cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 1 (2017): Januari" : 7 Documents clear
POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DI KAMPUNG TANJUNG BATU, KECAMATAN PULAU DERAWAN, KABUPATEN BERAU (Potential Development of Mangrove Ecotourism in Tanjung Batu Village, Derawan Island District, Berau Regency) Mukhlisi Mukhlisi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 1 (2017): Januari
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.22939

Abstract

ABSTRAKJasa lingkungan berupa ekowisata pada kawasan hutan mangrove di Tanjung Batu, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan ekowisata mangrove di Kampung Tanjung Batu berdasarkan penilaian kondisi obyek daya tarik wisata alam, persepsi wisatawan dan masyarakat, serta potensi nilai ekonomi yang dimiliki. Metode penelitian yang digunakan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi pustaka. Analisis data obyek daya tarik wisata alam dilakukan melalui skoring dan pembobotan, persepsi wisatawan dan masyarakat dilakukan secara deskriptif, sedangkan potensi nilai ekonomi berdasarkan pada nilai kesediaan membayar (Willingness to Pay/WTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan hutan mangrove Tanjung Batu prospektif untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dengan skor total daya tarik wisata alam berada pada kategori tinggi. Persepsi wisatawan dan masyarakat sekitar mendukung penuh upaya pengembangan ekowisata dengan potensi nilai ekonomi diperkirakan sebesar Rp. 1.423.914.894 tiap tahun. ABSTRACTEnvironmental services in the form ecotourism at mangrove forest of Tanjung Batu, Berau District, East Kalimantan Province is one of the natural resources that have not been used. The aim of this study was to analyze the potential of ecotourism development in mangrove forest of Kampung Tanjung Batu which is based on rating natural tourist attraction object, the perception of tourists and local community, as well as potential economic value. Data were collected through observation, interviews, and study of related literature. Natural tourist attraction object analysis was conducted by the scoring, whereas the perception of tourists and local community by descriptive method, and economic value based on willingness to pay. The result of study showed that mangrove forest area of Tanjung Batu prospective to be developed as an ecotourism destination with a total score of natural attractions that were in the high category. The perception of tourists and the local community fully supports the efforts of ecotourism development with potential economic value was estimated at Rp. 1.423.914.894 per annum.
PEMANGKASAN AKAR DAN INOKULASI JMA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN FITOREMEDIASI TANAH TERCEMAR MERKURI AKIBAT PENAMBANGAN EMAS OLEH TANAMAN JATI DI KOKAP KULON PROGO YOGYAKARTA (Under ground root pruning and JMA inoculation to improve phytoremediation of soil contaminated with mercury due to gold mining by Tectona grandis in Kokap Kulonprogo Yogyakarta) Akhsin Zulkoni; Dewi Rahyuni; Nasirudin Nasirudin
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 1 (2017): Januari
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.23071

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan akar (underground root pruning/URP) terhadap fitoremediasi tanah yang tercemar merkuri di Kokap Kulon Progo Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah URP, yaitu dengan dan tanpa URP. Faktor kedua ialah takaran Jamur Mikoriza Arbuskula (JMA), meliputi 0; 50; 100, dan 150 g/pot. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa pemangkasan akar serta inokulasi JMA ke dalam tanah sisa olahan penambangan emas telah berhasil memacu proses fitoremediasi melalui perluasan rizosfer. Serapan merkuri oleh tanaman Jati yang menjalani pemangkasan akar serta inokulasi JMA sebanyak 100% paling tinggi dibanding perlakuan lain maupun kontrol. Pada perlakuan ini, efisiensi penurunan merkuri di dalam tanah oleh tanaman jati sebesar 88,61%, sedangkan kontrol hanya mencapai 64,11%. ABSTRACTThis study aims to determine the effect of underground root pruning (URP) of the mercury-contaminated soil phytoremediation in Kokap Kulon Progo, Yogyakarta. This study was conducted using complete randomized block design with three replications. The first factor is the URP, that divided as with and without URP (root pruning). The second factor is the dose of JMA, are 0; 50; 100, and 150 g/pot. Results of studies have proven that the root pruning and inoculation of JMA into the residual gold mining soil has successfully accelerated the process of phytoremediation through the expansion of the rhizosphere. Mercury uptake by Tectona grandis, Linn F that is with root pruning and 100% JMA inoculation are highest other treatment and control. In this treatment, the removal efficiency of mercury in the soil by plants amounted to 88.61% identity, meanwhile control only reached 64.11%.
IMPLEMENTASI DIALOG OTENTIK DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI BKPH NGARENGAN KPH PATI PERUM PERHUTANI DIVISI REGIONAL JAWA TENGAH (Authentic Dialogue Implementation on Forest Management in BKPH Ngarengan KPH Pati Perum Perhutani Central Java Regional Division) Rela Pambudi; Ahmad Maryudi; Ris Hadi Purwanto
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 1 (2017): Januari
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.23074

Abstract

ABSTRAKPerum Perhutani berusaha berkolaborasi dengan masyarakat dalam pengelolaan hutan dengan meluncurkan progam pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM). Pelaksanaan PHBM di BKPH Ngarengan KPH Pati Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah saat ini terhambat karena adanya konflik dengan masyarakat. Penelitian ini berusaha mengkaji pelaksanaan PHBM di BKPH Ngarengan dari sudut pandang collaborative policymaking serta mencari solusi konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman kepentingan dan saling ketergantungan antara masyarakat dan Perhutani dalam pengelolaan hutan serta menyusun strategi untuk menciptakan kondisi pengelolaan hutan kolaboratif. Pengambilan data dilakukan dengan pengamatan terlibat dan wawancara mendalam kepada petugas Perhutani, pengurus LMDH serta masyarakat. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan bentuk saling ketergantungan dan ragam kepentingan dalam pengelolaan hutan, sedangkan analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi menuju pengelolaan hutan kolaboratif. Hasil penelitian ini yaitu terdapat bentuk ragam kepentingan dan saling ketergantungan antara masyarakat dan Perhutani dalam pengelolaan hutan. Untuk menciptakan pengelolaan hutan kolaboratif dan sebagai resolusi konflik dilakukan dengan model pengaruh politik dengan membuat program bersama berupa pengaturan jarak tanam dan pengamanan hutan bersama yang sebelumnya didahului dengan dialog otentik untuk membangun kesepahaman, tawar-menawar dan membuat kesepakatan program bersama.ABSTRACTPerum Perhutani efforts in a collaboration with the local community of forest management introduce Forest Management with Community (PHBM) Program. PHBM implementation in BKPH Ngarengan KPH Pati Perum Perhutani, Central Java Regional Division is currently hampered because of a conflict with the local community. This study examines the implementation of PHBM in BKPH Ngarengan from the perspective of collaborative policymaking as well as finding solutions to conflicts. This study aims to determine the diversity of interests and interdependence between community and Perhutani in forest management and develop strategies to create the conditions of collaborative forest management. Data were collected by observation and interviews with Perhutani officials, administrators of LMDH, and the community.Descriptive analysis is used to describe the interdependence and diverse of interests in forest management, while SWOT analysis is used to formulate strategies toward collaborative forest management. Result of this research isthere is a form of diversity of interests and interdependence between community and Perhutani in forest management. To create collaborative forest management and as a model of conflict resolutioncan be carried out using political influence by creating a joint program such as plant spacing arrangement and forest security protection.which are preceded by dialogue to build understanding, bargaining and deal making programs together.
PENENTUAN MUSIM TANAM, JENIS VARIETAS, DAN TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN PADI TERKAIT MITIGASI EMISI METANA (CH4) (Determination of Early Planting Season, Type Varieties, and Cultivation Techniques of Rice as Mitigation to Methane Emission) Lilik Slamet Supriatin
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 1 (2017): Januari
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.23077

Abstract

ABSTRAKEmisi metana (CH4) dari pertanian padi lahan sawah dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti cara pemberian air, pengolahan tanah, varietas padi, dan iklim. Pada penelitian ini dikaji tahap penentuan musim tanam, pemilihan varietas padi, dan tahap terakhir adalah teknik budidaya pertanian padi lahan sawah yang terkait mitigasi emisi CH4. Hasil kajian menunjukkan bahwa musim tanam padi pada musim kemarau menghasilkan emisi CH4 lebih kecil daripada di musim hujan dengan pengurangan emisi CH4 sebesar 18,13%. Indonesia yang memiliki tiga tipe pola curah hujan tahunan (monsunal, equatorial, lokal) mengakibatkan periode musim tanam rendah emisi CH4 berbeda antara tipe curah hujan yang satu dengan lainnya. Varietas padi Way apo buru adalah varietas yang menghasilkan emisi CH4 terendah tetapi tetap optimum dalam produksi gabah sehingga dapat dipilih menjadi prioritas pertama untuk ditanam. Teknik budidaya pertanian padi lahan sawah yang menghasilkan rendah emisi CH4 dapat dilakukan dengan membuat genangan air yang dangkal saja, dengan cara pemberian air berselang, dan kombinasi antara pemeliharaan padi, ganggang, tanaman paku air, ikan air tawar, dan bakteri metanotrof dalam satu petak lahan sawah (mina padi plus). Pemberian air dengan cara berselang menurunkan emisi CH4 pada musim kemarau sebesar 59,36% dan pada musim hujan sebesar 51,68% jika dibandingkan dengan pemberian air secara terus-menerus (kontinyu). Teknik budidaya mina padi plus mengurangi emisi CH4 sebesar 21,5 kg/ha/musim tanam dan bakteri metanotrof mengurangi emisi CH4 ke atmosfer sebesar 20-60 Tg. Sawah dapat dijadikan sebagai instalasi terbuka pengolahan udara berlimbah CH4. ABSTRACTMethane (CH4) emissions from rice cultivation can be influenced by several factors i.e. the provision of water, soil cultivation, varieties of rice, and the climate. This study will examine the determination of the growing season, the selection of rice varieties and cultivation techniques of rice agriculture-related wetland mitigation of the CH4 emission. The results showed that the rice planting season in the dry season produces CH4 emissions is smaller than in the rainy season with CH4 emission reduction of 18.13%. Indonesia, which has three types of annual rainfall patterns resulting in periods of low growing season CH4 emissions differ between types of rainfall each other. Way apo buru rice species are varieties that produce low emissions of CH4 but remains optimum in grain production. Cultivation techniques of rice farming rice fields that produce low emissions of CH4 can be done by creating a pool of shallow water only, by way of provision of water intermittent, and the combination of maintenance of rice, algae, plants salviniales, freshwater fish, and bacteria metanotrof in a wetland. The provision of water by intermittent lowering emissions of CH4 in the dry season by 59.36% and in the rainy season amounted to 51.68% when compared to the provision of water continuously (continuous). Mina padi plus cultivation techniques reduce CH4 emissions by 21.5 kg/ha/planting and metanotrof bacteria can reduce CH4 emissions to the atmosphere by 20-60 Tg. 
PENGGUNAAN AERMOD UNTUK KAJIAN SIMULASI DAMPAK PENCEMARAN KARBON MONOKSIDA DI KOTA YOGYAKARTA AKIBAT EMISI KENDARAAN BERMOTOR (Using Aermod to Simulation Study of Carbon Monoxide Pollution Effect in Yogyakarta City Caused by The Emission of Motor Vehicles) Taufik Abdillah Natsir; Yudith Windrianto Pambarep; Retno Susetyaningsih; Kris Setyanto; Rita Dewi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 1 (2017): Januari
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.23631

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian terkait simulasi dampak pencemaran udara di Kota Yogyakarta akibat dari emisi kendaraan bermotor dengan menggunakan perangkat lunak AERMOD dan visualisasi hasil dengan menggunakan perangkat lunak SURFER 9. AERMOD merupakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh US-EPA dan merupakan perangkat lunak yang direkomendasikan oleh US-EPA untuk memprakirakan dampak polutan udara. Penelitian dilakukan di 4 ruas jalan kota Yogyakarta, yaitu jalan Cik Di Tiro, jalan Prof. Herman Yohanes, jalan Colombo, dan jalan Jendral Sudirman dan dilaksanakan pada bulan Januari 2015. Data iklim diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Parameter yang diukur adalah karbon monoksida (CO) dan jumlah kendaraan yang lewat di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tertinggi CO pada bulan Januari 2015 berada pada rentang antara 5.500 – 8.000 mg/m3 (4,46–6,49 ppm) berada di jalan Cik Di Tiro. Hasil simulasi selama 10 tahun menunjukkan bahwa pada tahun 2025, konsentrasi CO tertinggi hingga mencapai ± 16.000 mg/m3 (16 ppm) dan berada di jalan Cik Di Tiro.ABSTRACTA research of the simulation of air pollution effect in Yogyakarta city caused by the emission of motor vehicles had been conducted by using the AERMOD software, and the result was visualized by using SURFER 9. AERMOD was a software which was developed and is recommended by US-EPA to predict air pollution. The research was conducted on January 2015 in 4 locations in Yogyakarta city, which were Cik Di Tiro Road, Prof. Herman Yohanes Road, Colomobo Road, and Sudirman Road. Climatology data was obtained from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) of the Special Province of Yogyakarta. Parameters which were measured in this research were carbon monoxide (CO) and traffic counting. The result showed that the highest concentration of CO on January 2015 was 5,500–8,000 mg/m3 (4.46–6.49 ppm) located in Cik Di Tiro Road. The result of air pollution simulation for ten years showed that in 2025, the highest concentration of CO would be approximately ± 16,000 mg/m3 (16 ppm), located in Cik Di Tiro Road.
ANALISIS PENYELESAIAN SENGKETA LINGKUNGAN NON-LITIGASI ANTARA PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN WARGA DESA SIDOMULYO, KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR (Analysis of Non-Litigation Environmental Dispute Settlement between Oil Palm Plantation Company and Sidomulyo Villagers, Ogan Komering Ilir District) Muhammad Syaifuddin; Adrian Nugraha; Ade Uswatun Hasanah
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 1 (2017): Januari
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.27877

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis masalah peranan Tim Terpadu Penyelesaian Sengketa Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam menyelesaikan sengketa lingkungan non-litigasi, yakni dengan proses mediasi antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan warga Desa Sidomulyo. Penelitian ini memiliki tujuan agar penyelesaian sengketa yang dilakukan tim terpadu di kemudian hari, dapat memberikan solusi yang terbaik bagi para pihak serta untuk mendukung penyelenggaraan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan sosio-legal yang bermaksud melakukan penjelasan atas permasalahan yang diteliti dalam hubungannya dengan aspek-aspek hukum dan sosial serta mencoba menjelajahi realitas empirik dalam penyelesaian sengketa. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Tim Terpadu Penyelesaian Sengketa Kabupaten Ogan Komering Ilir telah melakukan tugasnya sesuai prosedur. Namun begitu ada beberapa hal yang memerlukan perbaikan dan penelitian ini memberikan solusi dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan tugas tim terpadu yang memerlukan perbaikan, diantaranya adalah proses penyelesaian sengketa terlalu lama dan berlarut-larut. Kemudian, belum ada pengawasan terhadap kesepakatan penyelesaian sengketa yang dilakukan tim terpadu. Masalah selanjutnya adalah kekuatan mengikat dari suatu kesepakatan dalam sebuah penyelesaian sengketa non-litigasi. Selanjutnya tim terpadu menemui kendala yakni ketiadaan dokumen hak atas tanah yang sah milik warga desa. Terakhir, tim terpadu belum menggunakan mediasi dengan pendekatan kearifan lokal.AbstractThis research analyzes problem of the Integrated Team of Dispute Resolution of Ogan Komering Ilir District role in resolving non-litigation environmental dispute settlement, by a process of mediation between Oil Palm Plantation Company against Sidomulyo villagers. This research aims to resolve disputes that conducted by integrated team in the future, could provide the best solution for the parties and to support the implementation of sustainability palm oil plantations. This research method conducted with the socio-legal approach that intends to make the explanation of observed issues in relation with the legal and social aspects and try to explore empirical reality in dispute resolution. From the results of this research is known that Integrated Team of Dispute Resolution of Ogan Komering Ilir District has done its job in accordance with procedures. However there are several things that need of improvement and this research provides the solution implementation. Implementation of an integrated team tasks that need of improvement, including the dispute resolution process is too long and protracted. Then, there is no supervision of the dispute settlement agreement that conducted by integrated team. The next issue is the binding force of an agreement in a non-litigation dispute resolution. Furthermore, an integrated team met some obstacles that lack land rights documents that rightfully belonged to the villagers. Finally, the integrated team not using local wisdom approach in the mediation process.
RISIKO LINGKUNGAN FISIK TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH DANAU SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA, PROVINSI PAPUA (Physical Environment Risk to The Incidence of Malaria in The Region of Sentani Lake, Jayapura District, Papua Province) Abner Fritz Watofa; Adi Heru Husodo; Sudarmadji Sudarmadji; Onny Setiani
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 1 (2017): Januari
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.28481

Abstract

Abstrak Kejadian malaria di Indonesia merupakan persoalan kesehatan yang utama. Di Provinsi Papua, khususnya di wilayah Danau Sentani, prevalensi kejadian malaria masih menunjukkan angka yang tinggi. Kejadian ini dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya adalah faktor lingkungan fisik. Untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara faktor risiko lingkungan fisik yang terdiri dari suhu, kelembaban, curah hujan, kondisi air, ketinggian, lahan, dan kondisi tempat tinggal dengan kejadian malaria di wilayah Danau Sentani. Observasi analitik yang dilaksanakan di empat kampung di wilayah Distrik Sentani Kabupaten Jayapura yaitu Kampung Yoboi/Kehiran, Kampung Hobong, Ifar Besar, dan Ifale. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk di Distrik Sentani. Sampel penelitian sebanyak 200 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random. Metode pengumpulan data dengan cara kuesioner, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Metode analisis menggunakan analisis bivariate, uji statistik Chi-Square, dan uji regresi logistik. Faktor lingkungan fisik memiliki hubungan yang bermakna dengan kajadian malaria, dengan nilai Chi-Square sebesar 7,531 (p = 0.006 <0,05), rasio regresi logistik dengan nilai OR sebesar 4,132 (p = 0,009 > 0,05). Lingkungan fisik yang terdiri dari suhu, kelembaban, curah hujan, kondisi air, ketinggian, lahan, dan kondisi tempat tinggal mempengaruhi kejadian malaria di wilayah Danau SentaniAbstractThe incidence of malaria represented serious health problem in Indonesia. In Papua province, especially in the area of Sentani Lake, the prevalence of malaria was still high. It was influenced by various physical environmental factors. The study aimed at identifying and analyzing the correlation between physical environment and the incidence of malaria in the region of Sentani Lake. It was an observational and analytic study conducted in four villages in the area of Sentani district, Jayapura, which were Yoboi/Kehiran, Hobong, Ifar Besar and Ifale. Its population was all of the residents of Sentani district and there were 200 individuals randomly drawn as samples. Data were collected using questionnaires, observation, documentation, and interviews. The data were analyzed using bivariate analysis, Chi-Square statistic test, and logistic regression. The results showed that the physical environmental factors and the incidence of malaria were significantly correlated with the Chi-Square value of 7.531 (p = 0.006 < 0.05) and the regression ratio OR of 4.132 (p = 0.009 > 0.05). The physical environmental factors, including temperature, humidity, rainfall, water condition, elevation, and living condition, had significant influence on the incidence of malaria in Sentani Lake region

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue