cover
Contact Name
Cindy Paloma
Contact Email
cindy@agr.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Joseta.faperta@gmail.com
Editorial Address
JOSETA, Jurusan sosial ekonomi pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Kampus Unand Limau Manis, Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26860953     DOI : https://doi.org/10.25077
Agricultural economics, Farming development, Agricultural management, Agricultural policy, Agricultural extension and communication, Agricultural finance and micro-credit, Rural sociology, Rural planning and development, Rural landscape and natural resources management, Sustainable agriculture, Agro-industry, entrepreneurship in agriculture, Other research on economics and agribusiness
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): April" : 13 Documents clear
Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Desa, Kasus Penggunaan Dana Desa di Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman Hidayatul Husna; Dwi evaliza; Ira wahyuni syarfi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i1.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perencanaan kegiatan penggunaan dana desa di Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman dan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dana desa di Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman tahun 2016. Metode pengambilan responden dalam penelitian ini menggunakan mekanisme sengaja (Purposive) dengan 20 orang responden yang dianggap ahli dan kompeten dibidang dana desa. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dengan prinsip Triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan dana desa berdasarkan Peraturan Walikota Pariaman dengan perencanaan yang telah direalisasikan Desa Marunggi tahun 2016 dapat dikatakan sesuai, karena perencanaan tersebut berpedoman pada Peraturan Walikota Pariaman dan pelaksanaan kegiatan di Desa Marunggi sesuai dengan tahapan yang ada didalam Peraturan Walikota Pariaman dan RKP desa Marunggi tahun 2016.Kata kunci : Mekanisme, deskriptif, kualitatifThis study aims to analyze the 2016 fiscal year allocation and management of village fund in Marunggi Pariaman Selatan Subdistrict of Pariaman Municipality. The analysis was based on principle, priority, and governance of village fund assistance. By interviewing 20 informants who are considered expert and competent in managing the village funds. Data and information is qualitatively analyzed. The results show that the allocation of Marunggi village’s fund has been following to RPJM and RKP of the village. RPJM and RKP are the guidance in allocating and managing village fund. While the management and implementation of the activities which were funded by village funds has also been in line with the RKP of village funds in 2016.Keyword : Mechanism, descriptive, qualitative
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Sektor Pertanian Sumatera Barat Andre Vermana; Mahdi Mahdi; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i1.8

Abstract

Sektor pertanian memainkan peran penting dalam perekonomian Sumatera Barat. Sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan, pekerjaan, valuta asing, dan pendapatan pajak. Ini juga memasok bahan baku untuk sektor industri dan jasa yang mengarah ke efek penyebaran yang lebih besar terhadap perkembangan ekonomi provinsi. Namun, Sumatera Barat menghadapi pertumbuhan yang lebih lambat dari produksi pertaniannya selama dua dekade terakhir. Apakah sektor ini sudah mencapai puncak produksi? Untuk menjawab pertanyaan ini, dalam penelitian ini, kami menguji faktor-faktor untuk produksi pertanian Sumatera Barat dengan menerapkan model Cobb-Douglas yang menghipotesiskan tenaga kerja, investasi di bidang pertanian dan tanah sebagai faktor-faktornya. Dengan menganalisis data dari tahun 2000-2016, kami menemukan bahwa model tersebut dapat menjelaskan faktor-faktor ini untuk produksi pertanian Sumatera Barat karena R-square dari model tersebut adalah 71,3%. Lahan pertanian adalah satu-satunya faktor yang signifikan positif untuk produksi, sementara tenaga kerja dan investasi tidak. Temuan ini menandakan bahwa sektor pertanian Sumatera Barat hampir mencapai puncak produksi dalam tahap teknologi dan sumber daya manusia saat ini. Dengan keterbatasan lahan untuk ekspansi pertanian, Sumatera Barat perlu melarang keras konversi lahan pertanian, untuk meningkatkan sumber daya manusia dan mengubah teknologi pertanian untuk pengembangan pertanian lebih lanjut.Kata kunci: sektor pertanian, Sumatera Barat, Cobb-Douglas, lahan pertanian, produksi puncakAgricultural sector plays important role in West Sumatra’s economy. The sector contributes significantly to income, employment, foreign exchange, and tax revenue. It also supplies raw materials for industry and service sectors that lead to larger spread effect to the economic development of the province. However, West Sumatra has been facing slower growth of its agriculture production for last two decades. Has this sector already reached its peak production? To answer this question, in this study, we examine the factors for agricultural production of West Sumatra by applying Cobb-Douglas model that hypothesizes labor, investment in agriculture and land as the factors. By analyzing the data from 2000-2016, we found that the model could explain these factors for West Sumatra agricultural production as R-square of the model is 71.3%. Agricultural land is the only factor that is positively significant for the production, while both labor and investment are not. The findings signalize that West Sumatra agricultural sector almost reach the peak production within the current stage of technology and human resources. With limitation of land for agricultural expansion, West Sumatra needs to strictly prohibit agricultural land conversion, to improve human resources and to change the agricultural technologies for further agricultural development.Keyword : agricultural sector, West Sumatra, Cobb-Douglas, agricultural land, peak production
Analisis Perencanaan dan Implementasi Tekonologi Inovatif pada Program Nagari Model Kelapa di Nagari Koto Baru Kecamatan Padang Sago Kabupaten Padang Pariaman Ronny Afrinandos; Nuraini budi astuti; Ferdhinal asful
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i1.186

Abstract

Pembangunan pertanian secara berkelanjutan tidak dapat dilaksanakan hanya oleh petani sendiri.Setiap upaya pembangunan dan pengembangan pertanian memerlukan rencana sebagai acuan pelaksanaan pembangunan.Pelaksanaan program pengembangan kawasan sentra kelapa di Sumatera Barat dengan pendekatan wilayah pedesaan berbasis agribisnis melalui Program Nagari Model Kelapa.Nagari Koto Baru Kecamatan Padang Sago Kabupaten Padang Pariaman adalah salah satu nagari yang termasuk dalam program pembangunan “Nagari Model Kelapa”.tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses penyusunan perencanaan Program Nagari Model Kelapa dan implementasi teknologi inovatif pada Nagari Model Kelapa di Nagari Koto Baru. Penyusunan perencanaan Program Nagari Model Kelapa (NMKe) telah dilakukan dan disusun dalam bentuk buku “Rancang Bangun Pembangunan Nagari Model Kelapa” pada tahun 2015 meliputi 3 kegiatan. Berdasarkan Rancang Bangun Nagari Model Kelapa Kenagarian Koto Baru Kecamatan Padang Sago Kabupaten Padang Pariaman, terdapat 4 kegiatan yang sudah dilakukan mulai pada tahun 2016-2018.Kata Kunci: perencanaan pembangunan nagari, model kelapa, teknologi inovatifSustainable agricultural development cannot be carried out only by the farmers themselves. Every agricultural development and development effort requires a plan as a reference for the implementation of development. The implementation of the coconut center area development program in West Sumatra with an agribusiness-based rural area approach through the Nagari Model Coconut Program. Nagari Koto Baru District Padang Sago Padang Pariaman Regency is one of the nagari included in the "Nagari Model Coconut" development program. The purpose of this study is to describe the process of planning the Nagari Model Coconut Program and the implementation of innovative technology in the Nagari Model Coconut in Nagari Koto Baru. The planning of the Nagari Model Coconut Program (NMKe) has been carried out and compiled in the form of a book "Design and Development of the Nagari Model Coconut Development" in 2015 covering 3 activities. Based on the Nagari Design Model of Koto Baru Kenagarian Coconut Model, Padang Sago Subdistrict, Padang Pariaman District, there are 4 activities that have been carried out starting in 2016-2018.Keywords: development planning, coconut model village, innovative technology

Page 2 of 2 | Total Record : 13