cover
Contact Name
Elif Pardiansyah
Contact Email
elfardianzyah@untirta.ac.id
Phone
+6281391257400
Journal Mail Official
fauzanadim@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Gedung Pascasarjana, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus Jalan Conge Ngembalrejo Kotak Pos 51 Kudus 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah
Core Subject : Religion, Economy,
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Islamic Accounting, Islamic Bussines Management, Islamic Human Resource Management, Islamic Economics, Islamic Banking and Finance.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014): EQUILIBRIUM" : 8 Documents clear
MASALAH AGENCY DALAM PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BANK SYARI’AH
Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 1 (2014): EQUILIBRIUM
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/equilibrium.v2i1.719

Abstract

This paper attempts to theorise the behaviour of the Islamic firm in the light of the new theory of the firm. In this papers, we explore the agency problems and effort to minimalize the agency problems throught screening of adverse selection. The adverse selection due to the pre-contractual endowment of information to the entrepreneur about the productivity of the venture with respect to effort and capital. The agency problem will not happened in the mudharabah financing if the shahibul mal applied the restricted screening of adverse selection to the mudharib. The study has found that there are six attributes considered from the mudharabah projects point of view, which include the prospect of project, availability of collateral, healthiness of project, project’s financial statements, clarity of contract conditions, and conformity of time period. In regard to mudharib attributes, the study has also concluded five characteristics which are considered important. They include the business capacity, [personal] collateral, mudharibs’ reputation and family background, and their business commitments.Keywords: Screening, Adverse selection, Moral hazard, Agency problemTulisan ini mencoba untuk berteori perilaku perusahaan Islam dalam terang teori baru perusahaan. Dalam makalah ini, kami mengeksplorasi masalah keagenan dan usaha untuk meminimalkan masalah lembaga pikir screening seleksi yang merugikan. Pemilihan merugikan karena dana abadi pra-kontrak informasi kepada pengusaha mengenai produktivitas usaha sehubungan dengan usaha dan modal. Masalah keagenan tidak akan terjadi dalam pembiayaan mudharabah jika mal shahibul menerapkan skrining terbatas seleksi merugikan mudharib.Studi ini menemukan bahwa ada enam atribut yang dianggap dari proyek mudharabah sudut pandang, yang meliputi prospek proyek, ketersediaan jaminan, kesehatan proyek, laporan keuangan proyek, kejelasan kondisi kontrak, dan kesesuaian jangka waktu. Dalam hal atribut mudharib, studi ini juga telah menyimpulkan lima karakteristik yang dianggap penting. Mereka termasuk kapasitas bisnis, [pribadi] agunan, reputasi mudharibs 'dan latar belakang keluarga, dan komitmen bisnis mereka.Kata kunci: Penyaringan, seleksi Adverse, moral hazard, masalah Agency
BISNIS MULTILEVEL MARKETING DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 1 (2014): EQUILIBRIUM
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/equilibrium.v2i1.716

Abstract

Multilevel marketing is a marketing strategy that utilized customers to promote a certain product using multiple levels. This Approach is popular due to the increasing of the accessibility of modern social networks. However, because of this popularity, this method used to deceived customer, by using MLM they cheat customers so its impact on people distrust. Multilevel marketing often received criticism from the community. This is due to most of the people who pursue MLM is not understand the characteristics of the MLM business as a whole, whether in business it contains elements that is forbidden or not, and whether the business marketing system in accordance with Islamic law. This study examines the foundation for the study of the legal status of the clarity of MLM business in the perspective of Islamic law.Keywords: Multilevel marketing; Business; Islamic lawMultilevel marketing merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan konsumen untuk menyalurkan suatu produk tertentu dengan menggunakan beberapa level. Strategi ini sangat populer karena adanya dukungan akses jaringan sosial modern. Namun demikian, dalam perkembangannya, muncul penipuan bisnis yang berkedok MLM sehingga membuat citra bisnis MLM ini menjadi buruk di mata masyarakat. Akibatnya, bisnis MLM ini sering menerima kritik dari masyarakat. Hal ini disebabkan sebagian besar orang yang berbisnis MLM tidak memahami karakteristik dari bisnis MLM secara keseluruhan, baik apakah dalam bisnis ini mengandung unsur yang dilarang atau tidak, dan apakah sistem pemasaran bisnis ini sesuai dengan hukum Islam. Makalah ini mengkaji tentang kejelasan status hukum bisnis MLM dalam perspektif hukum Islam.Kata Kunci: Multilevel marketing, Bisnis, Hukum Islam
WHAT ARE THE GAIN AND LOSS OF COMPARATIVE ADVANTAGE AMONG ASEAN-6?
Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 1 (2014): EQUILIBRIUM
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/equilibrium.v2i1.721

Abstract

Tujuan diadakannya perdagangan ASEAN adalah untuk mengurangi hambatan tarif dan nontarif barang-barang yang diproduksi oleh negara-negara anggota. Oleh karena itu, penting untuk menentukan apakah anggota Asean untung atau rugi dalam transaksi perdagangan mereka. Makalah ini membahas keuntungan dan kerugian dari keunggulan komparatif (comparative advantage)  antara Asean-6. Penulis menggunakan data sekunder dari keunggulan komparatif terungkap (Revealed Comparative Advantage) untuk Asean-6. Temuan menunjukkan bahwa semua Asean-6 negara memperoleh keuntungan dari perdagangan mereka.The aim of ASEAN trade is to reduce tariff and nontariff barriers to goods produced in member countries. Therefore, it is significant to determine whether Asean members gain or loss from their trade. This paper examines the gain and loss of comparative advantage among Asean-6. We employ secondary data of revealed comparative advantage (RCA) for Asean-6. The results obviously indicate that all Asean-6 countries gain from their trade. Keyword: Comparative Advantage, Revealed Comparative Advantage (RCA), Gain ang Loss from Trade, ASEAN-6, OLS, Augmented Dickey Fuller test (ADF).
POTENSI EKONOMI DALAM PENGELOLAAN WAKAF UANG DI INDONESIA
Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 1 (2014): EQUILIBRIUM
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/equilibrium.v2i1.712

Abstract

UU. No. 41 Tahun 2004 tentang wakaf dan PP. No. 42 Tahun 2006 tentang pelaksanaan UU. tersebut menjadi pijakan pelaksanaan wakaf uang dalam praktek perwakafan di Indonesia. Wakaf uang diatur dalam pembahasan khusus yang menandakan bahwa pengembangan wakaf uang perlu mendapatkan perhatian serius dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Jadi secara ekonomi, wakaf Islam adalah membangun harta produktif melalui kegiatan investasi dan produksi saat ini, untuk dimanfaatkan hasil bagi generasi yang akan datang. Wakaf juga mengorbankan kepentingan sekarang untuk konsumsi demi tercapainya pengembangan harta produktif yang berorientasi pada sosial, dan hasilnya juga akan dirasakan secara bersama oleh masyarakat. Investasi harta melalui wakaf dalam tatanan Islam sebenarnya merupakan sesuatu yang sangat unik yang berbeda dengan investasi di sektor pemerintah (public sector) maupun sektor swasta (private sector). Praktik wakaf uang sebenarnya telah berjalan di beberapa negara Muslim seperti Mesir dan Tunis. Di Indonesia, wakaf uang berkembang pesat setelah diakui secara legal formal melalui Undang-Undang tentang wakaf tersebut. Kata Kunci: Ekonomi, Wakaf Uang, Manajemen, Investasi Abstract: The Government Regulation on endowments under Act. No. 41 of 2004 on and Regulation No. 42 of 2006 on the implementation of the Act became the foundation a practice of cash waqf in Indonesia. cash waqf need to get serious attention in improving the economy of Indonesia. The goal of waqf in Islam is to build productive assets through investment and production activities which have benefit for the next generations. Waqf are also sacrificing someone not to consumption now in order to achieve productive property for social development and also society. The endowment property through wakf in Islamic is different from the investment in the public sector (public sector) and the private sector (private sector). Practice Cash waqf has actually been working in several Muslim countries like Egypt and Tunis. In Indonesia, cash waqf has a rapidly growing after formal legally recognized by government regulation one waqf. Keywords: Economy, Endowments Money, Management, Investment
PENGEMBANGAN PRODUK-PRODUK LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH
Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 1 (2014): EQUILIBRIUM
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/equilibrium.v2i1.717

Abstract

Islamic microfinance institutions is one of the pillars in the financial intermediation process. Microfinance is needed by small and medium-sized communities both for consumption and production, and also save the results of their efforts. This study aims to determine the theoretical foundations associated with the development of products Islamic microfinance institutions. The results showed that the development of products LKMS through enterprise planning process to determine the market demand, establish a strategic decision in the formation of products, improve the product, even to innovate new products as an effort to improve the quality of services and products LKMS services. Through Islamic principles in product development stage, the products can provide variation LKMS lawful and good for the benefit of society in general. Efforts related to the development of performance management products generate LKMS lead to the implementation of activities in the form of an increase in the product. It is as a form of improving managerial quality in LKMS.Keywords: Product Development and Microfinance Institutions ShariaLembaga keuangan mikro syariah merupakan salah satu pilar dalam proses intermediasi keuangan. Keuangan mikro dibutuhkan oleh kelompok masyarakat kecil dan menengah baik untuk konsumsi maupun produksi serta juga menyimpan hasil usaha mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar-dasar teori yang terkait dengan pengembangan produk-produk lembaga keuangan mikro syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan produk-produk LKMS melalui proses perencanaan perusahaan untuk mengetahui keinginan pasar, menetapkan keputusan yang strategis dalam pembentukan produk, memperbaiki produk, bahkan membuat inovasi produk-produk baru sebagai upaya peningkatan kualitas layanan dan produk jasa LKMS. Melalui prinsip syariah pada tahapan pengembangan produknya, maka produk-produk LKMS dapat memberikan variasi yang halal dan baik untuk kemaslahatan masyarakat secara umum. Upaya yang berkaitan dengan pengembangan produk menghasilkan kinerja manajemen LKMS mengarah pada pelaksanaan kegiatan berupa peningkatan produk. Hal ini sebagai wujud meningkatkan kualitas manajerial di LKMS. Kata Kunci: Pengembangan Produk dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah
ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSET (ROA), BOPO DAN BI-RATE TERHADAP TINGKAT BAGI HASIL DEPOSITO MUDHARABAH PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA TAHUN 2012 – 2013
Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 1 (2014): EQUILIBRIUM
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/equilibrium.v2i1.713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Return on Asset (ROA), BOPO dan BI rate terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah. Populasi dalam penelitian ini adalah bank syariah di Indonesia. Populasi penelitian ini adalah 11 bank syariah dan total sampel yang digunakan 7 bank. Dalam menentukan sampel menggunakan random sampling dengan kriteria Bank Syariah yang mengeluarkan laporan keuangan triwulanan secara lengkap pada tahun 2012-2013. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda agar mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang hubungan antara variabel yang satu dengan variabel lainnya. Selain itu, uji hipotesis yang digunakan adalah uji statistik t untuk menguji koefisien regresi parsial dan uji F-statistik untuk menguji signifikansi secara simultan dengan tingkat signifikansi 5%. Uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi juga digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ROA, BOPO, dan BI Rate secara simultan berpengaruh signifikan terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah. ROA dan BI rate secara parsial berpengaruh signifikan terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah. Sedangkan BOPO secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah.Kata Kunci : ROA, BOPO, BI-Rate, Bagi Hasil Deposito MudharabahABSTRACT : This study aims to analyze the effect of Return on Asset (ROA), BOPO, BI rate to the the level of profit sharing mudharabah deposits. The population in this study is a Islamic bank in Indonesia. The population of this study were 11 Islamic banks and the total sample of 7 banks. In purposive sampling using random sampling with criteria of Islamic Banks serving quarterly financial statements in the year 2012-2013. The analysis technique used in this study is multiple linear regression to obtain a comprehensive picture of the relationship between variables that one with the other variables. In addition, the hypothesis test used was the t test statistic for testing the partial regression coefficient and test F-statistic for testing significance together with the significance level of 5%. Classic assumption test covering normality test, multicollinearity, heteroscedasticity test, and the autocorrelation test is also used in this study. The results of this study indicate that ROA, BOPO, and BI Rate simultaneously have significant effect on the level of profit sharing mudharabah deposits. ROA and BI Rate is partially have significant effect on the level of profit sharing mudharabah deposits. While the partial BOPO haven’t significant effect of the level of profit sharing mudharabah deposits.Keywords : Return on Assets (ROA), BOPO, BI Rate, Profit Sharing Deposist Mudharabah
THE SIGNIFICANCE OF WAQF FOR ECONOMIC DEVELOPMENT
Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 1 (2014): EQUILIBRIUM
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/equilibrium.v2i1.718

Abstract

Terdapat anggapan dari sejumlah ilmuan Barat yang menyatakan bahwa institusi wakaf tidak lagi memainkan fungsi ekonomi yang signifikan dalam konteks perekonomian modern sebagaimana pada masa-masa sebelumnya. Menurut mereka, wakaf pada masa kini justru muncul sebagai faktor yang menghambat pembangunan di negara-negara Muslim. Artikel ini dimaksudkan untuk membantah anggapan tersebut dengan menampilkan berbagai fungsi dan kontribusi ekonomi yang dapat diperankan wakaf dalam konteks perekonomian kontemporer. Selain itu, sejumlah prasyarat untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan wakaf juga dikemukakan.Kata kunci: wakaf, pembangunan ekonomi, distribusi pendapatan, kemiskinan, pembiayaan defisitThere is an opinion among Western scholars that the institution of waqf could not any longer perform its economic role in the present times. Instead of being a vital institution as it truly played at the pre-modern era, waqf nowadays seems to be an impediment to the development in Muslim countries. This paper therefore is meant to refute such an opinion and attempts to point out the economic impacts of waqf for Muslim society in the context of the present economy. In the last part, the paper also brings about several necessary prerequisites for the revitalization of waqf in the current days.Keywords: waqf, economic development, income distribution, poverty, deficit financing
ANALISIS DETERMINAN PENGUNGKAPAN ISLAMIC SOCIAL REPORTING: STUDI KASUS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA
Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 1 (2014): EQUILIBRIUM
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/equilibrium.v2i1.714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sejumlah variabel yaitu ukuran bank, umur bank, profitablitas dan leverage terhadap pengungkapan Islamic Social reporting (ISR) pada Bank Umum Syariah di Indonesia dari periode 2010 sampai 2012. Pengungkapan ISR dilakukan dengan cara analisis konten melalui metode skoring. Penelitian ini menemukan bahwa hanya variabel ukuran bank yang berpengaruh signifikan positif terhadap pengungkapan ISR pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Semakin besar aset yang dimiliki oleh bank syariah maka semakin tinggi penguungkapan ISR-nya. Penelitian ini juga menemukan bahwa bank syariah mengalami peningkatan rata-rata indeks pengungkapan ISR selama periode penelitian. Akan tetapi, pengungkapan ISR bank syariah baru memenuhi sekitar 50 persen dari keseluruhan item pengungkapan yang harus di-disclosure berdasarkan pada model yang dikembangkan pada penelitian ini.Keywords: Islamic social reporting, profitabilitas, ukuran bank, corporate social responsibility, leverage, umur bank.The purpose of this study is to analyze the impact of selected variables such as the size of the bank, bank age, profitability and leverage on the disclosure of Islamic Social Reporting (ISR) in the Islamic banks of Indonesia from the period 2010 to 2012. The disclosure of ISR is obtained by content analysis through scoring method. The study finds that the size of the bank is the only variable which has a significant positive impact on the disclosure of ISR Islamic banks in Indonesia. An an increase of the number of the Islamic bank’ asset increases the disclosure of ISR Islamic banks. This study also finds that the Islamic banks have increased their disclosure of ISR during the study period. However, the disclosure percentage of ISR Islamic banks is only about 50 percent of all items that should be disclosure based on the model developed in this study.Keywords: Islamic social reporting, profitabilitas, ukuran bank, corporate social responsibility, leverage, umur bank.

Page 1 of 1 | Total Record : 8