cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025" : 16 Documents clear
Hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi menarche pada siswi kelas IV, V, & VI Wati, Riska Rahma; Rahman, Aulia; Sulastri, Diah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.942

Abstract

Background: Adolescence begins at the age of 10-19 years, during which time they will be faced with sexual maturity called the puberty phase. Menarche is when menstruation comes for the first time in a woman who is about to enter adulthood. The impact of menarche on adolescent girls is the emergence of psychological changes in the form of emotions, namely feelings of anxiety. The anxiety experienced by adolescents such as being shocked or even traumatized, afraid, being rational, and easily offended. Psychologically, the role of parents, especially mothers, is very important for adolescent girls. Purpose: To determine the relationship between family support and anxiety in facing menarche. Methods: Quantitative research with analytical correlation design and cross-sectional approach. The population of this study were female students in grades IV, V, VI at UPT SDN 01 SRI MULYA in 2025 who had not yet reached menarche. A total of 49 samples were used in the study using total sampling technique. Data collection using questionnaires which were then analyzed univariate and bivariate. Results: Bivariate analysis using the chi-square test to determine the relationship between family support and anxiety obtained results showing a significant relationship between the two variables with a p value of 0.000 (p ≤ 0.05). Conclusion: There is a relationship between family support and anxiety in facing menarche in grades IV, V, & VI.   Keywords: Anxiety; Family Support; Menarche.   Pendahuluan: Masa remaja dimulai sejak usia 10-19 tahun, pada masa tersebut akan dihadapkan dengan kematangan seksual yang disebut dengan fase pubertas. Menarche adalah saat haid/menstruasi yang datang pertama kali pada seorang wanita yang akan menginjak dewasa. Dampak dari menarche pada remaja putri yaitu timbulnya perubahan psikologis berupa emosional yaitu perasaan cemas. Kecemasan yang dialami remaja seperti terkejut bahkan trauma, takut, bersikap rasional, serta mudah tersinggung. Secara psikologis, peran orang tua terutama ibu sangat penting bagi seorang remaja putri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi menarche. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasi analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini siswi kelas IV, V, VI di UPT SDN 01 SRI MULYA tahun 2025 yang belum menarche. Sebanyak 49 sampel dalam penelitian dengan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dalam mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan memperoleh hasil adanya hubungan yang bermakna antara kedua variabel dengan nilai p sebesar 0.000 (p ≤ 0.05). Simpulan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan dalam menghadapi menarche siswi kelas IV, V, & VI.   Kata Kunci: Dukungan Keluarga; Kecemasan; Menarche.
Hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis Amanda, Meidia; Andini, Sandra; Erwin, Tubagus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.945

Abstract

Background: Dermatitis is a chronic inflammatory skin disease (recurring and disappearing), caused by external or internal stimuli. Skin exposed to dermatitis appears spotted and bubbling on its surface like boiling water bubbles. This condition is characterized by itching, redness, scaling and blistering. Purpose: To determine the relationship between personal hygiene and the incidence of dermatitis. Methods: Quantitative research type with analytical survey design and cross-sectional approach. The population in this study were Dermatitis patients who visited Kotabumi II Health Center. The sample in this study amounted to 79 respondents with non-probability sampling technique. Data collection using questionnaire sheets and observation sheets. Results: Most respondents experienced severe dermatitis, amounting to 50 respondents (63.3%). The results of the chi-square statistical test obtained a p-value of 0.000 (<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between personal hygiene and the incidence of dermatitis.   Keywords: Dermatitis; Dermatitis Disease Occurrence; Personal Hygiene.   Pendahuluan: Dermatitis adalah penyakit peradangan pada kulit yang bersifat kronis (hilang timbul), akibat rangsangan dari luar maupun dari dalam tubuh. Kulit yang terpapar dermatitis tampak berbintik dan menggelembung pada permukaannya seperti buih air mendidih. Kondisi ini ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, bersisik dan melepuh. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Dermatitis yang berkunjung ke Puskesmas Kotabumi II. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 79 responden dengan teknik non-probability sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Hasil: Sebagian besar responden mengalami mengalami dermatitis berat yang berjumlah 50 responden (63.3%). Hasil uji statistik chi-square memperoleh nilai p-value 0,000 (<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara personal hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis.   Kata Kunci: Dermatitis; Kejadian Penyakit Dermatitis; Personal Hygiene.
Pengaruh terapi fisik range of motion (rom) terhadap fungsi motorik ekstremitas pasien stroke Panjaitan, Betty Yuliana; Anita, Fitri; Erwin, Tubagus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.946

Abstract

Background: Sudden interruption of blood flow to the brain and causing disability to paralysis is called a stroke. This problem can be overcome with physical therapy of Range Of Motion (ROM) in the form of physical exercises to increase mobility, muscle strength, prevent further complications. Purpose: To determine the effect of range of motion (ROM) physical therapy on the motor function of the extremities of stroke patients. Method: Quantitative research with quasi-experimental design using one group pre-post test. The number of samples was 21 respondents using purposive sampling technique in the Gedong Air Bandar Lampung Health Center Working Area from January 6 to February 7, 2025. Data were collected through pre- and post-intervention observation sheets with data analysis used was the Wilcoxon Test. Results: Quantitative research with quasi-experimental design using one group pre-post test. The number of samples was 21 respondents using purposive sampling technique in the Gedong Air Bandar Lampung Health Center Working Area from January 6 to February 7, 2025. Data were collected through pre- and post-intervention observation sheets with data analysis used was the Wilcoxon Test. Conclusion: The significance value is 0.000<0.05 and there is a significant difference between the level of extremity motor skills in stroke patients before being given intervention with a lower motor level and after being given there is an increase in motor skills.   Keywords:  Motor Function; ROM Therapy; Stroke.   Pendahuluan: Terganggunya aliran darah ke otak secara tiba-tiba dan menyebabkan kecacatan hingga kelumpuhan disebut sebagai stroke. Permasalahan ini dapat diatasi dengan terapi fisik rentang gerak Range Of Motion (ROM) berupa latihan fisik dalam meningkatkan mobilitas,  kekuatan otot, mencegah komplikasi lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi fisik range of motion (rom) terhadap fungsi motorik ekstremitas pasien stroke. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan one group pre-post test. Jumlah Sampel 21 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung dari tanggal 6 Januari sampai 7 Februari 2025. Data dikumpulkan melalui lembar observasi pre dan post pemberian intervensi dengan analisis data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon. Hasil: Nilai signifikansi 0.000<0,05 dan terlihat adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat motorik ekstremitas pada pasien stroke sebelum diberikan intervensi dengan tingkat motorik lebih rendah dan setelah diberikan terdapat peningkatan motorik. Simpulan: Terapi fisik range of motion berpengaruh terhadap fungsi motorik ekstremitas pasien stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Air.   Kata kunci: Fungsi Motorik; Stroke; Terapi ROM.
Pengaruh medication therapy management terhadap kepatuhan pasien hipertensi tidak terkontrol Stephany, Ni Wayan Dhea; Erwin, Tubagus; Dora, Miranti Dea
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.951

Abstract

Background: Hypertension or high blood pressure is often referred to as the silent killer because it is often without complaints, but can cause the risk of heart disease, stroke, kidney failure. Compliance with taking medication is very important to control and support healing and prevent complications. Purpose: To determine the effect of medication therapy management (MTM) on compliance of patients with uncontrolled hypertension. Method: Quantitative research with quasi experimental research design one group pretest posttest design. The sample in this study amounted to 70 respondents with data collection techniques using non-probability sampling. The instruments used were the MTM form and the MMAS-8 questionnaire (Morisky medication adherence scale). Data analysis used univariate and bivariate analysis. Results: Univariate analysis of variable frequency distribution data showed that the majority of respondents were female, totaling 41 (58.6%) and most were aged 41-50, totaling 11 (15.7%). Bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test obtained a p-value of 0.000 (P <0.05). Conclusion: There is an effect of Medication Therapy Management (MTM) on the compliance of uncontrolled hypertension patients. Conclusion: There is an influence of Medication Therapy Management (MTM) on the compliance of uncontrolled hypertension patients.   Keywords: Hypertension; Medication Adherence; Medication Therapy  Management.   Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan, tetapi dapat menyebabkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk mengontrol serta menunjang kesembuhan dan mencegah komplikasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh dari medication therapy management (mtm) terhadap kepatuhan pasien hipertensi tidak terkontrol Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experimental one group pretest posttest design.  Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden dengan teknik pengumpulan data menggunakan non-probability sampling. Instrumen yang digunakan yaitu formulir MTM dan kuesioner MMAS-8 (morisky medication adherence scale). Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Analisis univariat tentang data distribusi frekuensi variabel didapatkan hasil mayoritas responden berjenis kelamin perempuan berjumlah 41 (58,6%) dan sebagian besar berumur 41-50 sebanyak 11 (15,7%). Analisis bivariat dengan menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan hasil nilai p sebesar 0,000 (P <0,05). Simpulan: Ada pengaruh Medication Therapy Management (MTM) terhadap kepatuhan pasien hipertensi tidak terkontrol.   Kata Kunci: Hipertensi; Kepatuhan Minum Obat; Medication Therapy   Management.
Pengaruh pendidikan kesehatan 6 langkah hand hygiene terhadap pencegahan infeksi nosokomial Firmansyah, Adam; Nela, Ari Sukma; Yuliana, Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.952

Abstract

Background: Nosocomial infections are one of the major problems in healthcare facilities that can be prevented by improving healthcare workers’ compliance with hand hygiene. Education on proper handwashing procedures is an important step in this effort. Purpose: To determine the effect of 6-step hand hygiene health education on preventing nosocomial infections. Method: Quantitative research with pre-experimental design using one-group pretest posttest design. The research sample consisted of 12 health workers selected using total sampling technique. Data were collected through observation sheets and analyzed using the Wilcoxon test to see the differences before and after health education was given. Results: There was an increase in health workers' compliance in performing hand hygiene after being given health education. There was a significant difference before and after hand hygiene education was effective in reducing the risk of nosocomial infections. Conclusion: There is an influence of 6-step hand hygiene health education on preventing nosocomial infections.   Keywords: Hand Hygiene; Health Education; Nosocomial Infections   Pendahuluan: Infeksi nosokomial adalah salah satu masalah utama di fasilitas kesehatan yang dapat dicegah dengan meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap hand hygiene. Edukasi mengenai prosedur cuci tangan yang benar menjadi langkah penting dalam upaya ini. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan 6 langkah hand hygiene terhadap pencegahan infeksi nosokomial. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan rancangan one-group pre-test post-test. Sampel penelitian terdiri dari 12 tenaga kesehatan yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil: Terjadi peningkatan kepatuhan tenaga kesehatan dalam melakukan hand hygiene setelah diberikan pendidikan kesehatan. Terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pemberian intervensi sehingga dinyatakan hand hygiene efektif dalam menurunkan risiko infeksi nosokomial. Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan 6 langkah hand hygiene terhadap pencegahan infeksi nosokomial.
Pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri pada persalinan kala 1 fase laten Safitri, Sila; Puspita, Richta; Sujiah, Sujiah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.954

Abstract

Background: Most mothers in labor will feel uncomfortable and disturbed by the pain experienced during the labor process. Excessive pain will affect the smoothness of the labor process. Purpose: To determine the effect of deep breathing relaxation techniques on the intensity of labor pain in the first stage of the latent phase. Methods: Quantitative research using Pre Experimental One Group Pretest- Posttest Design. Data collection from January to October 2024. The population of all maternal patients at the Wede Arrachman Pratama & Maternity Clinic in January-February. A sample of 37 people and analysis using univariate and bivariate using the T-test with a p value = (p <0.05). Results: The average labor pain in the first stage of the latent phase before the use of deep breathing relaxation techniques was 7.43 and the standard deviation was 0.647. The average labor pain in the first stage of the latent phase after the use of deep breathing relaxation techniques was 4.78 and the standard deviation was 1.084. In addition, the P-value was obtained as much as 0.000 (p<0.05). Conclusion: There is an influence of deep breathing relaxation techniques on reducing labor pain in the first stage of the latent phase.   Keywords: Deep Breath Relaxation Technique; Labor Pain; Latent Phase I Labor.   Pendahuluan: Sebagian besar ibu bersalin akan merasa tidak nyaman dan terganggu dengan rasa sakit yang dialami selama proses persalinan. Rasa sakit yang berlebihan akan berdampak pada kelancaran proses persalinan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri persalinan kala 1 fase laten. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Pra Eksperimental One Group Pretest- Posttest Design. Pengumpulan data pada bulan Januari sampai Oktober 2024. Populasi seluruh pasien ibu bersalin di Klinik Pratama & Bersalin Wede Arrachman pada Bulan Januari-Februari. Sampel sebanyak 37 orang dan analisis menggunakan univariat dan bivariate menggunakan uji T-test  dengan nilai p = (p<0,05). Hasil: Rata-rata nyeri persalinan kala 1 fase laten sebelum penggunaan teknik relaksasi nafas dalam 7.43 dan standard deviation sebesar 0.647. Rata-rata nyeri persalinan kala 1 fase laten sesudah penggunaan teknik relaksasi nafas dalam 4.78 dan standard deviation sebesar 1.084. Selain itu, perolehan Nilai P-value sebesar 0.000 (p<0.05). Simpulan: Ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 fase laten   Kata Kunci: Nyeri Persalinan; Persalinan Kala I Fase Laten; Teknik Relaksasi Nafas Dalam.
Pengaruh kegiatan melipat kertas origami untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun Kusdinar, Ari; Oktavia, Santi; Erwin, Tubagus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.956

Abstract

Backgrounds: The problem of child developmental delay disorders in Indonesia or foreign countries is still a problem. Child growth and development problems are a risky problem for every child's life, so it is very important to pay attention to all aspects that support and affect growth and development. Purpose: To determine the effect of origami paper folding activities in improving fine motor skills in children aged 5-6 years Method: Penelitian kuantitatif dengan desain Pre-eksperimen One Group Pre-test Post-test yang dilakukan pada tanggal 13-19 Februari 2025, populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun di Bakti Sinar Persada Lampung Barat yang berjumlah 30 anak dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T-dependen. Results: The t-dependent statistical test obtained the average value of children's fine motor development before being given the origami paper folding activity intervention was 1.23 and after the origami paper folding activity was carried out the average was 0.23 with a p-value of 0.00 <0.05. Conclusion: There is an influence of origami paper folding activities on fine motor development in children aged 5-6 years.   Keywords: Children aged 5-6 Years; Fine Motor Skills; Origami Paper.   Pendahuluan: Masalah gangguan keterlambatan perkembangan anak di Indonesia maupun negara luar sampai saat ini masih menjadi persoalan. Masalah tumbuh kembang anak adalah masalah yang berisiko bagi setiap kehidupan anak, maka sangat penting untuk memperhatikan semua aspek yang mendukung dan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kegiatan melipat kertas origami dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Pre-eksperimen One Group Pre-test Post-test yang dilakukan pada tanggal 13-19 Februari 2025, populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun di Bakti Sinar Persada Lampung Barat yang berjumlah 30 anak dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T-dependen. Hasil: Uji statistic t-dependen diperoleh nilai rata-rata perkembangan motorik halus anak sebelum diberikan intervensi kegiatan melipat kertas origami adalah 1.23 dan setelah dilakukan kegiatan melipat kertas origami rata-rata sebesar 0.23 dengan nilai p-value 0.00<0.05. Simpulan: Ada pengaruh kegiatan melipat kertas origami terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun.   Kata kunci: Anak usia 5-6 Tahun; Kemampuan Motorik Halus; Kertas Origami.
Hubungan kualitas pelayanan prinsip home care dengan kepuasaan pasien perawatan luka Anggraini, Putri; Patria, Armen; Yuliani, Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.957

Abstract

Background: The quality of home care services is an important factor in achieving patient satisfaction, especially for wound care patients. At the Mekar Arum Primary Inpatient Clinic, there is a need to assess the relationship between the quality of service provided and the level of patient satisfaction. Purpose: to analyze the relationship between the quality of home care service principles and wound care patient satisfaction at the Mekar Arum Primary Inpatient Clinic, Central Lampung, in 2024. Methods: The research method used was quantitative with a correlation design and cross sectional approach. The sample consisted of 39 respondents who were taken by total sampling. Data were collected through questionnaires measuring service quality and patient satisfaction. The results of the analysis showed that most respondents were aged 46-55 years, with the majority of female gender. The quality of service received by patients showed that 51.3% of respondents were satisfied, while 46.2% were very satisfied with the services provided. Results: The results of statistical tests obtained a significant relationship between service quality and patient satisfaction, with a P Value = 0.000 (p ≤ 0.05). Conclusion: Statistical tests using chi-square showed a p value = 0.000, which means there is a significant relationship between the quality of homecare services and patient satisfaction.   Keywords: Service Quality, Home Care, Patient Satisfaction, Wound Care.   Pendahuluan: Kualitas pelayanan home care menjadi faktor penting dalam mencapai kepuasan pasien, terutama bagi pasien perawatan luka. Di Klinik Pratama Rawat Inap Mekar Arum, terdapat kebutuhan untuk menilai hubungan antara kualitas pelayanan yang diberikan dan tingkat kepuasan pasien. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan prinsip home care dengan kepuasan pasien perawatan luka di Klinik Pratama Rawat Inap Mekar Arum, Lampung Tengah, tahun 2024. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 39 responden yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 46-55 tahun, dengan mayoritas jenis kelamin perempuan. Kualitas pelayanan yang diterima pasien menunjukkan 51.3% responden merasa puas, sedangkan 46.2% menyatakan sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh adanya hubungan yang bermakna antara kualitas pelayanan dengan kepuasaan pasien, dengan nilai P Value = 0.000 (p ≤ 0.05). Simpulan: Uji statistik menggunakan chi-square menunjukkan nilai p = 0.000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara kualitas pelayanan home care dengan kepuasan pasien.   Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Home Care, Kepuasan Pasien, Perawatan Luka
Pengaruh pemberian DIIT nasi jagung dan nasi putih dengan perbandingan 1:1 terhadap perubahan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus Meiranda, Bella Dwi; Kurniasari, Septi; Andora, Novika
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.958

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by high blood sugar levels. This condition can lead to the pancreatic gland's inability to produce insulin optimally, preventing the body from perfectly processing consumed sugar. Purpose: To determine the effect of consuming corn rice mixed with white rice on blood glucose levels in patients with diabetes mellitus Method: Quantitative research with Pre Experimental research design (one group Pre Post Test Design). The method used is saturated sampling. The subjects of this study were people with diabetes mellitus who were given corn rice, namely 1: 1 in processed white rice and corn rice weighing 150 grams accompanied by side dishes. Results: Bivariate analysis obtained a p value of 0.000 (a <0.05) so that it was stated that there was an effect of giving DIIT corn rice with a ratio of 1:1 corn rice and white rice in patients with diabetes mellitus. Conclusion: There is an effect of giving a corn rice diet with a 1:1 ratio of corn rice and white rice on diabetes mellitus sufferers.   Keywords: Diabetes Mellitus; Corn Rice.   Pendahuluan: Diabetes Melitus atau DM adalah penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Hal ini bisa menyebabkan kelenjar pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin secara optimal, sehingga tubuh tidak dapat memproses gula yang dikonsumsi secara sempurna. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian nasi jagung yang dicampur nasi putih terhadap kadar gula darah glukosa pada penderita diabetes mellitus Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Pre Eksperimental (one group Pre Post Test Design). Metode yang digunakan yaitu sampling jenuh. Subjek penelitian ini adalah masyarakat penderita diabetes melitus dengan pemberian nasi jagung yaitu 1:1 pada olahan nasi putih dan nasi jagung dengan berat 150 gram disertai lauk pauk. Hasil: Analisis bivariat diperoleh nilai p=0.000 (a<0.05) sehingga dinyatakan ada pengaruh pemberian DIIT nasi jagung dengan perbandingan 1:1 nasi jagung dan nasi putih pada penderita diabetes mellitus. Simpulan: Ada pengaruh pemberian  nasi jagung dengan perbandingan 1:1 nasi jagung dan nasi putih pada penderita diabetes mellitus.   Kata Kunci : Diabetes Melitus; Nasi Jagung
Hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif dan berpikir kreatif pada anak usia prasekolah (5-6 tahun) Hasriani, St; Asnuddin, Asnuddin; Bebang, Asnal; Akib, Resky Devi; Nurdin, Nurhidayah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.967

Abstract

Background: Cognitive development is the basis for a child's ability to think. The cognitive structure in a child is very fast. Creative thinking is a series of processes, including understanding the problem, making guesses and hypotheses about the problem, finding answers, proposing evidence, and finally reporting the results. Purpose: To determine the relationship between gadget playing patterns and cognitive and creative thinking abilities in preschool children (5-6 years). Method: The type of research is a cross-sectional study method conducted from October 4 to October 20, 2024 at RA Dharmawanita, Ministry of Religion and TK Al Barokah, as many as 30 children as samples using purposive sampling technique. Results: The relationship between gadget playing patterns and cognitive and creative thinking abilities in preschool children (5-6 years) obtained statistical test results on the cognitive ability variable with a p value = 1,000>0.05 and on the creative thinking variable a p value = 0.013 <0.05 was obtained. Conclusion: There is no relationship between gadget playing patterns and cognitive abilities in preschool children (5-6 years). In addition, based on the results of the study, it was stated that there is a relationship between gadget playing patterns and creative thinking.   Keywords: Cognitive Ability; Creative Thinking; Gadgets.   Pendahuluan: Perkembangan kognitif merupakan dasar bagi kemampuan anak untuk berpikir. Struktur kognitif yang ada pada seorang anak sangat cepat. Berpikir kreatif merupakan serangkaian proses, termasuk memahami masalah, membuat tebakan dan hipotesis tentang masalah, mencari jawaban, mengusulkan bukti, dan akhirnya melaporkan hasilnya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif dan berpikir kreatif pada anak usia prasekolah (5-6 Tahun). Metode: Jenis penelitian metode cross sectional Study yang dilakukan 4 oktober-20 Oktober 2024 di RA Dharmawanita kementerian agama dan TK Al Barokah sebanyak 30 anak sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif dan berpikir kreatif pada anak usia prasekolah (5-6 Tahun) memperoleh hasil uji statistik pada variabel kemampuan kognitif dengan nilai p = 1.000>0.05 dan pada variabel berpikir kreatif diperoleh nilai p = 0,013 < 0,05. Simpulan: Tidak ada hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif pada anak usia prasekolah (5-6 tahun). Selain itu, berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa ada hubungan pola bermain gadget dengan berfikir kreatif.   Kata Kunci: Berpikir Kreatif; Gadget; Kemampuan Kognitif.

Page 1 of 2 | Total Record : 16