cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2006): Maret" : 4 Documents clear
RESPON MASYARAKAT TERHADAP KEGIATAN PERBAIKAN KAMPUNG: KASUS KAMPUNG KOTA DI YOGYAKARTA (Community Respond to Kampung Improvement Activities: Case Urban Kampung in Yogyakarta) Atyanto Dharoko
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2006): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18645

Abstract

ABSTRAKKegiatan perbaikan kampung yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat maupun sektor swasta merupakan upaya strategis untuk menngkatkan kualitas lingkungan kampung kota dengan tujuan lebih lanjut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat penghuni. Pendekatan yang paling sepadan digunakan adalah metode Community empowerment approach. Yogyakarta menjadi salah satu sasaran utama dari berbagai program perbaikan kampung karena memiliki masalah lingkungan yang cukup kompleks dengan adanya perkembangan kampung-kampung kumuh dan Illegal yang tersebar di dalam wilayah kota. Perkembangan berbagai kegiatan perbaikan kampung selama ini menunjukkan hasil yang bervariasi karena dipengaruhi oleh kondisi kampung yang beraneka ragam serta pemahaman masyarakat yang berbeda-beda dalam melihat persoalan fenomena kampung mereka. Penelitian menympulkan bahwa pemahaman masyarakat dalam satu wilayah kampung yang sama sangat bervariasi sehingga keberlanjutan dari berbagai program perbaikan kampung belum dapat dicapai. Pada kondisi pemahaman masyarakat yang rendah disebabkan karena pra kondisi yang dilakukan sangat kurang untuk memperoleh tingkat keberlanjutan yang tinggi, oleh karena itu diperlukan upaya yang lebih baik oleh para inisiator pada masa pra kegiatan terutama dalam bentuk pemahaman masrakat terhadap program dengan benar. ABSTRACTKampung improvement activities developed by authority, community and sponsoring bodies are strategic efford to enchance environmental quality of the kampong and finally enhancing the community prosperity. The most compatible approach to develop is community empowerment basis. Yogyakarta becomes one of the target since the city faces a complicated problems in environmental aspect. The improvement of kampong shows a various achievement because the awareness and concept of inhabitants are also varies. It is concluded that different concept and interpretation among communities, authority and sponsoring bodies to understand the real problems of kampungs makes the participation of communities and sustainability become weak. It is important for initiators understanding that preconditioning becomes a key success for the programs.
BURUNG DI PULAU NISAKAMBANGAN, CILACAP, JAWA TENGAH: KEANEKARAGAMAN, ADAPTASI DAN JENIS-JENIS PENTING UNTUK DILINDUNGI (Birds in Nusakambangan Island, Cilacap, Central Java: Diversity, Adaptation and Important Species for Conservation) Bambang Agus Suripto; Amir Hamidy
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2006): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18646

Abstract

ABSTRAKPulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah yang merupakan pulau tertutup telah dan akan terus mengalami degradasi lingkungan. Sebelum kerusakannya terjanjur semakin parah perlu dilakukan pendataan kekayaan jenis burung sebagai base line data. Tujuan penelitian adalah mengetahui keanekaragaman jenis burung, daya adaptasinya, keunikan masing-masing tipe habitatnya dan jenis-jenis burung yang mendapat prioritas perlindungan tertinggi di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah itu. Data keanekaragaman jenis burung dikumpulkan dengan pengamatan langsung, data dibandingkan dengan hasil penelitian lain dan dianalisis secara deskriptif. Daya adaptasi burung diketahui berdasarkan informasi seberapa banyak tipe habitat yang dihuni oleh suatu jenis burung. Tingkat keunikan masing-masing tipe habitat dipelajari dengan menggunakan Indeks Sililaritas Jaccard. Jenis-jenis yang mendapat prioritas perlindungan ditentukan berdasarkan hasil penetapan melalui proses pembobotan parameter terpilih. Hasil penelitian menunjukkan di Pulau ini dijumpai paling sedikit seratus empat puluh delapan (148) jenis burung itu tercakup dalam Subclass Neornithes, 15 ordo dan 41 familia. Sebagian besar jenis burung (101 jenis) berdaya adaptasi rendah, 40 jenis berdaya adaptasi sedang dan hanya 7 jenis berdaya adaptasi tinggi. Hutan mangrove merupakan habitat yang paling unik karena tingkat kesamaan komposisi jenis burung dengan yang ditemukan pada tipe habitat lain terndah yaitu antara 1,8%-16,9%. Lima jenis burung jenis yang mendapat prioritas perlindungan tertinggi adalah Hiearctur Kienerii (Elang Perut Karat - score 15), Megalaima corvina (Takur Bututut - score 15), Megalaima javensis (Takur Tulung Tumpuk - score 14), Lophozosterops javanicus (Opior Jawa – Scote 14, dan Aethopyga mystacalis (Burung Madu Jawa  – score 14). ABSTRACTThe environment of Nusakambangan Cilacap, Central Java, the enclosed island, is degrading. Prior the environment quality to be worse, it is necessary to have data on bird diversity as the base line data. The objectives of this research was to collect data on bird diversity, bird adaptation, the uniqueness of their habitat and determination of the most important species to be conserve in the Island. Data on birds diversity collected using direct observation method, was compared with other research results and analyzed descriptively. Birds adaptation was studied based on the number of habitat being inhibitant by certain species. The degree of each habitat uniqueness was studie using Jaccard’s Similarity Index. The species priority to be conserve was determine using selected parameter weighting. The results show that there are at least one hundred forty eight (148) species of birds belong to Subclass Neornithes, 15 ordo and 41 families. Most of them (101) are poorly adaptive, forty (40) species are moderately adaptive, and only seven (7) species are highly adaptive. Mangal forest is the most unique habitat because of the lowest similarity of bird species composition to anothers habitat which ranged from 1,8% to 16,9%. Five species are determined to be the most important species conserved: Hiearctus kienerii (Elang Perut Karat – score 15), Megalaima corvine (Takur Batutut – score 15), Megalaima javensis (Takur Tulung Tumpuk – score 14), Lophozosterops javanicus (Opior Jawa – score 14) dan Aethopyga mystacalis (Burung Madu Jawa – score 14).
PENGARUH KONTAMINASI LOGAM BERAT TERHADAP KECACATAN LARVA (Dicrotendipes simpsoni) (DIPTERA: CHIRONOMIDAE): STUDI KASUS DI WADUK SAGULING JAWA BARAT (Effects of Heavy Metals On Dicrotendipes Simpsoni Larvae Deformities Diptera: Chironomidae: A Case Study) Yoyok Sudarsono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2006): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18647

