cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024" : 10 Documents clear
Asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester III dengan masalah kecemasan menggunakan terapi prenatal yoga di Kelurahan Sumberrejo Sejahtera Kota Bandar Lampung Agustina, Marlina; Wardiyah, Aryanti; Rilyani, Rilyani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.396

Abstract

Background: Anxiety is a vague feeling of anxiety or worry that involves an autonomic response (the cause is often not specific or unknown to the individual) and is a feeling of fear caused by the anticipation of danger. Pregnant women tend to feel anxious when the time of delivery approaches. Prenatal Gentle Yoga during pregnancy has many benefits for pregnant women because it prioritizes breathing rhythm and prioritizes safety and comfort. Purpose: To make a report on maternity nursing care using exercise therapy for the anxiety felt by pregnant women in the third trimester in Sumberrejo Sejahtera Village, Bandar Lampung City in 2024. Method: This type of research uses qualitative descriptive research. The research design uses a descriptive research approach and a case study approach to nursing care, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. Results: The results of the evaluation of prenatal yoga exercises which were carried out during 6 meetings showed that there was a significant reduction in anxiety levels for both respondents. Conclusion: Based on the results obtained, it can be concluded that there is an influence between the application of prenatal yoga exercises and reducing anxiety levels in third trimester pregnant women. Keywords: Anxiety; Pregnant Mother; Prenatal Yoga. Pendahuluan: Kecemasan adalah perasaan cemas atau kekhawatiran samar-samar yang melibatkan respons otonom (penyebabnya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui individu) dan merupakan perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Ibu hamil cenderung merasa cemas ketika mendekati waktu persalinan. Prenatal Gentle Yoga saat hamil memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil karena mengedepankan ritme pernapasan serta mengutamakan keamanan dan kenyamanan. Tujuan: Untuk membuat laporan asuhan keperawatan maternitas dengan penerapan terapi senam terhadap kecemasan yang dirasakan pada ibu hamil trimester III di Kelurahan Sumberrejo Sejahtera Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa  keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Hasil evaluasi tindakan senam prenatal yoga yang telah dilakukan selama 6 kali pertemuan menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecemasan yang signifikan terhadap kedua responden. Simpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara penerapan senam prenatal yoga dengan penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III.
Asuhan keperawatan pada lansia diabetes melitus dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah di Kecamatan Cibiru Kota Bandung Darajat, Agus Miraj; Muslim, Dede Nur Aziz; Indarna, Asep Aep; Pratidina, Eki; Rizqi, Soni Mochamad
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.404

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycemia which occurs because the pancreas is unable to secrete insulin, insulin action is disrupted, or both. There has been an increase in the global prevalence of DM of around 8.3% in the 20-79 year age group and it is estimated that there are 2.2 million deaths with the percentage due to DM occurring before the age of 70 years, especially in developed countries. country. with low and middle economic status. Purpose: To compile the results of nursing care and identify the benefits of DM exercise in stabilizing the effectiveness of unstable sugar levels in nursing care for elderly DM. Method: Descriptive research with a case study approach on 2 elderly people suffering from diabetes mellitus (DM). This research was conducted in Cibiru District, Bandung City, using a nursing care format for the elderly. Examination data was collected using the Bartel Index and Katz Index on the elderly body. Researchers carry out inspection, palpation, auscultation and percussion on clients. Results: After being given 3J DM diet education, namely type, amount and hours as well as teaching DM exercises, sugar levels decreased, the feeling of tingling decreased, and they were able to do DM exercises. Conclusion: DM exercise is useful in controlling unstable glucose levels in elderly DM nursing care. Suggestion: There is a need for further examination and monitoring of elderly people who experience physical changes in DM sufferers so that their physical health is maintained. Community health centers can carry out intensive visit programs specifically for elderly people who require total dependency. Further research is needed by adding family support variables and actors that worsen elderly illnesses.   Keywords: Blood Glucose Instability; Diabetes Mellitus; Glucose Levels.   Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang terjadi karena pankreas tidak mampu mensekresi insulin, gangguan kerja insulin,ataupun keduanya. Terjadi peningkatan prevalensi global DM sekitar 8.3% pada kelompok usia 20-79 tahun dan diperkirakan terdapat 2.2 juta kematian dengan persentase akibat penyakit DM yang terjadi sebelum usia 70 tahun, khususnya di negara-negara dengan status ekonomi rendah dan menengah. Tujuan: Untuk menyusun hasil asuhan keperawatan dan mengidentifikasi manfaat senam DM dalam menstabilkan efektifitas ketidakstabilan kadar gula pada asuhan keperawatan lansia penderita DM. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus kepada 2 lansia yang mengalami diabetes melitus (DM). Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cibiru Kota Bandung menggunakan format asuhan keperawatan pada lansia. Pengumpulan data pemeriksaan dengan cara Bartel Index dan Katz Indeks pada tubuh lansia. Peneliti melakukan tindakan inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi yang dilakukan pada klien. Hasil: Setelah dilakukan edukasi diit DM 3J yaitu, jenis, jumlah, dan jam serta mengajarkan senam DM, kadar gula mengalami penurunan, kesemutan berkurang, dan mampu melakukan senam DM. Simpulan: Senam DM bermanfaat dalam mengontrol ketidakstabilan kadar glukosa pada asuhan keperawatan lansia dengan DM. Saran: Perlu adanya pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut pada lansia yang mengalami perubahan fisik dengan DM agar terjaga kesehatan jasmaninya. Pihak puskesmas dapat melakukan program khusus kunjungan intensif pada lansia yang membutuhkan ketergantungan total. Penelitian selanjutnya dibutuhkan dengan menambahkan variabel dukungan keluarga dan aktor yang memperberat penyakit lansia.   Kata Kunci: Diabetes Melitus; Kadar Glukosa; Ketidakstabilan Glukosa Darah.
Efektivitas spiritual emotional freedom technique (SEFT) terhadap perilaku merokok pada remaja di Kelurahan Sidosari Yuniati, Yuniati; Furqoni, Prima Dian; Elliya, Rahma
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.405

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence experiences a process of growth and development to achieve maturity, both mentally, emotionally, socially and physically. Currently, Indonesia is facing a serious threat due to the increasing number of smokers. The prevalence of male smoking in Indonesia is the highest in the world and it is estimated that more than 97 million Indonesians are exposed to cigarette smoke. The smoking habit is caused by many factors, it can come from internal or external factors. Some smokers said that at first they just tried it, they said they were gentle with teenage smokers and various other factors such as the influence of friends, parents, advertising and so on. Purpose: To determine nursing care for adolescent smokers using spiritual emotional freedom technique (SEFT) therapy. Method: The type of research uses a case study approach that focuses on the application of spiritual emotional freedom technique (SEFT) therapy, mental nursing care is carried out to reduce smoking habits or intensity in adolescents. This research was conducted in Sidosari Village, Natar District, South Lampung on May 17-19, 2024 involving two clients who had smoked since elementary school. Results: After SEFT therapy was carried out for 3 meetings, there was a decrease in An. I from a score of 110 to 79 and An. D from a score of 94 to 68. Conclusion: The SEFT therapy that was carried out was proven to be successful in reducing the level of smoking behavior in both clients. Suggestion: This case study is expected to be useful and provide information on the application of SEFT therapy in psychiatric nursing care to reduce smoking habits or intensity in adolescents, so that it can later improve the quality of service in accordance with existing standard operating procedures.   Keywords: Adolescences; Smokers; Spiritual Emotional Freedom Technique Therapy (SEFT).   Pendahuluan: Masa remaja adalah suatu periode peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa, masa remaja mengalami proses tumbuh dan berkembang untuk mencapai kematangan, baik mental, emosional, sosial, dan fisik. Saat ini Indonesia menghadapi ancaman serius akibat meningkatnya jumlah perokok, prevalensi perokok laki-laki di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dan diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok. Kebiasaan merokok disebabkan oleh banyak faktor yang dapat berasal faktor internal maupun eksternal. Sebagian perokok mengatakan awalnya hanya untuk coba-coba, agar dikatakan gentle pada perokok usia remaja dan berbagai faktor lainnya seperti pengaruh teman, orangtua, iklan dan sebagainya. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada remaja perokok menggunakan terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT). Metode: Jenis penelitian menggunakan pendekatan studi kasus yang difokuskan pada penerapan terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT), asuhan keperawatan jiwa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan atau intensitas merokok pada remaja. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sidosari Kecamatan Natar Lampung Selatan pada tanggal 17-19 Mei 2024 melibatkan dua klien yang telah merokok sejak SD. Hasil: Setelah dilakukan terapi SEFT selama 3 kali pertemuan terdapat penurunan pada An. I dari skor 110 ke 79 dan An. D dari skor 94 ke 68. Simpulan: Terapi SEFT yang telah dilakukan menunjukkan adanya keberhasilan dalam mengurangi tingkat perilaku merokok pada kedua klien. Saran: Studi kasus ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan informasi penerapan terapi SEFT asuhan keperawatan jiwa untuk mengurangi kebiasaan atau intensitas merokok pada remaja, sehingga nantinya dapat meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan SOP yang telah ada dan didapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan.   Kata Kunci: Remaja; Perokok; Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT).
Asuhan keperawatan pada pasien kanker payudara dengan masalah anemia menggunakan sari kurma Sofa, Taufik; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.407

Abstract

Background: Breast cancer is a disease resulting from abnormal cell growth in the breast, 41% of all breast cancer patients experience anemia (hemoglobin <12g/dl). Dates contain very high fiber, apart from that they also contain potassium, manganese, phosphorus, iron, sulfur, calcium and magnesium which are very good for consumption. Purpose: To provide nursing care with the intervention of giving date palm juice to breast cancer patients with anemia. Method: This research uses a descriptive research design with a case study approach to nursing care which includes assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. Results: There is an effect of applying date palm juice to increase hemoglobin in breast cancer patients. Conclusion: Peripheral perfusion nursing management was not effective in breast cancer patients with anemia by applying the date palm juice nursing action that the author carried out for 3 days and 10 days of observation found that both clients resolved everything as evidenced by the increase in hemoglobin in both clients and during the second procedure the clients were cooperative. Keywords: Breast Cancer; Date Palm Juice; Hemoglobin. Pendahuluan: Kanker payudara merupakan penyakit akibat dari pertumbuhan sel yang abnormal pada payudara, 41% dari semua pasien kanker payudara mengalami anemia (hemoglobin <12g/dl). Buah kurma mengandung serat yang sangat tinggi, selain itu juga mengandung kalium, mangan, fosfor, besi, belerang, kalsium juga magnesium yang sangat baik untuk dikonsumsi. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan dengan intervensi pemberian sari kurma terhadap pasien kanker payudara dengan anemia. Metode: Menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: Terdapat pengaruh penerapan sari kurma untuk meningkatkan hemoglobin pasien kanker payudara. Simpulan: Pengelolaan keperawatan perfusi perifer tidak efektif pada pasien kanker payudara dengan anemia dengan penerapan tindakan keperawatan sari kurma yang penulis lakukan selama 3 hari dan observasi 10 hari didapatkan pada kedua klien teratasi semua dibuktikan kedua klien hemoglobinnya meningkat dan selama tindakan kedua klien koperatif.
Asuhan keperawatan pada pasien chronic kidney disease (CKD) on HD terhadap ansietas menggunakan terapi relaksasi genggam jari Erpiyana, Refsi; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha; Ayu, Shinta Arini
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.408

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive and irreversible kidney function disorder where the body cannot maintain metabolism, cannot maintain fluid and electrolyte balance, resulting in increased urea levels. In 2015, WHO said that CKD in the world reached 10% of the population, while the prevalence of CKD on HD reached around 1.5 million people in the world. The incidence rate is estimated to increase by 8% every year. Purpose: Providing Nursing Care to Chronic Kidney Disease (CKD) Patients on HD Against Anxiety Using Finger Hold Relaxation Therapy at Abdul Moeloek Regional Hospital, Bandar Lampung City in 2024. Method: This research uses quantitative research and quasi-experimental methods. The research design uses a One group pretest–posttest design without a control group where this research design is included in pre-experimental research. Results: In this nursing care, 2 patients experienced a moderate level of anxiety. After carrying out the finger-hold relaxation technique approximately 3 times a day for 2 days, the results showed a decrease in the level of anxiety in Mr.D and Mrs R mild level of anxiety. Conclusion: Nursing care provided to Mr.D and Mrs.R namely providing finger-hold relaxation technique therapy to reduce the level of anxiety experienced by the client so that the level of anxiety can decrease.  Keyword: Anxiety; CKD; Finger Grip Therapy. Pendahuluan: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan yang terjadi pada fungsi ginjal yang progresif dan irreversible dimana tubuh tidak dapat mempertahankan metabolisme, tidak dapat menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga terjadi peningkatan kadar ureum. Pada tahun 2015 WHO mengatakan CKD didunia mencapai 10% dari penduduk, sedangkan prevalensi CKD on HD mencapai sekitar 1,5 juta orang di dunia. Angka kejadiannya diperkirakan meningkat 8% setiap tahunnya. Tujuan: Melakukan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) On HD Terhadap Ansietas Menggunakan Terapi Relaksasi Genggam Jari Di RSUD Abdul Moeloek Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan metode quasy eksperimental. Desain penelitian menggunakan One group pretest – posttest desain tanpa kelompok control dimana desai penelitian ini termasuk dalam penelitian pre-eksperimental. Hasil: Dalam asuan keperawatan ini terdapat 2 pasien yang mengalami tingkat kecemasan derajat sedang, setelah dilakukan teknik relaksasi genggam jari kurang lebih 3x pertemuan /hari selama 2hari didapatkan hasil adanya penurunan tingkat kecemasan pada Tn.D dan Ny.R yang semula tingkat kecemasan sedang menjadi tingkat kecemasan ringan. Simpulan: Asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap Tn.D dan Ny.R yaitu memberikan terapi teknik  relaksasi genggam jari untuk menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh klien sehingga tingkat kecemasan dapat menurun.
Efektivitas pemberian lidah buaya terhadap pertumbuhan jaringan luka pada pasien diabetes melitus Wulan, Sarinah Sri; Saputra, M.Khalid Fredy; Muhammad, Fadil
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.457

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a disease or metabolic disorder characterized by high levels of sugar in the blood. Diabetes can cause heart attacks, strokes, and severe foot infections or ulcers. Non-pharmacological treatment can be done using aloe vera which contains growth hormone which plays a role in the healing process of diabetic wounds. Purpose: To determine the effectiveness of providing treatment to diabetes melitus sufferers using aloe vera on the growth of wound tissue. Method: Qualitative descriptive research with a case study approach to nursing care, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. The subjects of this research were two people suffering from diabetes melitus who had diabetic wounds. The wound care intervention was carried out 7 times over 14 days with meetings lasting >30-50 minutes. Data were collected by observing diabetes melitus wounds before and after administering aloe vera. Results: Before being given aloe vera intervention on the first day subject 1 with a score of 45, subject 2 with a score of 46 measured by Bates Jensen, the wound was still approaching wound degeneration, but after being given 7 treatments for 14 days the wound on subject 1 had a score of 18, subject 2 with a score of 19, which means the wound experienced fairly good wound regeneration. Conclusion: Administration of aloe vera has been proven to be effective in healing and growing wound tissue in diabetes melitus patients. Suggestion: Wound treatment with aloe vera can be used as an alternative for wound care at home and combined with proper diet management in an effort to control blood sugar   Keywords : Aloe Vera; Diabetes Melitus; Wound Healing.   Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit atau gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Diabetes dapat mengakibatkan serangan jantung, stroke, dan infeksi kaki atau luka ulkus yang berat. Pengobatan secara non farmakologi dapat dilakukan dengan menggunakan lidah buaya yang mengandung hormon pertumbuhan yang berperan dalam proses penyembuhan luka diabetes. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian perawatan pada penderita diabetes melitus menggunakan lidah buaya terhadap pertumbuhan jaringan luka. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. subjek penelitian ini adalah dua orang yang menderita diabetes melitus yang memiliki luka diabetes. Intervensi pelaksanaan perawatan luka dilakukan sebanyak 7 kali selama 14 hari dengan pertemuan selama >30-50 menit. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi terhadap luka diabetes melitus sebelum dan sesudah dilakukan pemberian lidah buaya. Hasil: Sebelum diberikan intervensi lidah buaya pada pada hari pertama subjek 1 dengan skor 45, subjek 2 dengan skor 46 diukur dengan Bates Jensen, luka masih mendekati wound degeneration, namun setelah diberikan 7 kali perawatan selama 14 hari luka pada subjek 1 dengan skor 18, subjek 2 dengan skor 19 yang artinya luka mengalami wound regeneration yang cukup baik. Simpulan: Pemberian lidah buaya terbukti efektif dalam penyembuhan dan pertumbuhan jaringan luka pada pasien diabetes melitus. Saran: Perawatan luka dengan pemberian lidah buaya bisa dijadikan alternatif perawatan luka di rumah dan ditambah dengan pengaturan diit yang tepat dalam upaya mengontrol gula darah.   Kata Kunci : Diabetes Melitus; Lidah Buaya; Penyembuhan Luka.
Perawatan luka terhadap pencegahan infeksi pada tali pusat di Klinik Barokah Medika Nurhayati, Nurhayati; Aliun, Fatimah Wahab; Suharti, Sri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.458

Abstract

Background: Umbilical cord wound care is carried out as an act of caring for and cleaning the umbilical cord, as well as preventing infection in the baby's umbilical cord and speeding up the healing of wounds left by cutting the umbilical cord. Providing nursing in the form of education to mothers about how to properly care for the umbilical cord can prevent infection in newborns according to independent nursing practice service standards. Purpose: to prevent tetanus in newborn babies, so that the umbilical cord Method: Case study research on nursing care for newborns uses descriptive observational methods. This research was conducted at the Barokah Medika Clinic, independent practice nurse Dr. Siroojudin, SP. Og. which is located in Sumberejo village, Kemiling Bandar Lampung District on February 20 2023. The intervention carried out was in the form of providing education on care and prevention of infection in the baby's umbilical cord to two mothers who had 4 day old babies. Results: The results of the baby's examination, Mrs. S and Mrs. A, when making his first visit to the Barokah Medika clinic on February 20 2023 at 10.00 WIB, was stated to be in general condition and within normal limits with good general condition examination results, compensatory awareness, N = 116 x/m, RR= 45 x/m, and S=36.5◦ C. Based on the stages of baby umbilical cord care that have been carried out, the baby's mother only observes and tries to understand the explanation that has been given. So he said he would apply it himself when he got home and felt lucky because he had increased knowledge in umbilical cord care. Conclusion: Improper care for umbilical cord wounds in babies will result in infection which can result in death. Basically, umbilical cord infections can be prevented by carrying out good and correct umbilical cord care, namely using the principles of dry and clean care. Suggestion: nurses can provide complete information about how to care for umbilical cord wounds in mothers who have newborn babies properly and correctly to prevent infections in babies. Apart from that, it is important for mothers of babies to know how to care for umbilical cord wounds so that mothers can do it independently without having to feel awkward, afraid and worried about making mistakes in carrying out umbilical cord care.                                                 Keywords: Infection; Umbilical Cord; Wound Care.   Pendahuluan: Perawatan luka tali pusat dilakukan sebagai tindakan merawat dan membersihkan tali pusat, serta mencegah terjadinya infeksi pada tali pusat bayi dan mempercepat penyembuhan luka bekas pemotongan tali pusat. Menyediakan keperawatan berupa edukasi kepada ibu tentang cara merawat tali pusat yang benar dapat mencegah infeksi pada bayi baru lahir sesuai standar pelayanan praktik mandiri keperawatan. Tujuan: untuk mencegah penyakit tetanus pada bayi baru lahir, sehingga tali pusat tetap bersih,kuman tidak masuk sehingga tidak terjadi infeksi pada tali pusat bayi. Metode: Penelitian studi kasus asuhan keperawatan pada bayi baru lahir menggunakan metode deskriptif observasional. Penelitian ini dilakukan di Klinik Barokah Medika perawat praktik mandiri Dr. Siroojudin, SP. Og. yang terletak di desa Sumberejo, Kecamatan Kemiling Bandar Lampung pada tanggal 20 Februari 2023. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian edukasi perawatan dan pencegahan infeksi pada tali pusat bayi pada Ny. S dan Ny. A yang memiliki bayi umur 4 hari. Hasil: Hasil pemeriksaan bayi Ny. S dan Ny. A pada saat melakukan kunjungan pertama di klinik Barokah Medika pada tanggal 20 Februari 2023 pukul 10.00 WIB dinyatakan dalam keadaan umum dan batas normal dengan hasil pemeriksaan keadaan umum baik, kesadaran komposmenti, N = 116 x/m, RR= 45 x/m, dan S=36.5◦ C. Berdasarkan tahapan perawatan tali pusat bayi yang telah dilakukan, ibu bayi hanya mengamati dan mencoba memahami penjelasan yang telah berikan. Sehingga mengatakan akan mengaplikasikannya sendiri jika sudah sampai di rumah dan merasa beruntung karena bertambah ilmu dalam perawatan tali pusat. Simpulan: Perawatan luka tali pusat pada bayi tidak tepat akan mengakibatkan infeksi yang dapat mengakibatkan kematian. Infeksi tali pusat pada dasarnya dapat dicegah dengan melakukan perawatan tali pusat yang baik dan benar, yaitu dengan prinsip perawatan kering dan bersih. Saran: perawat dapat memberikan informasi yang lengkap tentang cara merawat luka tali pusat pada ibu yang memiliki bayi baru lahir dengan baik dan benar sebagai pencegahan infeksi pada bayi. Selain itu, penting bagi ibu bayi untuk mengetahui cara perawatan luka tali pusat sehingga ibu dapat melakukannya secara mandiri tanpa harus ada rasa canggung, takut, dan khawatir akan mengalami kesalahan dalam melakukan perawatan tali pusat.   Kata Kunci: Infeksi; Perawatan Luka; Tali Pusat.
Penerapan air rebusan daun binahong (anredera cordifolia) terhadap luka perineum pada ibu postpartum Yunitasari, Eva; Fitri, Feni Elda; Marliyana, Marliyana
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.465

Abstract

Background: Postpartum is the period during which a mother gives birth starting from the first day of birth until 6 weeks of birth. 90% of mothers in the world who undergo normal childbirth experience perineal wounds either with or without episiotomi. The impact of perineal wounds that are not handled properly will cause complications, such as blood loss due to performing an episiotomi too early, infection due to contamination with urine and feces, dyspareunia, and local hematomas that cause infection. Efforts to prevent infection from perineal lacerations can be provided with pharmacological therapy and non-pharmacological therapy. Purpose: To determine the application of boiled water from binahong leaves (anredera cordifolia) in healing perineal wounds. Method: This research uses a case study approach with a descriptive research design. The case study subjects in this research were postpartum mothers with grade II perineal rupture. This research was carried out in November 2023 at Azzahra Hospital. In this case study, the subject is Mrs. A and Mrs. U with nursing problems and risk of infection related to tissue trauma/physical damage. Results: After implementing perineal treatment with boiled water from binahong leaves, Mrs. A and Mrs. U are gradually getting better. Evaluation of the latest data on November 17 2023 showed objective data: BP 120/80 mmHg, pulse 86 x/minute, temperature 36.5 ºC, RR 22x/minute, no edema, no redness, no bluish spots on the perineum, there is no pus/blood in the suture wound, the lochea rubra when examined is ± 40 cc, the perineum looks back to normal, so there is a risk of problems infection does not occur or the problem is resolved. Conclusion: Giving boiled water from binahong leaves is effective in accelerating the healing of perineal wounds in postpartum mothers. Suggestion: It is hoped that this will increase knowledge about the use of binahong leaf decoction in the perineal wound healing process and that mothers can apply it to speed up the wound healing process.   Keywords: Binahong Decoction; Perineal Wound; Postpartum.   Pendahuluan: Postpartum merupakan masa yang dilewati ibu melahirkan dimulai dari hari kelahiran pertama sampai 6 minggu kelahiran. 90% ibu di dunia yang menjalani proses persalinan normal mengalami robekan luka perineum baik dengan atau tanpa episiotomi. Dampak dari luka perineum yang tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan komplikasi, seperti kehilangan darah karena melakukan episiotomi terlalu dini, infeksi karena terkontaminasi dengan urine dan feses, dispareunia, dan hematoma lokal yang menyebabkan infeksi. Upaya untuk mencegah terjadinya infeksi laserasi perineum dapat diberikan dengan terapi farmakologis dan terapi non farmakologis. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan pemberian air rebusan daun binahong (anredera cordifolia) terhadap penyembuhan luka perineum. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain penelitian deskriptif. Subjek studi kasus dalam penelitian ini adalah ibu nifas dengan ruptur perineum derajat II. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2023 di Rumah Sakit Azzahra. Pada studi kasus ini yang menjadi subjek adalah Ny. A dan Ny. U dengan masalah keperawatan resiko infeksi berhubungan dengan trauma jaringan/kerusakan fisik. Hasil: Setelah implementasi perawatan perineum dengan air rebusan daun binahong didapatkan luka Ny. A dan Ny. U berangsur membaik. Evaluasi dari data terakhir pada tanggal 17 November 2023 didapatkan data objektif TD 120/80 mmHg, Nadi 86 x/ menit, Suhu 36,5 ºC, RR 22x/ menit, tidak ada edema, tidak ada kemerahan, tidak ada bintik kebiruan pada perineum, tidak ada pus/darah pada luka jahitan, lochea rubra saat dikaji ± 40 cc, perineum terlihat kembali normal, sehingga masalah resiko terjadinya infeksi tidak terjadi atau masalah teratasi. Simpulan: Pemberian rebusan air daun binahong efektif mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Saran: Diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang penggunaan rebusan daun binahong terhadap proses penyembuhan luka perineum serta ibu dapat menerapkannya untuk mempercepat proses penyembuhan luka.   Kata Kunci: Air Rebusan Binahong; Luka Perineum; Postpartum.
Edukasi kesehatan tentang perawatan luka episiotomi pada ibu postpartum di BPS Bd. Yuliati Gisting Tanggamus Fitri, Feni Elda; Yunitasari, Eva; Wulan, Sarinah Sri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.466

Abstract

Background: An episiotomy is an incision made in the perineum before delivery, with the aim of widening the baby's birth canal so that delivery is easier. Perineal care is an effort to meet the health needs of the area between the thighs which is limited by the vulva and anus in postpartum mothers, during the period between the birth of the placenta until the genital organs return to their pre-pregnancy condition. Wounds caused by episiotomy or lacerations take six to seven days to heal. The process of cleaning the perineal area can be done with a thorough inspection of the perineum. Purpose: To provide health education about episiotomy wound care to postpartum mothers. Method: This research is a qualitative descriptive study with a case study design conducted on two patients with the same medical diagnosis, namely health education on episiotomy care for postpartum mothers. This research uses a nursing process approach with five stages, including assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. The focus of this case study is health education on episiotomy wound care for postpartum mothers carried out at BPS Bd. Yuliati Gisting Tanggamus which starts from January-June 2023. Results: The nursing diagnosis states there is no difference between case I and case II. Cases I and II experienced a knowledge deficit, did not know the source of information, did not know enough about how to care for suture wounds on the perineum, did not receive an explanation from the midwife regarding caring for the perineum after giving birth, and did not look for information on the internet about care after giving birth. Conclusion: The results of the evaluation of the two participants after providing health education about episiotomy wound care found different results. Case I's knowledge deficit problem was partially resolved, and client II's knowledge deficit problem was completely resolved. Suggestion: Health services are expected to ensure that the patient's family is satisfied with health services, and can provide complete and good facilities and infrastructure.   Keywords: Episiotomy Wound; Health Education; Postpartum.   Pendahuluan: Episiotomi adalah sayatan yang dilakukan pada perineum sebelum proses melahirkan, dengan tujuan untuk memperlebar jalan lahir bayi agar persalinan menjadi lebih mudah. Perawatan perineum adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pada area antara paha yang dibatasi oleh vulva dan anus pada ibu pasca melahirkan, selama periode antara kelahiran plasenta hingga organ genital kembali ke kondisi seperti sebelum kehamilan. Luka yang disebabkan oleh episiotomi atau laserasi membutuhkan waktu enam hingga tujuh hari untuk sembuh. Proses membersihkan area perineum dapat dilakukan dengan inspeksi perineum yang menyeluruh. Tujuan: Untuk memberikan edukasi kesehatan tentang perawatan luka episiotomi kepada ibu postpartum. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus yang dilakukan pada dua orang pasien dengan diagnosis medis yang sama yaitu pendidikan kesehatan perawatan episiotomi pada ibu Postpartum. Penelitian ini menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan lima tahapan, diantaranya yaitu pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Fokus studi kasus ini adalah edukasi kesehatan perawatan luka episiotomi pada ibu postpartum yang dilakukan di BPS Bd. Yuliati Gisting Tanggamus yang dimulai dari bulan Januari-Juni 2023. Hasil: Diagnosa keperawatan menyatakan tidak ada perbedaan antara kasus I dan kasus II. Kasus I dan II mengalami defisit pengetahuan, tidak mengenal sumber informasi, kurang mengetahui tentang cara perawatan luka jahitan pada perineum, belum mendapatkan penjelasan dari bidan mengenai perawatan perineum setelah melahirkan, dan tidak mencari informasi di internet mengenai perawatan setelah melahirkan. Simpulan: Hasil evaluasi kedua partisipan setelah pemberian edukasi kesehatan tentang perawatan luka episiotomi ditemukan hasil yang berbeda. Masalah defisit pengetahuan kasus I teratasi sebagian, dan masalah defisit pengetahuan klien II teratasi sepenuhnya. Saran: Pelayanan kesehatan diharapkan dapat memastikan bahwa keluarga pasien puas terhadap pelayanan kesehatan, dan dapat menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap dan baik.   Kata Kunci: Edukasi Kesehatan; Luka Episiotomi; Postpartum.
Psikoedukasi untuk menurunkan kecemasan pada keluarga dan pasien dengan diabetes melitus Ikhwanudin, Ikhwanudin; Wulan, Sarinah Sri; Nuridah, Nuridah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.468

Abstract

Background: Anxiety in diabetes mellitus patients due to chronic pain and impaired physical activity makes families feel the impact of the same problems in the process of treating diabetes mellitus patients. The anxiety that arises in the family is caused by the caregiver's concern about meeting the patient's main needs in carrying out daily physical activities. Purpose: To find out the description of families in caring for family members who suffer from diabetes mellitus and to know the benefits of psychoeducation as therapy to support the learning process about caring for chronic disease sufferers at home in reducing the burden and level of anxiety in families and diabetes mellitus patients. Methods: Qualitative research with a case study approach conducted on families and patients experiencing diabetes mellitus concerns. The research was carried out in Bernung, Pesawaran Regency in September 2023. The intervention was carried out directly once a week with a total of 6 sessions and held in 5 meetings. Results: Before providing psychoeducation, the results of the Self-Reported Question (SRQ) were obtained with a score of 9. This shows that the family experienced stress in caring for the patient, therefore deep breathing relaxation techniques and stress management as well as five finger hypnosis were given to the patient's family. After being given family psychoeducation for 5 meetings and measuring anxiety levels again using the CANSAS questionnaire, it was found that the family's anxiety level had decreased. Conclusion: There was a decrease in family anxiety before and after family psychoeducation was carried out. Suggestion: Implementing psychoeducation in families who care for patients with chronic illnesses can change the coping mechanisms that exist in the family, so that it can be used as a support for the learning process about caring for diabetes mellitus sufferers at home with the aim of caregivers feeling less anxious than before.   Keywords: Anxiety; Family Psychoeducation; Hypertension.   Pendahuluan: Kecemasan pada pasien diabetes melitus akibat ada nyeri kronik dan gangguan aktivitas fisik membuat keluarga merasakan dampak masalah yang sama dalam proses perawatan pasien diabetes melitus. Kecemasan yang muncul pada keluarga diakibatkan oleh adanya perasaan khawatir pada caregiver dalam memenuhi kebutuhan utama pasien dalam menjalankan aktivitas fisik sehari-hari. Tujuan:.Untuk mengetahui gambaran keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita diabetes melitus dan mengetahui manfaat psikoedukasi sebagai terapi pendukung proses belajar tentang perawatan penderita penyakit kronis di rumah dalam menurunkan beban dan tingkat kecemasan pada keluarga dan pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada keluarga dan pasien yang mengalami kecemasan diabetes melitus. Penelitian dilaksanakan di Bernung Kabupaten Pesawaran pada bulan September 2023. Intervensi dilakukan secara langsung selama 1x per minggu dengan total 6 sesi dan dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan. Hasil: Sebelum pemberian psikoedukasi hasil Self-Reported Question (SRQ) diperoleh nilai 9. Hal ini menunjukan bahwa keluarga mengalami stress dalam merawat pasien, oleh karena itu diberikan teknik relaksasi nafas dalam dan manajemen stress serta hypnosis lima jari kepada keluarga pasien. Setelah diberikan psikoedukasi keluarga selama 5x pertemuan dan dilakukan kembali pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuesioner CANSAS diperoleh bahwa tingkat kecemasan keluarga menurun. Simpulan: Adanya penurunan kecemasan keluarga sebelum dan setelah dilakukan psikoedukasi keluarga. Saran: Pelaksanaan psikoedukasi pada keluarga yang merawat pasien dengan penyakit kronis dapat merubah mekanisme koping yang ada pada keluarga, sehingga dapat dijadikan pendukung proses belajar tentang perawatan penderita penyakit diabetes melitus di rumah dengan tujuan Caregiver yang merasakan kecemasan dapat berkurang dari sebelumnya.   Kata kunci: Diabetes Melitus; Kecemasan; Psikoedukasi Keluarga.

Page 1 of 1 | Total Record : 10