiap anak juga harus bisa memberikan pengajaran yang menarik anak dalam pembelajaran. agar anak yang pasif bisa ikut serta dalam pembelajaran. Metode kualitatif dan deskritif untuk penelitian ini dapat disimpulkan bahwa. Guru di sekolah Minggu dapat menciptakan metode pendekatan yang efektif di sekolah Minggu yang melibatkan anak-anak dalam pendekatan seperti metode pengajaran tanya jawab untuk mendorong anak aktif dalam proses belajar yang mendorong mereka untuk semangat dalam proses pengajaran. Sekolah Minggu adalah peran penting dalam mengajar dan mendorong anak-anak untuk memahami Alkitab yang berikan sebagai cara hidup yang tepat di dalam Kristus.  
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membimbing Pertumbuhan Kepribadian Peserta Didik Hendro Hariyanto Siburian; Barcelina Siubelan; Marti Nuban
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i2.8

Abstract

Researchers found that 65% of Christian students at Inpres Batnun Elementary School had poor personalities. On average, these students carry out behavior and actions that do not reflect the personality of a disciple of Christ. This is because Christian religious education at SD Inpres Batnun does not have a visible role in guiding students. In this research, the author used a qualitative descriptive method. Researchers also conducted interviews with research subjects to obtain valid data. This research aims to look at the role of Christian religious education in guiding the personality growth of students at SD Inpres Batnun. The research results show that Christian religious educators at SD Inpres Batnun do not play a good role in guiding students' personality growth. The researchers developed strategies that could be carried out by Christian religious educators at SD Inpres Batnun to guide students' personality growth.  AbstrakPeneliti menemukan ada 65% peserta didik Kristen di Sekolah Dasar Inpres Batnun memiliki kepribadian kurang baik. Rata-rata peserta didik tersebut melakukan perilaku dan tindakan yang tidak mencerminkan pribadi murid Kristus. Hal ini disebabkan pendidikan agama Kristen di SD Inpres Batnun tidak nampak peranannya dalam pembimbing peserta didik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti juga melakukan wawancara kepada subjek penelitian untuk mendapatkan data yang valid. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran pendidikan agama Kristen dalam membimbing pertumbuhan kepribadian peserta didik di SD Inpres Batnun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik agama Kristen di SD Inpres Batnun tidak berperan baik dalam membimbing pertumbuhan kepribadian peserta didik. dan peneliti menyusun strategi yang dapat dilakukan oleh pendidik agama Kristen di SD Inpres Batnun dalam membimbing pertumbuhan kepribadian peserta didik. 
Bimbingan Konseling terhadap Anak yang Broken Home: Memetakan Peran dan Fungsi Strategis Pendidikan Kristiani
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i2.51

Abstract

This research aims to explain the role of Christian Religious Education teachers in implementing counseling guidance. A Christian religious education teacher has particular duties and responsibilities for student education, which is predominantly Christian. Christian Religious Education Teachers not only provide education but also build the character and spirituality of students. In the world of education, many students have different family backgrounds. Some children are born into harmonious families, and others into families that do not support a child's education. Among them is a broken home child who does not have a harmonious family, such as parents who often fight, domestic violence, and parents who choose to divorce; so many problems occur that hinder the child's education, character, and spirituality. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that for this reason, Christian religious education teachers can take part in counseling guidance to help broken-home students so that the student's character and spirituality can grow through individuals who rely on God.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam menerapkan bimbingan konseling. Seorang guru pendidikan agama Kristen memiliki tugas dan tanggung jawab khusus bagi pendidikan peserta didik terutama pendidikan Kristen. Guru Pendidikan Agama Kristen bukan hanya memberikan pendidikan tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas peserta didik. Dalam dunia pendidikan banyak diantara peserta didik yang memiliki latar belakang keluarga yang berbeda. Sebagian anak terlahir dalam keadaan keluarga harmonis dan yang lain dalam keluarga yang tidak mendukung pendidikan seorang anak. Di antaranya seorang anak broken home yang tidak memiliki keluarga yang harmonis , seperti: orang tua yang sering bertengkar, kekerasan dalam rumah tangga, orang tua yang memilih untuk bercerai, sehingga banyak masalah-masalah yang terjadi yang berhambat pendidikan, karakter dan spiritual anak. Menggunkan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa untuk itu Guru pendidikan agama Kristen dapat mengambil bagian dalam bimbingan konseling untuk menolong peserta didik broken home sehingga karakter dan spiritualitas peserta didik dapat bertumbuh melalui pribadi yang mengandalkan Tuhan.
Prinsip Ketuhanan yang Maha Esa dalam Refleksi Teologi Kristen Fendhy Ongko
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i2.63

Abstract

Kehidupan manusia pada umumnya mencari Sang pencipta, Maka timbul bermacam-macam agama di muka bumi ini, dalam usaha manusia untuk mencari Allah. Trinitas dianggap ada tiga Allah, Bapa, Anak, dan Roh kudus. Ketiga hal inilah dilihatnya, dibaca, direnungkan ada tiga pribadi yang dipercayai. Dalam teologi Kristen Allah itu pada hakikatnya satu atau Esa dan di dalamnya ada tiga pribadi yang satu kesatuan tidak dapat dipisahkan istilah tiga tetap satu, Istilah ini sulit dipahami, karena bukan matematika tiga tetap tiga. Karena ini hal kemaha kuasaan Allah yang Esa. Dalam kekristenan tentang trinitas ini tidak menjadi pokok pembahasan sehingga sulit bagi orang Kristen untuk hidup dalam trinitas dan banyak yang tidak bisa mengaplikasikan dalam kehidupan ini. Padahal penting untuk mencapai tujuan Allah dalam manusia. Masalah pengertian trinitas ini sulit dipahami dalam pikiran manusia, karena Allah Esa mempunyai fungsi yang berbeda dalam sebutan, pada hakikatnya tetap satu kesatuan. Dalam tiga pribadi tetap satu kesatuan Allah yang Esa. Tujuan jurnal ini, karena Allah Esa penting untuk dimengerti dalam kekristenan tentang trinitas, dan dapat diaplikasikan setiap umat Kristen, supaya dapat diketahui melalui Alkitab yang merupakan pewahyuan Tuhan sebagai panduan menjalani kekristenan Tentang trinitas. Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan disebut Allah. Allah Mahakuasa. Alkitab juga mengungkapkan beragam nama sapaan-Nya. Tuhan disebut Elohim artinya Allah Pencipta yang disebut juga Allah Bapa.
Membangun Minat Belajar Anak Usia Dini melalui Penggunaan Media Digital: Sebuah Refleksi Spiritualitas Pendidikan Kristiani
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i2.64

Abstract

This article reviews the importance of Christian Education being taught to children as early as possible to improve children's faith education so that children have genuine and good faith in God. Introducing Christian education from an early age to students will increase students' spiritual potential. 21st-century education is characterized by the use of technology in learning as a requirement of the industrial era 4.0. Rapid and increasingly sophisticated technological advances have significantly changed human life in various fields. This research aims to identify the challenges and efforts experienced by Christian education in the digital era in instilling Christian teaching values in early childhood. This research uses the type of Library Research. The efforts made by Christian education in schools are to align education with current developments through technology-based learning media.  AbstrakArtikel ini mengulas tentang pentingnya Pendidikan Agama Kristen (PAK) diajarkan kepada anak sedini mungkin dengan tujuan untuk meningkatkan pendidikan iman anak, agar anak memiliki iman yang benar dan baik kepada Tuhan. Dengan mengenalkan pendidikan agama sejak dini kepa-da peserta didik akan meningkatkan potensi spiritual peserta didik. Pendidikan abad 21 ditandai dengan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sebagai tuntutan era industry 4.0.  Kemajuan teknologi yang begitu cepat dan semakin canggih membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia di berbagai bidang. Tujuan penelitian ini yakni mengenali tantangan dan upaya yang dialami oleh pendidikan agama Kristen di era digital, dalam menanamkan nilai-nilai pengajaran Kristen pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan jenis atau pendekatan penelitian Studi Kepustakaan (Library Research). Upaya yang dilakukan PAK di sekolah adalah menyelaraskan pendidikan dengan perkembangan zaman melalui media pembelajaran berbasis teknologi. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5