cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025" : 22 Documents clear
Pengaruh slow deep breathing dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi Oseda, Aisyah Putri; Erwin, Tubagus; Andora, Novika
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.987

Abstract

Background: Hypertension is often called the "silent killer" because it damages the body without causing symptoms. Hypertension can be managed using a combination of slow deep breathing and warm foot soaks. Purpose: To examine the effect of slow deep breathing and warm foot soaks on lowering blood pressure in patients with hypertension. Method: This quantitative study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach without a control group. The population in this study was 94 people. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 15 people. Data were analyzed using the Wilcoxon statistical test. Results: The average blood pressure before the intervention was 152.00 systolic and 84.67 diastolic. Meanwhile, the average blood pressure after the intervention decreased to 128.00 systolic and 78.67 diastolic. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.001, or p-value <0.05. Conclusion: Slow deep breathing and warm foot soaks have an effect on lowering blood pressure in people with hypertension.   Keywords: Hypertension; Slow Deep Breathing; Pressure; Warm Foot SoakBlood   Pendahuluan: Hipertensi sering disebut “silent killer” karena merusak tubuh tanpa menimbulkan gejala. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan menggunakan terapi kombinasi slow deep breathing dan rendam kaki air hangat. Tujuan: Untuk pengaruh slow deep breathing dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Populasi pada penelitian ini sebanyak 94 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan sampel 15 orang. Data dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil: Rata-rata tekanan darah sebelum diberikan intervensi yaitu sistol 152,00 dan diastol 84,67. Sedangkan rata-rata tekanan darah sesudah diberikan intervensi berkurang menjadi tekanan darah sistol 128,00 dan diastol 78,67. Berdasarkan uji wilcoxon didapatkan nilai p-value 0,001 atau p-value <0,05. Simpulan: Terdapat pengaruh slow deep breathing dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi   Kata Kunci: Hipertensi; Rendam Kaki Air Hangat; Slow Deep Breathing; Tekanan  Darah.
Hubungan self efficacy dan resiliensi dengan kualitas hidup caregiver yang merawat penderita skizofrenia Pratiwi, Retno Galuh; Jusuf, Herlina; Arsad, Nikmatisni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1140

Abstract

Background: Self-efficacy and resilience significantly influence the quality of life of caregivers caring for patients with schizophrenia. High levels of self-confidence and the ability to recover from emotional stress can improve physical, psychological, and social well-being, and support the ongoing role of caregivers in optimal patient care. Purpose: To analyze the relationship between self-efficacy and resilience and the quality of life of caregivers caring for patients with schizophrenia. Method: This was an analytical survey study using a cross-sectional approach. A sample of 31 caregivers was selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed univariately and bivariately using the Spearman correlation test. Results: Most caregivers had high levels of self-efficacy (58.1%) and high levels of resilience (54.8%), with a p-value of 0.000. Conclusion: There is a significant relationship between self-efficacy and the quality of life of caregivers (p = 0.000), caregivers with high self-efficacy have more good quality of life and between resilience and the quality of life of caregivers (p = 0.000), caregivers with high levels of resilience tend to have better quality of life.   Keywords: Self-efficacy, Resilience, Caregiver, Schizophrenia   Pendahuluan: Self efficacy dan resiliensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup caregiver yang merawat penderita skizofrenia, di mana tingkat keyakinan diri yang tinggi dan kemampuan untuk bangkit dari tekanan emosional dapat meningkatkan kesejahteraan fisik, psikologis, sosial, serta mendukung keberlangsungan peran caregiver dalam merawat pasien secara optimal. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan self efficacy dan resiliensi dengan kualitas hidup caregiver yang merawat penderita skizofrenia. Metode: Penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 31 caregiver dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar caregiver memiliki tingkat self efficacy tinggi (58.1%) dan resiliensi tinggi (54.8%) dengan perolehan nilai p sebesar (0.000). Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kualitas hidup caregiver (p = 0.000), caregiver dengan self efficacy tinggi lebih banyak memiliki kualitas hidup yang baik dan antara resiliensi dengan kualitas hidup caregiver (p = 0.000), caregiver dengan tingkat resiliensi tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik.   Kata Kunci : Self efficacy, Resiliensi, Caregiver, Skizofrenia
Hubungan status demografi dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pasien rawat jalan Aziza, Nurul; Rumana, Nova Mega
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1167

Abstract

Background: Reproductive health problems in the Bandar Lampung area remain at around 118 cases, both new and existing. Approximately 52 patients visit the Bakung Community Health Center for treatment with reproductive problems. Considering the livelihoods of the residents within the Bakung Community Health Center's coverage area, the majority are fishermen and have little knowledge about maintaining reproductive health. Purpose: To determine the relationship between reproductive health knowledge and the demographic status of outpatients at the Bakung Community Health Center. Method: The research design used was a descriptive correlation with a cross-sectional approach. This study aimed to determine the relationship between the independent and dependent variables after identifying the characteristics of each variable (Notoatmodjo, 2002). Results: Statistical tests showed a p-value of 0.000 for the education level variable, a p-value of 0.009 for the respondent's age variable, and a p-value of 0.000 for the respondent's occupation and knowledge level. Conclusion: There is a significant relationship between education level, age, and occupation and respondents' knowledge level.   Keywords: Demographics; Patients; Reproduction.   Pendahuluan : Masalah kesehatan reproduksi di wilayah Bandar Lampung masih berkisar 118 kasus baik berupa kasus baru dan kasus lama. Wilayah Puskesmas Bakung pasien yang datang untuk berobat dengan masalah reproduksi berkisar 52 orang untuk berkonsultasi tentang masalah reproduksi.  Apabila dilihat dari mata pencaharian penduduk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bakung, rata-rata para penduduk yang ada hanya sebagai nelayan yang mempunyai sedikit pengetahuan tentang menjaga kesehatan reproduksi. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan status demografi pasien rawat jalan di Puskesmas Bakung Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, yaitu untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) setelah diketahui karakteristik dari masing-masing variabel (Notoatmodjo, 2002). Hasil : Uji statistik menunjukkan p-value=0,000 pada variabel tingkat pendidikan,  p-value=0,009 pada variabel tingkat usia responden, dan p-value=0,000 pada variabel pekerjaan responden dengan tingkat pengetahuan responden. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan, usia, dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan responden.   Kata Kunci: Demografi; Pasien; Reproduksi.
Pengaruh abdominal stretching exercise terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri Zari, Fidya Nata; Oktavia, Santi; Yuliana, Dewi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.961

Abstract

Background: Menstrual pain is a common problem often experienced by adolescent girls and can interfere with daily activities. One non-pharmacological method that can be used to reduce menstrual pain is abdominal stretching exercise, which functions to improve blood circulation, stimulate endorphin production, and reduce muscle tension. Purpose. Purpose: To determine the effect of abdominal stretching exercise on the intensity of menstrual pain in adolescent girls. Method: This quantitative research used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The sample in this study was 42 eleventh-grade female adolescents experiencing menstrual pain, selected using a purposive sampling technique based on predetermined inclusion criteria. Pain intensity was measured using the NRS (Numerical Rating Scale) before and after abdominal stretching exercise intervention. Statistical tests were performed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Result: The study showed that the average pain score before the intervention was 5.76 and after the intervention was 3.02. The Wilcoxon Signed Rank Test resulted in a p-value of 0.000 (<0.05). Therefore, the alternative hypothesis was accepted and the null hypothesis was rejected. Conclusion: Abdominal stretching exercises have been shown to affect the intensity of menstrual pain in adolescent girls. Based on these results, abdominal stretching exercises are recommended as a non-pharmacological intervention to address discomfort caused by menstrual pain.   Keywords : Adolescent Girls; Abdominal Stretching Exercise; Menstrual Pain.   Pendahuluan: Nyeri haid merupakan masalah umum yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu metode non-farmakologis yang bisa digunakan untuk mengurangi nyeri haid adalah latihan abdominal stretching exercise, yang berfungsi untuk memperlancar sirkulasi darah, memicu produksi endorfin, dan menurunkan ketegangan otot. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh abdominal stretching exercise terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri. Metode: Penelitian kuantitatif yang menggunakan desain Pre-Eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian merupakan remaja putri kelas XI yang mengalami nyeri haid berjumlah 42 partisipan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan NRS (Numeric Rating Scale), dilakukan sebelum dan setelah diberikan intervensi abdominal stretching exercise. Uji statistik dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum perlakuan 5,76 dan setelah perlakuan 3.02. Dari hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh hasil p-value = 0.000 (<0.05). Sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Simpulan: Ada pengaruh abdominal stretching exercise terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri. Berdasarkan hasil tersebut, abdominal stretching exercise direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengatasi gangguan rasa nyaman yang diakibatkan dari nyeri haid.   Kata kunci : Abdominal Stretching Exercise; Nyeri Haid; Remaja Putri.
Studi kasus pengaruh pemberian terapi swedish foot massage dan kompres dingin pada leher terhadap nyeri post ekstubasi Mudzakiroh, Fuzna Dahlia; Hidayat, Arif Imam; Alivian, Galih Noor
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1097

Abstract

Background: ICU patients often experience pain, particularly as a result of mechanical ventilation through endotracheal intubation. One common complication after extubation is a sore throat (POST), which can interfere with comfort, hemodynamic stability, and delay recovery. Purpose: To determine the effect of Swedish foot massage and cold compresses on the neck on post-extubation pain. Method: A case study of three research subjects was conducted using Evidence-Based Nursing (EBN) implementation, based on PICO analysis. Swedish foot massage and cold compress therapy were administered three consecutive times, each lasting 15 minutes. The intervention was administered from April 26 to May 1, 2025. Results: There was a significant decrease in pain levels experienced by the study subjects after the intervention. This decrease was not only evident from the Visual Analog Scale (VAS) measurements but also supported by hemodynamic data such as decreased blood pressure, pulse rate, and MAP, reflecting the physiological response to pain reduction. Conclusion: The combination of Swedish foot massage and cold compress therapy has been proven effective in reducing pain levels in post-extubation patients in the ICU, with more optimal results if given repeatedly.   Keywords: Cold Compress; Post-Extubation Pain; Swedish Foot Massage.   Pendahuluan: Pasien di ruang ICU sering mengalami nyeri, terutama akibat penggunaan ventilator mekanik melalui tindakan intubasi endotrakeal. Salah satu komplikasi umum pasca ekstubasi adalah nyeri tenggorokan atau POST (Post Operative Sore Throat) yang dapat mengganggu kenyamanan, kestabilan hemodinamik, serta memperlambat pemulihan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi Swedish foot massage dan kompres dingin pada leher terhadap nyeri post ekstubasi. Metode: Studi kasus pada tiga subjek penelitian dilakukan dengan implementasi Evidance Based Nursing (EBN) yang mengacu pada analisis PICO sebagai dasar intervensi. Intervensi terapi Swedish foot massage dan kompres dingin dilakukan selama 3 kali berturut turut dengan durasi 15 menit setiap sesinya. Pemberian intervensi dilakukan dari tanggal 26 April – 1 Mei 2025. Hasil: Terjadi penurunan yang signifikan pada tingkat nyeri yang dirasakan oleh subjek penelitian setelah pemberian intervensi,. Penurunan ini tidak hanya terlihat dari hasil pengukuran menggunakan skala VAS (Visual Analog Scale), tetapi juga diperkuat oleh data hemodinamik seperti penurunan tekanan darah, denyut nadi, dan MAP yang mencerminkan respons fisiologis terhadap berkurangnya nyeri. Simpulan: Kombinasi terapi Swedish foot massage dan kompres dingin terbukti efektif menurunkan skala nyeri pada pasien post-ekstubasi di ruang ICU, dengan hasil yang lebih optimal jika diberikan secara berulang.   Kata Kunci: Kompres Dingin; Nyeri Post Ekstubasi; Swedish Foot Massage.
Pengaruh pemberian pursed lips breathing terhadap frekuensi pernapasan pada pasien penyakit paru obstruktif kronik Suryana, Ryta Ramadona; Antoro, Budi; Andini, Sandra
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.960

Abstract

Background: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a non-communicable respiratory disease that causes airflow obstruction and dyspnea, leading to increased respiratory rate. This increased respiratory rate can disrupt sleep patterns in COPD patients and can be addressed with relaxation therapy. Pursed lip breathing is a non-pharmacological therapy that can be used to reduce respiratory rate in COPD patients. Purpose: To determine the effect of administering pursed lips breathing on patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) with complaints of shortness of breath which results in increased respiratory frequency. Method: This quantitative study used a one-group design (pre- and post-test) and no comparison between the control groups. The study involved 19 patients. The hypothesis test used a paired sample t-test. Result: The Paired Sample T-test shows that the p-value is 0.000 <0.05. Conclusion: There is an effect of giving Pursed lips breathing on respiratory frequency in Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) patients.   Keywords : COPD; Pursed Lips Breathing; Respiratory Rate.   Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit pernapasan tidak menular yang menyebabkan obstruksi aliran udara dan dispnea sehingga frekuensi pernapasan meningkat. Peningkatan frekuensi pernapasan dapat menyebabkan gangguan pola tidur pada pasien PPOK dan dapat diatasi dengan terapi relaksasi. Pursed lips breathing adalah salah satu terapi non farmakologis yang bisa digunakan untuk menurunkan frekuensi pernapasan pada pasien PPOK. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian pursed lips breathing pada pasien yang mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan keluhan sesak napas yang mengakibatkan frekuensi pernapasan meningkat. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain one group (pre and post-test) dan tidak ada perbandingan antara kelompok kontrol. Penelitian ini melibatkan 19 pasien sebagai partisipan. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji Paired Sample T-test. Hasil: Uji Paired Sample T-test menunjukkan bahwa nilai p-value yaitu didapatkan nilai 0.000 <0.05. Simpulan: Ada pengaruh pemberian Pursed lips breathing terhadap frekuensi pernapasan pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).   Kata Kunci : Frekuensi Pernapasan; PPOK; Pursed Lips Breathing.
Pendekatan non-farmakologis pada pasien dengan gejala gastrointestinal akut: Studi kasus terapi minyak kayu putih dan relaksasi nafas dalam Pramesti, Renanda Amalia; Fibriyanti, Efi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1023

Abstract

Background: Gastrointestinal disorders are a common clinical condition in medical practice and can lead to serious complications if not treated promptly and appropriately. Symptoms include excessive vomiting, abdominal pain, and dehydration, which often leads to decreased nutritional intake. Purpose: To evaluate the effectiveness of a combination of eucalyptus oil therapy and deep breathing relaxation in patients with vomiting, profuse abdominal pain, low intake, dehydration, and nausea. Method: This case study was conducted on a 19-year-old patient in the Emergency Department with complaints of nausea, vomiting more than five times a day, abdominal pain, and weakness. Results: Pharmacological therapy with pantoprazole and ondansetron injections, as well as non-pharmacological therapy using eucalyptus oil and deep breathing relaxation, were effective in managing symptoms of vomiting, abdominal pain, and dehydration. Conclusion: The patient's condition improved after 3 hours of intervention, with a reduction in the frequency of vomiting.   Keywords: Abdominal Pain; Deep Breathing Relaxation; Eucalyptus Oil; Gastrointestinal Disorders; Vomiting Profuse.   Pendahuluan: Gangguan gastrointestinal merupakan kondisi klinis yang sering dijumpai dalam praktek medis dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Gejalanya meliputi muntah berlebihan, nyeri perut, dan dehidrasi yang sering menyebabkan asupan nutrisi pada pasien menurun. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas implementasi keperawatan kombinasi terapi minyak kayu putih dan relaksasi nafas dalam pada pasien dengan vomiting profuse abdominal pain low intake dehidrasi dengan nausea. Metode: Penelitian studi kasus yang dilakukan pada pasien berusia 19 tahun di Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan mual, muntah lebih dari lima kali sehari, nyeri perut, dan kelemahan tubuh. Hasil: Terapi farmakologis dengan injeksi obat pantoprazole dan ondansentron serta terapi non farmakologis dengan menggunakan minyak kayu putih dan relaksasi nafas dalam efektif untuk mengelola Gejala Vomiting Profuse, Abdominal Pain, dan Dehidrasi. Simpulan: Terjadi perbaikan kondisi pasien setelah intervensi selama 3 jam dengan berkurangnya frekuensi muntah.   Kata Kunci: Gangguan Gastrointestinal; Minyak Kayu Putih; Nyeri Abdomen; Relaksasi Nafas Dalam; Vomiting Profus.
Studi kasus resiko perfusi serebral tidak efektif pada pasien chephalgia post trauma nasal dan epistaxix bilateral ec fraktur os nasal Sundari, Listia; Fibriyanti, Efi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1026

Abstract

Background: Trauma to the nasal area often causes various complications, including nasal bone fractures, bilateral epistaxis, and prolonged cephalalgia. The risk of ineffective cerebral perfusion generally occurs in cases of head trauma caused by traffic accidents or non-traffic accidents. Purpose: To determine nursing management options for addressing the risk of ineffective cerebral perfusion in a patient with post-traumatic nasal cephalalgia and bilateral epistaxis due to nasal bone fracture. Method: This was an observational case study using a cross-sectional approach focusing on emergency nursing care for a 33-year-old patient in the Emergency Department with complaints of headache, nausea, and nosebleeds following a fall. Results: The patient experienced cephalalgia, bilateral epistaxis, and pain due to the nasal bone fracture, confirmed by a 3D Non-Contrast Head CT scan. The nursing diagnosis was risk of ineffective cerebral perfusion, with a 1x2-hour intervention. The nursing intervention provided was intracranial pressure management focused on monitoring neurological status, pain control, 30° head elevation, and prevention of further complications. Conclusion: The nursing interventions provided to the patient to reduce signs of intracranial pressure improved the patient's condition, reducing pain and bleeding after therapy.   Keywords: Cephalalgia; Head Trauma; Ineffective Cerebral Perfusion; Nursing Care.   Pendahuluan: Trauma pada area hidung sering kali menyebabkan berbagai komplikasi termasuk fraktur os nasal, epistaksis bilateral, serta chephalalgia yang berkepanjangan. Risiko perfusi serebral tidak efektif umumnya terjadi pada kasus trauma area kepala yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas maupun bukan kecelakaan lalu lintas. Tujuan: untuk mengetahui penatalaksanaan keperawatan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah resiko perfusi serebral tidak efektif pada pasien dengan cephalalgia pasca-trauma nasal dan epistaksis bilateral akibat fraktur os nasal. Metode: Studi kasus observasional dengan pendekatan cross-sectional yang berfokus pada asuhan keperawatan gawat darurat pada pasien berusia 33 tahun di Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan nyeri kepala, mual, dan mimisan karena post terjatuh. Hasil: Pasien mengalami cephalalgia, epistaksis bilateral, serta nyeri akibat fraktur os nasal yang dikonfirmasi melalui pemeriksaan MSCT Non-Kontras Head 3D. Diagnosa keperawatan yang diangkat yaitu risiko perfusi serebral tidak efektif dengan pemberian intervensi 1x2 jam. Intervensi keperawatan yang diberikan yaitu manajemen peningkatan intrakranial yang difokuskan pada pemantauan status neurologis, pengendalian nyeri, elevasi kepala (Head Up) 30o, serta pencegahan komplikasi lebih lanjut. Simpulan: Penerapan intervensi keperawatan yang dilakukan kepada pasien untuk menurunkan tanda-tanda peningkatan intrakranial berpengaruh pada perbaikan kondisi pasien, penurunan skala nyeri dan perdarahan pasien membaik setelah terapi.   Kata Kunci: Asuhan Keperawatan; Cephalalgia; Perfusi Serebral Tidak Efektif; Trauma Kepala.
Asuhan gizi pada penderita hipertensi di layanan primer: Literatur review Syamsu, Rachmat Faisal; Abdullah, A. Adila Permata; Mubarok, Rizqi; Nurdin, Abbas Zavey; Dahlia, Dahlia; Nasruddin, Hermiaty
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1069

Abstract

Background: Hypertension is one of the most common chronic medical conditions characterized by persistently elevated arterial pressure. Hypertension has been one of the most studied topics in the past century and has become a significant comorbidity contributing to the development of stroke, myocardial infarction, heart failure, and kidney failure. Purpose: To determine nutritional care for patients with hypertension in primary care. Method: This literature review was conducted by searching, summarizing, and drawing conclusions from various previous studies. The search was limited to the period 2020 to 2025 using databases such as Sinta. The literature obtained was searched using the keywords "Gynamic Status" and "Hypertension" in both English and Indonesian. Results: A total of 10 journals were reviewed that discussed nutritional care for patients with hypertension. Conclusion: The majority of the reviewed journals showed a relationship between nutritional intake and hypertension.   Keywords: Hypertension; Nutritional Status.   Pendahuluan: Hipertensi termasuk dalam kondisi medis kronis yang paling umum yang ditandai dengan peningkatan tekanan arteri yang terus-menerus. Hipertensi telah menjadi salah satu topik yang paling banyak dipelajari pada abad sebelumnya dan telah menjadi salah satu komorbiditas paling signifikan yang berkontribusi terhadap perkembangan stroke, infark miokard, gagal jantung, dan gagal ginjal. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan gizi pada penderita hipertensi pada layanan primer. Metode: Penelitian tinjauan pustaka dengan mencari, merangkum, dan menarik kesimpulan dari berbagai studi literatur terdahulu yang dicari dan dibatasi dari tahun 2020 hingga 2025 dengan menggunakan database seperti Sinta. Literatur yang didapatkan dicari dengan menggunakan kata kunci “Status Gizi”, “Hipertensi”, baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Hasil: Sebanyak 10 jurnal yang telah direview yang membahas mengenai asuhan gizi pada penderita hipertensi Simpulan: Mayoritas dari jurnal yang telah direview menunjukan bahwa terdapat hubungan pada asupan gizi dengan penderita hipertensi   Kata Kunci : Hipertensi; Status Gizi.
Analisis risiko keselamatan kerja menggunakan metode event tree analysis (ETA) pada pekerjaan blasting quarry Abdurrahman, Tri Novita Jihan K.; Jusuf, Herlina; Nurfadillah, Ayu Rofiah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1136

Abstract

Background: Occupational accident risk assessment is a step taken to prevent potential workplace accidents. This can be done by conducting an assessment based on the methods established in the Occupational Health and Safety Management System (OHSMS). Purpose: To analyze the occupational safety risks in blasting work in Quarry I of the Bulango Ulu Dam project Package I by Hutama–Basuki–Lestari, KSO, using the Event Tree Analysis (ETA) method. Method: This research is qualitative research. The informants in this study were 7 people, with 1 key informant, namely the Project Manager, and 6 key informants consisting of 1 Safety Officer, 2 Safety Patrols, and 3 Workers. Results: Based on the identification, four main risks were identified in blasting work: flying rock, misfire, dust, and premature blast. The highest risk, with a probability value of 0.99, was for flying rock and dust, and the lowest risk, with a probability of 0.5, was for premature blast. The analysis showed that adherence to mitigation procedures such as the use of PPE and safe distancing significantly influenced the final outcome of the risk scenario. Conclusion: The implemented mitigation scheme can significantly reduce the probability of a hazardous event if implemented correctly. Suggestion: Further research is needed into the use of the Event Tree Analysis (ETA) method in collaboration with other methods for more effective results.   Keywords: Blasting; ETA; Risk; Work Safety.   Pendahuluan: Risiko kecelakaan kerja merupakan langkah untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang dapat terjadi. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan penilaian berdasarkan metode-metode yang ada dalam Sistem Manajemen K3 (SMK3). Tujuan: Untuk menganalisis risiko keselamatan kerja pada pekerjaan blasting di Quarry I proyek Bendungan Bulango Ulu Paket I oleh Hutama–Basuki–Lestari, KSO, dengan menggunakan metode Event Tree Analysis (ETA). Metode: Jenis penelitian kualitatif. Informan dari penelitian ini berjumlah 7 orang dengan 1 orang informan kunci yaitu Project Manager dan 6 orang informan utama yang terdiri dari 1 orang Safety Officer, 2 orang Safety Patrol dan 3 Pekerja. Hasil: Berdasarkan identifikasi, ditemukan empat risiko utama dalam pekerjaan blasting, yaitu flying rock, misfire, debu, dan premature blast. Risiko tertinggi dengan nilai probabilitas 0,99 terdapat pada bahaya flying rock dan debu, risiko terendah dengan probabilitas 0,5 terdapat pada premature blast. Analisis menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap prosedur mitigasi seperti penggunaan APD dan jarak aman sangat mempengaruhi hasil akhir dari skenario risiko. Simpulan: Skema mitigasi yang diterapkan dapat menurunkan probabilitas kejadian berbahaya secara signifikan jika dijalankan dengan benar. Saran: Penelitian lanjutan perlu dilakukan dalam penggunaan metode Event Tree Analysis (ETA) dengan kolaborasi dari metode lainnya untuk hasil yang lebih efektif.   Kata Kunci: Blasting; ETA; Keselamatan Kerja; Risiko.

Page 1 of 3 | Total Record : 22