cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2002): Maret" : 5 Documents clear
COMMUNITY INITIATIVE AND INVOLVEMENT IN CREATING HEALTHY AND FRIENDLY CITIES: LESSONS FROM YOGYAKARTA (Inisiatip dan Keterlibatan Komunitas dalam Menciptakan Kota yang Sehat dan Akrab) Bakti Setiawan
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 9, No 1 (2002): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18583

Abstract

ABSTRACTAs urbanization continue, more and more people will settle in cities. Cities in developing countries, however, are beset by a host of problems emanating from improper planning and design. Further, cities in developing countries, including Indonesia, also tend to lost their cultural identity and humanity, due to the influence of global market that penetrate the human spirits of the local dwellers. Cities are no longer save and friendly environments to live. This paper addresses this issue. It argues that community initiative and involvement in urban development is crucial for creating healthy and friendly cities. Based on case studies from Yogyakarta, the paper highlights several important factors for communities to be effectively involved in a more “friendly” urban development. From these five case studies, this paper learned that community’s initiatives and involvements could only be effectively conducted if they were better organized and understood the dynamics of urban planning and development. It is therefore very crucial for communities and interest groups to under-stand the “politics” of urban development and to actively involve in the day-to-day decision making process related to urban development.ABSTRAKSejalan dengan peningkatan urbanisasi, akan semakin banyak orang tinggal di kota. Persoalannya adalah bahwa kota kota di Negara berkembang menghadapi berbagai persoalan lingkungan, ekonomi dan sosial, terutama karena pendekatan dan praktek perencanaan dan perancangan kota yang tidak pas. Lebih jauh, kota kota di Negara berkembang sebagaimana di Indonesia cenderung kehilangan identita kulturalnya, terutama karena proses pertumbuhan kota yang dipengaruhi oleh pasar global dan tidak memungkinkan penduduk lokal untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan kotanya. Paper ini berargumen bahwa partisipasi penduduk lokal merupakan prasarat bagi terwujudnya kota yang aman dan akrab. Didasarkan atas studi kasus lima proyek di Yogyakarta yang melibatkan penduduk kota, paper ini merumuskan faktor-faktor penting untuk meningkatkan keterlibatan penduduk lokal. Dari lima studi kasus ini, paper ini berkeyakinan bahwa keterlibatan penduduk lokal akan optimal apabila mereka terorganisir dan memahami dinamika proses pembangunan kota. Adalah penting bagi komunitas untuk memahami proses politik dalam pembangunan kota dan secara aktip terlibat dalam proses keeharian pengambilan keputusan yang menyangkut pembangunan kota.
KAJIAN PENGELOLAAN KUALITAS LIMBAH RUMAH TANGGA DI KOTA MAKASSAR (Study of the Household Waste Quality Management in Makassar City) Muhammad Siri Dangnga
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 9, No 1 (2002): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18584

Abstract

ABSTRAKTujuan kajian ini adalah: (1). Untuk mengetahui kebijakan Pemerintah Daerah Kota Makassar mengnai sistm dan pengembangan prasarana serta langkah-langkah yang ditempuh dalam pembuangan limbah rumah tangga, dan (2). Untuk mengetahui konsentrasi sat pencemar pada limbah rumah tangga yang terdapat di saluran pembuangan yang akan dilepas ke lingkungan. Pengelolaan limbah rumah tangga yang diterapkan di Kota Makassar adalah: (1) meningkatkan sistem setempat dari lubang peresapan menjadi tangki septik yang dilengkapi lubang resapan, (2) mengembangkan organisasi pengelola sistem terpusat, (3) mengembangkan sistem jaringan pelayanan air limbah untuk bagian kota yang padat penduduknya, (4) membangun sebuah instalasi pengolahan air limbah (IPAL), (5) memotivasi partisipasi masyarakat dan swasta dalam sistem pengelolaan air limbah, dan (6) mengembangkan sistm interceptor di luar daerah yang dilayani oleh sistem pengelolaan air limbah.     Hasil pengukuran menunjukkan bahwa beberapa parameter kandungan limbah rumah tangga telah melampaui baku mutu atau nilai ambang batas untuk limbah Golongan I. Parameter tersebut adalah Oksigen terlarut (DO), fosfat, BOD, dan deterjen. ABSTRACTThe objectives of the study are: (1) to know the government policies in Makassar city about system and infrastructure developing and efforts condacted in household waste disposal. (2) to understand the concentration of pollutant on household waste content which exists in disposal system discharge to the environment. The household waste management applied in Makassar City were to: (1) increase the spot system from infiltrate hole to septic tank equipped with absorption level. (2) develop the central system management organization, (3) develop the waste network system in densely populated city; (4) build the waste management installation, (5) motivate the participation of the general public and private in the waste management system; (6) develop the interceptor system outside territory served by the waste management system. The result of the measurement show that a small number of the household waste content has exceeded the standard quality. The parameters of household waste content that had surpassed the quality standard for the waste class I Dissolved Oxygen (DO), phosphate, Biochemical Oxygen Demand (BOD) and detergent.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI SUSU (Liquid Waste Management in Milk Factory) Wagini Wagini; Karyono Karyono; Agus Setia Budi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 9, No 1 (2002): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18585

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui kondisi limbah cair industri susu. hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair industri susu mengandung zat-zat pencemar dalam tingkat yang membahayakan lingkungan, sehingga limbah cair tersebut perlu didaur ulang. Untuk itu diperlukan suatu instalasi peralatan yang mampu mengolah limbah tersebut. Pada penelitian ini proses pengolahan dilakukan dengan mengkombinasikan proses-proses pengolahan secara Fisika, Kimia dan Biologi. Dengan tahapan proses pengolahan yang dipilih meliputi; Proses equalisasi, proses anaerob, proses aerasi, lumpur aktif, proses sedimentasi, proses koagulasi-flokulasi, proses sedimentasi, proses flotasi, proses pengendapan partikel ringan, proses penyaringan dengan pasir dan arang aktif.    Kualitas air hasil pengolahan dianalisa secara Fisika, Kimia dan Biologi melalui parameter-parameter: suhu, kekeruhan, zat padat tersuspensi, zat padat terlarut, daya hantar listrik, PH, BOD, COD dan jumlah bakteri. Penelitian ini menunjukkan air hasil pengolahan aman untuk dibuang ke lingkungan. ABSTRACTA research to identify the condition of milk industry liquid waste was conducted. The result showed that the waste contained pollutants at the level the endangered the environment. Therefore, the waste had to be recycled in which a liquid waste treatment installation is needed. In this research, the process of milk industry liquid waste was done by combining processing techniques of physics, chemistry and biology. The processing steps include the processes of equalization, anaerobe, aeration, sedimentation, coagulation-flocculation, sedimentation, flotation, sedimentation, filtering with sand and activated carbon. The water resulted from the processes was analyzed in terms of physical, chemical and biological characteristics e.g. temperature, turbidity, suspended solid, solutes solid, conductivity, pH, BOD, COD and amount of bacteria. This research, shows that the water resulted from the treatment was safe for the environment.
VALUASI EKONOMI KEHILANGAN MANFAAT BERSIH AKIBAT BIAYA KESEHATAN PENGGUNAAN PESTISIDA KIMIA (Economic Valuation of Net Benefit Loss Due to Health Cost of Chemical Pesticides Use) Joko Mariyono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 9, No 1 (2002): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18586

Abstract

ABSTRAKMengingat pestisida merupakan bahan beracun, maka penggunaannya juga menimbulkan  risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi bsarnya kehilangan manfaat bersih akibat adanya eksternalitas yang diakibatkan oleh penggunaan pestisda kimia. Manfaat yang hilang ditentukan menghitung selisih antara manfaat bersihmaksimum dihitung dengan menggunakan konsep yang mendalilkan bahwa manfaat bersih marjinal sama dengan biaya eksternal marjinal. Manfaat bersih marjinal diturunkan dari fungsi produksi, sedangkan biaya eksternal marjinal diperoleh dari fungsi biaya kesehatan yang telah diestimasi oleh peneliti sebelumnya. Studi ini menggunakan data nasional produksi padi mulai tahun 1974 sampai dengan 2000. Hasil studi menunjukkan bahwa kehilangan manfaat bersih akibat biaya kesehatan karena penggunaan pestisida sangat tinggi. Kehilangan manfaat bersih yang sangat tinggi ini terjadi karena elastisitas produksi dari pestisida terhadap padi sangat kecil. ABSTRACTSince pesticide is a poisonous agent, its use also causes health risk. The objective of this study is to estimate the value of net benefit loss associated with chemical pestiside uses. The net benefit loss is determined by finding the difference between actual value of net benefit and maximum value of net benefit of pesticides use. The maximum value of net benefit can be obtained by employing the concept postulating that the net benefit is occurred when the marginal net benefit is aqual to marginal external cost. The marginal net benefit is derived from estimated production function of rice, whereas the marginal external cost is obtained by adopting health cost function of pesticides use that has been estimated by previous researchers. The study utilized the national data of rice production and agro-chemical input use during from 1974 to 2000. The results of the study show that there are extremely high net benefit losses associated with health costs of pesticides use. It is happened since the rice production elasticity of pesticides is too low.
HUTAN DAN PERILAKU ALIRAN AIR: KLARIFIKASI KEBERADAAN HUTAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP BANJIR DAN KEKURANGAN AIR (Forest and Stream Flow Behaviour: Clarification on Forest Relation With Flood and Drought Issues) Chay Asdak
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 9, No 1 (2002): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18587

Abstract

ABSTRAKBanjir bandang di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) seringkali dihubungkan dengan penebangan hutan di wilayah hulu DAS. Hal ini terkait dengan dua hal: (1) perhatian masyarakat terhadap tingginya laju degradasi sumberdaya hutan di banyak tempat di Indonesia, dan (2) adanya kesenjangan pemahaman tentang keterkaitan antara vegetasi, air, dan tanah. kedua hal ini mendorong terbentuknya pemahaman bersama (masyarakat luas termasuk akademisi) yang cenderung bersifat simplistik bahwa banjir bandang tersebut terjadi karena mengingkatnya penebangan hutan. Apakah pemahaman tersebut di atas didukung oleh bukti-bukti ilmiah? Atau karena didorong oleh emosi bahwa kerusakan hutan makin meningkat. Tulisan ini mencoba untuk menunjukkan hasil penelitian bahwa, pada banyak kasus, banjir bandang lebih disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan. ABSTRACTBig floods found in downstream areas that occurred in the wettest months of rainy season are often said to be associated with forest cutting in the upper parts of a watershed. This is partly caused by an increasing strong concerned from many people on high rate of forest destruction in many parts of Indonesia. Partly by false perception on forest-water-soil interaction. In the mean time, there is a common perception among the people including some scientific communities that large floods with severe economic impact are closely linked with the increasing forest cutting. Does this allegation have scientific justification? Or is it just a public emotion driven by the fact that many forest stands are becoming degraded overtime. This article is trying to bring up some scientific findings that, in many cases, big floods were often associated with extreme rainfall. Some illustrations used in this article are mainly from research findings in the temperate climates, with small protions from tropical regions.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue