cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2002): November" : 5 Documents clear
PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI LINGKUNGAN PERUMAHAN DI YOGYAKARTA (The Provision of Green Open Space in Housing Complexes in Yogyakarta) Dwita Hadi Rahmi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 9, No 3 (2002): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18593

Abstract

ABSTRAKLingkungan atau komplek perumahan saat ini banyak dibangun oleh para pengembang swasta di berbagai tempat di Yogyakarta. Salah satu fasilitas yang perlu disediakan oleh lingkungan perumahan tersebut adalah ruang-ruang terbuka hijau. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendokumentasikan pengadaan dar pemanfaatan ruang terbuka hijau di lingkungan perumahan, khususnya jenis, kondisi, pemanfaatan dan jenis tanaman ruang terbuka hijau. Dengan memakai 9 lingkungun perumahan sebagai studi kasus, penelitian ini menghasilkan beberapa hal, yaitu: (l) tidak semua lingkungan perumahan memiliki ruang terbuka hijau. (2) lingkungan perumahan kelas atas cenderung lebih banyak menyediakan ruang terbuka hijau daripada lingkungan perumahan kelas menengah. (3) alokasi lahan untuk ruang terbuka hijau belum menjadi perhatian (4) pemanfaatanr ruang terbuka hijau belum optimal. (5) serta pemilihan jenis tanaman cenderung lebih memperhatikan faktor estetika.  ABSTRACTPresently, a number of housing complexes has been built in many areas in Yogyakarta. Green open space is one of many facilities in a housing complexes which should be provided by developers. Based on this fact this study intends to identify and document the provision and use of vegetation. Selecting 9 housing complexes as the case studies, the results of this study are: (1) not all housing complexes have all types of green open space as being required; (2) high class housing complexes tend to provide more green open spaces facility to the residents than one which is provided by the middle class of housing complexes; (3) land allocation for green open spaces has not been taken into consideration; (4) the use of green open space has not been optimum; (5) and types of vegetation are more for beautification of the complex.
PENYUSUNAN INDIKATOR INDIKATOR KEBERLANJUTAN KOTA DI INDONESIA (Indicators of Sustainable Cities for Indonesia) Haryadi Haryadi; Bakti Setiawan
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 9, No 3 (2002): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18594

Abstract

ABSTRAKSelama ini konsep dan indikator pembangunan kota yang berkelanjutan telah banyak dikembangkan di negara-negara maju. Dalam konteks negara-negara berkembang, dimana kondisi lingkungan, sosial, ekonomi, dan budayanya berbeda, tentunya konsep dan indikator tersebut tidak dapat digunakan begitu saja. Melalui studi komparatip di berbagai kota di negara maju serla lokakarya di Denpasar dan Yogyakarta, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan indikator-indikator keberlanjutan kota di Indonesia. Hasil kajian merumuskan tiga kelompok indkator penting yakni: (l) indikator ekonomi, (2) indikator sosial; dan (3) indikator lingkungan. Masing-masing kelompok dirumuskan secara lebih rinci dalam penelitian ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perumusan indikator satu kota sebaiknya dilakukan oleh segenap warga kota agar benar-benar mencerminkan konsep dan persoalan warga kota. ABSTRACTConcepts and indicators of sustainable city have been developed in the developed countries. The adoption of such concepts and indicators should be critically examined in developing countries, because the differences in the economy, socio, and political situation of the cities. The research aims to develop indicators of sustainable cities for Indonesia. Through comparative studies of several cities in the developed countries and two workshop conducted in Denpasar and Yogyakarta the research was able  to develop indicators of sustainable cities for Indonesia which could be grouped into three aspects: (1) socio indicators; (2) economic indicators; and (3) environmental indicators. The research details those three aspects. The research also concludes that the development of indicators should be done through partnership among all stakeholders in the city.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN PESTISIDA DAN DAMPAK KESEHATAN: STUDI KASUS DI DATARAN TINGGI SUMATRA BARAT (The Relationship Between Pesticides Use and Health Impact: A Case Study in Highlands of West Sumatera) Enny S. Pawukir; Joko Mariyono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 9, No 3 (2002): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18595

Abstract

ABSTRAKPestisida merupakan agensia beracun, sehingga berpotensi untuk menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan. Kasus keracunan pestisida di negara berkembang sangat tinggi tetapi tingkat penggunaan pestisida yang tinggi justru di negara maju. Tujuan kajian ini adalah menilai korelasi antara penggunaan petisida dan dampakrya terhadap kesehatan. Kajian ini dilakukan di dataran tinggi Sumatra Barat tempat para petani menggunakan pestisida dalam jumlah yang banyak. Analisis dilakukan dengan metode regresi berganda. Hasil kajianr ini menunjukkan bahwa daya racun pestisida, jumlah pestisida, dan tingkat pemajanan pestisida secara signifikan menimbulkan dampak kesehatan. Hal ini didukung oleh kenyataan bahwa petani masih menggunakan pestisida yang sangat berbahaya dan perilaku penyemprotan yang berisiko tinggi terhadap terjadinya keracunan. Kajian ini menjawab pertanyaan: mengapa kasus keracunan di negara-negara berkembang sangat tinggi sementara penggunaan pestisida yang tinggi terjadi di negara-negara maju.  ABSTRACTPesticide is a poisonous agent, so which has adverse impacts on human health. The number of cases of pesticide poisoning is highly occurred in developing countrieseven though the high level of pesticide use is in developed countries. The objective of this study is to assess the relationship between pesticide use and its adverse health impacts among farmers who used the pesticides, and to identify the major cause of health impact. The study was conducted in highlands of West Sumatra where the farmers used pesticides in high volume. Analyses were carried out by employing multiregression and descriptive methods. The study indicates that toxicity, volume and exposure level of pesticides have caused significant negative impacts on the health of the farmers. It is supported by evidence is that the farmers used highly poisonous chemicals with risky behavior of spraying practices. The pesticides furthermore, exposed substantially to farmers in high volume. This study, therefore, is able to address the question i.e. why the case of poisoning in developing countries is high mean while the high level of pesticides use is in developed countries.
AKUMULASI LOGAM BERAT Cr DAN Pb PADA TUMBUHAN MANGROVE AVICENNIA MARINA DI MUARA SUNGAI BABON PERBATASAN KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH (Accumulation of Heavy Metals Cr and Pb in Mangrove Plant Avicennia marina On Babon River’s Estuari) Vita Kartikasari; Shalihuddin Djalal Tandjung; Sunarto Sunarto
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 9, No 3 (2002): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18596

Abstract

ABSTRAKEkosistem mangrove cenderung dapat mengakumulasi unsur-unsur logam berat yang berada dalam perairan sekitar tumbuhan mengrove. Kajian ini dilakukan di muara sungai Babon, Semarang, Jawa Tengah. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan tumbuhan mangrove, Avicennia murina, dalam mengakumulasi unsur logam berat Cr dan Pb; mengetahui organ (akar, cabang, dan daun) yang paling banyak mengakumulasi unsur logam berat dan mengetahui peran tumbuhan mangrove dalam mengurangi kandungan logam berat (Cr dan Pb) yang ada di perairan muara sungai Babon. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap observasi pendahuluan ditujukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang hidup di ekosistem mangrove dan menentukan keberadaan unsur logam berat dalam organ tumbuhan mangrove. Setelah observasi pendahuluan dapat ditentukan lokasi sampling yang ada tumbuhan mangrove A. marina dan lokasi yang tidak ada tumbuhan tersebut. Penelitian utama ditujukan untuk memperoleh data primer konsentrasi Cr dan Pb dengan cara mencuplik dari organ tumbuhan (akar, cabang dan daun), sedimen dan air. Cuplikan dibawa ke laboratorium untuk dikeringkan dengan Microwave Digestion MLS-1200 MEGA dan ditentukan kadar Cr dan Pbnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik Uji Non Parametric Kruskal Wallis dan Uji Two Test Kolmogorov Smimov. Hasil penelitian menampakkian Cr terakumulasi lebih banyak daripada Pb di tumbuhan mlangrove. Kecepatan faktor biokonsentrasi untuk Cr adalah 1052.66 dan Pb adalah 349.54. Tempat konsentrasi tertinggi Cr dan Pb dalam organ tumbuhan berturut-turut: akar, cabang dan dedaunan. Daun menyerap unsur Pb lebih besar daripada cabang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsentrasi Cr dan Pb di sedimen yang perairannya ditumbuhi mangrove lebilr besar dari pada di sedimen yang perairannya tanpa ditumbuhi mangrove. Konsentrasi unsur logam berat dalam perairan yang ditumbuhi magrove. ABSTRACTMangrove have a tendency to accumulate heavy metal elements, which exist in the water ecosystem surrounds this plant life. This study is conducted in Babon River’s Estuari Semarang, Central Java and aimed to meet some goals as follows. First, to observe the mangrove plants capability, Avicennia marina, to accumulate heavy metal elements, e.g.: Cr and Pb. Second, to understand deeper observation of mangrove plant’s organs: the roots, branches, and leaves, according to accumulate heavy metal elements. Third, to observe the role of mangrove plant due to reduce heavy metal elements (Cr and Pb), which may pollute in Babon rivers Estuaries. The Mangrove research and observation is divided into two major stages: Preliminary Observation and Main Observation. The preliminary observation is aimed to identify the variuous types of Mangrove plant and determine the heavy metal element contained in Mangrove plant organ. Based on preliminary observation result then decided the designated location sample point (contain heavy metal elements) which represent the Mangrova A. marina plant existence and the absence. The main observation is conducted in order to determine primary data of Cr and Pb concentration by taking sample plant organ’s (roots, branches, and leaves), sediment, and water. The sample is then dried by Microwave Digestion MLS-1200 MEGA. The main data observation is analysed statistically by using Non parametric Kruskal Wallis test and Two sample Kolmogorov-Smirnov Test. The accumulating capability of Mangrove plant describe that Cr element is more accumulate by Mangrove plant comparing to Pb element. The rate of Bio-concentration factor for Cr and Pb are 1052.66 and 349.54. The highest concentration level of Cr and Pb in Mangrove plant’s organ as in order : The roots, branches, and leaves. The leaves contain bigger Pb element in sediment, settled in the bottom of water, that present with Mangrove are quite bigger than location which Mangrove absences. On the other side, observation also describe that there is not significant metal element concentration differences in the water which present Mangrove or even in absence.
PRELIMINARY STUDY OF THE UTILIZATION OF ASH WASTE FROM POWERPLANTS TO PRODUCE ARTIFICIAL LIGHT WEIGHT AGGREGATES (Studi Awal Penggunaan Abu Limbah dari Pembangkit Tenaga Listrik untuk Memproduksi Agregat Berbobot Ringan) Harwin Saptoadi; P. C. Sumardi; Suhanan Suhanan
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 9, No 3 (2002): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18597

Abstract

ABSTRACTA large amount of disposed ash can cause severe environmental pollutions especially in large coal fired electric powerplants. One of many methods for reducing its negative impacts is to utilize the waste to produce ALWA (artificial leight weight aggregates) which is required to make light concrete for building constructions. However thorough researches have to be conducted first to find out the proper process conditions for ALWA production from fly ash and bottom ash of Indonesian coals. The investigated process conditions are the mixture composition of required raw, materials and the sintering conditions (e.g. temperature. duration, etc.). Moreover, an equipment to mix raw materials homogeneously and to produce other shapes of ALWA, which may be better than the existing shapes, must be built during the research. The last objective of the research is characterizing the physical and mechanical properties of the ALWA and some prototypes of light concrete made from the ALWA. It is expected that both the ALWA and the light concrete can satisfy the quality and specifications determined be existing standards. ABSTRAKAbu yang terbuang dalam jumlah besar dapat menyebabkan polusi lingkunga, terutama abu yang berasal dari batubara yang terbakar untuk keperluan pembangkit tenaga listrik. Salah satu dari berbagai metode untuk meredusir/mengurangi dampak negative adalah dengan menggunakan limbah untuk memproduksi ALWA (artificial light weight aggregates) yang diperlukan untuk membuat beton ringan untuk konstruksi bangunan. Tetapi, riset secara menyeluruh harus dilakukan untuk menemukan kondisi proses yang benar untuk produksi ALWA  yang berasal dari abu yang berterbangan dan abu yang ada di dasar yang berasal dari batubara Indonesia. Kondisi penelitian proses adalah campuran dari komposisi material mentah yang diperlukan serta kondisi sintering (suhu, durasi dsb). Tambahan lagi, suatu peralatan untuk mencampur material mentah secara homogin dan untuk memproduksi berbagai bentuk ALWA, yang mungkin lebih baik dari bentuk yang sekarang ini ada, harus dibuat selama penelitian. Tujuan terakhir bentuk ALWA, yang mungkin lebih baik dari bentuk yang sekarang ini ada, harus dibuat selama penelitian. Tujuan terakhir penelitian ini adalah menghidentifikasi karakter dari fisik dan mekanik ALWA dan prototype beton ringan yang dibuat dari ALWA. Diharapkan bahwa ALWA dan beton ringan dapat memnuhi kualitas dan spesifikasi dari standard yang ada.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue