cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3 (2005): November" : 6 Documents clear
PERTANGGUNGJAWABAN NEGARA TERHADAP KERUGIAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT KEGIATAN EKSPOR IMPOR LIMBAH 83 (The State Responsibilities toward Environmental Damages due to Hazardous Wastes Export-Import Activities) Damianus Bilo; Sugeng F. Istanto; Marsudi H. Triatmodjo
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2005): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18639

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dan menganalisis fenomena legal dan praktek hukum yang mengatur pergerakan lintas batas B3 dan limbah 83. Penelitian ini mengkombinasikan pendekatan legal dan normatif. Informasi diinterpretasi dengan menggunakan metode Juridical-analytical dan evaluative-explanatory. Penelitian menyimpulkan bahwa fihak-fihak yang terlibat dalam pengeluaran limbah B3 adalah bertanggung jawab baik secara individual maupun kolektif untuk memberikan kompensasi kerusakan lingkungan yang diderita oleh fihak ketiga. Prinsip ini didasarkan pada hukum publik internasional yang menyatakan bahwa setiap tindakan pelanggaran hukum oleh suatu negara adalah menyangkut pertanggung jawaban international dari negara tersebut.  ABSTRACTThis research aims to investigate and analyze legal phenomena and the practices of law that regulate transboundry movement of hazardous wastes and their disposal. The research combines the normative and empirical legal approach. Information is interpreted by using juridical analytical and evaluative explanatory method. The research concludes that the parties involved in the transmission of hazardous wastes are either individually or collectively responsible for compensating detriments and environmental damaged sufferes by the third parties. This principle is based on the public international law, which insists that every internationally wrongful act of a State entails the international responsibility of that State.
PERAN PEMERINTAH DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM REHABILITASI HUTAN MANGROVE: KASUS DI KECAMATAN PEMANGKAT KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT (Government Roles and Community Participation in the Rehabilitation of Mangrove Forset: A Case of Pemangkat Sub) Fitriadi Fitriadi; Totok Gunawan; Rijanta Rijanta
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2005): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18640

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pemerintah Daerah dan partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi hutan mangrove dan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat. Daerah penelitian adalah Desa Pemangkat Kota Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Responden penelitian terdiri dari masyarakat Desa Pemangkat Kota yang terlibat langsung dalam kegiatan rehabilitasi hutan mangrove dan aparat Pemerintah Daerah yang terkait dengan kegiatan rehabilitasi hutan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pemerintah Daerah dalam rehabilitasi hutan mangrove Tanjung Bila, dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan adalah rendah. Hal ini disebabkan oleh kurang dilibatkannya masyarakat dalam proses perencanaan, sikap apatis dari masyarakat, dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. ABSTRACTThe research was aimed to understand the Local Territory Government roles and the community participation on mangrove forest rehabilitation including factors that influenced community participation. The study area was Pemangkat Kota Village Pemangkat Sub District Sambas Regency West Kalimantan. The methods used for this research were quantitative and qualitative methods, and were conducted through a descriptive analysis. The respondents were communities at Pemangkat Kota Village who were involved directly on the mangrove forest rehabilitation activities and the Local Governmental officials that linked to such activities. The results show that both the rules of Local Government in the forest rehabilitation of Tanjung Bali and the respondent participations for planning process were low. The lack of involvement of societies on planning process, apathetic attitude of societies, and low level of societies education, and low income were factors that contributed to the condition.
MANAJEMEN KONFLIK DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA ALAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP LEWAT PELAKSANAAN HUKUM ADAT SASI (Conflict Management in the Use of Natural Resources and Environmental Conversation through the Realization of Sasi Traditional Law) Daniel Lucas Kusapy; Cornelis Lay; Yosef Riwu Kaho
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2005): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18641

Abstract

ABSTRAKHukum adat Sasi ditetapkan melalui institusi adat atau Pemerintahan Tradisional di desa. Hukum tersebut mencakup pola sanksi atau hukuman yang diberikan kepada pelanggar hukum. Pola hukuman adalah dalam bentuk denda material dengan membayar barang antik atau uang, Hukuman fisik berupa kerja paksa di kebun atau lingkungan desa, sedangkan sanksi sosial berupa pengucilan dari desa. Ditemukan bahwa warga masyarakat desa sangat patuh terhadap pelaksanaan hukum adat sasi. Hal ini karena tidak saja mereka takut terhadap sanksi, tetapi juga bahwa mereka menyadari bahwa hukum adat Sasi dapat mencegah konflik antar warga. ABSTRACTSasi Traditional Law is determined through a traditional institution or Traditional Government in the village. It includes the patterns of sanctions or punishment which are applied to the offenders of law. The pattern of punishment is in the form of material fine using ancient, antique goods and money. The physical punishment is in the form of forced labor at the village gardens or environment, while the social sanction is in the form of punishment to eviction from the village. It is found that members of the village community are very obedient and submissive towards the realization of Sasi Traditional Law. This is because not only they are afraid of the sanctions but also they realize that the Sasi Traditional Law set them apart from conflict among the citizen.
KAJIAN TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUHNYA PEDAGANG KAKILIMA PADA SUATU KAWASAN: STUDI KASUS KAWASAN MONUMEN PERJUANGAN 45 BANJARSARI SURAKARTA (A Study on the Factors Accelerating the Growth of Vendors in A Region: A Case Study) Eko Wahyu Ariyadi; Laretna T. Adishakti; Didik Kristiadi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2005): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18642

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengidentitikasitaktor-faktor yang mempercepat pertumbuhan pedagang kaki lima di kawasan Monumen Perjuangan 45 Banjarsari Surakarta, serta mempelajari dampak faktor-taktor tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan berfokus pada paradigma fenomenologi, serta menggunakan metode eksplorasi untuk pengumpulan data. Hasil penelitian mengidentifikasi faktor yang mempercepat tumbuhnya pedagang kaki lima dan diklasifikasikan menjadi (I) taktor eksternal (dari kota Surakarta dan sekitarnya), dan (2) faktor internal (daerah yang bersangkutan) Penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut dengan kuat mempercepat pertumbuhan. Semua faktor mempengaruhi pertumbuhan dalam hal jumlah, perkembangan spesial kios permanen, jenis ruang yang ditempati, dan interaksi antar pedagang kaki lima di Monumen Perjuangan Banjarsari. ABSTRACTThe objevtives of this research are to identify factors that accelerate the growth of vendors at the Monumen Perjuangan 45 area in Banjarsari, and to study the impacts of those factors. The research adopted a qualitative approach by focusing on the phenomenology paradigm, and it used exploration method for data collection. The results identify that the factors accelerating the growth of vendors can be classified into (1) external factors (of Surakarta city and its hinterland), and (2) internal factors (of the area and vendors concerned). The research concluded that the factors strongly accelerating the growth. All of factors affect the growth of vendor in terms of the growth of the number, spatial development, degree of permanent building (kiosk), type of space occupied, width of area used, and the interaction among vendors at the Monumen Perjuangan 45 area in Banjarsari.
POLA PENGELOLAAN SANITASI DI PERKAMPUNGAN BANTARAN SUNGAI CODE, YOGYAKARTA (Pattern of Sanitation Management in Code Riverside Settlements, Yogyakarta) Atyanto Dharoko
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2005): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18643

Abstract

ABSTRAKBantaran Sungai Code merupakan wilayah pusat kota Yogyakarta yang dipenuhi oleh perkampungan padat penduduknya. Sistem kehidupan masyarakat kampung bantaran Sungai Code sudah terintegrasi dengan kehidupan sosial ekonomi masyarakat kota Yogyakarta. Permasalahan yang muncul adalah rendahnya kualitas intrastruktur terutama fasilitas sanitasi karena kendala terbatasnya kemampuan ekonomi masyarakat dan bentuk topograti yang terjal. Akhirnya sungai merupakan tujuan pembuangan akhir limbah sanitasi lingkungan tanpa proses terlebih dahulu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola sanitasi komunal lebih dapat diterima oleh masyarakat dari pertimbangan sosial, ekonomi dan kondisi lingkungan yang terjal. Di masa mendatang sistem ini perlu dijadikan dasar pengembangan teknis sistem sanitasi bantaran sungai untuk memperoleh sustainability yang tinggi. ABSTRACTCode riverside is part of central business district in Yogyakarta composed by densely populated kampungs. Community way of life in the kampungs have been successfully integrated with social-economic of the urban community. The crusial problem faced by the community is lack of infrastructure facilities especially sanitation. This situation is very much related to social-economic constraints of the community and topographical situation as fisical constraints. Finally, sanitation disposals have to be discharged into Code River without pre processing. The study concludes that communal sanitation system becomes the most acceptable system based on socio-economic and topographical constraints. In the future communal sanitation system may become a basic technical considerations to develop sanitation system in the riverside settlements and to achieve sustainability.
PERANAN BAHAN ORGANIK BERNISBAH C/N RENDAH DAN CACING TANAH UNTUK MENDEKOMPOSISI LIMBAH KUI.IT KAYU Gmelina arborea (The Roles of Low C/N Ratio Organic Matters and Earthworms to Decompose Waste Barks of Gmelina arborea) Suryo Hardiwinoto; Nandang Rahayu; Cahyono DK Agus; Handojo H. Nurjanto; Widiyatno Widiyatno; Haryono Supriyo
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2005): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18644

Abstract

ABSTRAKLimbah kulit kayu berpotensi dapat menyebabkan dampak negatip terhadap lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Sebagai bahan organik, limbah kulit kayu sebetulnya dapat dijadikan sbagai bahan baku kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah dan cacing tanah dalam menurunkan nisbah C/N dan meningkatkan kandungan unsur hara makro dari kompos limbah kulit kayu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah penambahan bahan organic ber-nisbah C/N rendah (daun Glyricideu maculuta and daun Gmelina arborea), dan taktor kedua adalah jenis cacing tanah, yaitu Lumbricus rubellus (Cl) dan Eisenia foetida (C2). Parameter yang digunakan adalah kandungan karbon (C), dan beberapa unsur hara makro, yaitu: nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) and magnesium (Mg) dari kompos limbah kulit kayu. Penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah dan cacing tanah merupakan cara penanganan limbah kulit kayu yang ramah lingkungan. Penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah secara nyata dapat menurunkan nisbah C/N dan meningkatkan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu. Nisbah C/N kompos limbah kulit kayu dapat turun semakin rendah dan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca and Mg dapat naik semakin tinggi dengan adanya penambahan bahan organik ber-nisbah C/N yang semakin banyak. Cacing tanah menunjukkan peran yang sangat nyata dalam menurunkan nisbah CIN dan menaikkan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu. Rerata nisbah C/N dari kompos limbah kulit kayu (C0) sebesar 56,17, dan dengan adanya perlakuan cacing tanah rerata nisbah C/N dapat turun secara sangat nyara menjadi 26,66 (Cl) dan 22,94 (C2). Rerata kandungan N dari kompos limbah kulit kayu (C0) hanya sebesar 0,89 %, dan dengan adanya aktivitas cacing tanah, rerata kandungan N dapat naik secara nyata menjadi 1,34 % (Cl) dan 1,41 % (C2). Penurunan nisbah C/N dan kenaikan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu dengan adanya aktivitas cacing tanah menjadi semakin besar apabila dikombinasikan dengan perlakuan penambahan bahan organik ber-nisbah c/N rendah. ABSTRACTWaste barks potentially caused negative environment impacts if they are not handled properly. As organic materials, they actually can be used as raw materials to produce compost. Objective of this research was to clarify the roles of low C/N organic matters and earthworms to decrease C/N ratio and increase nutrient contents of the barks compost. The experiment used a completely randomized design with two factors and five replications. The first factors was addition of low C/N ratio organic matters, i.e.leaves of Glyricidea maculate and Gmelina arborea, the second factor was species of earthworm, i.e. Lumbricus rubellus (C1) and Eisenia foetida (C2). Parameters used were contents of carbon ©, and several macro nutrients, i.e. nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), calcium (Ca) and magnesium (Mg) of the wasted bark compost. Addition of low C/N ratio matters and earthworms was environmentally sound to handle the wasted barks. Adiition of the organic matters has significantly decreased the C/N ratio and increased the content of N, P, K, Ca and Mg of the wasted bark compost. The C/N ratio of the bark compost decreased lower and the contents of N, P, K, Ca and Mg increased higher by more addition of the low C/N matters. Earthworms showed their significant roles to decrease the C/N ratio and increase the contents of N, P, K, Ca and Mg of the waste bark compost. Mean C/N ratio of the bark compost (C0) was 56,17, and by the earthworm treatments it decreased significantly to 26,66 (C1) and 22,94 (C2). Mean N content of the bark compost (C0) was only 0,89 %, and by the earthworm activities it increased significantly to 1,34 % (C1) and 1,41 % (C2). The decreases of C/N ratios and increases of the nutrients by the earthworm activities in the bark compost would be higher when they were combined with the addition of low C/N ratio organic matters.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2005 2005


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue