cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2007): Maret" : 5 Documents clear
INDIKATOR KEBERLANJUTAN KOTA DI INDONESIA : STUDI KOMPARASI EMPAT KOTA DI JAWA (Sustainability Indicators of Indonesian Cities: Comparative Studies of Four Cities in Java) Bakti Setiawan
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18658

Abstract

ABSTRAK Walaupun ide pembangunan kota yang berkelanjutan semakin diterima oleh banyak kalangan di Indonesia, kondisi kota-kota di Indonesia semakin saja buruk dan mengkhawatirkan. Ide-ide pembangunan kota yang berkelanjutan masih sekedar diwacanakan dan tidak dirumuskan menjadi satu program yang rinci dan terukur, sehingga secara berkala dapat dievaluasi perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur indikator keberlanjutan kota di Indonesia, khususnya indikator lingkungan fisik. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi empat kota yakni: dua kota pantai (Semarang dan Surabaya) serta dua kota pedalaman (Bandung dan Yogyakarta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat kota menunjukkan perkembangan yang tidak menggembirakan dari aspek lingkungan fisik. Beberapa indikator utama lingkungan seperti: kualitas udara, kualitas air, sampah padat, perumahan, dan ketersediaan ruang terbuka hijau, cenderung menurun kondisinya. Penelitian ini juga menunjukkan variasi kondisi lingkungan yang cukup lebar antar empat kota yang dikaji. Kecenderungan kesamaan dan perbedaan indikator ini tidak disebabkan karena kebijakan dan program pemerintah kota, melainkan lebih karena kondisi geografis dan proses pertumbuhan kotanya masing-masing. Penelitian ini menyarankan diberlakukannya indikator keberlanjutan kota di Indonesia secara konsisten agar ide-ide pembangunan kota yang berkelanjutan dapat lebih aplikatif direalisasikan dan dimonitor. ABSTRACT Although the ideas of sustainable city are widely accepted in Indonesia, the environmental quality of Indonesian cities is getting worst. City governments in Indonesia do not have clear and consistent policy and program to implement the ideas of sustainable cities, nor do they have clear and practical indicators to monitor and evaluate city development. This study aims to measure sustainability indicators of Indonesian cities, particularly from the environmental point of views. It is a comparative study of four major cities in Java: two coastal cities (Semarang and Surabaya) and two inland cities (Bandung and Yogyakarta). The study used five indicators to meassure  namely: (1) air quality, (2) water quality and provision, (3) solid waste, (4) housing, and (5) green-open spaces. The study shows that there are wide variations of environmental performance among four cities.  Such variations are not caused by specific government policy and program, but merely caused by the natural condition and the growth of the cities themselves. The study suggests the importance of applying clear and consistent indicator of sustainable city in Indonesia as it would serve practical and useful means to monitor and evaluate city development.
DISTRIBUSI HUTAN BAKAU DI LAGUNA PANTAI SELATAN YOGYAKARTA (Mangrove Distribution at the Lagoons in the Southern Coast of Yogyakarta) Tjut Sugandawaty Djohan
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18659

