cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mental Health Concerns
ISSN : 29645042     EISSN : 29645034     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan jiwa meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, maupun kelompok rentan. Penelitian kesehatan jiwa susuai tren kekinian.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2022): April Edition 2022" : 5 Documents clear
Hubungan beban kerja dengan stress kerja pada pekerja lapangan Rahmadi, Andi; Elliya, Rahma; Furqoni, Prima Dian
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2022): April Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i1.118

Abstract

Physical workload and chronic psychosocial stress among sugar cane plantation workers Background : The effect of work stress on workers has an influence on the professionalism of workers. Based on the results of the pre-survey research dated 1-15 August 2019 from 20 workers at PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District, Tulang Bawang Regency, it is known that as many as 18 (90%) expressed insomnia, anxiety, irritability, out of 20 (100%) respondents revealed that they often worked beyond the hours specified at the start of planting or during harvest and things it is not adjusted for the compensation received. Objectives: The relationship between workload and work stress on field workers at PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019. Research Methods: Type of quantitative research, cross sectional design. The population of this study was 250 respondents with a sample of 154, when the study was conducted in July 2019. Primary data collection, directly to respondents. Univariate data analysis using frequency distribution and bivariate using chi square analysis. Results: It is known that 97 (63.0%) respondents did not experience work stress, 98 (66.2%) respondents had light workloads. There is a relationship between workload and work stress events in field workers in Division III and IV of PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019 (p-value = 0.001 OR 3,434). Conclusion: There is a relationship between workload and work stress events in field workers in Division III and IV of PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019. Suggestions Provide activities / events such as religious spiritual splash, training seminars on emotional and spiritual intelligence and Provide activities such as recreation for employees and families. Keywords: Work Stress, Workload, Field Workers Latar Belakang: Pengaruh stress kerja pada pekerja memiliki pengaruh terhadap profesionalitas pekerja. Berdasarkan hasil pra survey penelitian tanggal 1-15 Agustus 2019 dari 20 pekerja di PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang, diketahui bahwa sebanyak 18 (90%) mengungkapkan susah tidur, gelisah, mudah marah, dari 20 (100%) responden mengungkapkan bahwa sering bekerja melebihi jam yang di tentukan saat dimulai penanaman maupun saat panen dan hal tersebut tidak disesuaikan dengan imbalan yang diterima. Tujuan: Diketahui hubungan beban kerja dengan stress kerja pada pekerja lapangan di PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah 250 responden dengan sampel 154, waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Pengumpulan data secara primer, langsung kepada responden. Analisis data  secara univariat  menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan analisi chi square. Hasil: Diketahui bahwa sebanyak 97 (63,0%) responden tidak mengalami stres kerja, sebanyak 98 (66,2%) responden memiliki beban kerja ringan. Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja lapangan di Divisi III dan IV PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019 ( p-value = 0,001 OR 3,434) Simpulan: Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja lapangan di Divisi III dan IV PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019. saran Memberikan kegiatan / acara seperti  siraman rohani keagamaan, seminar pelatihan tentang kecerdasan emosi dan spiritual dan Memberikan kegiatan seperti rekreasi bagi karyawan dan keluarga
Hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pasien Husada, Imam Farid Farian; Andoko, Andoko; Elliya, Rahma
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2022): April Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i1.119

Abstract

Pendahuluan :Kecemasan dapat menimbulkan beberapa gangguan psikologis antara lain bibir terasa kering, merasa kesulitan bernafas, merasa dalam suasana yang tidak nyaman, berkeringat meskipun cuaca tidak panas, jantung bedebar-debar, merasa sulit menelan, gemetar dan ketakutan. Apabila gangguan yang terjadi tidak diatasi dapat berpengaruh dalam memberikan asuhan keperawatan yang tepat dari perawat kepada pasien, Berdasarkan hasil prasurvey di RSUD Ahmad Yani Kota Metro Pada Bulan Maret 2019, dari 10 pasien pre operasi, 7 pasien mengatakan jantungnya berdebar-debar, merasa pusing, mengalami keringat dingin, dan tremor, sedangkan 3 pasien tidak mengalami gejala tersebut, hal ini menunjukan bahwa tingkat kecemasan pada pasien pre operasi masih relative tinggi. Tujuan : dalam penelitian ini adalah diketahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di RSUD Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019. Metode :Jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini menggunakan analitik, dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien pre operasi RSUD Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019 dengan rata-rata 34 pasien perbulan, Sampel sejumlah 34 responden. Teknik sampling yang digunakan Accidental Sampling.Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil :Diketahui bahwa di RSUD Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019, sebagian perawat mempuyai komunikasi terapeutik tidak baik berjumlah 19 responden (55,9%), dansebagian besar pasien pre operasi mengalami kecemasan yang berjumlah 23 responden (67,6%).Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,007 atau p-value < nilai α (0,05) yang artinya terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik terhadap kecemasan pasien pre operasi Di RSUD Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019 dengan nilai OR : 2,168.Diharapkan kepada pihak RSUD Ahmad Yani Kota Metro untuk dapat meningkatkan dalam memberikan pelatihan kepada seluruh tenaga keperawatan tentang komunikasi teraputik yang baik dan benar.
Pemberian terapi soft music dengan penurunan gejala depresi pada lansia Sukesni Mayasari, Ni Wayan; Hermawan, Dessy
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2022): April Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i1.145

Abstract

Pendahuluan: Kota Bandar Lampung menurut Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2016 adalah 118.316 orang. Jumlah lansia pria sebanyak 43 orang, lansia wanita sebanyak 42 orang dengan total pasien lanjut usia di panti sosial lanjut usia tresna werda sebanyak 85 orang, dan 26 diantaranya penghuni asrama melati, kenanga, cempaka, anggrek bulan, nusa indah, dahlia, AWF menunjukan gejala depresi, dengan ciri kehilangan semangat, kehilangan waktu tidur, dan perasaan tidak berguna hingga perasaan bosan Tujuan: Diketahui pengaruh pemberian terapi soft music dengan penurunan depresi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werda Natar Lampung Selatan Tahun 2019. Metode: Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif. Desain penelitian ini Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design Populasi dan sampel yang akan diambil adalah sebanyak 26 orang, pengambilan sampel pada penelitian adalah purposive sampling Uji statistik menggunakan uji t-tes. Hasil : Rata-rata gejala depresi sebelum dilakukan pemberian terapi Soft Music Pada Lansia Di PSLU Tresna Werda 2019 dengan nilai rata-rata gejala kecemasan 17,65 dengan standar deviasi 2,153, setelah diberi intervensi dengan nilai rata-rata gejala kecemasan 10,77 dengan standar deviasi 3,076. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value = 0,00 (< 0,05). Simpulan :Terdapat pengaruh pemberian terapi soft music dengan penurunan gejala depresi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werda Natar Lampung Selatan Tahun 2019. Diharapkan untuk pengasuh lansia yang tinggal di panti sosial lanjut usia tresna werda dapat memasukan terapi soft musicini kedalam jadwal kegiatan harian, selanjut bagi lansia diharapkan dapat ikut serta dlama seluruh kegiatan yang dilakukan dipanti.
Pengaruh pemberian prenatal yoga dengan tingkat cemas ibu hamil menghadapi persalinan Miana, Rischa Laura Agus; Evrianasari , Nita; Anggraini, Anggraini
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2022): April Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i1.146

Abstract

Effects of yoga relaxation on anxiety levels among pregnant women on the preparation and delivery Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are one indicator of health development in the 2015-2019 RPJMN and SDGs. The maternal mortality rate has increased again to 359 per 100,000 live births. For IMR it can be said that the decline on the track (continues to decline) and in the 2012 IDHS shows 32 / 1,000 KH (2012 IDHS). And in 2015, based on 2015 SUPAS data both AKI and AKB showed a decrease (AKI 305 / 100,000 KH; AKB 22.23 / 1000 KH) From 64 respondents obtained 10.9% experienced mild anxiety, 70.3 % moderate anxiety, and 18.8% severe anxiety. The purpose of this study is to know the effect of giving prenatal yoga to the level of anxiety of pregnant women facing friendship at Balai Krakatau Langkapura Clinic in Bandar Lampung City in 2019.Quantitative research type, research design Quasy Experiment with the posttes only control group approach. The population was 44 respondents and a sample of 32 respondents by division, 16 respondents in the intervention group, and 16 respondents in the control group, a purposive sampling technique alongside data analysis using univariate and bivariate, with a statistical t-test.The average anxiety in the prenatal yoga group with a mean of 26.81 and a standard deviation of 4.833 with the lowest anxiety score 21 and the highest anxiety 38, and in the group not given prenatal yoga with a mean of 42.88 standard deviations of 5.818, with a score of lowest anxiety 30 and the highest anxiety 52. ​​Statistical test t-test results obtained p-value = 0.000 <0.05 which means that there is an influence of giving prenatal yoga with anxiety levels in pregnant women facing relationship. Suggestions for midwives at the Krakatau Clinic to partner with psychology to see the anxious events in TM III pregnant women who will undergo childbirth, to provide counseling or actions that can reduce anxiety in the mother. Keywords: yoga relaxation; anxiety levels; pregnant women; preparation and delivery  Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator pembangunan kesehatan dalam RPJMN 2015-2019 dan SDGs. Angka Kematian Ibu meningkat kembali menjadi sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Untuk AKB dapat dikatakan penurunan on the track (terus menurun) dan pada SDKI 2012 menunjukan angka 32/1.000 KH  Dan pada tahun 2015, berdasarkan data SUPAS 2015 baik AKI maupun AKB menunjukan penurunan (AKI 305/ 100.000 KH; AKB 22,23/ 1000 KH) (Direktorat Kesehatam Keluarga, 2016) Dari 64 responden diperoleh 10.9% mengalami kecemasan ringan, 70,3% kecemasan sedang, dan 18,8% kecemasan berat. Tujuan penelitian diketahui pengaruh pemberian prenatal yoga dengan tingkat cemas ibu hamil menghadapi persalianan di Klinik Balai Krakatau Langkapura Kota Bandar Lampung Tahun 2019.Jenis penelitian kuantitatif, Rancangan  penelitian Quasy Eksperiment dengan pendekatan posttes only control grup. Populasi sebanyak 44 responden dan sampel 32 responden dengan pembagian, 16 responden kelompok intervensi, dan 16 responden kelompok kontrol, teknik sampling purposive samping analisa data menggunakan univariat dan bivariate, dengan uji statistik t-tes.Rata-rata kecemasan pada kelompok prenatal yoga dengan mean sebesar 26,81 dan standar deviasi 4,833 dengan skor kecemasan terendah 21 dan kecemasan tertinggi 38, dan pada kelompok yang tidak diberi yoga prenatal dengan mean sebesar 42,88 standar deviasi 5,818, dengan skor kecemasan terendah 30 dan kecemasan tertinggi 52. Uji statistic t-test didapat hasil p-value = 0.000<0.05 yang artinya terdapat pengaruh pemberian prenatal  yoga dengan tingkat cemas pada ibu hamil menghadapi persalianan. Saran bagi bidan di Klinik Krakatau untuk bermitra dengan psikologi untuk melihat kejadian cemas pada ibu hamil TM III yang akan menjalani persalinan, untuk memberikan penyuluhan atau tindakan yang dapat mengurangi kecemasan pada ibu.
Dukungan keluarga dan kemandirian pasien dengan gangguan jiwa yang menjalani perawatan di Yayasan Aulia Rahma Pribadi, Teguh; Sumartono, Sumartono
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2022): April Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i1.251

Abstract

Background: Mental health or mental health is a state of complete physical, mental and social well-being, and not only free from disease, disability, and infirmity, which enables a person to live productively, both socially and economically. Data from the Lampung Provincial Hospital in 2021, the number of patients with Mental Disorders with mental disorders was 20,416 patients and 15,578 people (77.3 percent) had mental disorders and the total number of patients was the number of patients in the category of 10 cases or the most types of diseases being treated. at the Regional Hospital of Province Lampung. Purpose: To know relationship between family support and independence behavior among patients with mental disorders at Yayasan Aulia Rahma. Method: This type of research is quantitative, analytical design with a cross-sectional approach. The population in this study were all families of mental patients who underwent treatment at the yayasan Aulia Rahma on November 2020. The sampling technique used accidental sampling, where 46 respondents were obtained when the family came to visiting, and a questionnaire would be given. The family support instrument uses a questionnaire of 20 statements. Meanwhile, to see the patient's independence by using the observation sheet after the patient underwent 60 days of treatment and his condition had recovered, which was accompanied by regularity in taking medication and activities and being able to control symptoms. The independence observed included 10 items, such as self-care initiatives, independence in tidying and cleaning the correct bed, and cleanliness of the room and its environment. Data analysis using chi-square test. Results: Family support was obtained in the majority of mental patients with mental disorders in the low support category of 72.0 percent. The level of independence of patients with mental disorders is still at a low level at 67.3 percent. Conclusion: There is a relationship between family support and the independence of mental patients with mental disorders (p-value = 0.003 < 0.05). Suggestion: The management of the foundation to socialize the form of support to the patient's family to always provide support, so that the patient can recover quickly and learn independently so that he can be immediately discharged. Keywords: Family Support; Independence; Patients; Mental disorders. Pendahuluan: Kesehatan mental atau kesehatan jiwa merupakan keadaan sejahtera yang lengkap dari fisik, mental dan sosial, dan bukan hanya bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan, yang memungkinkan seseorang hidup produktif, baik secara sosial, maupun ekonomis. Data RSJ Provinsi Lampung tahun 2021 jumlah penderita dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)  gangguan jiwa sebesar 20.416 pasien dan sebesar 15.578 orang (77,3 persen) mengalami gangguan jiwa dan total pasien tersebut merupakan jumlah pasien yang masuk kategori 10 kasus atau jenis penyakit terbanyak yang ditangani di RSJ Daerah provinsi Lampung. Tujuan: Diketahui hubungan dukungan keluarga dan kemandirian pasien dengan gangguan jiwa yang menjalani perawatan di Yayasan Aulia Rahma Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien gangguan jiwa yang menjalani perawatan di Yayasan Aulia Rahma di bulan November 2020. Teknik sampling menggunakan accidental sampling didapatkan sebanyak 46 responden dimana saat keluarga datang berkunjung maka akan diberikan kuesioner. Instrumen dukungan keluarga menggunakan kuesioner sebanyak 20 pernyataan. Sedangkan untuk melihat kemandirian pasien dengan menggunakan lembar observasi setelah pasien menjalani 60 hari perawatan dan kondisinya sudah pulih, yang disertai keteraturan makan obat dan aktivitas serta mampu mengendalikan gejala. Kemandirian yang di observasi meliputi 10 item, seperti inisiatif perawatan diri, kemandirian dalam merapikan dan membersihkan tempat tidur yang benar serta kebersihan kamar dan lingkungannya. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Didapat dukungan keluarga pada pasien jiwa gangguan jiwa mayoritas pada kategori dukungan rendah sebesar 72.0 persen. Tingkat kemandirian pasien gangguan jiwa  masih dalam tingkat rendah pada sebesar 67.3 persen. Simpulan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian pasien jiwa gangguan jiwa (p value = 0,003 < 0,05). Saran: Manajemen yayasan untuk mensosialisasikan bentuk dukungan kepada keluarga pasien untuk selalu memberikan dukungannya, sehingga pasien dapat segera pulih dan belajar mandiri sehingga dapat segera dipulangkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5