cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns
ISSN : 27984095     EISSN : 27984192     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juni dan Desember
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022" : 5 Documents clear
Hubungan pengetahuan, dukungan keluarga dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan fasilitas persalinan di Puskesmas Pulosari Fakhriyani, Ifah; Noviyani, Ernita Prima; Pujiati , Purwani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v2i1.271

Abstract

Background: Maternal and child health problems are still a health problem in Indonesia. One of the factors that contribute to the high maternal mortality rate is the lack of adequate delivery places and the lack of health workers. Utilization of maternity facilities is influenced by many factors, including knowledge, attitudes and family support for pregnant women in utilizing delivery facilities. Purpose: This study aims to determine the relationship between knowledge, family support and attitudes of pregnant women towards the utilization of maternity facilities at Pulosari Health Center in 2022. Methods: This type of research is a descriptive analytic study with a cross sectional approach. The population in this study were 110 pregnant women who visited the Pulosari District Health Center, Pandeglang Regency. The sampling technique used is simple random sampling with a sample size of 87. Results: Most of the respondents utilization of maternity facilities, namely 74 people (85.1 percent), had negative knowledge about the use of childbirth facilities, namely 50 people (57.5 percent), received positive support from their families to utilization of maternity facilities, namely 77 people (88.5 percent) and showed a very good attitude towards the utilization of maternity facilities, namely 68 people (78.2 percent). The results of hypothesis testing obtained P-value smaller than 0.05. Conclusion: The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge, family support and attitudes of pregnant women towards utilization of maternity facilities at Pulosari Health Center in 2022. Suggestions: For families to be able to take advantage utilization of maternity facilities so that t process can be safer and smoother by visiting the nearest maternity facilities   Pendahuluan: Masalah kesehatan ibu dan anak masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu adalah terbatasnya tempat persalinan yang memadai dan kurangnya tenaga kesehatan. Pemanfaatan fasilitas persalinan dipengaruhi oleh banyak factor, diantaranya adalah pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga terhadap ibu hamil dalam memanfaatkan fasilitas persalinan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan fasilitas persalinan di Puskesmas Pulosari tahun 2022. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analytic dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang sebanyak 110 ibu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden. Hasil: Sebagian besar responden memanfaatkan fasilitas persalinan yaitu 74 orang (85.1 persen), mempunyai pengetahuan negatif tentang pemanfaatan fasilitas persalinan yaitu 50 orang (57.5 persen) mendapat dukungan positif dari keluarga untuk memanfaatkan fasilitas persalinan yaitu 77 orang (88.5 persen) dan menunjukkan sikap sangat baik terhadap pemanfaatan fasilitas persalinan yaitu 68 orang (78.2 persen). Hasil uji hipotesis diperoleh p-value lebih kecil dari 0.05. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan fasilitas persalinan di Puskesmas Pulosari tahun 2022. Saran: Bagi keluarga agar dapat memanfaatkan fasilitas persalinan agar dalam proses persalinan bisa menjadi lebih aman dan lancer dengan cara melakukan kunjungan ke fasilitas persalinan terdekat.
Hubungan Sikap Ibu, Dukungan Keluarga Dan Peran Tenaga Kesehatan Dengan Pemberian Mp-Asi Pada Bayi Umur Kurang Dari 6 Bulan Di Desa Kadujangkung Kabupaten Pandeglang Febriyanti, Sylvia Sri; Sari, Agustina; Ginting, Agus Santi Br
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v2i1.274

Abstract

Background: Giving complementary foods to breast milk too early is dangerous for babies, because it can cause digestive infections that are at risk of experiencing intestinal intussusception/intussusception, even if not treated immediately can lead to death in infants. Based on a preliminary study conducted by researchers in Kadujangkung Village, Pandeglang Regency in February 2022. Of the fifteen mothers who had babies aged less than six months, there were eleven (73 percent) mothers who said they had given complementary foods to breast milk, in the form of formula milk, bananas, watery porridge or packaged foods, for various reasons ranging from not smooth breast milk, fussy babies, and some because they were given by their parents or grandmothers. Meanwhile, four (27 percent) mothers already understood the provision of complementary feeding and exclusive breastfeeding. Objective: To determine the relationship between mother's attitude towards family support and the role of health workers with the provision of complementary feeding to infants aged less than 6 months in Kadujangkung village, Pandeglang district. Methods: The research method used is descriptive analytic research with a cross sectional approach, which is a study to study the dynamics of the correlation between risk factors (independent variables) and observed effects (dependent variables) or data collection at the same time. The number of samples used were 42 mothers who had babies aged less than 6 months. The research analysis used is univariate and bivariate analysis using chi square statistical test. Results: The results of the research conducted showed that 57.1 percent of mothers had given complementary foods to breast milk, there was a significant relationship between mother's attitude (p value = 0.001), family support (p value = 0.001) and the role of health workers (p value = 0.001). 0.003) with complementary feeding for infants less than 6 months of age. Conclusion: From the research conducted, there is a significant relationship between the independent variables, namely the attitude of the mother, family support and the role of health workers with the dependent variable, namely the provision of complementary feeding to infants aged less than 6 months. Suggestion: Suggestions from this study are that health workers are able to provide information and counseling more actively to mothers and families, so that the attitudes of mothers and families can provide support to mothers who have babies aged 0-6 months to give exclusive breastfeeding.   Pendahuluan: Pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini berbahaya bagi bayi, karena dapat menyebabkan infeksi pencernaan yang beresiko mengalami invaginasi usus/ intususepsi, bahkan jika tidak di tangani dengan segera dapat mengakibatkan kematian pada bayi. Berdasarkan studi pendahuluan yang di lakukan peneliti di Desa Kadujangkung Kabupaten Pandeglang pada bulan februari tahun 2022. Dari lima belas ibu yang memiliki bayi umur kurang dari enam bulan, terdapat sebelas (73 persen) ibu yang mengatakan sudah memberikan makanan pendamping ASI, berupa susu formula, pisang, bubur encer atau makanan kemasan, dengan berbagai alasan mulai dari ASI yang tidak lancar, bayi rewel, dan ada karna di berikan oleh orang tua atau neneknya. Sedangkan empat (27 persen) ibu sudah mengerti tentang pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan ASI Ekslusif. Tujuan: Mengetahui hubungan sikap ibu dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi umur kurang dari 6 bulan di desa kadujangkung kabupaten pandeglang. Metode: Metode penelitian yang di gunakan yaitu penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko (variabel independent) dengan efek (variabel dependen) yang diobservasi atau pengumpulan datanya sekaligus pada suatu saat yang sama. Jumlah sampel yang digunakan adalah 42 orang ibu yang memiliki bayi umur kurang dari 6 bulan. Analisa penelitian yang digunakan adalah Analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic chi square. Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil sebanyak 57,1 persen ibu sudah memberikan makanan pendamping ASI, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu (p value = 0,001), dukungan keluarga (p value = 0,001) dan peran tenaga Kesehatan (p value = 0,003) dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi umur kurang dari 6 bulan. Simpulan: Dari penelitian yang dilakukan terdapat hubungan yang bermakna antara variable independent yaitu sikap ibu, dukungan keluarga dan peran tenaga Kesehatan dengan variabel dependen yaitu pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi umur kurang dari 6 bulan. Saran: Saran dari penelitian ini adalah petugas kesehatan mampu memberikan informasi dan konseling lebih giat lagi kepada ibu dan keluarga, agar sikap ibu dan keluarga dapat memberikan dukungan kepada ibu yang memiliki bayi umur 0-6 bulan agar memberikana ASI ekslusif.
Hubungan antara edukasi kesehatan, teknik menyusui dan menyendawakan bayi setelah menyusui dengan kejadian regurgitasi pada bayi di Desa Pondok Panjang Askasaffanah, Afina; Septarini , Ageng
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v2i1.275

Abstract

Backgrounds: Regurgitation is the return of part of the contents of the stomach of the baby after a while given breast milk intake. The factors that influence regurgitation are health education, breastfeeding techniques and burping infants with the incidence of regurgitation in infants in Pondok Panjang Village, in 2022. Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between health education, breastfeeding techniques and burping infants after breastfeeding with the incidence of regurgitation in infants in Pondok Panjang Village Sub-District, in 2019. Methods: The design of this research is descriptive analytic with cross sectional approach. The population in this study all mothers who have babies aged 0-6 months. The sample in this study were 95 babies and sampling using the Total Sampling Population. The analytical method uses Chi-Square Test using SPSS version 24.0. Results: That there is a relationship between health education and the incidence of regurgitation in infants (P-Value 0.001), there is a relationship between breastfeeding techniques with the incidence of regurgitation in infants (P-Value 0.031), there the relationship between burping the baby with the incidence of regurgitation in infants (P-Value 0.029). Conclusion: there is a significant relationship between health education, breastfeeding techniques, burping infants with the incidence of regurgitation in infants. Suggestions: are expected to the health workers to provide counseling or health education more often even during posyandu, baby regurgitation events so that mothers are more motivated to know how to deal with regurgitation and the husband is also encouraged to provide support to mothers in overcoming the regurgitation incident.   Pendahuluan: Regurgitasi ialah keluarnya kembali sebagian isi lambung bayi setelah beberapa saat diberi asupan ASI. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi regurgitasi adalah edukasi kesehatan, teknik menyusui dan menyendawakan bayi dengan kejadian regurgitasi pada bayi di Desa Pondok Panjang Tahun 2022. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara edukasi kesehatan, teknik menyusui dan menyendawakan bayi setelah menyusui dengan kejadian regurgitasi pada bayi Desa Pondok Panjang Tahun 2022. Metode: Desain Penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 bayi dan pengambilan sampel dengan menggunakan Total Populasi Sampling. Metode analisis menggunakan Uji Chi-Square menggunakan SPSS versi 24.0 Hasil: Hasil statistic yaitu ada hubungan antara pendidikan kesehatan dengan kejadian regurgitasi pada bayi (P-Value 0,001), ada hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian regurgitasi pada bayi (P-Value 0,031), ada hubungan antara menyendawakan bayi dengan kejadian regurgitasi pada bayi (P-Value 0,029). Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara edukadi  kesehatan, teknik menyusui, menyendawakan bayi dengan kejadian regurgitasi pada bayi. Saran: Diharapkan kepada pihak tenaga kesehatan harus lebih sering memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan bahkan pada saat posyandu berlangsung, tentang kejadian regurgitasi bayi agar ibu lebih termotivasi untuk mengetahui cara mengatasi regurgitasi dan suami juga terdorong untuk memberikan dukungan kepada ibu dalam mengatasi kejadian regurgitasi tersebut.
Hubungan pemberian MPASI sanitasi air bersih dan dukungan keluarga dengan balita stunting usia 24-59 bulan di Puskesmas Cisata Kabupaten Pandeglang Oktriyani, Erni; Dewi , Meinasari kurnia; Kuswati, Kuswati
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v2i1.276

Abstract

Background: Stunting can cause stunted growth and development in toddlers. One of the factors related to stunting is complementary foods for breast milk, clean water sanitation and family support with stunting toddlers aged 24-59 months. Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between complementary feeding, clean water sanitation and family support with stunting toddlers aged 24-59 months, at the Cisata Public Health Center, Pandeglang Regency. Method: This research uses descriptive method with cross sectional approach. With a total sample of 113 people. The sampling technique in this study used total sampling. Data analysis was carried out by means of univariate and bivariate analysis using the Chi square test. Results: There was a relationship between complementary foods for breast milk (P-value=0.222 and OR=2.68), clean water sanitation (P-value = 0.276 and OR=3.1), and family support (P-value=0.294 and OR=2.68) on stunting toddlers. 24-59 months old, at Cisata Health Center Conclusion: The relationship between complementary feeding, clean water sanitation and family support with stunting toddlers aged 24-59 months, at the Cisata Public Health Center, Pandeglang Regency. Suggestion: Collaborate with local health centers and health workers to provide education about the health of stunting toddlers aged 24-59 months to mothers and families so that they can provide provisions and knowledge about stunting and can be motivated to implement good health behaviors.   Pendahuluan: Stunting dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting adalah MP ASI, sanitasi air bersih dan dukungan keluarga dengan balita stunting usia 24-59 bulan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian MPASI,Sanitasi Air Bersih dan Dukungan Keluarga Dengan Balita stunting usia 24-59 bulan, di  Puskesmas Cisata Kabupaten Pandeglang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 113 orang Teknik Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Analisa data dilakukan dengan cara analisa univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil: Ada hubungan antara MPASI  (P-value=0.222 dan OR=2.68), sanitasi air bersih (P-value = 0.276 dan OR=3.1), dan dukungan keluarga (P-value=0.294 dan OR=2.68) terhadap balita stunting usia 24-59 bulan, di Puskesmas Cisata. Kabupaten Pandeglang tahun 2022. Simpulan: Hubungan pemberian MPASI,Sanitasi Air Bersih dan Dukungan Keluarga Dengan Balita stunting usia 24-59 bulan, di  Puskesmas Cisata Kabupaten Pandeglang. Saran: Bekerja sama dengan puskesmas maupun tenaga kesehatan setempat untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan balita stunting usia 24-59 bulan  kepada ibu dan keluarga sehingga dapat memberikan bekal dan pengetahuan mengenai stunting dan dapat termotivasi melaksanakan perilaku kesehatan yang baik.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Jus Jambu Biji Merah (Spidium Guajava) Dan Madu Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester Iii Dengan Anemia Ringan Di Wilayah Puskesmas Mandalawangi Permatasari, Rinrin Septariani; Susaldi, Susaldi; Munawaroh, Madinah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v2i1.277

Abstract

Bakcground: In Indonesia, the incidence of anemia in the group of pregnant women was found to be 48.9 percent. If a woman has anemia, it will be very dangerous during pregnancy and childbirth. Women who suffer from anemia have the potential to give birth to babies with low body weight (less than 2.5 kg). In addition, anemia can cause death for both the mother and the baby during the delivery process. Purpose: To determine the effect of giving a combination of red guava juice (Psidium guajava) and honey on increasing hemoglobin levels in third trimester pregnant women with mild anemia in the Mandalawangi Health Center area in 2022. Methods : The type of research used is a quasi-experimental research design with a pretest and posttest approach with a control group design, namely a quasi-experimental design by dividing the group into a treatment group and a control group, then both groups were carried out pre-test before the experiment was given and post-test after. Results : The hypothesis in this study is whether there is an effect of giving a combination of red guava juice and honey on increasing hemoglobin levels in third trimester pregnant women with mild anemia in the Mandalawangi Health Center area.   Pendahuluan: Di Indonesia ditemukan angka kejadian anemia pada kelompok ibu hamil adalah sebesar 48.9 persen. Jika perempuan mengalami anemia akan sangat berbahaya pada waktu hamil dan melahirkan. Perempuan yang menderita anemia akan berpotensi melahirkan bayi dengan berat badan rendah (kurang dari 2,5 kg). Selain itu, anemia dapat mengakibatkan kematian baik pada ibu maupun bayi pada waktu proses persalinan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi jus jambu biji merah (Psidium guajava) dan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III dengan anemia ringan di wilayah Puskesmas Mandalawangi tahun 2022. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah menggunakan desain penelitian queasy experimental dengan pendekatan pretest and posttest with control group design yaitu desain eksperimen quasi degan membagi kelompok menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, lalu kedua kelompok tersebut dilakukan pre-test sebelum eksperimen diberikan dan post-test sesudah. Hasil: Hipotesis dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh pemberian kombinasi jus jambu biji merah dan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III dengan anemia ringan di wilayah Puskesmas Mandalawangi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5