cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns
ISSN : 27984095     EISSN : 27984192     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juni dan Desember
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2025): April Edition 2025" : 5 Documents clear
Manajemen perawatan luka pada klien post sectio caesarea di rsud kota bandung Tambunan, Irisanna; Ulfah, Diana; Marlina, Yani; Oktaviani, Rani Ismi; Khoerunisa, Alfi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i4.474

Abstract

 Background: Cesarean section is a surgical procedure that is often performed to deliver a baby, especially when normal delivery is not possible. Cesarean section delivery is high risk for the mother and fetus, both during labor and the postpartum period, especially the risk of infection in the postoperative wound. Postoperative wound care, especially in patients who undergo caesarean section (CS), is an important aspect of recovery. Purpose: To get an overview of the application of wound management in patients with post-cesarean section. Method: Descriptive method with case study approach. The object of the research is three post sectio caesarea clients at Bandung City Hospital. Data collection used in this case study is interviews, observation and documentation using several research instruments as support in data collection. Results: Good wound healing on the seventh day after standard wound care. Factors that affect wound healing include education, age, and mobilization. One client who was 38 years old (high risk) and had just started mobilizing on the third day, experienced slower healing than the other two patients who had mobilized faster. Conclusion: Proper wound care management and a positive client attitude can accelerate wound healing, reduce pain, and increase mobility. Suggestion: improve the quality of wound care and provide health education to create a positive attitude in patients, which will support the wound healing process. Keywords: Management; Nursing Care; SC (Section Caesarea); Wound.  Pendahuluan: Sectio caesarea adalah prosedur bedah yang sering dilakukan untuk melahirkan bayi, terutama ketika persalinan normal tidak memungkinkan. Persalinan sectio caesarea berisiko tinggi bagi ibu dan janin, baik selama persalinan maupun masa nifas, terutama risiko infeksi pada luka pasca operasi. Perawatan luka pasca operasi, khususnya pada pasien yang menjalani sectio caesarea (SC), merupakan aspek penting dalam pemulihan. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran penerapan manajemen luka pada pasien dengan post sectio caesarea. Metode: Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian tiga orang klien post sectio caesarea di RSUD Kota Bandung. pengumpulan data yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan beberapa instrument penelitian sebagai pendukung dalam pengambilan data. Hasil: Penyembuhan luka yang baik pada hari ketujuh setelah perawatan luka sesuai standar. Faktor-faktor yang memengaruhi penyembuhan luka antara lain pendidikan, usia, dan mobilisasi. Salah satu klienyang berusia 38 tahun (risiko tinggi) dan baru mulai mobilisasi pada hari ketiga, mengalami penyembuhan lebih lambat dibandingkan dua pasien lainnya yang lebih cepat melakukan mobilisasi. Simpulan: Manajemen perawatan luka yang tepat dan sikap positif klien dapat mempercepat penyembuhan luka, mengurangi nyeri, dan meningkatkan mobilitas. Saran: Meningkatkan kualitas perawatan luka dan memberikan penyuluhan kesehatan untuk menciptakan sikap positif pada pasien, yang akan mendukung proses penyembuhan luka. Kata Kunci: Luka; Manajemen; Perawatan; SC (Sectio Caesarea).
Abortus Infeksiosa hermawati, diana; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i4.856

Abstract

A 24-year-old patient came to the Bintang Amin Hospital Emergency Room with a complaint of pelvic pain 2 days ago. Pasiem said a little blood came out of the birth canal and weakness, fever, lower abdominal pain, headache, if BAK hurts. Sometimes os feels the heart pounding. The history of abortion 5 days ago. On the physical examination, vital signs were found, including blood pressure 122/67 mmHg, pulse rate 120 x/minute, respiratory rate 22x/minute, temperature 38.5 °C, oxygen saturation 99%. Head to toe physical examination found that there was pressure pain (+) suprasymphysis on palpation. On examination in the inspection of the presence of blood coming out of the birth canal and no vaginal inspeculo. In the haematological support examination, a decrease in haemoglobin was obtained, 11.4 g/dl, an increase in leucocytes by 12,100 ul, a decrease in MCH of 26 pg, a decrease in MCHC of 32 g/dl. In a complete urine test, an increase in leucocytes was found +++/(500), an increase in urobilinogen +/(2), an increase in faint blood +++/(300), an increase in leucocyte sediment 13-15, an increase in erythrocyte sediment 12-13, a lot of epithelial sediment, a little bacterial sediment. On ultrasound examination obtained D 3.55 cm, D 0.62 cm. The diagnosis in this case is an infectious abortion. The treatment obtained by the patient is IVFD RL 20 tpm, mipros/Misoprostol 2 vaginal tabs 6 hours before curettage, 2x1 curettage, 3x1 treatment, curettage plan. Pasien usia 24 tahun datang ke UGD Rumah Sakit Bintang Amin dengan keluhan nyeri panggul sudah 2 hari yang lalu. Pasiem mengatakan keluar darah sedikit dari jalan lahir dan lemas, demam, nyeri perut bagian bawah, nyeri kepala, jika BAK nyeri terkadang os merasakan jantung berdebar. Riwayat abortus 5 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya tekanan darah 122/67 mmHg, denyut nadi 120 x/menit, laju pernapasan 22x/menit, suhu 38,5 °C, saturasi oksigen 99%. Pemeriksaan fisik head to toe didapatkan adanya nyeri tekan (+) suprasimfisis pada palpasi. Pada Pemeriksaan dalam inspeksi adanya keluar darah dari jalan lahir dan tidak dilakukan inspekulo vagina. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan p enurunan hemoglobin 11,4 g/dl, peningkatan leukosit 12.100 ul, penurunan MCH 26 pg, penurunan MCHC 32 g/dl. Pada pemeriksaan urin lengkap didapatkan peningkatan leukosit +++/(500), peningkatan urobilinogen +/(2), peningkatan darah samar +++/(300), peningkatan sedimen leukosit 13-15, peningkatan sedimen eritrosit 12-13, banyak sedimen epitel, sedikit sedimen bakteri. Pada pemeriksaan USG didapatkan D 3.55 cm, D 0.62 cm. Diagnosis pada kasus ini yaitu abortus infeksiosa. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu IVFD RL 20 tpm, mipros/Misoprostol 2tab pervaginam 6 jam sebelum kuret, cefat 2x1, lapistan 3x1, rencana kuret.  
Multigravida hamil 39 minggu dengan ketuban pecah dini dan riwayat operasi caesar handiani, Esy Tri; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i4.857

Abstract

A 38-year-old patient with G6P5A0, 39 weeks pregnant, presented to the Emergency Room of RSBAH Bandar Lampung with complaints of abdominal cramps since 2:15 PM. The abdomen felt tense, and contractions became more frequent with longer durations. The patient reported leaking fluids from the vagina (+) and bloody mucus (+) since the previous night, as well as intermittent pain. The patient has a history of one previous cesarean section (C/S) for her 5th child. The vital signs were as follows: Blood Pressure 114/72 mmHg, Pulse Rate 82 bpm, Respiratory Rate 21 breaths/min, Temperature 36.7°C, Oxygen Saturation 98%. On hematological examination, a decrease in hemoglobin (8.9 g/dL), hematocrit (28%), erythrocyte count (3.4 x10^6/µL), MCH (27 pg), MCHC (31 g/dL), and Hct were noted, along with a decrease in the percentage of eosinophils (0%) and lymphocytes (12%), and an increase in neutrophils (85%). On abdominal examination, there was a scar from a previous C-section. On the anogenital examination, 20 cc of clear amniotic fluid was noted, and vaginal touch revealed a thin cervix, 1 cm dilation, cephalic presentation, low station, and spontaneous rupture of membranes with 50 cc of fluid. The pre-labor diagnosis for this case was G6P5A0, 39 weeks gestation with Premature Rupture of Membranes and a history of Cesarean Section. The post-labor diagnosis was P6A0, spontaneous vaginal delivery with VBAC. Pre-labor management included monitoring vital signs and GCS, observation of DJJ, IVFD RL 20 drops per minute, Cefadroxil 2x1, Mefenamic acid 3x1, Inbion 2x1, Misoprostol 2 tablets per rectal. Post-labor management included monitoring vital signs, general condition, and bleeding, IVFD RL with oxytocin infusion 1 amp, Cefadroxil 2x1 tablets, Mefenamic acid 3x1 tablets, Inbion 2x1 tablets. The prognosis in this patient is dubia ad bonam. Keywords: Pregnancy; Premature Rupture of Membranes; VBAC.   Pasien usia 38 tahun dengan G6P5A0 hamil 39 minggu datang ke IGD RSBAH Bandar Lampung dengan keluhan perut terasa mulas sejak siang pukul 14.15. Perut terasa kencang dan semakin sering dengan durasi semakin lama. Pasien merasa keluar air-air dari jalan lahir (+), lendir darah (+) sejak semalam, serta nyeri yang hilang timbul. Pasien terdapat riwayat SC 1 kali pada anak ke 5. Tekanan Darah 114/72 mmHg, Denyut Nadi 82 x/menit, Laju Pernapasan 21 x/menit, Suhu 36,7°C, Saturasi Oksigen 98%. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan penurunan hemoglobin (8,9 gr/dl), penurunan hematokrit (28%), penurunan eritrosit (3,4 10^6/µL), penurunan MCH (27pg), penurunan MCHC (31 g/dl), penurunan Hit. Jenis Leukosit Eosinofil (0%), penurunan Hit. Jenis Leukosit limfosit (12%), dan peningkatan pada Hit. Jenis Leukosit Neutrofil (85%). Pada pemeriksaan luar abdomen terdapat luka bekas operasi (riwayat SC). Pada anogenital di Pengeluaran pervaginam terdapat air ketuban yang tidak berbau dengan volume 20 cc. Pada vaginal touch porsio teraba tipis, pembukaan 1 cm dengan presentasi kepala, penurunan HI, dan ketuban pecah spontan dengan volume 50 cc. Diagnosis pre persalinan pada kasus ini yaitu G6P5A0 Hamil 39 Minggu dengan KPD dan Riwayat SC Jth Preskep, dan diagnosis post persalinan pada kasus ini yaitu P6A0 PP Spontan dengan VBAC. Tatalaksana pre persalinan yang didapat oleh pasien yaitu Observasi TTV dan GCS, Observasi DJJ, IVFD RL 20 tpm, Cefadroxil 2x 1, Asam mefenamat 3 x 1, Inbion 2x 1, Misoprostol 2 tab per rectal. Tatalaksana post persalinan yaitu monitoring TTV, keadaan umum, dan perdarahan, IVFD RL+ 1 amp oxytocin gtt xx tpm, Cefadroxil 2x1 tab, Asam mefenamat 3x1 tab, Inbion 2x1 tab. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam.
Pengaruh penkes dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang deteksi tanda dan gejala anemia pada ibu post-partum Vitri Dyah Herawati; Sutrisno, Sutrisno
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i4.877

Abstract

Background: Lack of knowledge of postpartum mothers about the detection of signs and symptoms of anemia will cause various problems. Various efforts are needed to improve maternal knowledge including providing health education using media. Purpose: To determine the effectiveness of health education with video and leaflet media on increasing knowledge about the detection of signs and symptoms of anemia in postpartum mothers. Method: This research design is a quasi-experiment design with a pre and post-test with control group approach. The population of this study were post-partum mothers with a sample of 60 respondents. The sampling technique used was purposive sampling. The research instrument used a questionnaire to detect signs and symptoms of anemia. Univariate data analysis using frequency distribution test, while bivariate analysis using Mann-whitney test. Results: The statistical test results of video media have an effect on increasing knowledge with a video media significance value of 0.024. Conclusion: The more attractive health education media will make respondents interested in knowing the information provided in health education, so that health education becomes more effective. Keywords: Detection of Signs and Symptoms of Anemia; Video Media. Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan ibu post-partum tentang deteksi tanda gejala anemia akan menyebabkan berbagai masalah. Berbagai upaya diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu diantaranya memberikan pendidikan kesehatan menggunakan media. Tujuan: Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan media video dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan tentang deteksi tanda dan gejala anemia pada ibu post-partum. Metode: Desain penelitian ini adalah desain quasi eksperiment dengan pendekatan pre dan post-test with control group. Populasi penelitian ini adalah ibu post partum dengan sampel berjumlah 60 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner deteksi tanda dan gejala anemia. Analisa data univariat menggunakan uji distribusi frekuensi, sedangnkan analisa bivariat menggunakan uji Mann-whitney. Hasil: Hasil uji statistic Media video berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dengan nilai signifikansi media video 0.024. Simpulan: Semakin menarik media pendidikan kesehatan akan menjadikan responden tertarik untuk mengetahui informasi yang diberikan pada pendidikan kesehatan, sehingga pendidikan kesehatan menjadi lebih efektif. Kata Kunci : Deteksi Tanda dan Gejala Anemia; Media Video.  
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Resiko Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kubutambahan I Arieska, Risa; Ningrum, Kadek Agustina Puspa
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i4.894

Abstract

Background: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, especially in the first 1,000 days of life. Several factors other than nutritional intake, namely food security status, social environment, access to health services (access, preventive and curative services) and residential environment (water, sanitation and living environment). Purpose: to determine the factors related to the incidence of stunting among toddlers in the Kubucepatan I Community Health Center Working Area Method: This type of quantitative research uses a cross-sectional design, and the research sample is mothers who have toddlers aged 24 - 59 months in the Kubuaddan I Community Health Center working area, totaling 92 toddlers. Stratified simple random sampling technique. The instruments in this research used a questionnaire and bivariate analysis used the Spearman rank test. Results: The results of statistical tests using Spearman Rho with a p value = 0.000 < 0.05 show that the mother's level of knowledge, number of children, birth weight, influence the incidence of stunting. Conclusion: There are factors associated with the risk of stunting in toddlers aged 24 - 59 months in the working area of ​​the Kubucepatn I Health Center in 2024 Suggestion: To the working area of ​​the Kubucepatn I Community Health Center to further improve the outreach program related to the risk of stunting incidents to the entire community. Keywords: Risk; Stunting; Toddlers. Pendahuluan: Stunting merupakan sebuah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Beberapa faktor selain asupan gizi, yaitu status ketahanan pangan, lingkungan sosial, akses terhadap pelayanan kesehatan (akses, pelayanan preventif dan kuratif) dan lingkungan pemukiman (air, sanitasi dan lingkungan tempat tinggal). Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kubutambahan I. Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dan sampel penelitiannya adalah ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kubutambahan I sebanyak 92 balita. Teknik pengambilan sampel stratified simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dan analisi bivariat menggunakan uji rank spearman. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rho dengan nilai p=0.000< 0.05 bahwa faktor tingkat pengetahuan ibu jumlah anak, berat badan lahir, berpengaruh terhadap kejadian stunting. Simpulan: Terdapat factor-faktor yang berhubungan dengan resiko kejadian stunting pada balita usia 24 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kubutambahan I Pada Tahun 2024 Saran: Kepada wilayah kerja Puskesmas Kubutambahan I agar lebih meningkatkan program sosialisasi yang berkaitan dengan resiko kejadian stunting kepada seluruh masyarakat. Kata Kunci: Balita; Resiko; Stunting.

Page 1 of 1 | Total Record : 5