Abstract

ABSTRAKPenggunaan kecacatan morfologi bagian mulut dan antena pada larva Chironomidae telah lama dikethui sensitif dalam mendeteksi adanya stress yang disebabkan oleh kontaminasi bahan polutan yang ada di sedimen maupun terlaurt dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kecacatan Chiromedae yang terjadi pada spesies Dicrotendipes simpsoni yang dikaitkan dengan kontaminasilogam berat pada air permukaan di Waduk Saguling. Untuk memperolteh hewan tersebut dari lapangan, maka digunakan subtrat buatan melayang sebagai trap yang direndam pada air di kedalaman 2m pada sentra-sentra perikanan jaring apung (St. Batujajar, Ciminyak, Dam). Hasil analisis kecacatan pada spesies Dicrotendipes simpsoni menunjukkan frekwensi kecactan total secara umum paling banyak dijumpai pada St. Batujajar (95,56%) diikuti Dam (82,2%), dan Ciminyak (68,89%). Hasil analisis multivariat dengan PCA dan korelasi sederhana Pearson-product moment menunjukkan adanya kecenderungan dari logam Cr menyebabkan peningkatan frekuensi kecacatan antena secara signifikan (r=0,7099, p=0,032), dan frekwensi cacat total berkorelasi signifikan dengan kontaminasi logam Pb (r=7055, p=0,034). Logam Cu cenderung mencirikan tipe kecacatan pada pecten ephipharyngis (r=0,6131), walaupun tidak signifikan pada level 95%. Adanya respon kecacatan bagian mulut dan antena pada Dicrotendipes simpsoni merupan sinyal yang positif bagi pengembangan sistem peringatan dini dari kontaminasi logam berat di ekosistem perairan tawar. ABSTRACTMouthpart and antenna deformities of Chironomidae have been known and sensitive to detect stress which is caused by pollutant contamination in sediment and water. The research have objective to reveal deformities on Dicrotendipes simpsoni Chironomidae larvae in Saguling Reservoir and to know correlation between the deformities with contamination heavy metals on surface water. The animal was collected from reservoir using artificial subtrat submerged in deepness of 2 m on floating net (St. Batujajar, Ciminyak, Dam). St. Batujajar had frequency of total deformity is highest (95.56 %) and was followed by Dam (82.2 %), and Ciminyak (68.89 %). Multivariate analysis using PCA and simple correlation from Pearson-product Moment showed tendency of Cr heavy metal caused antenna deformity (r = 0,7099, p = 0,032), and frequency of total deformity have significant correlation with Pb (r = 0,7055, p = 0,034). Cu metal tends to cause deformity type of pectin ephipharyngis (r = 0,,6131) and not significant at level 95%. Existence of mouthpart and antenna deformities on Dicrotendipes simpsoni is positive signal to develop early warning system for heavy metal contamination in freshwater ecosystem.
AGRO-CHEMICAL INPUTS USE IN INDONESIA DURING 1970-1989: IS ITS CONTRIBUTION ON RICE PRODUCTION SIGNIFICANT? Joko Mariyono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2006): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18648

Abstract

Agro-chemical inputs (fertilizar and pesticides), have contributed in growing economics of Indonesia, which in 1970-1989 demonstrated a spectacular increase in rice production. Since the agro-chemical inputs prossess two contradictive characteristics of enhancing yield and preventing yield loss on one hand, and threatening human health and environment on the other hand, a study that reviews the real contribution of agro-chemical inputs on rice production in needed. The objective of the study is to determine whther or not the contribution of agro-chemical inputs on rice production in the 1970-`1989 periods is significant. Estimation is conducted by using time series data comprising four main factors of rice production: rice-planted area, nitrogen-fertilizer, chemical pesticides, and tectonogical progress. Data were compiled from GOI report. The results of estimation indicate that the increase in rice production during 1970-1989 was not caused by increasing chemical pesticide use, but by the enlargement of planted rice are, rise in nitrogenous fertilizer use, and technological progress.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue