cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2001): Agustus" : 5 Documents clear
ZONASI POTENSI PENCEMARAN AIR TANAH PADA TERAS SUNGAI CODE YOGYAKARTA (Zoning The Potential Groundwater Pollution at Code River Terrace, Yogyakarta) Frista Yorhanita
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2001): Agustus
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18573

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini ialah untuk membuktikan bahwa biomassa Fusarium sp dapat mereduksi Cr(VI), dan biomassa Aspergillus niger dapat digunakan untuk mengambil ion krom dari larutan. Fusarium.sp ditumbuhkan pada media cair kentang dekftosa cair, ditambah K2Cr2O7 atau sludge limbah penyamakan kulit. Selanjutnya diamati perubahan warnanya, bila terjadi perubahan warna dan oranye ke ungu atau tak berwarna maka telah terjadi reduksi krom valensi VI menjadi krom valensi Ill. Aspergillus niger ditumbuhkan pada media Potato dectrose agar (PDA) padat, dipindahkan ke media cair yang bensi bakto pepton, bakto dektrose dan srukronutrien. Produksi biomassa dilakukan pada labu erlenmeyer; setelah 5 hari dipanen dan dibuat bubuk. Bubuk ini digunakan untuk mengambil krom dari larutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa Fusarium sp dapat digunakan untuk mengambil krom dan larutan yang.mengandung KrCrrO, atau sludge limbah penyamakan kulit. Waktu inkubasi yang lebih lama meningkatkan absorbsi krom oleh biomassa Fascrium sp. Fusarium sp mampu mereduksi Cr(VI) menjadi Cr(Iii). Biomassa Aspergillus niger dapat digunakan untuk mengambil krom dari larutan. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi awal 100 mg/I, pada pH 2,0, berat biomassa 0,1 g, dan waktu kontak 12 jam, yaitu 96,23% untuk Cr(II| dan96,3 % untuk Cr(VI). Fusarium sp. dan A. niger dapat digunakan sebagai bioremediator dalam penanganan limbah penyamakan kulit secara biologi. ABSTRACTThe study area of this research was parts of the code river terraces, Yogyakarta. The aims of this research were as follows: (1) to determine the part of the code river terrace which has potential groundwater pollution; (2) to assess the natural physical factors (aquifer materials, depth of groundwater table, and the groundwater flow distance) and the non-natural physical factors of environmental sanitation (houses density, population density, horizontal distance between pollution source and well, and the number of water consumers) that influence groundwater pollution; and (3) to estimate the total amount of economical loss that caused by groundwater pollution. The determination of groundwater pollution potential area was done by overlaying aquifer material map, groundwater table depth map, groundwater table gradient map, and soil texture map. The result of the overlay was the potential groundwater pollution map. In order to find out the actual groundwater pollution, a quality test of the groundwater samples was conducted. The parameters of the water quality tested were temperature, electric conductivity, turbidity, CaCO3, NO2 NO3, Fe, Na, Cl, pH, and coli bacteria. Te result of the NO3 test was drawn in an actual groundwater pollution map. The actual groundwater map and the potential groundwater map were compared to know the difference between them. The result of this research showed that the area which had the potential groundwater pollution were those density populated and high houses density. Statistical analysis showed that a non-natural physical factors which has the most significant influence on the groundwater pollution was the groundwater flow distance. Population density and the number of water consumers significantly influence the groundwater pollution. The estimation of economical loss by PDA substitution costs indicated that area which suffered the most financial los was Kotabaru regionan (Rp.18.125.00/month/house).  The estimation of the economical loaa by health substitution costs showed that area suffered the most was Gowongan region (Rp.849.000/year).
BIOSORPSI DAN REDUKSI KROM LIMBAH PENYAMAKAN KULIT DENGAN BIOMASSA Fusarium sp DAN Aspergillus niger (Biosorpstion and Reduction of Chromium Bearing Tannery Wastewater Using The Biomass of Fusarium Sp. and Aspergillus niger) Suharjono Triatmojo; D. T.H. Sihombing; S. Djojowidagdo; T. R. Wiradarya
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2001): Agustus
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18574

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini ialah untuk membuktikan bahwa biomassa Fusarium sp dapat mereduksi Cr(VI), dan biomassa Aspergillus niger dapat digunakan untuk mengambil ion krom dari larutan. Fusarium.sp ditumbuhkan pada media cair kentang dekftosa cair, ditambah K2Cr2O7 atau sludge limbah penyamakan kulit. Selanjutnya diamati perubahan warnanya, bila terjadi perubahan warna dan oranye ke ungu atau tak berwarna maka telah terjadi reduksi krom valensi VI menjadi krom valensi Ill. Aspergillus niger ditumbuhkan pada media Potato dectrose agar (PDA) padat, dipindahkan ke media cair yang bensi bakto pepton, bakto dektrose dan srukronutrien. Produksi biomassa dilakukan pada labu erlenmeyer; setelah 5 hari dipanen dan dibuat bubuk. Bubuk ini digunakan untuk mengambil krom dari larutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa Fusarium sp dapat digunakan untuk mengambil krom dan larutan yang.mengandung KrCrrO, atau sludge limbah penyamakan kulit. Waktu inkubasi yang lebih lama meningkatkan absorbsi krom oleh biomassa Fascrium sp. Fusarium sp mampu mereduksi Cr(VI) menjadi Cr(Iii). Biomassa Aspergillus niger dapat digunakan untuk mengambil krom dari larutan. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi awal 100 mg/I, pada pH 2,0, berat biomassa 0,1 g, dan waktu kontak 12 jam, yaitu 96,23% untuk Cr(II| dan96,3 % untuk Cr(VI). Fusarium sp. dan A. niger dapat digunakan sebagai bioremediator dalam penanganan limbah penyamakan kulit secara biologi. ABSTRACTThe objectives of this research was to study the biosorption and reduction of chromium bearing tannery wastewater using biomass of Fusarium sp and Aspergillus niger. Fusarium sp was used to investigate bioaccumulation and reduction of chromium in K2 Cr2O7 solution and solution containing sludge of leather tanning waste, and aspergillus niger was used to investigate biosorption of Cr(III) and Cr(VI) in solution. Fusarium sp was grown on sterilized potato extrose liquid medium, added with K2Cr2O7solution or sludge of leather tanning waste solution. Chromium content of Fusarium sp biomass was determined by dihenyl carbazide method. Aspergillus niger was grown in potato dextrose agar (PDA) solid medium for 5 days and then transferred to liquid medium containing bacto dextrose, bacto pepton and micronutrien. The biomaas was dried, and then ground and sieved at 150 um. The powder was used to remove Cr(III) and Cr(IV)from solution, The result indicated that fusarium sp biomass could be used to remove chromium from solution containing K2Cr2O7 or sludge of leather tanning waste. Longer incubation time increased chromium absorption by Fusarium sp biomass. Fusarium sp was able to reduce Cr9VI) to Cr(III). the biomass of Aspergillus niger could be used to remove chromium from solution. The best result was obtained from 100 mg/l initial concentration of chromium pH 2.0, 0.1 g biomass weight, and 12 hours contact time, i.e. 96.23% for Cr(III) and 96.30% for Cr(VI), respectivey.
PENGARUH PARAQUAT TERHADAP BAKTERI TANAH, Rhizobium sp. (Influence of Paraquat Herbicide on Soil Bacteria Rhizobium Sp.) Erni Martani; Kurniawan Wibowo; Bostang Radjagukguk; Sebastian Margino
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2001): Agustus
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18575

Abstract

ABSTRAKPencemaran pestisida merupakan salah satu masalah lingkungan yang menyebabkan gangguan terhadap organisme tanah. Paraquat adalah bahan aktif beberapa jenis herbisida yang banyak diaplikasikan di lahan gambut dan lahan pertanian tadah hujan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh herbisida paraquat terhadap bakteri Rhizobium sp. Tiga puluh lima strain Rhizobium sp. telah diuji dengan menggunakan teknik difusi cakram kertas (paper disc). Sebagian strain adalah hasil isolasi dari ranah, bintil akar tanaman Ieguminosa dan inokulum leguminosa (Legin - Iegume Inoculum). Enam strain lain aclalah bakteri Rhizobium japonicum. Hasil penelitian menunjukkan hahwa paraquat memiliki daya hambat terhadap hakteri Rhizohium sp. Sebanyak 17,14% (enam strain) dari seluruh strain yang diuji, tidak mengalami penghambatan sampai konsentrasi paraquat 400 ppm. Bakteri ini memiliki prospek bagus untuk digunakan sebagai inokulum rhizobium terutama di lahan pertanian yang telah tercemari herbisida, khususnya yang mempunyai bahan aktif paraquat. Sebagian besar strain yang digunakan (82,86%) terhambat oleh 20 ppm parakuat dan daya hambat tersebut makin besar seiring dengan meningkatnya konsentrasi paraquat. Mengingat makin meluasnya pemakaian herbisida berbahan aktif paraquat di Indonesia dan peran Rhizobium dalam fiksasi nitrogen, hasil penelitian ini fiksasi memiliki arti penting, terutama bagi petani agar berhati-hati dalam pemakaian pestisida. ABSTRACTPesticedes may cause environmental pollution which lead to disturbance of soil biota. Paraquat is an active agent of herbicides usually used in peat land and rainfed agriculture. This research was conducted to examine the influence of paraquat on symbiotic nitrogen fixing bacteria, Rhizobium sp. Thirty five trains of the genus Rhizobium were examined in this research. Some of them were isolated from soils, legume root nodules, and legume Inoculum. Six stains of Rhizobium japonicum were also used in this research. Inhibition effect was based on paper disc agar diffusion technique with various concentrations of paraquat (Gramoxone®). The results showed that six stains of Rhizobium sp. (17.14%) were resistant to paraquat up to 400 ppm (w/w). These strains have a good prospect to be applied as Rhizobial-Inoculum especially in agricultural lands usually treated with paraquat. However, most stains of Rhizobium sp, (82.86%) were inhibited by paaquat, and higher paraquat concentration caused higher degree of inhibition. Due to widely applied paraquat herbicides in Indonesia and the role of Rhozobium sp. in nitrogen fization, these results were important, especially for farmers, in pesticide application
PERUBAHAN CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH PETANI PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) DALAM MENGGUNAKAN PESTISIDA KIMIA PADA PADI (The Change of Chemical Pesticides Use Decision Making in Rice by Intergrated Farms) Irham Irham; Joko Mariyono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2001): Agustus
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18576

Abstract

ABSTRAKPestisida kimia merupakan salah satu masukan dalam produksi padi yang berfungsi untuk menekan kehilangan hasil oleh serangan hama dan penyakit. Penggunaan pestisida kimia harus bijaksana karena selain memberi manfaat juga menimbulkan bahaya terhadap kesehatan dan lingkungan. Banyak petani yang menggunakan pestisida kimia dengan dasar pencegahan, yaitu tanpa mempertimbangkan keadaan serangan hama dan penyakit sehingga penggunaannya cenderung berlebih. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) diperkenalkan kepada petani melalui Sekolah Lapangan (SL) PHT, dengan tujuan untuk nrengurangi pestisida kimia,  dan hanya digunakan jika memang diperlukan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa SLPHT telah mengubah cara pengambilan keputusan dalam menggunakan pestisida kimia. Keadaan ini menyebabkan penggunaan pestisida kimia menjadi berkurang. ABSTRACTChemical pesticide is one of the inputs in rice production used to protect yield loss caused by pest attack. Chemical pesticides should be used wisely as they pose threat to human health and pollute environment. Many farmers use chemical pesticide based on prophylactic concept, that is using chemical pesticides without taking into consideration the level of pest attack, which leads to an excessive use. Integrated Pest Management (IPM) concept is introduced to farmers through Farmer’s Field School (FFS) in order to reduce chemical pesticides use. According to the IPM principle, farmers can use chemical pesticides when necessary. Results of this study show that farmers have changed their decision-making in chemical pesticides use after adopting IPM concept through participation at FFS in IPM. This condition causes decline in chemical pesticide use.
PENGARUH TINDAKAN KONSERVASI TANAH TERHADAP ALIRAN PERMUKAAN, EROSI, KEHILANGAN HARA DAN PENGHASILAN PADA USAHA TANI KENTANG DAN KUBIS (Effect of Coil and Water Conservation Practices on Runoff, Erosion, Nutrient Loss and Farmer Income of Potato) Umi Baroroh Lili Utami
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2001): Agustus
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18577

Abstract

ABSTRAKLaju erosi yang terjadi di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah sangat tinggi karena pertanian yang dominan adalah sayuran, dan umumnya petani tidak melaksanakan teknik konservasi tanah dan air secara benar. Karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mencari tindakan konservasi tanah yang memadai agar dapat menekan erosi dan aliran permukaan, kehilangan hara dan meningkatkan penghasilan pada usaha tani kentang (Solanum toberosum L) dan kubis (Brassica oleracea l). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tindakan konservasi tanah terhadap aliran permukaan, erosi, kehilangan hara, dan penghasilan sehingga diharapkan teknik konservasi yang sesuai pada usaha tani kentang dan kubis dapat ditemukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengukur aliran permukaan dan erosi tiap kejadian hujan mulai bulan Februari hingga Mei 2000 selama satu musim tanam pada plot erosi berukuran 2 x 10 meter dengan kemiringan 34 %. Kehilangan hara tanah ditentukan dengan mengukur kandungan hara sedimen tanah. Penghasilan usaha tani dihitung setelah panen. Penelitian dirancang secara faktorial dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah usaha tani, yaitu kentang (C1) dan kubis (C2). Faktor kedua adalah teknik konservasi tanah, yaitu guludan memotong kontur (P1) sebagai kontrol, guludan sejajar kontur dan teras-gulud yang di tanami serai (P2), guludan sejajar kontur dengm penutupan mulsa alang-alang (P3), dan guludan sejajar kontur dengan mulsa plastik perak hitam (P4). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada usaha tani kentang, tindakan konservasi P2, P3 dan P4 mampu menekan erosi. Tindakan konservasi P2 dan P4 mampu meningkatkan penghasilan, namun P3 menurunkan penghasilan. Pada usaha tani kubis, tindakan konservasi tanah yang mampu menekan erosi hanya P3. Tindakan konservasi P2, P3, dan P4 mampu meningkatkan penghasilan. Tindakan konservasi kentang yang bagus, baik secara lingkungan maupun ekonomi, adalah perlakuan Po, sedangkan pada tanaman kubis adalah perlakuan P3. ABSTRACTErosion rate at Dieng Plateau, Central Java, is high because vegetable is the dominant crop, and in general the farmer never applied adequate soil and water conservation practices (SWCP)/ The research was carried to assess the suitable soil conservation practices in order to reduce runoff, erosion nutrient losses and to increase the income as potato (Solanum tuberosum L) and cabbage crop (Brassica oleracea L) farmers. The erosion and runoff data were obtained by measuring the actual runoff and erosion for each rainfall event during February-May 2000 period. Measurement of the actual erosion and runoff were conducted on erosion plot of 10x2. The expoiment was done in a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was the crop, that is the potato (C1) and cabbage (C2). The second factor was the technical soil conservation, that is, cross contour ridging (P1) as control treatment, contour ridging and terrace-ridging that was planted with citronella (P2), the contour ridging with the much of lemograss (P3), and the contour ridging covered with black silver plastic sheet (P4). The result of the research on the potato crop showed that the P2, P3 and P4 treatments could effectively decrease erosion. The P2 and P4 treatments were able to increase the farmers income, however P3 decreased the farmer income. On the cabbage crop, the effective treatment which decreased erosion was P3. The P2, P3 and P4 treatments increased the farmers income

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2001 2001


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue