cover
Contact Name
Kiki Kristiandi
Contact Email
kikikristiandi@pakisjournal.com
Phone
-
Journal Mail Official
miki@pakisjournal.com
Editorial Address
Jl. Tabrani, Saing Rambi, Sambas, 79462 Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia
ISSN : 29875404     EISSN : 29874009     DOI : https://doi.org/10.58184/miki
Core Subject : Health,
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia (MIKI) is a peer-reviewed and open-access triannually (January, Mei, and September) published by the PAKIS JOURNAL INSTITUTE. The aim of MIKI is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in nutrition, public health, midwifery, and nursing. Processes submitted original scripts related to scope nutrition, public health, midwifery, and nursing and not being published by other publishers. This journal gives readers the state of the art of the theory and its applications in all aspects of nutrition, public health, midwifery, and nursing.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY" : 5 Documents clear
PENGARUH FOOD TABOO, KONSUMSI TABLET FE DAN KAFEIN TEH TERHADAP NILAI KADAR HAEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL Akbarini, Oon Fatonah; Pramuwidya, Asmaurika; Lamana, Aspia
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i1.208

Abstract

Anemia kehamilan merupakan keadaan tubuh yang memiliki kadar hemoglobin dalam darah <11% dengan kondisi kehamilan di trimester 1 & 3 dan dapat terjadi pada kondisi trimester ke-2 (kadar hemoglobin <10,5%). Kejadian anemia yang terjadi pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Antibar Kecamatan Mempawah Timur terdapat 61 orang tahun 2021. Anemia pada ibu hamil ini memberikan dampak seperti abortus, pendarahan pada kehamilan, persalinan prematur, gangguan janin, gangguan proses persalinan, gangguan masa nifas, cacat bawaan, BBLR, kematian perinatal dan lain - lain. Berdasarkan hasil pendahuluan masih terdapat ibu hamil yang melaksanakan tabu makanan pada kehamilannya. Tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 82, 50 %). Saat ini masyarakat di Kabupaten Mempawah masih memiliki budaya minum teh dalam keseharian termasuk ibu hamil. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh food taboo, konsumsi tablet Fe dan kafeina teh terhadap nilai kadar hemoglobin. Jenis penelitian ini adalah studi kuantitatif, dengan rancangan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil, sampel penelitian ini berjumlah 40 ibu hamil. Analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,937 artinya tidak ada hubungan antara food taboo dengan kadar hemoglobin, ada hubungan antara konsumsi tablet Fe dengan kadar hemoglobin dengan nilai p-value 0,021 dan ada hubungan antara kebiasaan minum teh dengan kadar hemoglobin dengan nilai p-value 0,04. Dari hasil tersebut bahwa sangat penting bagi ibu hamil untuk lebih diperhatikan pola konsumsi minum teh dan tablet Fe agar tidak terjadi penurunan hemoglobin selama kehamilan.
IDENTIFIKASI ASUPAN ZAT BESI, KALSIUM, DAN PHOSPOR PADA MAHASISWA PANGAN SEMESTER 5 Izzati, Fatin; Juliani, Juliani; Supriyanti, Dina
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i1.210

Abstract

Kecukupan gizi adalah salah satu kebutuhan harian yang disarankan bagi tubuh. Tingkat kecukupan gizi ditentukan berdasarkan rata-rata kebutuhan gizi penduduk dan dijadikan sebagai pedoman untuk memastikan bahwa individu seseorang mengonsumsi makanan yang seimbang dalam memenuhi kebutuhan gizinya. Metode yang digunakan adalah pencatatan makanan dalam bentuk kuantitatif, yaitu pencatatan secara perinci kebutuhan makanan selama 7 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan zat besi, kalsium serta kebutuhan fosfor pada laki-laki maupun wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kebutuhan kalori laki-laki dan wanita terhadap kalsium. Sejak hari pertama sampai hari ketujuh, kebutuhan kalsium pada laki-laki mengalami kelebihan tertinggi pada hari ketiga sebesar -6186,9. Berbeda dengan kebutuhan kalsium wanita, pada hari pertama, kelima dan ketujuh kebutuhan kalsium sangat tinggi, namun pada hari kedua, ketiga, keempat dan keenam kebutuhan kalsiumnya berkurang. Kadar kekurangan kalsium pada wanita paling rendah terjadi pada hari ketiga sebesar 1717,0935. Kebutuhan fosfor pada laki-laki terjadi pengurangan dari hari kesatu sampai hari keempat sedangkan hari kelima, keenam dan ketujuh kebutuhan fosfor pada laki-laki mengalami kelebihan. Kelebihan fosfor paling tinggi pada laki-laki, yaitu terjadi pada hari keenam sebesar -3688,85. Kebutuhan fosfor pada wanita mengalami kelebihan dari hari kesatu sampai hari ketujuh, yaitu terjadi peningkatan pada hari kelima sebesar -3807,5472. Tingkat kebutuhan zat besi pada laki-laki mengalami kelebihan, yaitu terjadi pada hari pertama, kedua, keempat, kelima dan ketujuh. Sedangkan, kebutuhan zat besi pada wanita mengalami kekurangan pada hari pertama sampai hari kelima, untuk hari keenam dan ketujuh mengalami kelebihan zat besi.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM MENGHADAPI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI KELAS X SMA N 1 SALEM KABUPATEN BREBES Sulymbona, Nurdewi
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i1.214

Abstract

Sebagian besar remaja di seluruh negara mengalami dismenore, yang dapat menyebabkan kontraksi rahim. Periode pematangan organ reproduksi manusia yang disebut masa pubertas biasanya terjadi pada usia 10 hingga 19 tahun. Hasil penelitian di beberapa negara berkembang menunjukkan bahwa sekitar 75% remaja perempuan dan 30-55% perempuan mengalami dismenore. Antara 5 dan 20% remaja putri yang mengalami dismenore dilaporkan mengalami nyeri yang sangat parah sehingga menghambat aktivitas sehari-hari mereka. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa remaja putri tidak cukup memahami dismenore sehingga banyak dari mereka tidak tahu bagaimana menangani dismenore dengan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap dismenore pada remaja putri di kelas X SMA N 1 Salem. Penelitian ini melakukan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Semua remaja perempuan dari kelas X SMA N 1 Salem berjumlah 181 orang terlibat dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, total sampling digunakan. Studi ini menggunakan kuesioner. Uji chi-kuadrat digunakan untuk menganalisis data univariate dan bivariate. Hasil penelitian yang dilakukan di SMAN 1 Salem Kabupaten Brebes menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri tentang dismenore termasuk dalam kategori cukup, yaitu 76 orang (42 persen), dan sikap mereka terhadap dismenore termasuk dalam kategori positif, yaitu 100 orang (55,2%) p-value 0,000.
GAMBARAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA-SISWI SMK DI KABUPATEN BULELENG Ariantini, Nyoman Sri; Purnamasari, Ayu
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i1.217

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang produktif dan memiliki potensi yang besar dalam pengembangan wilayah dan daerah. Potensi dalam pertumbuhan ini perlu diberikannya upaya maksimal dalam mendorong kemajuan bangsa yang akan datang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Siswa remaja SMK  DI Kabupaten Buleleng pada usia 15-19 tahun. Pendekatan yang digunakan, yaitu secara cross sectional study design. Jumlah sampel yang berkontribusi dalam penelitian ini sebanyak 175 sampel dengan tingkat pendidikan pada kelas X dan XI.  Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pengetahuan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi tergolong dalam kategori cukup baik dengan jumlah persentase sebanyak 47,4%, sedangkan untuk perilaku positif dengan nilai sebesar 90,9%. Hasil analisis dengan menggunakan chi-square dapat dilihat bahwa adanya hubungan antara pengetahuan dengan kesehatan reproduksi dengan perilaku kesehatan reproduksi. Peningkatan pengetahuan ini dibutuhkan agar tidak ada kesalahan dalam perilaku dan siswa menjadi lebih memahami kondisi kesehatan reproduksinya.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP ANTIBIOTIK DI LINGKUNGAN KALUBIBING KELURAHAN MAMUNYU Sartika, Sartika; Tikirik, Wita Oileri; Tarnoto, Tenny
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i1.230

Abstract

Antibiotik adalah golongan obat yang paling banyak digunakan di dunia dan berhubungan dengan banyak infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan penyebab utama penyebaran resistansi antibiotik, penggunaan antibiotik harus tepat sasaran, dan pasien harus mewaspadai efek samping obat antibiotik. Pengamatan awal dilakukan di lingkungan Kalubibing dan diperoleh informasi bahwa masyarakat cenderung menggunakan antibiotik karena indikasi yang tidak tepat. Kebanyakan orang menggunakan antibiotik sebagai pereda nyeri atau pereda nyeri, dan dosis yang digunakan hanya satu tablet atau dua tablet. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotik di sekitar Kalubibing Desa Mamunyu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, responden yang berpengetahuan baik sebanyak 33 orang (41, 2%) dan responden yang berpengetahuan cukup sebanyak 31 orang (38, 8%). Sedangkan pengetahuan kurang baik sebanyak 16 orang (20, 0%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa responden yang berpengetahuan baik lebih banyak dibandingkan responden yang berpengetahuan cukup baik dan kurang. Berdasarkan hasil penelitian penelitian ini, dapat diasumsikan bahwa masyarakat sekitar Kalubibi lebih mengetahui tentang penggunaan antibiotik, terutama tentang aturan pakai, cara menghentikan antibiotik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5