cover
Contact Name
Sitti Harnia
Contact Email
nicanfityah@gmail.com
Phone
+6285399504736
Journal Mail Official
jurnal.gemeinschaft@uho.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo. Kampus Baru Jl, H.E.A. Mokodompit, Kota Kendari, 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Gemeinschaft : Jurnal Masyarakat Pesisir dan Perdesaan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27148904     DOI : 10.52423
Gemeinschaft: Jurnal Masyarakat Pesisir dan Perdesaan adalah jurnal ilmiah online yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Halu Oleo dengan frekuensi terbitan dua kali setahun (April dan Oktober). Nama jurnal ini diinspirasi dari istilah yang dikemukakan oleh Sosiolog berkebangsaan Jerman, Ferdinand Tönnies untuk menggambarkan kelompok sosial (masyarakat) dimana para anggotanya berhubungan secara erat, intim, informal, dan eksklusif. Dengan demikian, Jurnal Gemeinschaft relevan untuk menggambarkan hasil riset seputar masyarakat pesisir dan perdesaan.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023): Edisi April" : 12 Documents clear
Implementasi CSR PT.Vale Dalam Pelaksanaan Sosial Ekonomi Masyarakat di Lingkar Tambang” (Studi di Desa Langkea Raya Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur) Khaeruddin Hd; Suharty Roslan; Ambo Upe
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.28584

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi CSR PT.Vale terhadap pelaksanaan sosial ekonomi di lingkar tambang di Desa Langkea Raya Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur. Selain itu, penelitian bertujuan untuk mengkaji faktor pendukung dan faktor menghambat implementasi program CSR PT.Vale pada segi pelaksanaan perekonomian masyarakat di Desa Langkea Raya Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, wawancara, dan observasi mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (a).Penyedian pelayanan sosial; terjadi perubahan orientasi program pada 2013-2017 menitik beratkan pada tiga bidang yaitu pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Ketiga bidang tersebut dilaksanakan dengan berbagai program yang konkret dirasakan oleh masyarakat, namun pada 2018 terjadi perubahan orientasi program CSR mengikuti program pemerintah melalui pembagian kawasan.(b).Peningkatan usaha masyarakat; pemberian keterampilan kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan ataupun budidaya. (c).Konservasi lingkungan; pemberian program pertanian sehat ramah lingkungan yang berkelanjutan.(d).Meminilisir konflik; menunjukkan konflik tidak terjadi di Desa Langkea Raya, namun demikian ada upaya PT.Vale untuk meredam konflik dilakukan dengan inisiatif cukup cepat.(e).Kegiatan kebudayaan; menunjukkan tidak terdapat aktivtas kebudayaan di Desa Langkea Raya, namun ada demikian upaya PT.Vale, dalam mengadopsi kearifan lokal budaya setempat seperti pada desain Taman Raya Wallacea, yang menyerupai daun welanreng, yang menampilkan ikon lokal yang tidak terpisahkan dari masyarakat Luwu Timur. Sedangkan menjadi faktor pendorong CSR diantara: (a).Ada Komunikasi. (b).Ada kesediaan tanpa pakasaan.(c).Ada rasa tanggung jawab terhadap kepentingan bersama.(d).Ada perubahan sikap. Sedangkan menjadi faktor menghambat CSR diantara: (a).usia masyarakat.(b).Tingkat Pendidikan.(c).Pekerjaan dan penghasilan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Integrasi Sosial Pada Perkawinan Campuran (Studi di Kelurahan Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat) Risky Ahyan; Syaifudin Suhri Kasim; Tanzil Tanzil
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.35182

Abstract

Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) Untuk Mengetahui Bentuk integrasi sosial pada perkawinan campuran di kelurahan Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat(2) Untuk mengetahui Faktor-faktor pendorong terjadinya perkawinan campuran di kelurahan Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian Proses integrasi yang terjadi di Kelurahan Benu-Benua merupakan proses panjang salah satu bentuknya ialah Asimilasi, akulturasi dan akomodasi, perkawaninan campuran antara suku Muna dan Tolaki, Muna dan Bugis, Bugis dan Moronenr dan sebagainya sehingga terjadi penyatuan antar dua kebudayaan yang berlangsung sampai hari ini dan pilihan-pilhan sosial untuk menjadi pasangan suami atau istri dilihat dari budaya seserorang tanpa menghilangkan dua kebuyaan tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan campuran ia agama, pendidikan dan ekonomi, dan keinginan untuk hidup layak di masyarakat, hal tersebut dipengaruhi oleh interaksi sosial yang terjadi di masyarakat dimana keadaan sosial menentukan pilihan-pilihan untuk dilakukan pernikahan campuran antara dua kebuayaan, seperti melihat kualitas agama seseorang, pendapatan perbulan, tinggkat pendidikan dan ekonomi dan juga pernikahan campuran salah upaya untuk keluar dari himpitan kemiskinan yang dialami oleh masyarakat.
Implementasi Distribusi Bantuan Sosial Terhadap Masyarakat Miskin Pasca Covid-19 La Ode Monto Bauto; La Ode Fahy Azar; Ratna Supiyah
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.29366

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui tahapan implementasi distribusi bantuan sosial terhadap masyarakat miskin pasca covid-19 di Desa Pola Kecamatan Pasir Putih Kabupaten Muna (2) untuk mengetahui tantangan dalam implementasi distribusi bantuan sosial terhadap masyarakat miskin pasca covid-19 di Desa Pola Kecamatan Pasir Putih Kabupaten Muna. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi kepustakaan dan penelitian lapangan yang terdiri dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tahapan implementasi distribusi bantuan sosial terhadap masyarakat miskin pasca covid-19 di Desa Pola Kecamatan Pasir Putih Kabupaten Muna bahwa pemerintah desa Pola pertama melakukan tahapan sosialisasi kepada masyarakat, kemudian melakukan pendataan masyarakat miskin yang layak menerima bantuan, kemudian menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat dan setelah itu melakukan evaluasi terhadap proses penyaluran bantuan sosial. Namun ada tantangan dalam implementasi distribusi bantuan sosial terhadap masyarakat miskin di Desa Pola terkhusus yang data penerimanya berasal dari Dinas Sosial dimana terdapat masalah ketidaksesuain data penerima bantuan sosial, terbatasnya kuota bantuan sosial, dan kurang disiplinnya penerima bantuan sosial.
Assesment Pemerintah Desa Terhadap Penerima Program Bantuan Langsung Tunai (Studi di Desa Rambu-Rambu Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan) Bella Selvina Kadir; La Ode Monto Bauto; Sarmadan Sarmadan
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.35616

Abstract

Penelitian ini berjudul Assesment Pemerintah Desa Terhadap Penerima Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) (Studi Kasus Di Desa Rambu-Rambu Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses Assesment Pemerintah Desa Terhadap Penerima Program BLT di Desa Rambu-Rambu dan Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Assesment Pemerintah Desa Terhadap Penerima Program BLT di Desa Rambu-Rambu.Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling sehingga yang menjadi informan adalah pemerintah Dinas Sosial, Pemerintah Desa Rambu-Rambu, dan masyarakat penerima BLT di Desa Rambu-Rambu. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Data Primer dan Sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan kualitatif melalui penafsiran dan pemahaman (interpretative understanding) atau verstehen. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) proses assessment ada lima proses yaitu pengamatan, wawancara, perencanaan, intervensi makro, dan evaluasi. 2) fakor pendukung dan penghambat dalam proses assessment faktor pendukung yaitu sosialisasi pemerintah desa kepada masyarakat. Adapun faktor penghambat yaitu perubahan regulasi dan proses penyaluran.
Fungsi Modal Sosial Dalam Sistem Produksi Gula Aren (Studi Kasus di Desa Rahadopi Kecamatan Kabaena Kabupaten Bombana) Fera Yuniar; Jamaluddin Hos; Tanzil Tanzil
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.35183

Abstract

Tujuan dari penelitian ini antara lain:(1) Untuk mengetahui bentuk-bentuk modal sosial dalam usaha produksi gula aren di desa Rahadopi Kecamatan Kabaena Kabupaten Bombana (2)Untuk mengetahui fungsi modal sosial dalam sistem produksi gula aren di desa Rahadopi Kecamatan Kabaena Kabupaten Bombana.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi modal sosial dalam sistem produksi gula aren di Desa Rahadopi terdapat beberapa Bentuk-bentuk modal sosial (kepercayaan, norma, dan jaringan) saling terkait satu sama lain, terdapat satu bentuk-bentuk sosial yang mendominasi dalam menjalankan produksi gula aren yaitu kepercayaan. Adanya tingkat kepercayaan yang tinggi dan di dasari dengan adanya jaringan yang kuat antar pelaku produksi, maka dalam proses produksinya pengrajin dapat dengan mudah mengakses modal, bahan baku dan para pekerja gula aren. Fungsi modal sosial (kerja sama, ketersediaan bahan atau keberlanjutan usaha dan penyaluran atau distribusi hasil produksi gul aren) semua ini sama-sama memiliki fungsi yang berbeda-beda untuk suatu kerja sama dalam Desa Rahadopi sehingga bisa melakukan keberlanjutan usaha satu sama lain dan sampai di distribusi suatu usaha sehingga bisa di yakini untuk melibatkan orang lain di dalam kehidupan produksi masyarakat Rahadopi sehingga dapat memberi informasi langsung bagi masyarakat dalam menghubugkan untuk melibatkan produksi ke tengkulak.
Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Tingkat Pendidikan Anak Pada Masyarakat Nelayan (Studi di Desa Liano Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana) Tuti Santika Idrus; Damsid Damsid; Aryuni Salpiana Jabar
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.34510

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan anak pada masyarakat nelayan di Desa Liano Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah interview atau wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan Hasil penelitian maka disimpulkan bahwa faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan anak pada masyarakat nelayan terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal 1. Faktor internal rendahnya minat atau kemauan anak untuk bersekolah disebabkan karena kurang motivasi dari orang tua. 2. Sekolah dianggap tidak menarik karena mereka merasa terbeani dengan tugas sekolah yang di berikan guru di sekolah dan peraturan sekolah yang mereka tidak bisa ikuti. 3. Ketidak mampuan mengikuti pelajaran disebabkan karena kemampuan belajar anak sangat rendah. Faktor eksternal 1. Faktor eksternal ekonomi keluarga kondisi ekonomi keluarga yang tidak memadai mengakibatkan banyak anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. 2. Kurangnya perhatian orang tua menyebabkan minat anak untuk sekolah tidak ada. 3. Lingkungan bermain yang negatif akan membuat anak ikut terpengaruh juga.
Modal Sosial Petani Nilam Dalam Meningkatkan Produktivitas Nilam (Studi di Kelurahan Potoro Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan) Ayu Pratiwi; Bahtiar Bahtiar; Juhaepa Juhaepa
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.38141

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Bentuk dan Fungsi Modal Social Petani Nilam dalam Meningkatkan Produktivitas Nilam di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Bentuk serta Fungsi Modal Social Petani Nilam di Kelurahan Potoro Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan. Subyek penelitian ini adalah petani nilam sebanyak 8 orang, Kepala Kelurahan, pemilik penyulingan ketel 2 orang serta penyuluh pertanian lapangan 1 orang di Kelurahan Potoro Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan. Penentuan informan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling yakni pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu serta yang dianggap paling tahu mengenai informasi yang dibutuhkan. Adapun metode dalam penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengamati secara langsung obyek peneliti dimana penulis terjun langsung ke lokasi penelitian yang telah ditentukan dengan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi di Kelurahan Potoro Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagaimana Bentuk serta Fungsi Modal Social Petani Nilam dalam Meningkatkan Produktivitas Nilam di Kelurahan Potoro Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan dapat dikatakan berjalan dengan baik, dimana hal tersebut dapat disimpulkan berdasarkan hasil wawancara jawaban pertanyaan informan mengenai Bentuk Modal Social yang ada pada sesama petani nilam, petani dan penyuling serta sesama penyuling yang sudah berjalan dengan baik dalam Meningkatkan Produktivitas Nilam beserta Fungsi Modal Social Petani Nilam itu sendiri dalam Meningkatkan Produktivitas Nilam.
Persepsi Masyarakat Terhadap Buruh Perempuan Kelapa Sawit PT. Rea Kaltim Plantations (Studi Kasus di Desa Muai Kecamatan Kembang Janggut Kaltim) Erni Erni; Muhammad Arsyad; Peribadi Peribadi
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.35501

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Terhadap Buruh Perempuan Kelapa Sawit PT. Rea Kaltim Plantations di Desa Muai Kecamatan Kembang Janggut Kaltim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Peran perempuan sebagai ibu rumah tangga di Desa Muai sangat bertanggung jawab sebagai koadratnya, sebagai seorang istri mereka tidak melupakan aktivitasnya di dalam rumah tangga, Walaupun mereka ikut serta dalam mencari nafkah disektor publik untuk mencari tambahan pendapatan keluarga; (2). Penyebab perempuan bekerja sebagai buruh kelapa sawit PT. Rea Kaltim Plantations diantaranya adalah masalah ekonomi, rendahnya pendidikan sehingga mereka tidak mempunyai skill (keterampilan) di bidang lain selain menjadi buruh kelapa sawit, karena hampir semua buruh perempuan kelapa sawit di Desa Muai hanya tamatan SD dan SMP saja. Adapun persepsi yang ditimbulkan dalam masyarakat yaitu persepsi positif dan negatif. Persepsi positif dimana masyarakat memahami dengan kondisi perempuan yang bekerja sebagai buruh perempuan kelapa sawit. Terlepas dari itu ada juga beberapa persepsi negatif yang disampaikan masyarakat namun hal itu tidak menjadi masalah bagi perempuan yang berprofesi sebagai buruh kelapa sawit PT. Rea Kaltim Plantations.
Konflik Masyarakat Dalam Pengambilan Keputusan Mengenai Sertifikat Lapangan Tangkalawa (Studi di Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah) Sanati Sanati; Damsid Damsid; Megawati A. Tawulo
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.29485

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain: Untuk mengetahui (1) Konflik masyarakat dalam pengambilan keputusan sertifikat lapangan tangkalawa di Kelurahan Lakudo Kecamatan  Kabupaten Buton Tengah. (2) Upaya-upaya yang dilakukan masyarakat dalam menyelesaikan konflik terhadap pengambilan keputusan sertifikat lapangan tangkalawa di Kelurahan Lakudo Kecamtan Lakudo Kabupaten Buton Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.Tehnik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, serta dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian. Informan penelitian ini adalah berjumlah 7 orang yang terdiri dari masyarakat Lakudo. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebab terjadinya konflik masyarkat dalam pengambilan keputusan mengenai sertifikat disebabkan beberapa faktor yaitu (1)  perbedaan antara individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan satu sama lain. (2)  Perbedaan kepentingan ketika dalam waktu yang bersamaan masing-masing individu atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda. (3) Perbdaan pendapat yang berbeda dengan apa yang di putuskan dan di kemukakan oleh satu atau lebih orang dalam pengambilan keputusan, perbedaan tentang suatu pemahanman suatu fenomena di masyarkat sudah menjadi hal yang lumrah tak ada satu orangpun yang sama di dunia ini. Setiap dari kita adalah individu yang unik yang senantiasa memiliki persepsi, pemikiran dan pendapat yang berbeda. Upaya yang di lakukan dalam menyelesaian konflik yaitu (1) Konsiliasi merupakan usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan dan penyelesaian dalam menyelesaikan perselisihan. (2) Mediasi berarti menegahi atau penyelesaian suatu permasalahan melalui penengah atau mediator dimana fungsi mediator membantu para pihak yang berkonflik. (3) Negosiasi melibatkan para pihak yang bersengketa secara langsung konsultasi dan pemberian pendapat hukum dapat dilakukan secara bersama-sama
Aktivitas Kehidupan Komunitas Nelayan (Studi di Desa Masaloka Selatan Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombana) Sri Wulandari; Dewi Anggraini; Peribadi Peribadi
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.36487

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas kehidupan komunitas nelayan ditinjau dalam  tiga aspek yaitu aktivitas sosial, aktivitas budaya dan aktivitas ekonomi. Artinya, penelitian dimaksudkan untuk melihat rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh komunitas nelayan yang ada di Desa Masaloka Selatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi kehidupan masyarakat pesisir dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dari sisi budaya, komunitas  nelayan adalah multietnis. Interaksi yang terjadi antar warga ditopang oleh keberadaan rumah warga yang cukup rapat, kesamaan mata pencaharian, dan kepemilikan komunitas secara bersama. Komunitas nelayan mempunyai karakteristik sosial tersendiri di dalam kehidupan masyarakat seperti nelayan mempunyai solidaritas dan etos kerja yang tinggi. Dari sisi ekonomi hasil tangkapan nelayan masih jauh dari memadahi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini disebabkan karena minimnya modal yang dimiliki nelayan, tekanan dari pemilik modal, sistem bagi hasil yang tidak adil, perdagangan atau pelelangan ikan yang tidak transparan (dikuasai tengkulak) dan otoritas tidak punya wibawa untuk mengatur dan menegakkan aturan. Serta pola atau budaya kerja yang masih apa adanya. Kondisi kemiskinan yang dialami nelayan menyebabkan mereka rentan konflik dan hanya menjadi objek.

Page 1 of 2 | Total Record : 12