Abstract

ABSTRAK Kehadiran sisa hutan bakau di laguna Bogowonto, pantai selatan Yogyakarta menunjukkan bahwa pada masa lalu laguna tersebut didominasi oleh hutan bakau, sehingga penelitian ini bertujuan mempelajari kehadiran vegetasi bakau di laguna-laguna dan muara sungai di pantai selatan tersebut. Ada empat laguna di pantai Selatan Yogyakarta, laguna Bogowonto, Serang, Progo, Opak, dan satu muara sungai, Kali Baron. Laguna tersebut merupakan laguna internitten, artinya pada musim kemarau, mulut sungainya tertutup gumuk pasir dan laguna didominasi oleh perairan tawar dan merupakan ekosistem tergenang. Sebaliknya di musim hujan mulut sungai terbuka, laguna bersifat sebagai ekosistem pasang surut. Data vegetasi dicuplik dengan menggunakan kuadrat plot berukuran 10m x 20m dengan ulangan dua kali. Kuadrat plot ditempatkan pada pusat distribusi mangrovenya, yang dipilih mulai dari rawa burit ke arah muara sungai. Tekstur tanah, hara tanah, salinitas air dan hara air juga dikaji. Kehadiran hutan bakau di laguna dibatasi oleh tekstur tanah. Tekstur pasir, 60-99 %, mendominasi laguna Serang, Progo, Opak dan muara kali Baron. Komunitas bakau hanya ditemukan di laguna Bogowonto, yang tersusun atas 5 jenis bakau, Sonneratia alba, Nypa fruticans, Acanthus ilicifolius, Acrosticum sp., dan Derris heterophylla, dan dua jenis spesies peralihan, Pandanus sp. dan Cynodon dactylon. Pola distribusi komunitasnya mengelompok (clump), mempunyai tipe riverine mangrove,dan tidak membentuk zonasi. Sonneratia hadir mulai dari muara sungai sampai di rawa burit. Ketika air surut salinitas berkisar antara 0-6,5 %. Nypa hanya ditemukan satu kelompok di kaki gumuk. Distribusi Sonneratia tidak ditentukan oleh tinggi genangan, akan tetapi tinggi pneumatophor mengikuti pola tinggi genangan air. Di laguna Bogowonto, spesies bakau tidak mempunyai zonasi dan beradaptasi pada sistem ekologinya. ABSTRACT The presence of mangrove remnant at the lagoon of Bogowonto River in the southern coast of Yogyakarta indicated that in the past this lagoon was dominated by mangroves. Therefore, this study focused on the presence of mangrove vegetation in the lagoons and river mouth of the southern coast of Yogyakarta. There are four lagoons in the southern coast of Yogyakarta, Bogowonto, Serang, Progo, and Opak, and one river mouth, Kali Baron. During the dry season, these lagoons were inundated by freshwater and became stagnant waters, and during the wet season they experienced of intertidal conditions. Vegetation data were collected using quadrate plots of 10m x 20m, which were placed at the center of distribution in selected areas of the lagoon and the mouth of the river. Water levels, soil textures, soil nutrients, water nutrients and water salinity were also measured. The presence of mangrove in the lagoons and river mouth was dictated by soil texture. Substrate of sand, 60-99%, dominated the lagoons of Serang, Progo, and the river mouth of Kali Baron. The mangrove community only occurred at the Bogowonto lagoon. This mangrove vegetation was composed into five mangrove species, Sonneratia alba, Nypa fruticans, Acanthus ilicifolius, Acrosticum sp., and Derris heterophylla, and two transition species, Pandanus sp. and Cynodon dactylon. The distribution pattern was clump, had riverine type, and had no zonation. Sonneratia was occured from the mouth of the river to the back swamp. Nypa clump dominated at the foot of the sand dune. The salinity during low tide was around 0 to 6.5 ‰. The distribution of Sonneratia was not depended on the water level, but the height of pneumatophors followed the pattern of the inundation water. The mangrove species was adapted to system ecology of the Bogowonto lagoon.
STUDI POTENSI ENERGIANGIN DAERAH PANTAI PURWOREJO UNTUK MENDORONG PENYEDIAAN LISTRIK MENGGUNAKAN SUMBER ENERGI TERBARUKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN ((The Study of Wind Energy Potential at The Cost Area of Purworejo District To Stimulate The Electricity) Samsul Kamal
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18660

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan energi angin di Indonesia, khususnya untuk pembangkit listrik masih berskala sangat kecil. Penggunaan energi angin saat ini masih terbatas terutama untuk tujuan penelitian yang sifatnya sporadis. Pemanfaatan energi angin untuk pembangkit listrik guna keperluan masyarakat, masih terkendala oleh tidak cukupnya pengetahuan tentang sejauh mana teknologi turbin angin telah berkembang hingga sekarang, serta masih sangat terbatasnya pengetahuan dan informasi akan tempat-tempat yang mempunyai potensi energi angin yang tinggi. Pemerintah Propinsi Jawa Tengah melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo merencanakan untuk mendorong penggunaan energi yang bersih atau bersahabat dengan lingkungan untuk penyediaan energi listrik yaitu menggunakan sumber energi angin. Studi ini bertujuan untuk mencari daerah dengan potensi energi angin yang tinggi. Berdasar pada pengukuran kecepatan, arah dan pola angin di Kertojayan yang berlokasi di 67"49'49,5" LS dan 109'49'45,6" BT, menunjukkan bahwa angin di daerah tersebut mempunyai prospek yang baik untuk sumber energi listrik. Data yang terkumpul menunujukkan bahwa energi angin yang tersedia di daerah tersebut mempunyai potensi yang baik untuk menjadikannya sebagai daerah pembangkit energi listrik tenaga angin. Kecepatan angin rerata tahunan tercatat 6,06 m/dtk. yang memberikan rerata rapat daya sebesar 300,045 W/m2. Berdasar pada data yang ada dianjurkan untuk menggunakan mesin turbin angin berskala medium 100 kW setiap mesinnya dengan konstruksi arah tetap, guna memanfaatkan energi angin yang tersedia secara ekonomis.  ABSTRACT The use of wind energy in Indonesia, especially for electricity generation, is of a very small scale.  Current application today is limited mainly in sporadic experimental purposes. The use of wind energy in electricity generation for public uses is hindered by lack of awareness in the current level of wind turbine technology as well as inadequate knowledge and information on site potential of high wind energy.  The government of Central Java province through Purworejo district government plans to stimulate the use of  clean energy for electric energy supply by using wind energy source. This study is to revisit the wind energy source at Purworejo cost area by collecting information on the prospective sites with high wind energy potential.  Based on the speed, direction and characteristic of wind measured at Kertojayan  located at  latitude 67o 49’ 49.5” S  and  longitude 109o 49’ 45.6 “ N , it is indicated that the site is a prospective site location for electric wind energy area.  The collected data were used to show that the available wind energy at measuring site is sufficient for the generation of electricity.  The mean annual wind speed was found to be 6.06  m/s.  The corresponding annual power density was found to be 300.045  W/m2. On the basis of the wind data , it is  suggested to use the medium  scale of 100 kW wind turbine machine per unit with fixed direction for harvesting the available wind energy economically.
INTEGRATED WATER MONITORING TO SUPPORT THE MANAGEMENT OF HEALTHY SEGARA ANAKAN ESTUARY (Pemantauan Air Terpadu Untuk Mendukung Pengelolaan Kesehatan Sumber Mata Air Segara Anakan) Sri Noegrahati; Narsito Narsito
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18661

Abstract

ABSTRACTEstuaries provide vital nesting and feeding habitats for many aquatic plants and animals, therefore suitable methods are needed for monitoring the changes in estuarine waters to keep the health of coastal habitats. Limitations in understanding the relationship between discrete physicochemical measurements and cause of the alteration in the quality and functioning of an ecosystem, has lead to the integration of physicochemical and biological monitoring. In this work, spatial time series integrated monitoring of Southern part of Segara Anakan Estuary, Central Java, Indonesia, was carried out from August 2003 to May 2004. The parameters were measured at the lowest water depth. Dramatic changes in physicochemical parameters of salinity, total suspended solids, turbidity and biological parameters of phytoplankton diversity, density was observed during dry season (August-September 2003) and wet season (December 2003-March 2004), while the changes in parameters of organics (DO, BOD and COD) and nutrients (N-NH3 N-NO and P) were not significant. The difference of freshwater influx into the estuary caused higher salinity in dry season (25 to 2 ppt) and faster water velocity in wet season (0,4 to 0,2 m/detik). The higher rainfall and faster water velocity in wet season caused more re-aeration via the water surface, therefore, photosynthetic production, measured as increase rate of DO in day time, could be assessed only in dry season. Limitation of phytoplankton ability to carry out photosynthesis in wet season, as observed by the decrease of the daytime CO consumption rate, were due to the drastic increase of turbidity (0,8 to 14,1 NTU) caused by total suspended solids transported with the freshwater influx. In other turn, this limitation caused the decrease of phytoplankton diversity and density. Considering that healthy estuaries are critical for the continued survival of many species of fish and other aquatic life, and phytoplankton forms the base of the aquatic food web, it is recommended to prevent excessive solids entrance into Segara Anakan estuary from the surrounding water catchments area. ABSTRAKEstuari merupakan lingkungan alamiah yang mampu menyediakan habitat dan nutrien yang diperlukan bagi kehidupan berbagai tumbuhan dan hewan akuatik. Untuk  menjaga agar sistem lingkungan tetap dalam keadaan yang ideal, sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik, perlu dilakukan berbagai jenis pemantauan. Pengukuran fisikokimiawi saja tidak dapat menjelaskan perubahan kualitas dan fungsi suatu ekosistem, oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan pemantauan terpadu antara pemantauan fisiko kimiawi dengan pemantauan biologik. Pemantauan terpadu yang terjadual dilakukan dibagian selatan Segara Anakan (Majingklak, Gombol, Klaces dan Motean), Jawa Tengah, Indonesia, mulai Agustus 2003 sampai dengan Mei 2004. Parameter fisikokimiawi yang diukur adalah salinitas, total padatan tersuspensi, turbiditas, DO, BOD, COD, N-NH3, N-NO and P, sedangkan parameter biologik yang diukur adalah diversitas dan densitas fitoplankton. Pengukuran dilakukan pada saat permukaan air terendah (surut). Perbedaan total curah hujan per bulan pada musim kering (Agustus-September 2003) dan musim hujan (Desember 2003-Maret 2004), sangat berpengaruh pada salinitas, total padatan tersuspensi, turbiditas, diversitas dan densitas fitoplankton. Perbedaan masukan air tawar kedalam estuari menyebabkan salinitas yang sangat tinggi, dari 25 ppt di musim kering turun menjadi 2 pp di musim hujan. Demikian pula dengan kecepatan alir yang meningkat dari 0.2 m/sekon di musim kering menjadi  0.4 m/sekon di musim hujan. Peningkatan kecepatan alir ini menyebabkan re-aerasi sehingga sebaran DO menjadi lebih besar. Hal ini menyulitkan pengukuran produktivitas fotosintetik yang diestimasikan melalui laju  peningkatan DO pada saat matahari bersinar. Disamping itu, peningkatan aliran air tawar kedalam estuari juga membawa padatan tersuspensi, yang menyebabkan peningkatan turbiditas, dari 0.8 NTU di musim kering menjadi 14.1 NTU di musim hujan. Peningkatan turbiditas ini mengganggu fotosintesis fitoplankton, seperti terlihat pada penurunan laju konsumsi CO2 yang diukur dari peningkatan pH pada saat matahari bersinar. Sebagai akibatnya, diversitas dan densitas fitoplankton menurun drastis di musim hujan. Meskipun demikian, tidak terlihat perbedaan signifikan pada DO, BOD, COD, N-NH3, N-NO and P, yang diukur pada musim hujan dan musim kering.Mengingat bahwa kesehatan lingkungan estuari merupakan suatu keharusan untuk menunjang kelangsungan kehidupan berbagai spesies akuatik; dan fitoplankton merupakan dasar dari lingkaran nutrisi akuatik, perlu adanya usaha untuk menghalangi dan/atau mengurangi masuknya padatan tersuspensi yang berlebihan dari daerah tangkapan air disekitar Segara Anakan ke dalam estuari.
STUDI PEMAHAMAN LINGKUNGAN SURVEI PERBEDAAN PERSEPSI DIANTARA MAHASISWA (THE ENVIRONMENTAL BELIEF STUDY : A SURVEY ON THE DIFFERENCE AMONG UNIVERSITY STUDENTS) Agus Suyanto
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18662

Abstract

ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepsi mahasiswa (dengan kategori jender dan Negara) terhadap pemahaman lingkungan. Studi ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan menggunakan survey tertutup online dan data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi l0 termasuk uji independent sample. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata, dalam kepekaan terhadap lingkungan antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan terhadap variabel tertentu dari kepedulian terhadap lingkungan terutama variabel dominansi manusia terhadap alam. Namun demikian tidak ada perbedaan yang nyata antara laki-laki dan perempuan terhadap variabel dari persepsi lingkungan yaitu keseimbangan terhadap alam. Dalam hal kategori negara, secara umum dinyatakan terdapat perbedaan yang nyata antara mahasiswa yang berasal dari negara maju dan berkembang terhadap kepedulian lingkungan. ABSTRACTThis study is aimed at knowing the perspective among university student especially in terms of gender and country category towards environmental beliefs (concern). The study with quantitative methods used a close-ended online survey. Data analysis was performed by using Software Package for the Social Science (SPSS version 10). Several tools of analysis are used in this study including Independent sample T-test. The results of the survey have indicated that there is a difference in the sensitiveness between female and male towards certain variable of environmental concern, namely Man over Nature and there is no difference in preference between male and female among university student towards certain variables of environmental concern, i.e. Balance of nature. But, in terms of country category, in general there is a different sensitiveness between student from developed and developing country towards environmental concern.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue