cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Jl. Kaligawe Raya km 4, Genuk, Semarang, Jawa Tengah, 50112
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proyeksi: Jurnal Psikologi
ISSN : 19078455     EISSN : 26564173     DOI : 10.30659
Core Subject : Social,
Proyeksi: Jurnal Psikologi adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung. Jurnal ini memuat hasil pemikiran dan studi empiris bidang psikologi atau bidang lain yang terkait dengan disiplin ilmu psikologi. Terbit setahun dua kali tiap April dan Oktober. Redaksi mengundang para penulis untuk mengirimkan artikel hasil penelitian maupun pemikiran dibidang psikologi maupun bidang lain yang terkait. Redaksi berhak mengedit naskah sepanjang tidak mengubah substansi tulisan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2025): April 2025" : 6 Documents clear
ANTARA CINTA DAN REALITA: MENGUNGKAP PROFIL PSIKOLOGIS PADA NARAPIDANA DENGAN KASUS KEKERASAN SEKSUAL DI LAPAS X Tamami, Avianthi; Hastuti, Lita Widyo
Proyeksi Vol 20, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.20.1.1-16

Abstract

Saat ini kekerasan seksual menjadi kasus yang menarik perhatian publik karena jumlah laporan kasusnya tergolong tinggi. Pelaku kekerasan seksual merupakan salah satu bagian dalam lingkaran masalah yang perlu diteliti untuk mendapatkan pemahaman lebih menyeluruh mengenai fenomena kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan mengungkap profil psikologis pelaku kekerasan seksual, mencakup karakteristik yang sama maupun yang khas dari para pelaku. Riset kualitatif ini dirancang menggunakan studi kasus, dengan teknik purposive sampling melalui wawancara sebagai metode pengumpulan data utama. Data dianalisis melalui proses koding, dilengkapi teknik inter-rater reliability untuk memperkuat konsistensi data dan pada akhirnya menemukan profil psikologis. Partisipan adalah tiga narapidana kasus kekerasan seksual yang sedang menjalani masa hukuman di sebuah lembaga pemasyarakatan. Hasil utama yang bersifat umum menunjukkan bahwa profil psikologis pelaku kekerasan seksual mencakup sifat impulsif (berkaitan dengan rendahnya kontrol diri terhadap dorongan seksual), defisit empati pada korban, serta superioritas sebagai pelaku. Di samping itu ditemukan pula profil khas individu mencakup pembelaan diri, kecenderungan menyalahkan korban, adiksi alkohol dan obat-obatan, konformitas, serta rendahnya keintiman yang disertai kesepian emosional. Temuan penelitian ini membantu untuk memetakan penyebab yang mendorong munculnya kejahatan seksual dari sisi psikologis pelaku, dan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai pertimbangan upaya preventif maupun alternatif intervensi.
PANDANGAN MAHASISWA TERHADAP KONTEN “MARRIAGE IS SCARY” DI TIKTOK Hakim, Muhammad Luqmanul; Adriansyah, Ivan; Lestari, Sri; Abdurrohim, Abdurrohim
Proyeksi Vol 20, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.20.1.17-31

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah memunculkan tren “Marriage is Scary” yang ramai diperbincangkan di kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa. Tren ini mencerminkan ketakutan terhadap proses akan melakukan pernikahan yang dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, budaya, serta pengalaman traumatis di masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi mahasiswa terhadap tren “Marriage is Scary” di TikTok serta bagaimana konten tersebut berpengaruh terhadap regulasi emosi dan pemaknaan pernikahan. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan mahasiswa yang aktif menggunakan TikTok. Hasil menunjukkan bahwa tren “Marriage is Scary” memicu kecemasan dan kesadaran kritis serta menggugah refleksi diri dan memotivasi persiapan lahir batin yang lebih matang. Meski konten dapat memperkuat ketakutan kolektif, literasi digital yang baik dan dukungan nilai spiritual menjadi kunci bagi mahasiswa untuk mengolah narasi negatif menjadi langkah proaktif dalam merencanakan pernikahan. Temuan ini merekomendasikan pentingnya program literasi media, pendidikan pranikah holistik, dan pembekalan psikososial-spiritual bagi generasi muda.The development of social media, particularly TikTok, has given rise to the "Marriage is Scary" trend, which is widely discussed among young people, including college students. This trend reflects fears about the process of marriage, influenced by social, economic, and cultural factors, as well as past traumatic experiences. This study aims to describe college students' perceptions of the "Marriage is Scary" trend on TikTok and how this content influences their emotional regulation and understanding of marriage. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews with three student informants who actively use TikTok. The results indicate that the "Marriage is Scary" trend triggers anxiety and critical awareness, stimulates self-reflection, and motivates more thorough physical and spiritual preparation. Although the content can reinforce collective fears, good digital literacy and support of spiritual values are key for college students to transform negative narratives into proactive steps in wedding planning. These findings recommend the importance of media literacy programs, holistic premarital education, and psychosocial-spiritual provision for the younger generation.
VALIDITAS ISI MODUL ‘SKEMA’ UNTUK MENINGKATKAN STRATEGI KOPING MENGHADAPI STIGMA PADA KLIEN REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA Humairoh, Farras Shopy; Hafizah, Nurul; Raudhoh, Siti; Rahim, Beny
Proyeksi Vol 20, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.20.1.32-43

Abstract

Stigma terhadap klien rehabilitasi penyalahgunaan narkoba masih merajalela sehingga berdampak pada gaya kopingnya yang cederung kurang tepat dalam menyikapi dampak penyalahgunaan narkoba, yaitu relapse. Belum terdapatnya panduan edukasi khusus terkait hal tersebut melatarbelakangi penyusunan modul psikoedukasi strategi koping dalam menghadapi stigma terhadap klien rehabilitasi penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas isi dari Modul Psikoedukasi ‘SkeMa’ untuk Klien Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba dalam Menghadapi Stigma. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif uji validitas isi modul dengan model 3D (Define, Design and Develop). Data penelitian diperoleh melalui prosedur judgement pemberian skor rating oleh ahli atau validator yang ditentukan secara purposive yaitu psikolog bidang peminatan klinis dan konselor adiksi. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif aiken’s V untuk menilai kesesuaian isi dengan konstruk yang diukur. Penelitian ini menunjukkan hasil validasi isi modul dengan rentang skor yang bergerak pada angka 0,66 – 0,91. Berdasarkan hasil uji validitas modul SkeMa dapat disimpulkan valid untuk digunakan dengan beberapa saran dan perbaikan dari validator. Kriteria tersebut dinilai berdasarkan isi materi, penyajian, bahasa serta kemudahan dalam pelaksanaan psikoedukasi dalam meningkatkan strategi koping klien penyalahgunaan narkoba.The stigma towards drug abuse rehabilitation clients is a common issue that still often results in an impact on their coping styles, which tend to be less appropriate in responding to impact of drug use. Due to the lack of specific educational guidance on this matter, psychoeducational modules have been prepared to help clients overcome stigma. This research aims to test the validity of the content of the 'SkeMa' Psychoeducational Module for Drug Abuse Rehabilitation Clients in Facing Stigma. This research uses a descriptive study to test the validity of the module content with using a 3D model (Define, Design and Develop). Research data was collected through a judgment procedure by clinical psychologists and addiction counselors who rated the module content. Data was analyzed using Aiken's V descriptive analysis to assess content suitability for the measured construct. The research validated the module content with a score range between 0.66 – 0.91. After validating the SkeMa Module, it can be concluded that it is valid for use with some suggestions and improvements from validator. The criteria are based on content, presentation, language, and ease of implementing psychoeducation for improving client’s coping strategies for drug abuse.
CAREER DECISION-MAKING SELF-EFFICACY: CAREER GOAL DISCREPANCY DAN RESILIENSI Aurelia, Laila Moza; Kinayung, Dian; Widyowati, Arini
Proyeksi Vol 20, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.20.1.44-55

Abstract

Kesulitan mahasiswa dalam menentukan pilihan karier seringkali berkaitan dengan rendahnya career decision-making self-efficacy (CDMSE). Kondisi ini menyebabkan mahasiswa mengalami tekanan dalam menentukan arah kariernya. Penelitian ini dilakukan untuk menguji hubungan antara career goal discrepancy dan resiliensi dengan CDMSE. Sampel pada penelitian ini melibatkan 235 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Data penelitian diperoleh menggunakan Career Goal Discrepancy Scale (CGDS) (α = 0,902), skala resiliensi (α = 0,892, dan Career Decision-Making Self-Efficacy Scale (CDMSES) (α = 0,928). Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil analisis diperoleh bahwa career goal discrepancy dan resiliensi berhubungan dengan CDMSE (R = 0,559; p = 0,000 < 0,01) dengan sumbangan efektif sebesar 31,2% (R2 = 0,312). Secara parsial, career goal discrepancy berhubungan negatif dengan CDMSE (r = -0,406; p = 0,000 < 0,01). Kemudian, variabel resiliensi berhubungan positif dengan CDMSE (r = 0,524; p = 0,000 < 0.01). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara career goal discrepancy dan resiliensi dengan CDMSE.University students often face difficulties in making career choices, which are closely linked to low levels of career decision-making self-efficacy (CDMSE). Such a condition can lead to increased psychological pressure and uncertainty in determining their career paths. This study aims to examine the relationship between career goal discrepancy and resilience with CDMSE. The sample of this study consisted of 235 students from the Faculty of Psychology at Ahmad Dahlan University, Class of 2022. This research using quantitative methods with cluster random sampling techniques. Data were collected using the Career Goal Discrepancy Scale (CGDS) (α = 0.902), the Resilience Scale (α = 0.892), and the Career Decision-Making Self-Efficacy Scale (CDMSES) (α = 0.928). Data analysis was conducted using multiple linear regression analysis. The analysis results indicated that career goal discrepancy and resilience are related to CDMSE (R = 0.559; p = 0.000 < 0.01) with an effective contribution of 31.2% (R² = 0.312). Partially, career goal discrepancy is negatively related to CDMSE (r = -0,406; p = 0,001 < 0,01). Meanwhile, the resilience variable is positively related to CDMSE (r = 0,524; p = 0,000 < 0.01). This study highlights the relationship between career goal discrepancy and resilience with CDMSE. 
EFEK PHUBBING DAN KONTROL DIRI TERHADAP INTERAKSI SOSIAL GENERASI Z DI KOTA SEMARANG Noermartanto, Zulfikar Risqi; Wahib, Abdul; Sessiani, Lucky Ade
Proyeksi Vol 20, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.20.1.56-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh phubbing dan kontrol diri terhadap interaksi sosial generasi Z kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu prosedur pengambilan sampel yang tidak memberikan setiap anggota populasi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Lalu jenis sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pendekatan pengambilan sampel yang memperhitungkan faktor-faktor tertentu. Subjek penelitian berjumlah 100 remaja dengan rentan usia 17-24 tahun,. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah: 1) Phubbing tidak berpengaruh terhadap interaksi social, 2) Kontrol diri berpengaruh positif terhadap interaksi sosial. 3) Phubbing dan kontrol diri secara simultan berpengaruh terhadap interaksi sosial. Variabel phubbing dan kontrol diri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap interaksi sosial pada generasi Z kota Semarang dengan perolehan perbandingan Fhitung 11,485 > Ftabel 3,09 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Variabel phubbing dan kontrol diri memiliki pengaruh sebesar 17,5% terhadap variabel interaksi sosial, dan sisanya 82,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.This study aims to empirically examine the effect of phubbing and self-control on the social interactions of generation Z in Semarang. This study uses a quantitative approach. The sampling method uses a non-probability sampling technique, which is a sampling procedure that does not give every member of the population the same opportunity to be selected as a sample. Then the type of sampling used is purposive sampling, which is a sampling approach that takes into account certain factors. The research subjects were 100 teenagers with a vulnerable age of 17-24 years, while the data analysis used the SPSS Statistic 23 application. The data analysis technique used multiple linear regression tests. The results of this study are: 1) Phubbing has no effect on social interaction. 2) Self-control has a positive effect on social interaction. 3) Phubbing and self-control simultaneously affect social interaction. Simultaneous phubbing and self-control variables have a significant effect on social interaction in generation Z in the city of Semarang with a comparison of Fcount 11.485 > Ftable 3.09 and a significance value of 0.000 <0.05. The phubbing and self-control variables have an influence of 17.5% on the social interaction variable, and the remaining 82.5% is influenced by other variables not examined.
PRIA VERSUS WANITA: SIAPA YANG LEBIH MENIPU DALAM PRESENTASI DIRI ONLINE DI SITUS JEJARING SOSIAL? Maulani, Rusdiana Ika; Amawidyati, Sukma Adi Galuh
Proyeksi Vol 20, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.20.1.71-84

Abstract

Berkencan melalui situs jejaring sosial mempermudah pengguna untuk menampilkan diri sesuai dengan keinginan, baik secara jujur maupun menipu. Hal ini memicu timbulnya perilaku online deceptive self-presentation (ODSP). Meskipun banyak ditemukan, prevalensi perilaku ini di Indonesia masih belum diketahui. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan ODSP pada pria dan wanita dalam dua domain, yakni daya tarik fisik dan pencapaian pribadi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif-komparatif, dengan populasi pengguna situs jejaring sosial berusia 17 – 35 tahun. Non-probability sampling digunakan sebagai teknik sampling, khususnya convenience sampling. Skala deceptive self-presentation versi bahasa Indonesia digunakan sebagai alat pengumpulan data, dengan reliabilitas 0,834. Uji-t dengan software JASP 0.18.1.0 dilakukan untuk mengetahui perbedaan mean dari kedua sampel independen. Penelitian ini memperoleh N = 315 (pria = 106; wanita = 209) dengan mean usia = 22,4 tahun (SD = 3,1). Hasil penelitian ini menunjukkan t = 5,068 dan p < 0,001 yang artinya terdapat perbedaan tingkat ODSP pada pria dan wanita. Nilai t = 3,012 dan p = 0,003 dalam daya tarik fisik serta t = 6,558 dan p < 0,001 dalam pencapaian pribadi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ODSP pada pria dan wanita dalam kedua domain tersebut. Tingkat perilaku ODSP pada pria dalam kedua domain, yaitu daya tarik fisik (mean = 1,311) dan pencapaian pribadi (mean = 0,821) lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Tingkat perilaku ODSP pada wanita dalam daya tarik fisik (mean = 0,914) dan pencapaian pribadi (mean = 0,120) lebih rendah dibandingkan dengan pria.Dating through social networking sites makes it easier for users to present themselves as they wish, either honestly or deceptively. This triggers the emergence of online deceptive self-presentation behavior (ODSP). Although widely found, the prevalence of this behavior in Indonesia is unknown. This study was conducted to determine the differences in ODSP in men and women in two domains, namely physical attractiveness and personal achievement. This study is a quantitative-comparative study, with a population of social networking site users aged 17-35 years. Non-probability sampling was used as a sampling technique, specifically convenience sampling. The Indonesian version of the deceptive self-presentation scale was used as a data collection tool, with a reliability of 0.834. A t-test with JASP 0.18.1.0 software was conducted to determine the mean difference between the two independent samples. This study obtained N = 315 (men = 106; women = 209) with a mean age = 22.4 years (SD = 3.1). The results of this study showed a t-value of 5.068 and p-value of <0.001, indicating a different level of ODSP between men and women. The t-value of 3.012 and p-value of 0.003 for physical attractiveness and the t-value of 6.558 and p-value of <0.001 for personal achievement indicate a different level of ODSP between men and women in both domains. Men's levels of ODSP behavior in both domains, namely physical attractiveness (mean = 1.311) and personal achievement (mean = 0.821), were higher than women's. Women's levels of ODSP behavior in physical attractiveness (mean = 0.914) and personal achievement (mean = 0.120) were lower than men's.

Page 1 of 1 | Total Record : 6