PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles
97 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika"
:
97 Documents
clear
Operator Adjoint pada Ruang Fungsi Terintegral Dunford
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini mengkaji integral Dunford fungsi bernilai Banach . Jika fungsi merupakan fungsi terukur lemah sedemikian sehingga fungsi terintegral Lebesgue, maka fungsi tersebut dikatakan terintegral Dunford. Nilai integral Dunford atas sebarang himpunan terukur adalah . Diperlihatkan bahwa koleksi semua fungsi terintegral Dunford, merupakan ruang linear. Jika untuk setiap didefinisikan operator oleh , untuk setiap , maka merupakan operator Adjoint dari operator . Ditunjukan bahwa operator Adjoint merupakan operator linear dan terbatas. Selanjutnya dikaji beberapa sifat yang lain dari operator Adjointnya.
Analisis Pengaruh Operator Genetik pada Algoritma Genetika dan Penerapannya pada Traveling Salesman Problem (TSP)
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Algoritma genetika merupakan suatu algoritma pencarian metaheuristik yang berdasar pada mekanisme seleksi alam dan operasi genetika guna diperolehnya suatu solusi. Solusi yang dihasilkan, ditentukan berdasarkan nilai parameter dan operator yang digunakan. Penentuan cara kerja dari masing-masing operator yaitu operator seleksi, crossover dan mutasi, dapat diketahui dengan menggunakan teori Schemata. Selain itu, jika diasumsikan bahwa operator crossover diabaikan, dengan maksud akan lebih ditekankan pada operator mutasi maka probabilitas dihasilkannya suatu solusi, akan meningkat. Salah satu permasalahan yang dapat diselesaikan dengan menggunakan algoritma genetika yaitu Traveling Salesman Problem (TSP). TSP merupakan suatu permasalahan optimasi, guna ditemukannya sikel Hamilton yang memiliki bobot minimum pada sebuah graf terhubung. Penelitian ini membahas penerapan algoritma genetika untuk menyelesaikan TSP pada kasus data ulysses16.tsp. Berdasarkan perhitungan dan pengujian, diperoleh nilai parameter yang menghasilkan total jarak tempuh minimal sebesar 65.169, dengan: jumlah generasi sebesar 300, jumlah populasi sebesar 120, probabilitas crossover sebesar 0,7 dan probabilitas mutasi sebesar 0,3.
Ethnomathematics: Konsep Matematika dalam Pembuatan dan Penggunaan Klakat
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara konsep matematika dengan pembuatan dan penggunaan Klakat dalam budaya masyarakat Bali. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan studi etnografi pada masyarakat Bali Mula yang tinggal di Desa Songan dan Desa Belandingan. Penelitian fokus pada eksplorasi ethnomathematics masyarakat di dua desa tersebut. Setelah dilakukan observasi, wawancara, FGD, dan analisis dokumentasi ditemukan beberapa ethnomathematics. Satu diantaranya yaitu adanya konsep pola bilangan dan fungsi pada pembuatan Klakat. Disamping itu, terdapat konsep bentuk bangun ruang prisma dan kubus pada saat pembuatan upacara adat atau upacara agama dengan memanfaatkan Klakat.
Analisis kesalahan siswa dalam mengerjakan soal cerita di topik geometri dan faktor-faktor penyebabnya
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kemendikbud (2018) hasil rata - rata nilai Ujian Nasional di Indonesia pada mata pelajaran matematika menduduki peringkat paling rendah diantara mata pelajaran lainnya. Sebagian besar siswa mengalami kesalahan dalam menjawab soal pada materi geometri, hal tersebut terlihat dari data yang menunjukan bahwa 18,65% siswa yang hanya dapat menjawab soal dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan letak kesalahan siswa pada materi geometri kelas IX dan faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesalahan dalam mengerjakan soal tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah memberikan soal test dan wawancara dengan siswa. Selanjutnya hasil analisis kesalahan jawaban siswa pada materi geometri akan dipaparkan dibagian kesimpulan. Saran dapat dilihat pada bagian kesimpulan.
Pembentukan Karakter Kerja Keras dan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Pembelajaran Berbantuan Modul Etnomatematika dan Pendampingan dengan Teknik Scaffolding
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keefektivan penerapan pendampingan dengan teknik scaffolding pada pembelajaran matematika dengan modul berbasis etnomatematika untuk menumbuhkan kerja keras peserta didik guna mencapai sukses kemampuan pemecahan masalah materi volume kubus dan balok kelas V. Pendampingan belajar dilakukan dengan cara peserta didik diberikan modul untuk dipelajari pada periode waktu tertentu dan diberi pendampingan belajar. Penelitian ini dilakukan dengan metode campuran (mixed method) dengan variabel yaitu karakter kerja keras dan Kemampuan pemecahan masalah. Data diambil dengan observasi kerja keras dan tes kemampuan pemecahan masalah selanjutnya diolah dengan uji banding t, regresi dan uji gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran efektif: (1) perangkat yang dikembangkan valid dengan kriteria sangat valid untuk modul etnomatematika dan panduan panduan pendampingan, (2) kemampuan pemecahan masalah mencapai ketuntasan klasikal, dengan 91,3% mencapai ketuntasan individual, (3) adanya pengaruh positif karakter kerja keras terhadap kemampuan pemecahan masalah sebesar 64,9% dan (4) Adanya peningkatan kerja keras dari pendampingan I ke V pada subjek (gain peningkatan: 0,5; 0,6; 0,85; 0,49; 0,48; 49) dengan rata-rata nilai gain 0,53. Disimpulkan karakter kerja keras dan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik terbentuk.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematika Ditinjau dari Kemandirian Belajar pada Model Problem Based Learning dengan Mode Oral Feedback
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri bagaimana kemampuan penalaran matematis ditinjau dari kemandirian belajar pada model Problem Based Learning dengan mode oral feedback. Metode yang digunakan adalah penelitian penelitian dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII SMP PT Ulul Abshor Semarang. Analisis data diperoleh dari metode tes dan non tes. Metode tes berupa soal dengan materi segiempat dan segitiga yang mengandung indikator kemampuan penalaran matematis. Sedangkan metode non tes berupa angket kemandirian belajar dan wawancara terbuka. Berdasarkan triangulasi yang diambil dari data analisis kemandirian belajar, kemampuan penalaran matematis, dan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan antara kemandirian belajar dan kemampuan penalaran matematis. Jika kemandirian belajar siswa tinggi maka kemampuan penalarannya juga tinggi begitu pula sebaliknya.
Bagaimana Mahasiswa Menyusun dan Memverifikasi Dugaan: Kasus pada Materi Kalkulus
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bukti adalah penting dalam matematika, tapi itu adalah akhir dari suatu proses. Sebelum dapat dibuktikan, mesti ada ide yang berharga untuk digunakan dalam pembuktian. Tahap penyelidikan dalam berpikir matematika membangun semua gambaran hubungan dan gambaran hubungan tersebut membawa pada suatu dugaan. Paparan ini merupakan hasil dari penelitian kualitatif eksploratif yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa menyusun dan memverifikasi dugaannya pada materi kalkulus. Dari hasil wawancara terhadap dua orang mahasiswa subjek penelitian, keduanya menyusun dugaan secara empiris yakni dengan mencoba melihat kecenderungan atau pola dari beberapa kasus dan memverifikasi dugaannya dengan membuktikan secara analitis. Salah satu mahasiswa membayangkan terbentuknya pola secara kontinu dan menemukan bukti analitisnya tidak sesuai dengan dugaan, kemudian mencoba melihat mengapa dugaannya berbeda dengan buktinya. Sementara mahasiswa lainnya menemukan pola dengan menggambar di kertas dari kasus-kasus diskrit dan melihat ada kemungkinan dugaannya berbeda dengan buktinya tetapi kemudian memaksakan bukti analitis sesuai dugaannya.
Inovasi desain batik fraktal menggunakan geometri fraktal koch snowflake (m,n,c)
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Batik fraktal merupakan inovasi karya seni Indonesia yang dimodelkan dan dirancang secara sains modern. Batik fraktal tersusun atas berbagai macam bentuk geometri fraktal. Pada penelitian ini, batik fraktal akan disusun menggunakan bentuk geometri fraktal Koch snowflake dan Koch anti-snowflake . Inisiator atau poligon segi- atau nilai yang digunakan adalah . Generator atau bentuk pembangkitan atau nilai mengikuti nilai . Nilai atau pembagi segmen tengah yang digunakan adalah dan . Metode pembangkitan yang digunakan adalah metode IFS memanfaatkan transformasi Affine, yaitu dilasi, transalasi, dan rotasi. Proses pembangkitan dilakukan sebanyak 2 iterasi. Pola dasar yang digunakan sebanyak 5 dan penyusunan ornamennya dilakukan menggunakan translasi. Hasil pertama yang didapatkan adalah algoritma penyusunan ornamen pada tiap pola. Hasil kedua adalah kombinasi ornamen pada tiap pola, yaitu 64 kombinasi pada pola 1,2,3 dan 512 kombinasi pada pola 4,5. Hasil ketiga adalah penggabungan desain batik dengan motif lokal. Pada penyusunan ornamen pada Pola 1 terdapat persamaan dengan batik motif parang rusak dan penyusunan ornamen Pola 5 terdapat persamaan dengan motif batik nitik. Abstract Batik fractal is an innovation of Indonesian art that is modeled and designed in modern science. Fractal batik is composed of various forms of fractal geometry. In this study, batik fractals will be arranged using the fractal form of Koch snowflake and Koch anti-snowflake . The initiator or the -polygon or the value used is The generator or form of generation or the value follows the value of . The value of used is and . The generation method used is the IFS method utilizing Affine’s transformation which are dilation, transition, and rotaion. The generation proced two iterations. There are 5 basic pattern used and the arrangement of ornaments is using translation. The first results obtained are the algorithm for arranging ornaments in each pattern. The second result is a combination of ornaments on each pattern, 64 combinations for the 1st, 2nd, 3rd patterns and 512 combinations for the 4th, 5th patterns. The third result is combination between batik design with local patterns. The last one is the simillarity for the arrangement of ornaments on the 1st pattern with parang rusak’s batik pattern and the 5th pattern with nitik’s batik pattern.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Self Efficacy Siswa SMP Negeri 1 Cepiring Kelas VIII Pada Pembelajaran PBL Bernuansa Etnomatematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) ketuntasan klasikal pada Problem Based Learning (PBL) bernuansa etnomatematika, (2) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran PBL bernuansa etnomatematika dibandingkan pada pembelajaran konvensional, (3) perbedaan self efficacy siswa sebelum dan sesudah pembelajaran PBL bernuansa etnomatematika, dan (4) mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dari tiap kategori self efficacy. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method dengan desain penelitian concurrent embedded design. Pada penelitian kuantitatif menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII pada salah satu SMP di Kendal tahun ajaran 2018/2019. Dengan teknik simple random sampling, terpilih 32 siswa kelas VIII F sebagai kelompok eksperimen, dan 29 siswa kelas VIII G sebagai kelompok kontrol. Metode pengambilan data dilakukan dengan tes, angket skala GSE (General Self Efficacy), observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan uji proporsi, perhitungan rata-rata selisih pretest dan posttest serta uji Independent Sample T-test, uji Paired Sample T-test dan uji satu pihak (pihak kanan), dan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran PBL bernuansa etnomatematika pada materi bangun ruang sisi datar mencapai ketuntasan klasikal; (2) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran PBL bernuansa etnomatematika lebih tinggi daripada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, meskipun perbedaannya tidak terlalu signifikan; (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara self efficacy siswa sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran PBL bernuansa etnomatematika, dimana rata-rata skor self efficacy sesudah pembelajaran lebih tinggi; (4) siswa dengan self efficacy tinggi cenderung dapat memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis; (5) siswa dengan self efficacy sedang cenderung memenuhi indikator memahami masalah, menyusun rencana pemecahan masalah, dan melaksanakan rencana pemecahan masalah; (6) siswa dengan self efficacy rendah cenderung hanya memenuhi indikator memahami masalah.
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMP Menggunakan Metode Guided Discovery Learning Dalam Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Self Concept Siswa pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 3 (2020): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Siswa akan belajar dengan baik jika mendapat bantuan bimbingan yang tepat dari guru. Salah satu metode pembelajaran yang tepat digunakan adalah guided discovery learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa menggunakan metode guided discovery learning ditinjau dari self concept siswa kelas VIII SMP Swasta di Yogyakarta pada materi sistem persamaan linier dua variabel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian sebanyak 21 siswa kelas VIII dan satu guru sebagai kolaborator. Desain penelitian menggunakan model spiral Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 4 langkah yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Penelitian dilakukan dalam 2 siklus, masing-masing terdiri dari 2 pertemuan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, tes prestasi belajar, angket self concept, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar ditinjau dari self concept siswa, yaitu rata-rata nilai siswa pada siklus I sebesar 51,43 meningkat pada siklus II menjadi 72,38. Persentase ketercapaian KKM pada siklus I sebesar 23,81% meningkat pada siklus II mencapai 76,19% dengan jumlah siswa tuntas sebanyak 16 siswa dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 5 siswa.