cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 3 (2008): November" : 5 Documents clear
KAJIAN ZONASI PENGEMBANGAN KAWASAN PUSAKA. STUDI KASUS: SITUS SANGIRAN, SRAGEN (Zoning Study of Heritage Site Development Case Study: Sangiran Site, Sragen) Wiendu Nuryanti; Nindyo Suwarno
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2008): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18683

Abstract

ABSTRAKSebagai Warisan Budaya Dunia (World Culture Heritage) yang ditetapkan oleh UNESCO pada tanggal 5 Desember 1996, Situs Sangiran merupakan bagian penting dalam sejarah manusia di dunia. Sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Nomor 0701011977), situs tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya (Widianto, et al.,1996). Penelitian ini memiliki dua tujuan utama: (1) menyusun konsepsi dasar pelestarian, dan (2) menyusun arahan desain (guidelines) pelestarian Situs Sangiran. Permasalahan utama dari kajian ini adalah perubahan lahan karena faktor alam dan aktivitas manusia (pertanian, pembangunan, penambangan), ancaman pencurian, penggelapan, dan jual beli fosil, rendahnya partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian Situs Sangiran, dan belum adanya panduan/arahan pelestarian dan pemanfaatan wisata yang jelas. Dengan metoda kualitatif naturalistik, dihasilkan konsepsi (prinsip) dasar pelestarian Situs Sangiran Sragen, dalanr masing-masing zona (zona I -3) sesuai dengan potensi tiap zona yang perlu dilestarikan dan dikernbangkan. Analisis yang digunakan dalam hal ini adalah analisis makro, meso, dan mikro. Dari kajian ini dapat disimpulkan bahwa dalam merencanakan pelestarian Situs Sangiran, hal terpenting adalah mentaati zonasi dasar situs, di mana setiap zona akan merniliki guidelines  tersendiri. Guidelines terdiri atas pengembangan produk (Klaster Ngebung, Bukuran, Dayu), street furniture, serta pemberdayaan masyarakat. ABSTRACT UNESCO has established Sangiran Site as a World Culture Heritage in December 5th 1996. Its present is important to the history of mankind in the world. Widianto, et al., 1996, stated that Sangiran site has become a Cultural Site regarding to the declaration of Minister of Culture and Education (No. 070/0/1977). This Research has two main purposes, (1) to arrange a conception of basic preservation, and (2) to arrange a design guidelines of Sangiran Site Preservation. There are several major issues in this research; natural factor and human activities (agriculture, development, and mining), criminal threats, corruption, illegal trading, the lack of  participations in order to preserve the Sangiran Site, and there is no basic preservation guidelines for tourism activities in Sangiran. Basic preservation conception of Sangiran Site is created with Naturalistic Qualitative Method at each zone of this site that appropriate to each potential zone and need to be developed and preserved. This research use macro, meso, and micro analysis. Conclusion has been made from this research. The most important thing to plan Sangiran Site preservation is obeying the site basic zone guidelines, because every zone has its own characteristics. The guidelines of development plan in Sangiran Site consist of Product Development (Ngebung, Bukuran, and Dayu cluster), street furniture, and community empowerment.
PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN DAS WAY SEPUTIH HULU LAMPUNG TENGAH MENGGUNAKAN MODEL TATA AIR (Landuse Planning for Way Seputih Watershed at Central Lampung by Water Management Model) Mohammad Amin
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2008): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18684

Abstract

ABSTRAKDas Way Seputih Hulu merupakan sungai yang terletak di Kabupaten Larnpung Tengah, merniliki luas 175,28 km2. Kejadian banjir di Desa Segalarninder hilir Way Seputih Hulu terjadi setiap datang musim penghujan. Hasil penelitian bempa software program tata-air.exe, konsep dasar rnodel menggunakan neraca air (waterbalance) yang dibuat dengart program delphi versi 7. Hasil uji t-tes antara tebal aliran model simulasi dengan pengukuran lapangan menunjukkan nilai t-hitung (0,14) lebih besar dari t-tabel (2,51), sehingga dikatakan model dapat digunakan untuk melakukan simulasi berbagai alternatif penggunaan lahan. Hasil simulasi program tata-air.exe menunjukkan bahwa keseluruhan alternatif untuk eksperimentasi model menghasilkan nilai rasio tebal aliran di bawah angka 30. Kondisi rasio tebal aliran air Way Seputih Hulu memiliki nilai berkisar antara 2,84 sanrpai 3,40, sehingga dapat dikatakan dalam kondisi masih wajar bahkan dapat dikatakan mempunvai nilai yang cukup bagus. Alternatif penggunaan lahan yang mengarah kepada bentuk lahan kebun campuran akan memberikan nilai rasio paling kecil dan menghasilkan produksi air yang kecil pula. ABSTRACT Watersheed of Way Seputih Upstream represent river which located in Kabupaten Lampung Tengah, oing wide of 175,28 km2. Occurence of floods in Countryside of Segalaminder go downstream Way Seputih Upstream happened in every coming rain season. Result of the research namely tata-air.exe, base concept of modeling uses water balance was made by using Delphi 7th version. Result of t-test value between modeled discharge flow and field measurement result shows t-counting value (0.14) higher than t-table (2.51), hence the model is can be used for simulating various landuse alternative. The simulation result using tata-air.exe shows that entire alternatives for model experimentation resulted discharge ratio value was under 30. Condition of Way Seputih Hulu River discharge was in the range between 2.84 until 3.40, therefore it is assumed normally, even it can be assumed very good value. The landuse alternative to mix garden land can given smal value for runoff  ratio and water production.
IKLIM MIKRO DAN KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SEMARANG (The Micro Climate and The Need of Green Open Space for The City of Semarang) Dewi Liesnoor Setyowati
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2008): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18685

Abstract

ABSTRAK Salah satu darnpak perkembangan jumlah penduduk kota adalah terjadinya konversi lahan. Konversi ruang terbuka hijau (RTH) menjadi fasilitas bangunan menyebabkan terjadi pencemaran di kota. Berkurangnya RTH mengakibatkan terjadinya kenaikan temperatur lokal dalam kota. Keberadaan RTH memiliki manfaat cukup besar dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup kota, seperti sebagai pengendali iklim mikro. Sebaran vegetasi perindang termasuk kategori jarang, terutama komposisi vegetasi rendah dan kerapatan pohon sangat jarang. Kondisi Iklim mikro secara keseluruhan termasuk kategori sebagian tidak nyaman, khususnya pada siang hari. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kurangnya vegetasi perindang di sepanjang jalan, sehingga kondisi iklim mikro menjadi panas dan kering. Keberadaan RTH di Semarang Tengah yang hanya seluas 6,77% perlu ditambah RTH seluas 14,02%. Diharapkan luas RTH sebesar 20,79% dari total luas wilayah, sehingga akan dapat memperbaiki iklim mikro di kawasan perkotaan. ABSTRACT One of the impact of people growth in town is land conversion. Green open space conversion become building facilities cause contamination in the city. Decreasing of green open space result local temperature increase in the city. Existence of green open space have big enough benefit of the quality of city environment, for example by controller of micro climate. The leafy vegetation spread include categories seldom, especially composition of low vegetation and closeness of tree very rare. Condition of micro climate as categorized 'a part unpleasant', specially in the day time. The condition influenced by decrease of  vegetation in alongside street, so that cause situation of micro climate hot and dry. Existence of green open space in Middle Semarang which only for the width of 6.77% require to be added green open space by 14.02%. So that expectedly wide of green open space equal to 20,79% from wide of total region, will be able to improvement of micro climate in urban area.
MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT KABUPATEN POLEWALI MANDAR DI ERA OTONOMI DAERAH DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM YANG BERKELANJUTAN (Improving The Society Awareness in Polewali Mandar Regency in The Area autonomy Era in Processing the Natural Resource Sukaji Sarbi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2008): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18686

Abstract

ABSTRAKIndonesia pada umumnya dan khususnya Kabupaten Polewali Mandar krisis bencana lingkungan semakin serius. Keadaan ini telah mendorong tumbuhnya gerakan kepedulian terhadap penyelamatan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Bertujuan untuk melakukan reformasi terhadap praktek-praktek pengelolaan sumberdaya alamn dan lingkungannya yang secara bijaksana, sehingga krisis lingkungan hidup dapat dikendalikan. Kepada mayarakat dan berbagai pihak yang terkait dengan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan diperlukan kesadaran untuk rnengimplementasikan moral dan etika lingkungan.  ABSTRACT General Indonesia and especially Polewali Mandar regency is having crisis on natural disaster seriously.   This condition grows a movement to take care the natural resources and the living space.  The aim is making reformation on the way of processing the natural resources (wealth) and environment that are not popular (suitable) anymore so that the living space can be controlled.  The society and the stakeholder of natural resource processing is hoped to have awareness to imply a change in  minding it (morals) and good environmental  behaviour.
CONTROL OF MOSQUITOES BY THE USE OF FISH IN ASIA WITH SPECIAL REFERENCE TO INDIA: RETROSPECTS AND PROSPECTS (Pengendalian Nyamuk dengan Penggunaan lkan di Asia dengan Rujukan Khusus ke India: Tinjauan Masa Lalu dan Masa Depan) Somnath Chakraborty; Swaha Bhattacharya; Sajal Bhattacharya
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2008): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18687

Abstract

ABSTRACTFish have their greatest potential as biocontrol agents against the aquatic stages of mosquitoes and are used as a major component of the integrated vector control programme. Many countries in Asia including India have used mosquito larvivorous fish for the containment of mosquito borne diseases, especially malaria. Present review is an attempt to prepare a list of potential mosquito larvivorous fish used in different countries in Asia with special emphasis on India.ABSTRAKIkan berpotensi paling besar sebagai agen hayati terhadap stadia akualik nyamuk dan digunakan sebagai komponen utama dalam program pengendalian vektor terpodu. Banyak Negara di Asia termasuk India telah menggunakan ikan pemakan jentik untuk ,menanggulangi penyakit bawaan nyamuk. terutama malaria. Tinjauan pustaka ini mencoba memberikan suatu daftar jenis-jenis ikan pemakan jentik yang digunakan di berbagai Negara di Asia dengan penekanan khusus di India.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue