cover
Contact Name
Agus Junaidi
Contact Email
agus.asj@bsi.ac.id
Phone
+6285780122190
Journal Mail Official
jurnal.jmp@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No. 98, Senen, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Media Penyiaran
ISSN : -     EISSN : 27978095     DOI : https://doi.org/10.31294/jmp
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Media Penyiaran (JMP) pertama kali publikasi tahun 2021 dengan nomor ISSN (Elektonik): 2797-8095 yang diterbitkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Jurnal Media Penyiaran (JMP) adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Penyiaran Fakultas Komunikasi Dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika. Jurnal Media Penyiaran (JMP) terbit berkala pada bulan Juni dan bulan Desember. Redaksi Jurnal Media Penyiaran menerima artikel ilmiah dan hasil peneliitian pada bidang media penyiaran seperti televisi, radio, dan new media (website, blog, dan media sosial).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025): desember 2025" : 5 Documents clear
Representasi Pesan Emosional dalam Lirik Cancer oleh My Chemical Romance: Analisis Semiotika Saussure Haikal; Okki Priskila; Dito Anjasmoro Ningtyas; elhidayah, nuriman
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 2 (2025): desember 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i2.11297

Abstract

My Chemical Romance merupakan band rock asal Amerika Serikatyang dikenal melalui lirik-lirik emosional dan naratif yang kuat. Salah satu lagunya, “Cancer”, menggambarkan rasa kehilangan dan penderitaan seseorang yang menghadapi penyakit terminal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna mendalam dalam lirik lagu Cancer dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik Cancer memiliki makna yang mewakili rasa sakit fisik dan emosional, sementara petanda dalam lirik ini mencerminkan makna kehilangan, perpisahan, dan proses menghadapi kematian. Melalui pendekatan semiotika, ditemukan bahwa makna dalam lagu ini tidak hanya berasal dari kata-kata, namun juga dari relasi simbolik yang dibentuk oleh emosi dan konteks sosial. Lagu ini menunjukkan bahwa musik adalah medium reflektif yang mampu mengungkapkan pengalaman manusia secara mendalam.
Analisis CigaTV Sebagai Televisi Komunitas dalam Melestarikan Identitas Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptagelar Ichsan Rachman; A.M Babys, Salomon; Faisyal, Faisyal
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 2 (2025): desember 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i2.11365

Abstract

Di era globalisasi saat ini, masyarakat adat rentan terhadap erosi budaya dan kehilangan identitas akibat penetrasi media massa global. Penelitian ini menganalisis peran CigaTV, sebuah televisi komunitas yang diinisiasi oleh masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar, sebagai instrumen strategis untuk pelestarian budaya di tengah arus modernisasi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis fungsi CigaTV dalam upaya melestarikan identitas masyarakat adat Ciptagelar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi komunikasi, penelitian ini menggali bagaimana proses produksi dan distribusi konten CigaTV berkontribusi pada penguatan identitas kolektif. Analisis data menggunakan kerangka Teori Konvergensi Simbolik untuk membedah bagaimana pesan-pesan simbolik dalam tayangan CigaTV menciptakan realitas bersama di antara anggota komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CigaTV secara efektif mengubah tradisi lisan dan ritual menjadi konten audiovisual yang dapat diakses secara luas, dengan fokus pada pilar kehidupan seperti sistem agraris, ritual adat, dan kesenian tradisional. Proses ini memicu "rantai fantasi" yang memperkuat "realitas simbolik bersama" yang menyatukan komunitas. Temuan utama menegaskan bahwa CigaTV menjalankan fungsi ganda sebagai wahana pendidikan dan kohesi sosial internal, sekaligus sebagai duta budaya ke dunia luar, membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang ampuh untuk memperkokoh identitas adat bagi generasi mendatang 
Patriarki dan Kekerasan Seksual melalui Simbol Monster dalam Film Barbarian (2022): Analisis Semiotika Roland Barthes Yogi Ariska; muhammad ichsan; yudha febri alpaksi; herry
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 2 (2025): desember 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i2.11367

Abstract

Film Barbarian (2022) menghadirkan narasi horor yang tidak hanya mengandalkan ketegangan dan teror, melainkan juga menyajikan kritik sosial mengenai patriarki dan kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi patriarki melalui simbol monster dalam film Barbarian dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang mencakup level denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif dengan objek berupa tanda-tanda visual dan naratif dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa figur monster, ruang bawah tanah, serta karakter-karakter pendukung membangun mitos tentang bagaimana patriarki melanggengkan kekerasan seksual. Penelitian ini berkontribusi pada kajian film horor sebagai media kritik sosial terhadap relasi kuasa gender.
Fenomena Normalisasi Konten Mengemis Gift pada Live TikTok dalam Perspektif Cyber Ethics di Kalangan Remaja Kussanti, Devy Putri; Armelsa, Dhefine
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 2 (2025): desember 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i2.11717

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena konten mengemis gift dalam siaran langsung aplikasi TikTok yang semakin marak dan mengalami normalisasi di kalangan pengguna, khususnya remaja. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola interaksi dan nilai etika dalam ruang digital, di mana praktik mengemis gift semakin dianggap wajar dan menjadi bagian dari budaya live streaming. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme yang memandang realitas sosial sebagai hasil konstruksi makna melalui interaksi simbolik antara kreator dan audiens. Data dikumpulkan melalui observasi konten siaran langsung TikTok, dokumentasi, serta analisis bentuk komunikasi dan respons audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa normalisasi konten mengemis gift di kalangan remaja terbentuk melalui tiga pola utama. Pertama, pola mengemis gift melalui bercandaan atau tantangan, di mana permintaan gift dikemas secara humoris sehingga tidak dianggap sebagai tindakan mengemis. Kedua, pola mengemis gift melalui penghargaan atau pengakuan, seperti pemberian pujian, penyebutan nama, atau status simbolik kepada penonton yang mengirimkan gift. Ketiga, pola mengemis gift melalui tindakan bersyarat, yaitu kreator menjanjikan atau melakukan tindakan tertentu apabila target gift terpenuhi. Ketiga pola tersebut berperan dalam membangun persepsi kolektif bahwa praktik mengemis gift merupakan hal yang normal dan dapat diterima. Dalam perspektif cyber ethics, fenomena ini berpotensi mengaburkan nilai-nilai etika digital, seperti tanggung jawab, kejujuran, dan kesadaran akan batas etis dalam interaksi daring. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian komunikasi digital serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya etika siber di kalangan remaja.
Strategi Komunikasi Grup Musik Hivi! Dalam Memperkenalkan Vokalis Baru Melalui Media Sosial Youtube Acih sari; Rawit Sartika; Faris Saputra Dewa; Keriyono
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 2 (2025): desember 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i2.11996

Abstract

Grup musik HiVi! melakukan pergantian vokalis setelah Neida Aleida memutuskan untuk keluar dari HiVi! dan Keisha Cinantya ditunjuk sebagai personel baru yang mengisi posisi vokalis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa strategi komunikasi grup musik HiVi! dalam memperkenalkan vokalis baru melalui media sosial YouTube. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan menganalisis sebanyak enam buah video yang berkaitan dengan proses pergantian vokalis, mulai dari pengunduran diri Neida Aleida, pencarian vokalis baru, hingga pengumuman dan pengenalan Keisha Cinantya sebagai vokalis baru HiVi! yang diunggah melalui saluran resmi YouTube @sayhivi mulai bulan Oktober 2024 hingga Juli 2025. Terdapat beberapa video dengan format siaran pers digital yang digunakan untuk memberikan pesan yang jelas dan dapat dijadikan sebagai referensi oleh media massa dalam membuat berita yang terkait dengan HiVi!. Terdapat juga video pengenalan yang dikemas dengan parodi, dan video yang menjelaskan profil Keisha Cinantya sebagai vokalis baru HiVi!. Semua video yang telah diunggah melalui saluran resmi YouTube @sayhivi memiliki pesan yang berbeda namun saling berkaitan antara satu video dengan video lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5