cover
Contact Name
Pandu Febriyanto
Contact Email
inovasiproses@akprind.ac.id
Phone
+6285642058253
Journal Mail Official
inovasiproses@akprind.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta Jl. Kalisahak No. 28 Kompleks Balapan, Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Inovasi Proses
ISSN : -     EISSN : 23386452     DOI : https://doi.org/10.34151/jip
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Proses merupakan Jurnal Nasional Jurusan Teknik Kimia IST AKPRIND Yogyakarta yang menyajikan informasi tentang hasil penelitian dan pengabdian yang berkaitan dengan teknik kimia.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2018): Maret 2018" : 8 Documents clear
SHARING KNOWLEDGE SEWERAGE SYSTEM DALAM RANGKA EVALUASI SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK DI PT VICO INDONESIA
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT VICO Indonesia adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengeboran minyak. Salah satu fasilitas yang disediakan oleh PT VICO Indonesia untuk karyawannya adalah camp (mess) atau lingkungan perumahan. Didalam camp ini dikelola sekitar 300 pekerja yang menginap penyediaan air bersih sudah tersedia, tetapi teknologi penyediannya adalah teknologi lama sehingga perlu diperbaiki dan disempurnakan. Begitu pula dengan teknologi pengolahan limbah cair domestik (sewerage treatment) masih menggunakan teknologi lama tahun 70-an, sehingga perlu disesuaikan dengan teknologi dan peraturan terbaru yang berlaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat sharing knowledge dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pelatihan dengan menggunakan metode tutorial /ceramah yang disertai diskusi, tanya jawab, presentasi, pre-test, post-test, dan kunjungan lapangan. Kunjungan lapangan dilakukan di fasilitas instalasi selama masa on duty (back to back 2 minggu, 2 minggu bekerja 2 minggu libur). Salah satu kebutuhan pokok lingkungan camp adalah penyediaan air bersih dan pengelolaan limbah domestik. Fasilitas pengolahan limbah cair domestik (STP) untuk melihat dan mencermati kemungkinan apa saja yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap teknologi yang digunakan. Pelaksanaan sharing knowledge dilakukan di Gedung Human Resource Department PT VICO Indonesia, Muara Badak, Kalimantan Timur. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti tutorial yang disampaikan selama kegiatan ini berlangsung dan dapat dilihat juga dari antusiasme pertanyaan yang diajukan. Evaluasi yang dilakukan terhadap keberhasilan pengabdian ini dapat dilihat dari pengetahuan peserta mengenai pengolahan limbah domestik melalui kegiatan pre-test dan post-test. Animo yang diberikan oleh peserta sangat besar, hal ini disebabkan tema yang diberikan sangat tepat karena peserta memang membutuhkan pengetahuan tentang cara-cara pengelolaan limbah domestik agar dapat melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem pengolahan yang sudah ada.
PENGARUH WAKTU PENGADUKAN DAN PENGAMBILAN SAMPEL LARUTAN CaCO3 4% TERHADAP JUMLAH ENDAPAN PADA ALAT FILTER PRESS
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi. Hampir semua makhluk hidup membutuhkan air,terutama manusia karena ±75% dari tubuh manusia adalah air. Namun tidak semua air yang ada layak untuk digunakan karena terdapat kotoran-kotoran yang terkandung. Maka perlu dilakukan pengolahan air,salah satunya dengan proses filtrasi. Dari hasil percobaan ke 1 didapat bahwa frame yang paling optimum menyaring endapan adalah frame pertama yaitu berat endapan mencapai 4,45 % dengan kadar air yang hilang 1,45 %. Dari hasil percobaan ke 2 didapat bahwa waktu sampling paling optimum adalah 30 detik dengan berat endapan yang dihasilkan mencapai 4,49% dan kadar air yang hilang 0,80 %. Dari hasil percobaan ke 3 didapat bahwa waktu pengadukan paling optimum adalah 35 detik dengan berat endapan mencapai 4,58% dan kadar air yang hilang 0,95%. Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa semakin lama waktu sampling dan waktu pengadukan maka semakin besar pula endapan yang tersaring oleh alat filter press ini. Hal ini terjadi karena semakin lama waktu sampling dan waktu pengadukan maka larutan CaCO3 akan semakin homogen sehingga proses filtrasi berjalan lebih baik.
Dekafeinasi Biji Kopi Robusta melalui Proses Ekstraksi dengan Pelarut Aquadest (Variabel Jumlah Pelarut dan Kecepatan Pengaduk terhadap Kadar Kafein Terekstraksi)
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dekafeinasi kopi pada penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi batch dan analisis jumlah kafein yang terekstraksi dilakukan dengan metode iodometri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jumlah pelarut dan kecepatan pengaduk pada saat ekstraksi terhadap penurunan kadar kafein kopi robusta. Variasi jumlah pelarut yang dibuat adalah 200 mL, 300 mL, 400 mL, 500 mL, dan 600 mL dan variasi kecepatan pengaduk adalah 100 rpm, 200 rpm, 300 rpm, 400 rpm, dan 500 rpm. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa semakin besar jumlah pelarut maka jumlah kafein terekstraksi juga semakin besar dan semakin besar kecepatan pengaduk jumlah kafein yang terekstraksi juga semakin besar. Akan tetapi, peningkatan jumlah kafein terekstraksi pada variabel kecepatan pengaduk tidak signifikan dibandingkan dengan peningkatan jumlah kafein terekstraksi pada variabel jumlah pelarut. Adapun kadar kafein sebelum diekstraksi adalah 6641,202 mg.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU TERHADAP KUAT TARIK PADA PROSES PEMBUATAN PLASTIK DARI GANAS (GADUNG DAN SERAT DAUN NANAS)
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah plastik yang semakin meningkat seiring bertambah penggunaannya, sehingga menimbulkan permasalahan serius, seharusnya dilakukan antisipasi dengan berbagai upaya untuk menanggulangi limbah plastik. Salah satunya dengan menggantikan penggunaan plastik konvensional dengan plastik biodegradable. Sebelumnya plastik biodegradable telah dibuat, namun kekuatannya masih sangat kurang. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dalam pembuatan plastik biodegradable. Plastik Biodegradable dalam penelitian ini dibuat dari umbi gadung, dan sebagai penguatnya memanfaatkan gliserin serta serat daun nanas. Penelitian ini dilakukan dengan variabel suhu proses dan waktu proses untuk mengetahui kondisi optimal agar dapat dihasilkan plastik biodegradable dengan kualitas yang baik. Tahapan dalam proses pembuatannya meliputi preparasi bahan (pembuatan tepung umbi gadung, dan pengambilan serat daun nanas), pencampuran bahan, penambahan asam cuka, aquadest, gliserin, pencetakan dan pengeringan plastik. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan dengan menggunakan kecepatan pengadukan 300 rpm, perbandingan bahan 10:1 (Pati gadung : serat daun nanas), volume pelarut asam asetat 1% 50 mL, volume aquades 50 mL, volume gliserin sebagai plastilizer 3 mL, tekanan 1 atm, variabel sudu dan waktu di variasikan. Diperoleh kondisi optimal untuk mendapatkan kuat tarik terbesar yaitu 3,8708 MPa dengan menggunakan suhu proses 80oC selama 90 menit. Bioplastik dari pati gadung dan serat daun nanas ini juga dapat terdegradasi dengan bantuan EM4 selama 15 hari, sehingga bioplastik pati umbi gadung adalah plastik yang dapat terdegradasi, terbukti dari hasil uji FT-IR yang menunjukkan adanya gugus karbonil (CO).
Pembuatan Karbon Aktif dari Ranting Bambu Menggunakan Zat Aktivator Natrium Hidroksida
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pohon bambu memiliki banyak kegunaan dan hampir semua bagian dari pohon bambu dapat digunakan tak terkecuali dengan rantingnya. Dengan berkembangnya teknologi terutama di bidang teknik kimia, ranting bambu dapat diolah dengan metode pirolisis agar dapat mempunyai nilai guna yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan arang aktif menggunakan aktivator natrium hidroksida dan kegunaanya serta mengetahui kualitas daya adsorbsi arang aktif dari ranting bambu dengan variabel lama perendaman dan kosentrasi zat aktivator. Proses pembuatan arang aktif menggunakan metode pirolisis, yaitu pengarangan tanpa terjadi kontak dengan udara. Ranting bambu yang telah dianalisis kadar air dan kadar abunya lalu direndam dalam zat aktivator dengan variasi lama waktu perendaman (4, 8, 12, 16, 20, dan 24 jam), dilanjutkan variasi kosentrasi zat aktivator 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12%. Setelah perendaman ranting bambu ditiriskan dan di jemur dibawah sinar matahari selama 1 hari, kemudian ranting bambu dimasukkan ke dalam alat pirolisis dan dilakukan pirolisis selama 45 menit, pirolisis terjadi dengan menimbulkan semburan gas yang keluar dari alat pirolisis dan pirolisis telah selesai apabila semburan gas telah berhenti, dan peroses diberhentikan apabila telah mencapai 45 menit. Arang aktif kemudian dikeluarkan dan ditimbang utnuk mengetahui persentase hasil arang aktif dan daya adsorbsinya. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan pada kondisi proses suhu 350ºC, lama waktu pirolisis 45 menit, diperoleh hasil yang terbaik pada lama waktu perendaman 24 jam dan konsentrasi larutan NaOH 12% dengan hasil arang aktif 25,66% dan keaktifan arang 315,01 mg/g . Keaktifan arang aktif tersebut masih jauh dari standar yang ada di pasaran (750 mg/g SNI 06–3730-1995).
Pembuatan Karbon Aktif dari Ranting Bambu Menggunakan Zat Aktivator Asam Phospat (Variabel Waktu Perendaman dan Kosentrasi Zat Aktivator)
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pohon bambu memiliki banyak kegunaan dan hampir semua bagian dari pohon bambu dapat digunakan tak terkecuali dengan rantingnya. Dengan berkembangnya teknologi terutama di bidang teknik kimia, ranting bambu dapat diolah menjadi arang dengan pirolisis agar dapat mempunyai kegunaan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan arang/karbon aktif dan mempelajari pengaruh waktu perendaman maupun konsentrasi larutan asam phosfat sebagai aktivator terhadap kualitas daya adsorbsinya maupun persentase hasil arang. Pirolisis merupakan proses pemanasan bahan pada suhu tinggi tanpa terjadi kontak dengan udara. Ranting bambu dengan kadar air rata-rata sebesar 9,02% dan kadar abu rata-rata sebesar 1,59% sebelum pirolisis direndam dahulu dalam zat aktivator dengan variasi waktu perendaman dan variasi kosentrasi zat aktivator. Ranting bambu sebagai bahan baku setelah direndam dan ditiriskan, selanjutnya di jemur dibawah sinar matahari selama 1 hari, kemudian dimasukkan ke dalam alat pirolisis dan dilakukan pirolisis pada suhu tertentu. Pirolisis berlangsung ditandai dengan terjadinya semburan gas yang keluar dari alat pirolisis dan selesai apabila semburan gas telah berhenti, dan pemanasan dihentikan apabila telah mencapai waktu 45 menit. Hasil karbon selanjutnya dikeluarkan dan ditimbang untuk menentukan persentase hasil karbon aktif dan daya adsorbsi atau keaktifannya. Berdasarkan hasil penelitian dengan pirolisis pada suhu 350ºC, waktu 45 menit, diperoleh hasil terbaik pada waktu perendaman 24 jam dan konsentrasi larutan H3PO4 12%, dengan kadar air rata-rata karbon aktif sebesar 1,2%, persentase hasil karbon aktif 26,48%, dan keaktifan arang aktif 380,28 mg/g. Keaktifan karbon aktif tersebut masih dibawah standar yang ada di pasaran (750 mg/g SNI 06–3730-1995).
Penambahan Alginat sebagai Emulsifier pada Susu dari Kulit Pisang dan Kacang Hijau (LITSANG-IJO) (Variabel Waktu dan Suhu)
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Permintaan pangan yang tumbuh lebih cepat dari produksinya akan terus berlanjut. Akibatnya, akan terjadi kesenjangan antara kebutuhan dan produksi pangan .Penyebab utama kesenjangan itu adalah adanya pertumbuhan penduduk yang masih relatif tinggi dengan jumlah besar dan penyebaran yang tidak merata sehingga terganggunya pertumbuhan organ dan jaringan tubuh, lemahnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, serta menurunnya aktivitas produktivitas kerja untuk mengatasi masalah tersebut maka dengan adanya susu Litsang-Ijo, sebagai susu, diharapakan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai gizi dalam susu tersebut terutama proteinnya. Namun susu Litsang-Ijo ini kurang diminati oleh masyarakat dikarenakan belum banyak masyarakat yang mengetahui tentang susu Litsang-Ijo. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan upaya untuk menjaga kestabilan emulsi susu Litsang-Ijo, salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menambahkan emulsifier. Adapun penelitian dilakukan untuk mempelajari kemungkinan bahan alginate sebagai emulsifier susu Litsang-Ijo. Dalam penelitian ini akan dipelajari pengaruh penambahan alginate terhadap konstanta laju pengandapan susu Litsang-Ijo dengan variabel waktu dan suhu. Data absorbansi setiap 10 menit untuk menghitung konsentrasi susu kulit pisang kacang hijau dengan bantuan kurva standard an diolah untuk mendapatkan konstanta laju pengendapan. Laju pengandapan susu kulit pisang kacang hijau dipengaruhi oleh waktu pengadukan dan suhu pencampuran. Dengan menggunakan massa alginate 7%, kecepatan pengadukan 780 rpm diperoleh konstanta laju pengendapan yang terkecil pada waktu 7 menit dan suhu 70 oC, dengan konstanta laju pengendapan 0.00088 ppm/menit.
FORMULASI SIRIH DAN GAMBIR DALAM PEMBUATAN PASTA GIGI ANTIBAKTERI DAN BEBAS FLUORIDE SEBAGAI ALTERNATIF PRODUK HERBAL INDONESIA (Variabel perbandingan sirih dan gambir, dan ukuran gambir)
Jurnal Inovasi Proses Vol. 3 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : JURNAL INOVASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasta gigi merupakan suatu produk yang sudah sangat populer di masyarakat karena dianggap mampu memberikan efek segar pada mulut serta mampu dengan efektif mebersihkan gigi dari kotoran dan bakteri penyebab sakit gigi. Namun, kebanyakan pasta gigi yang ada di pasaran menggunakan fluor yang cukup tinggi. Fluor merupakan zat yang yang berguna dalam kadar kecil, namun berbahaya dalam jumlah besar karena dapat menyebabkan fluorisis pada gigi. Oleh karena itu, diperlukan adanya penelitian mengenai pasta gigi yang dapat melindungi gigi dari bakteri namun rendah fluor. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa pasta gigi sirih mampu menurunkan akumulasi plak gigi dan pasta gigi gambir dapat berfungsi sebagai antibakteri perusak gigi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan keduanya agar diperoleh pasta gigi multifungsi. Tahap penelitian ini adalah preparasi bahan, ekstraksi daun sirih (menggunakan pelarut aquades), pembuatan pasta gigi, dan analisis hasil. Uji yang dilakukan pada produk pasta gigi hasil adalah uji organoleptik, dan uji mikrobiologi. Pasta gigi uji disimpulkan baik jika memiliki kemampuan menghambat bakteri, tidak mengandung fluoride dan disukai panelis baik dari segi tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil pengujian mikrobiologi menunjukkan bahwa semakin besar perbandingan massa gambir : volume ekstrak daun sirih maka daya hambat pasta gigi terhadap bakteri semakin tinggi. Sementara dari uji organoleptik menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran gambir maka tingkat kesukaan panelis terhadap rasa dan tekstur pasta gigi semakin tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8