cover
Contact Name
Sitti Harnia
Contact Email
nicanfityah@gmail.com
Phone
+6285399504736
Journal Mail Official
jurnal.gemeinschaft@uho.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo. Kampus Baru Jl, H.E.A. Mokodompit, Kota Kendari, 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Gemeinschaft : Jurnal Masyarakat Pesisir dan Perdesaan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27148904     DOI : 10.52423
Gemeinschaft: Jurnal Masyarakat Pesisir dan Perdesaan adalah jurnal ilmiah online yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Halu Oleo dengan frekuensi terbitan dua kali setahun (April dan Oktober). Nama jurnal ini diinspirasi dari istilah yang dikemukakan oleh Sosiolog berkebangsaan Jerman, Ferdinand Tönnies untuk menggambarkan kelompok sosial (masyarakat) dimana para anggotanya berhubungan secara erat, intim, informal, dan eksklusif. Dengan demikian, Jurnal Gemeinschaft relevan untuk menggambarkan hasil riset seputar masyarakat pesisir dan perdesaan.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2021): Edisi April" : 15 Documents clear
DAMPAK MODERNISASI PERTANIAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI PADI (Studi Sosiologi Pembangunan di Desa Sangia Makmur Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana) Hardiyanto, Dandy; Rusli, Muhammad; Sarpin, Sarpin
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i1.17279

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui proses modernisasi alat-alat pertanian di Desa Sangia Makmur Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana (2) untuk mengetahui dampak modernisasi pertanian terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat petani padi di Desa Sangia Makmur Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana. Metode penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan Proses modernisasi pertanian merubah bentuk pertanian dari cara-cara yang tradisional sampai menjadi cara-cara yang lebih modern. Perubahan-perubahan tersebut meliputi beberapa hal seperti pengolahan, penanaman padi, pemeliharaan tanaman padi, proses pemanenan padi dan pasca panen. Modernisasi pertanian memberikan dampak terhadap perubahan sosial dan ekonomi, dampak perubahan sosial yaitu kemampuan keluarga petani padi dalam membiayai pendidikan anaknya, petani padi juga meningkatkan biaya kesehatan, kurangnya interaksi sosial antar masyarakat petani padi, pudarnya budaya gotong-royong dan stratifikasi sosial. Sedangkan perubahan ekonomi yaitu meningkatnya penghasilan petani padi, kemampuang membangun perumahan dan berkurangnya lapangan pekerjaan bagi buruh tani karena yang dulunya dikerjakan oleh tenaga manusia kini sudah tergantikan oleh alat-alat pertanian yang modern.
EKSISTENSI PENGGUNAAN ALAT TANGKAP TRADISIONAL POLO (BUBU) DALAM MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL PADA MASYARAKAT NELAYAN (Studi di Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi) Sariana, Wa; Roslan, Hj. Suharty; Anggraini, Dewi
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i1.15474

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui eksistensi penggunaan alat tangkap tradisional bubu dalam melestarikan kearifan lokal pada masyarakat nelayan Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi; (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat nelayan masih tetap menggunakan alat tangkap tradisional bubu di Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi, jenis penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data melalui pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi. Data yang diperlukan disajikan dalam bentuk penjelasan, uraian, dan gambaran tentang eksistensi penggunaan alat tangkap tradisional bubu dalam melestarikan kearifan lokal pada masyarakat nelayan di Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) terdapat 3 eksistensi penggunaan alat tangkap tradisional bubu a) digunakan dalam kehidupan sehari-hari b) digunakan secara turun temurun (tradisi). Penggunaan alat tangkap bubu (polo) merupakan warisan budaya secara turun temurun yang terus dilestarikan hingga saat ini c) digunakan untuk menjaga lingkungan (pelestarian sumberdaya alam). 2) Terdapat 4 faktor-faktor yang menyebabkan alat tangkap tradisional bubu tetap digunakan yaitu a) bentuknya sangat sederhana dan mudah dalam membuatnya, serta bahan dasar yang digunakan untuk membuat alat tangkap tradisional bubu sangat mudah dijumpai dan hanya membutuhkan keterampilan khusus serta proses pembuatannya sangat mudah karena hanya menggunakan bambu b) alat tangkap ini juga relatif murah biaya pembuatannya. c) ramah lingkungan d) penghasilanya lebih besar daripada memancing menggunakan alat tangkap biasa.
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19 (Sudi Desa Latompe Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat) Yama, Wa Ode; Rusli, Muh.; Tanzil, Tanzil
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i1.20323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi program bantuan Langsung Tunai (BLT) terhadap kesejahteraan masyarakat di masa pandemi Covid-19 dan Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program bantuan langsung tunai (BLT) terhadap kesejahteraan masyarakat di masa pandemi Covid-19 di Desa Latompe Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat. Metode Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun informan dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa, KASI Pelayanan dan Kesejahteraan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Implementasi Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) terbagi menjadi tiga indikator yakni a) Tepat Sasaran, jika dilihat dalam pelaksanaan penyalurannya program Bantuan Langsung Tunai selama masa pandemi Covid-19 di Desa Latompe sudah tepat sasaran. b) Tepat Waktu, dalam proses penyalurannya bantuan langsung tunai Dana Desaselama masa pandemi covid-19 sudah tepat waktu. c) Tepat Jumlah, selama masa pandemi covid-19 Pemerintah Desa telah menyalurkan BLT kepada masyarakat yang bersumber dari anggaran dana desa sebesar Rp 600.000,00 pada triwulan pertama dan Rp 300.000,00 triwulan kedua. Kedua, Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program bantuan langsung tunai (BLT)  dapat dilihat dari 4 indikator yaitu : a) Komunikasi, mengenai informasi Program Bantuan Langsung Tunai di masa Pandemi Covid-19 di Desa Latompe, Pemerintah Desa pernah mengadakan sosialisasi kepada KPM program BLT. b) Sumber Daya, di Desa Latompe Pemerintah Desa telah memahami tentang syarat, prosedur dan ketentuan dalam pengurusan, dan pembagian BLT selama masa pandemi Covid-19. c) Disposisi, Pemerintah Desa mensosialisasikan bahwa dana bantuan yang di berikan harus di gunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatselama masa pandemi Covid-19, d) Struktur birokrasi, mengenai proses distribusi BLT-DD selama masa pandemi Covid-19, birokrasi desa sepenuhnya bertanggung jawab terhadap data siapa saja penduduk desa yang berhak menerima program BLT-DD.
PARTISIPASI POLITIK TERHADAP PEMILIHAN KEPALA DAERAH (Studi Sosiologi Politik Pada Masyarakat Suku Bajo di Desa Sama Bahari Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi) Rahmawati Rahmawati; Syaifudin S. Kasim; Peribadi Peribadi
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi politik serta fakor apa yang mempengaruhi partisipasi politik terhadap pemilihan kepala daerah yang ada di Desa Sama Bahari Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti ingin mendiskripsikan tentang bentuk partisipasi politik masyarakat pada pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Wakatobi. dengan teknik pengumpulan datanya antara lain observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa partisipasi politik terhadap pemilihan kepala daerah dipengaruhi oleh tingkat pendidikan pengetahun politik, faktor sosial ekonomi, pengaruh partai politik dan tim kampanye, pengaruh figur calon pilkada dan pengaruh money politics. partisipasi politik yang ada di Desa Sama Bahari, Partisipasi politik masyarakat bukan hanya sebatas bagaimana memberikan suara dalam proses pemilihan, tapi juga sejauh mana masyarakat ikut berpatisipasi dan ambil bagian dalam proses partisipasi politik lainnya seperti menghadiri rapat umum, menjadi anggota partai, menjadi tim sukses salah satu  pasangan calon dan lain sebagainya. Pertimbangan ekonomi dan politik uang menjadi salah satu motivasi dalam partisipasi politik. Namun sosok pasangan kandidat dan visi misi juga tidak bisa diabaikan dalam pengaruhnya terhadap partisipasi politik masyarakat.
PELUANG DAN TANTANGAN DESA TERTINGGAL MENUJU DESA BERKEMBANG (Studi di Desa Kembar Maminasa Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat) Jusman, Jusman; Arsyad, Muhammad; Sarpin, Sarpin
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i1.15503

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui penilaian Indeks Desa Membangun di Desa Kembar Maminasa Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat yang dikategorikan masih desa tertinggal. (2) Untuk mengetahui bagaimanakah peluang dan tantangan yang dihadapi Desa Kembar Maminasa Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat dalam upaya meningkatkan status desa tertinggal menjadi desa berkembang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kembar Maminasa Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indeks Desa Membangun (IDM) adalah suatu alat bantu pengukuran terhadap perkembangan status desa yang melalui analisa dari nilai komposit seluruh nilai skoring masing-masing indikator yang terpilih yang didasarkan pada konsep kebijakan pembangunan yang ditetapkan serta otoritas kewenangan, tugas dan fungsi kementerian desa PDTT. IDM terdiri dari Indeks Ketahanan Sosial (IKS) yang terdiri dari dimensi kesehatan, pendidikan, modal sosial dan permukiman; Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) yang terdiri dari dimensi ekonomi; dan Indeks Ketahanan Ekologi/ Lingkungan (IKL) yang terdiri dari dimensi ekologi. Penilaian Indeks Desa Membangun terhadap Desa Kembar Maminasa yang berstatus sebagai desa tertinggal dipengaruhi oleh adanya beberapa hal yaitu kesehatan, pendidikan, modal sosial, permukiman, ekonomi dan ekologi. Dari hasil penilaian Indeks Desa Membangun di atas, adapun yang menjadi peluang yaitu pemanfaatan sumber daya alam seperti pertanian (kakao, nilam dan pembuatan gula merah), perikanan (budidaya ikan bandeng dan udang vanamei), peternakan (budidaya sarang walet) dan sumber air (embung); pembangunan sarana infrastruktur seperti balai desa, koperasi, mushola, sekolah, empang, aliran listrik, alat informasi & komunikasi, lapangan olah raga dan parit. Selanjutnya yang menjadi  tantangan yaitu akses jalan penghubung, sarana kesehatan (puskesmas, posyandu dan jamkesmas) dan pasar.
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP TEKNOLOGI MODERN PERALATAN TANGKAP IKAN (Studi di Desa Sainoa Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali) Desi Fitriyanti; Muhammad Rusli; Tanzil Tanzil
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat nelayan terhadap teknologi modern alat tangkap ikan dan Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat nelayan terhadap teknologi modern alat tangkap ikan di Desa Sainoa Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali. Penelitian ini mengunakan teknik purposive sapling yaitu teknik penentuan informan secara sengaja, yakni penelitian ini telah menentukan responden menjadi sampel penelitian dengan anggapan atau menurut pendapat sendiri. Hasil penelitian ini menujukan bahwa persepsi masyarakat nelayan terhadap teknologi modern alat tangkap ikan di Desa Sainoa Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali adalah meliputi Modal dari persepsi nelayan terhadap penggunaan alat tangkap modern yaitu kurang modal baik dalam membeli alat tangkap modern atau modal untuk mengembangkan perahu yang awalnya mendayung (tradisional) menjadi perahu bermesin atau menjadi kapal penangkap  ikan bermesin, dan Pengalaman kerja dalam penggunaan alat tangkap modern semakin mempermudah penggunaan alat tangkap serta bisa menghemat biaya yang di keluarkan dalam melaut serta memperoleh  hasil  yang maksimal, dan Teknologi simpulkan bahwa dengan adanya peralatan modern dalam hal ini peralatan tangkap ikan memudahkan nelayan dari suatu tempat ke tempat lain dalam mencari ikan serta memudahkan nelayan mencari titik potensial yang terdapat ikan sehingga tangkapan nelayan bisa maksimal dan memperoleh hasil yang besar tentunya dari segi ekonomi.
STRATEGI BERTAHAN HIDUP MASYARAKAT AGRARIS DI DESA MATAPILA KECAMATAN LASOLO KABUPATEN KONAWE UTARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Harlida Harlida; Juhaepa Juhaepa; Tanzil Tanzil
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi bertahan hidup masyarakat agraris di Desa Matapila Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara di tengah pandemi Covid-19. Metode penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan datanya yaitu studi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini, masyarakat petani yang berada di Desa Matapila Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara melakukan berbagai macam strategi agar tetap bisa bertahan hidup dan melangsungkan kehidupan mereka selain mengharap pada hasil pertanian. Strategi-strategi yang dilakukan oleh masyarakat petani yang berada di Desa Matapila yaitu (1) Strategi aktif yaitu strategi yang dilakukan dengan cara memanfaatkan segala potensi yang dimiliki, seperti melakukan aktivitasnya sendiri (seperti mencari sayur atau rotan dihutan dan mencari ikan atau kerang dilaut untuk diperjualbelikan sehingga menghasilkan uang), memperpanjang jam kerja (seperti bekerja atau menjadi buruh harian dikebun orang lain dan menjadi buruh harian ditambang batu suplit dari pagi hingga sore hari), dan melakukan apapun demi menambah penghasilan (seperti bekerja atau menjadi tukang bersih-bersih dikebun orang lain, menjadi buruh pengolah sagu, mengolah kayu dihutan untuk diperjualbelikan atau menjadi buruh pengangkat kayu yang telah diolah). (2) Strategi pasif yaitu strategi yang dilakukan dengan cara meminimalisir atau menghemat pengeluaran keluarga, seperti mengganti sumber pangan yang harganya lebih murah/terjangkau (misalnya dari setiap hari makan pakai ikan lalu diganti atau diselang-seling makan pakai telur atau mie instant atau dari biasanya makan daging (ayam/sapi) seminggu sekali diganti menjadi makan pakai ikan, telur, tempe ataupun tahu), mengambil bahan makanan yang bersumber dari alam sekitar (seperti mencari sayur dihutan seperti pakis, umbut rotan, rebung dan lain sebagainya dan mencari ikan atau kerang dilaut untuk dikonsumsi sendiri sehingga tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli sayur dan ikan lagi), dan lebih mengutamakan memenuhi kebutuhan dibanding keinginan (misalnya ingin membeli baju atau barang-barang yang baru, maka ditunda dan dikesampingkan dulu dan lebih memenuhi kebutuhan yang wajib atau pokok seperti memenuhi kebutuhan makanan). (3) Strategi jaringan yaitu strategi yang dilakukan dengan cara memanfaatkan jaringan sosial, seperti memanfaatkan jaringan sosial yang ada disekitar mereka (yaitu meminjam uang atau sembako kepada saudara, tetangga atau kerabat terdekat mereka atau mengutang sembako atau bahan-bahan makanan lainnya di warung atau di toko terdekat mereka.
NILAI-NILAI SOSIAL KEARIFAN LOKAL POKADULU (GOTONG ROYONG) PADA MASYARAKAT MUNA (Studi Desa Kontunaga Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna) Aslan, Aslan; Bahtiar, Bahtiar; Anggraini, Dewi
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i1.17186

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1. Untuk mengetahui bentuk-bentuk pokadulu (gotong royong) pada masyarakat Muna Desa Kontunaga Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna, 2. Untuk mengetahui nilai- nilai sosial kearifan lokal pokadulu (gotong royong) pada masyarakat Muna Desa Kontunaga Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif yaitu dengan memberikan penjelasan dan uraian deskriptif sesuai dengan masalah dalam penelitian ini. Selain itu dalam penelitian ini juga menggunakan teknik pengumpulan data yang pertama Studi pustaka dan penelitian lapangan dengan cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian mununjukan bahwa yaitu: 1. Bentuk-bentuk kearifan lokal pokadulu (gotong royong) pada Masyarakat Muna di Desa Kontunaga Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna di antaranya, dalam bentuk pertanian, dalam acara kematian, dalam bentuk pembangunan atau perbaikan rumah warga, dalam acara hajatan dan dalam bentuk kegiatan pembuatan fasilitas umum dalam desa, 2.  Nilai-nilai sosial kearifan lokal pokadulu (gotong royong) pada Masyarakat Muna di Desa Kontunaga Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna diantaranya nilai kebersamaan, nilai persatuan, nilai tolong menolong dan nilai sosialisasi.
PARTISIPASI MASYARAKAT SUKU BAJO DALAM PEMBANGUNAN DI DESA LAMANGGAU KECAMATAN TOMIA KABUPATEN WAKATOBI Fardian, Fardian; Kasim, Syaifudin S.; Upe, Ambo
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i1.16196

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi masyarakat Suku Bajo dalam pembangunan  di Desa Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya partisispasi masyarakat Suku Bajo dalam pembangunan  di Desa Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini di lakukan di Desa Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kurangnya partisipasi masyarakat Suku Bajo dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Lamanggau namun dalam bentuk perencanaan dan pengesahan pembangunan mereka selalu aktif dalam berpartisipasi untuk menyampaikan pendapat. Hal yang menyebapkan kurangnya partisipasi masyarakat Suku Bajo dalam pelaksanaan pembagunan di karenakan kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakay Suku Bajo untuk ikut serta berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Lamanggau, dan yang menjadi sala satu faktor kurangnya partisipasi masyarakat Suku Bajo adalah karena faktor pekerjaan mereka yang lebih lama menghabiskan waktunya di tengah lautan dibandingkan dengan aktivitasnya di daratan.
JARINGAN SOSIAL EKONOMI DALAM PENGELOLAAN HASIL TAMBANG BATU KAPUR PADA MASYARAKAT DESA NEPA MEKAR KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH Nurfatmawati Nurfatmawati; Hj. Suharty Roslan; Megawati A. Tawulo
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Untuk mengetahui bentuk jaringan sosial ekonomi masyarakat dalam pengelolaan hasil tambang batu kapur di Desa Nepa Mekar Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah. (2) Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran hasil pengelolaan tambang batu kapur di Desa Nepa Mekar Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah. Hasil temuan dilapangan menunjukkan bahwa bentuk jarngan sosial ekonomi masyarakat dalam pengelolaan hasil tambang batu kapur di Desa Nepa Mekar Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah adalah: dimana hubungan pemilik usaha dan buruh sangat bekerjasama satu sama lain, masyarakah yang bekerja sebagai buruh pembuat hasil pengelola batu kapur saling bahu membahu dan bergotong-royong dalam memasarkan hasi pengelolaan tambang batu kapur, dan hubungan antara sesama buruh saling bekerja sama dan solidaritas yang begituh tinggi terjali di antara sesama. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran hasil pengelolaan tambang batu kapur di Desa Nepa Mekar Kecematan Lakudo Kabupaten Buton Tengah adalah : Perencanaan strategi pemasaran dimana masyarakat pengelola hasil tambang batu kapur memasarkan usaha melalui media massa, dan adanya kerjasama. (2) Target pasar masyarakat pengelola hasil tambang batu kapur di Desa Nepa Mekar Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah mereka bekerjasama. (3) Jumlah pemasok bahan batu masyarakat di Desa Nepa Mekar Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah mudah ditemukan bahan (batu kapur). (4) Harga dimana masyarakat yang membuka usaha pengelolaan hasil tambang batu kapur  merek sudah menetampakan harga yang di sepakati. (5) Perencanaan finansial masyarakat Desa Nepa Mekar Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah merencanakan ekonomi dalam membuka usaha pengelolaan hasil tambang batu kapur ini dapat meningkatkan perekonomi. (6) Persaingan antar kompetitor dimana masyarakat Desa Nepa Mekar tidak ada persaingan karena sesama pemilik usaha lainnya sudah menentukan harga yang di sepakati bersama. (7) Sumber daya manusia tidak menjadikan suatu alasan bagi masyarakat pemilik usaha untuk tidak melaksanakan aktivitas. akan tetapi, pemilik usaha langsung ambil ali apabila para pekerjanya berhalangan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15