cover
Contact Name
Sri Suryanti
Contact Email
agroista@instiperjogja.ac.id
Phone
+6285292612011
Journal Mail Official
agroista@instiperjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agroteknologi Gedung Sawit Jl. Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agroista: Jurnal Agroteknologi
ISSN : 25973835     EISSN : 26847019     DOI : https://doi.org/10.55180/agi
AGROISTA : Journal of Agrotechnology Research is scientific periodical publication on agricultural issue as a media for information dissemination of research result for lecturers, researchers and practitioners. The coverage includes but is not restricted to: Plantation productivity Plant breeding and genetics Plant Physiology Pests and diseases, weeds in plantations Plant protection Sustainable agriculture Organic agriculture Conservation of plantation land Soil and fertility Plantation Management CSR of plantation companies
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2022): NOVEMBER" : 7 Documents clear
Efektivitas Pengaplikasian Tandan Kosong dan LCPKS pada Lahan Mineral untuk Meningkatkan Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Aldi Kurnia Sandi Pohan; Herry Wirianata; Pauliz Budi Hastuti
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.473 KB) | DOI: 10.55180/agi.v6i2.278

Abstract

Penelitian dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit unit Palapa Estate (PLPE), PT Ivo Mas Tunggal, Region Siak, PSM Riau yang merupakan salah satu unit usaha PT Smart Tbk terletak di Desa Bekalar, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Peningkatan produksi minyak sawit di Indonesia diiringi dengan pembangunan pabrik kelapa sawit. Selain menghasilkan minyak sawit (CPO) Crude Palm Oil dan minyak inti sawit (PKO) Palm Kernel Oil, pabrik pengolahan juga menghasilkan limbah (by product). Limbah tertinggi yang dihasilkan berupa limbah cair (LCPKS) sekitar 65% dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sekitar 21 %. Dalam upaya usaha mengurangi pencemaran lingkungan perusahaan komitmen menerapkan zero waste dengan memanfaatkan kembali limbah pabrik kelapa sawit sebagai pupuk organik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) terhadap produktivitas, berat janjang rerata (BJR), jumlah janjang matang, dan karakter agronomi. Penelitian dilakukan selama 3 bulan yaitu pada tanggal 01 Maret-21 Mei 2022. Dilaksanakan menggunakan metode survei agronomi dengan menentukan blok sampel penelitian. Dipilih 4 blok, yaitu 2 blok yang diaplikasikan TKKS dan 2 blok diaplikasikan LCPKS. Data dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data produksi, BJR, jumlah janjang matang, dan karakter agronomi yang diperoleh kemudian di analisis dengan menggunakan uji t pada jenjang 5%. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa aplikasi LCPKS menghadilkan karakter agronomi dan produksi yang lebih baik daripada tankos. Hasil penelitian ini dapat mendukung pemanfaatan LCPKS dan tankos sebagai salah satu sumber hara untuk perkebunan kelapa sawit.
Pengaruh Asal Bahan Cangkok dan ZPT Root Up Terhadap Pertumbuhan Antigonon Leptopus Arwin Silaban; Ni Made Titiaryanti; Neny Andayani
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.379 KB) | DOI: 10.55180/agi.v6i2.297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asal bahan cangkok dan ZPT (root up) terhadap pertumbuhan Antigonon leptopus. Penelitian dilaksanakan di perumahan staf perkebunan Nenggala Estate (NGLE), Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau sejak bulan Februari  hingga Mei 2022. Metode penelitian menggunakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah asal bahan cangkok yang terdiri dari 3 aras yaitu; batang atas, batang tengah, batang bawah. Sedangkan faktor kedua adalah dosis ZPT root up yang terdiri dari 4 aras yaitu;dosis 0 mg (ontrol), dosis 10 mg/tanaman, dosis 20 mg/tanaman, dosis 30 mg/tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam (analysis of variance) pada jenjang nyata 5%. Apabila diperoleh hasil yang signifikan, maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji jarak berganda  DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5%. Parameter yang diamati adalah persentase cangkok hidup, panjang sulur, jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, panjang akar, berat segar akar, berat kering akar dan waktu tumbuh tunas dan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tidak terdapat interaksi nyata antara asal bahan cangkok dan dosis ZPT root up pada setiap parameter pengamatan. Pemberian ZPT root up berpengaruh terhadap persentase cangkok hidup. Cangkok yang diaplikasikan ZPT memberikan persentase cangkok hidup yang lebih tinggi. Asal bahan cangkok batang tengah menunjukkan persentase cangkok hidup yang lebih tinggi.  Perlakuan asal bahan cangkok memberikan pengaruh nyata terhadap parameter waktu tumbuh tunas dan akar. Perlakuan batang atas dan batang tengah waktu tumbuh tunas lebih cepat sedangkan batang tengah dan batang bawah waktu tumbuh aka lebih cepatr, Perlakuan pemberian dosis ZPT root up memberikan pengaruh nyata terhadap parameter waktu tumbuh tunas, Tanaman Antigonon leptopus dengan perlakuan asal bahan cangkok dan dosis ZPT menunjukkan pertumbuhan yang tidak berbeda nyata.
Pengaruh Jamur Trichoderma dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery M. Abdul Haris Sinaga; Achmad Himawan; Elizabeth Nanik Kristalisasi
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.655 KB) | DOI: 10.55180/agi.v6i2.316

Abstract

The aim of this research are to know significance interaction between Trichoderma and cow manure for oil palm pre-nursery seedlings growth, to know the best dosage of Trichoderma for oil palm pre-nursery seedlings growth, and to know the best dosage of cow manure for oil palm pre-nursery seedlings growth. This research was conducted at education and research site (KP2) Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta Special Region. Research location altitude is 118 m asl. This research was carried out in April – June 2021. This research used Completed Random Design that consist of 2 factors. First factor was Trichoderma dosages namely 0 (control), 20, 40, and 60 g/polybag. Second factor was cow manure dosages namely 0 (control), 200, 600, and 1,000 g/polybag. The results showed that there is no significance interaction between Trichoderma and cow manure for all of parameters of oil palm pre-nursery seedlings growth. Trichoderma dosage 20 g/polybag is the best for stem diameter, fresh weight canopy, and dry weight roots parameters. Cow manure dosage 200 g/polybag is the best for seedlings height, leaf number, fresh weight canopy, dry weight canopy, fresh weight roots, and leaf area parameters.
Analisa Faktor Pembatas Pertumbuhan Tebu (Saccharum officinarum L.) di Cangkringan, Yogyakarta Anna Kusumawati; Muhammad Rengga Ibnu Ismail
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.154 KB) | DOI: 10.55180/agi.v6i2.321

Abstract

This study aims to determine the plant growth parameters that most influence sugarcane productivity. The research was carried out from April 2021 to September 2021 in Argomulyo Village, Cangkringan District, Sleman Regency, Yogyakarta. This research was conducted using a survey method by taking samples of sugarcane stalks at each sampling point. The land area is 3 ha which is divided into 3 blocks, then from each block 10 sugarcane samples are taken so that there are 30 sugarcane samples. Parameters observed in this study were plant height, number of stems, stem diameter, number of leaves, number of internodes, and weight of sugarcane stalks. The results showed that the parameters that had a very high effect on productivity were stem diameter (r=0.986), number of tillers per clump (r=0.908) and sugarcane plant height (r=0.904). Meanwhile, the correlation with sugarcane stalk weight was high (r=0.879), with the number of leaves and cane stem segments very low (r=0.160 and r=0.172). Land productivity in the research location was also much lower than its potential. The addition of organic matter to improve the physical properties of the soil and increase the availability of nutrients was needed so as to increase the growth and productivity of sugarcane.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong Ungu Muammar Kadafi; Wiwin Dyah Ully Parwati; Retni Mardu Hartati
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.944 KB) | DOI: 10.55180/agi.v6i2.329

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu terhadap pemberian komposisi media tanam dan dosis NPK serta interaksinya. Penelitian telah dilakukan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2021 di kelurahan Karya Jaya, Rambutan, Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu komposisi media tanam yang terdiri dari 3 aras yaitu tanah : pasir : pupuk kandang kambing (1:1:2), tanah : pasir : pupuk kandang kambing (1:2:1), tanah : pasir : pupuk kandang kambing (2:1:1) dan dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 aras yaitu 7 g/polybag, 13 g/polybag, 19 g/polybag. Dari kedua faktor tersebut diperoleh sebanyak 9 kombinasi perlakuan dengan masing-masing 5 ulangan. Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam pada jenjang taraf 5%. Data yang berbeda nyata diuji lanjut dengan DMRT pada taraf uji 5%. Parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), berat segar tajuk (g), berat kering tajuk (g), berat segar akar (g) dan berat kering akar (g), jumlah buah, dan berat buah (g). Hasil analisis menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap berat segar akar dan berat kering akar. Komposisi media tanam , tanah : pasir : pupuk kandang kambing (1:2:1), tanah : pasir : pupuk kandang kambing (2:1:1) memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan komposisi media tanam  tanah : pasir : pupuk kandang (1:1:2). Perlakuan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tajuk, berat kering tajuk, jumlah buah, dan berat buah. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 13g memberikan pertumbuhan dan  hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Pemberian Mulsa Organik dan Pemangkasan Cabang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Semangka (Citrullus vulgaris Schard) Varietas F1 Punggawa Gisela Jeanca Betra; Heti Herastuti; Tutut Wirawati
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.697 KB) | DOI: 10.55180/agi.v6i2.330

Abstract

Watermelon (Citrullus vulgaris Schard) is a horticultural commodity rich in nutrients that are beneficial to human health. One of the efforts to increase watermelon productivity is by applying organic mulch and pruning the branch. This research was held in July-October 2022 at the Garden of the Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta, Wedomartani. Field experiments using the method compiled with Completely Randomized Block Design (CRD) factorial. The first factor was organic mulch with 3 levels, namely without mulch, rice straw, and husk rice. The second factor was pruning with 3 levels, namely without pruning, pruning leaving 2 branch, and pruning leaving 3 branch. The results showed that the best combination was mulching rice straw and pruning leaving 3 branch, there was an interaction between fruit weight per fruit and fruit weight per plant. Rice straw mulch gave the best results on plant length at 28 and 35 days after planting, number of male and female flowers, fruit diameter, fruit length, fruit weight per hectare, and sugar content. The pruning treatment leaving 3 branch gave the best results on plant lenght at 28 and 35 HST, the number of male and female flowers, fruit diameter, fruit length, fruit weight per hectare, and sugar content
Anomali Iklim El Nino dan La Nina di Indonesia pada 2013-2022 Betti Yuniasih; Wandi Nusa Harahap; Dimas Agung Satya Wardana
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.674 KB) | DOI: 10.55180/agi.v6i2.332

Abstract

Climate anomaly phenomena are increasing in frequency and duration along with the occurance of global warming phenomena. El Nino and La Nina climate anomalies have a direct impact on agriculture. This study aims to analyze the occurrence of extreme climate phenomena El Nino and La Nina in 2012-2022 in Indonesia and their impact on rainfall in South Sumatera Province which is one of the centers of oil palm plantations. The research was conducted by identifying sea surface temperature (SST) anomalies in the Pacific Ocean and classifying them into El Nino and La Nina strength levels or normal conditions. Based on the sea surface temperature anomaly, it is known that Indonesia experienced strong El Nino events in 2014-2015 and weak El Nino in 2019. El Nino causes a prolonged dry season and decreases the amount of rainfall. The La Nina phenomenon occurs in 2020-2022 with weak to moderate strength. La Nina causes a prolonged rainy season and an increase in the amount of rainfall. Normal conditions occurred in 2013, 2016, 2017 and 2018 which were marked by sst anomalies of not more than +0.5°C and -0.5 °C. During normal conditions, South Sumatra Province has an annual rainfall of 2,500 mm, rainfall is evenly distributed throughout the year, and dry months are less than 3 months that suitable for oil palm cultivation. In the last 10 years, Indonesia has experienced the El Nino and La Nina climate anomalies with increasing frequency, duration, and level of strength.

Page 1 of 1 | Total Record : 7