cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mental Health Concerns
ISSN : 29645042     EISSN : 29645034     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan jiwa meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, maupun kelompok rentan. Penelitian kesehatan jiwa susuai tren kekinian.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2025): April Edition 2025" : 5 Documents clear
Gambaran stres akademik pada mahasiswa pendidikan kepelatihan olahraga semester vi Iskandar, Iskandar
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i1.1006

Abstract

Baground: Academic stress is a state in which a student feels incapable dealing with the pressures and demands faced in the academic world and considering These demands are seen as a disturbance. Students need to manage academic stress. by dealing with anxiety, thinking positively when facing problems, and so on. the most important thing is to seek social support from parents or family Purpose: To dentified the picture of academic stress in sports coaching education students in semester VI. Methods: A quantitative type with a descriptive design.SThe sample of this research was 96 students of the PKO Study Program, semester VI, IKIP PGRI Kaltim, using the sampling technique.proportional stratified random sampling.  Instruments used Perceived Academic Stres Scale (PASS).   Results: Based on the characteristics of respondents by age, almost all of them are aged 17-25 years as many as 94 students (97.9%), gender is mostly male as many as 72 students (75.0%), employment status is almost all unemployed as many as 81 students (84.4%), and almost half of them live in boarding houses/rented accommodation/dormitories as many as 45 students (46.9%). Based on academic stress, almost all of them experience moderate academic stress as many as 71 students (74.0%). Conclusion: Almost all PKO semester VI experience moderate academic stress. It is expected that educational institutions can monitor the psychological conditions of students such as preparing counseling guidance and providing knowledge through seminars on stress management for students so that they are able to manage stress well and adaptively. Keywords: Academic Stress; Education; Students. Pendahuluan: Stres akademik keadaan seorang mahasiswa merasa tidak mampu menangani tekanan dan tuntutan yang dihadapi dalam dunia akademis serta menganggap tuntutan tersebut sebagai suatu gangguan. Mahasiswa perlu mengelola stres akademik dengan cara menangani kecemasan, berpikir positif ketika menghadapi masalah, dan yang terpenting mencari dukungan sosial dari orang tua atau keluarga Tujuan: Untuk mengidentifikasi gambaran stres akademik pada mahasiswa pendidikan kepelatihan olahraga semester VI IKIP PGRI Kaltim tahun akademik 2024/2025. Metode: Jenis kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian ini mahasiswa Prodi PKO semester VI IKIP PGRI Kaltim berjumlah 96 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen menggunakan Perceived Academic Stres Scale (PASS). Hasil: Berdasarkan karakteristik responden berdasarkan usia, hampir seluruhnya berusia 17-25 tahun sebanyak 94 mahasiswa (97.9%), jenis kelamin sebagian besar laki-laki sebanyak 72 mahasiswa (75.0%), status pekerjaan hampir seluruhnya belum bekerja sebanyak 81 mahasiswa (84.4%), dan hampir setengahnya tinggal di kost/kontrakan/asrama sebanyak 45 mahasiswa (46.9%). Berdasarkan stres akademik hampir seluruhnya mengalami stres akademik sedang sebanyak 71 mahasiswa (74.0%). Simpulan: Hampir seluruh mahasiswa PKO semester VI IKIP PGRI Kaltim mengalami stres akademik sedang. Diharapakan intitusi pendidikan dapat memonitor kondisi psikologis mahasiswa seperti menyiapkan bimbingan konseling dan memberikan pengetahuan melalui seminar tentang manajemen stres untuk mahasiswa agar mereka mampu mengelola stres dengan baik dan adaptif. Kata Kunci: Stres Akademik; Mahasiswa; Pendidikan.  
Perilaku bullying tanpa disadari pada mahasiswa Waluyo, Agus; Deska, Rini
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i1.1008

Abstract

Baground: Unwitting bullying behavior is carried out, among others, by making physical appearance a joke, antagonizing, excluding, using harsh words and spreading news that is not factual. Purpose: To describe unconscious bullying behavior in a group of students in one of the study programs in Bandar Lampung. Method: This research was conducted descriptively quantitatively in one nursing study program with 54 students as respondents. The instrument used in this study was a questionnaire with 17 closed questions. Results: The results showed that out of 54 respondents: students who had never done bullying behavior without realizing it were 11 students (20.0%) and those who had done bullying behavior without realizing it were 43 students (80.0%). Bullying behavior in the group that has ever done is categorized into 3 groups: low category as many as 16 respondents (37.0%), medium category as many as 22 respondents (51.0%), high category as many as 5 respondents (12.0%). Conclusion: Only a small group of students have never committed bullying behavior and most of them still do it in their daily lives. Knowledge and understanding of bullying behavior or wrong words must be known by every person/individual. For this reason, each person / individual must get information and understanding about bullying behavior is behavior that should not be done. Keywords: Bullying; Students; Unconsciously. Pendahuluan: Perilaku bullying tanpa kita sadari dilakukan antara lain dengan menjadikan penampilan fisik sebagai bahan bercandaan, memusuhi, mengucilkan, penggunaan kata - kata kasar dan menyebarkan berita yg bukan fakta. Tujuan: Untuk menggambarkan perilaku bullying tanpa disadari pada kelompok mahasiswa disalah satu program studi di Bandar Lampung. Metode: Deskriptif kuantitatif pada satu program study keperawatan dengan jumlah responden sebanyak 54 mahasiswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner dengan 17 pertanyaan tertutup. Hasil: Penelitian menunjukan dari 54 responden mahasiswa yang tidak pernah melakukan perilaku bullying tanpa di sadari berjumlah 11 mahasiswa (20.0%) dan yang pernah melakukan perilaku bullying tanpa disadari dengan jumlah 43 mahasiswa (80.0%). Perilaku bullying pada kelompok yang pernah melakukan dikategorikan dalam 3 kelompok kategori rendah sebanyak 16 responden (37.0%), kategori sedang sebanyak 22 responden (51.0%), kategori tinggi sebanyak 5 responden (12.0%). Simpulan: Hanya sebagian kecil kelompok mahasiswa yang tidak pernah melakukan perilaku bullying dan  sebagian besar masih melakukan dikehidupan keseharian mereka. Pengetahuan dan pemahaman tentang perilaku atau perkataan salah bersifat bullying wajib diketahui oleh setiap diri /individu. Untuk itu setiap diri/individu harus mendapatkan informasi dan pemahaman tentang perilaku bullying adalah perilaku yang tidak boleh dilakukan. Kata kunci: Bullying; Mahasiswa; Tanpa Disadari.
Creative minds, healthy minds: strategi menjaga kesehatan mental mahasiswa melalui kegiatan kreatif di kampus Nadiya, Roudlotul; Khojidah, Khojidah
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i1.1021

Abstract

Background: University students face various pressures such as academic stress, social transitions, and identity development that can impact their mental health. Creative activities are considered as an alternative approach to maintaining students’ emotional balance. Purpose: To determine the role of creative activities in maintaining students’ mental well-being. Method: A qualitative research with a phenomenological approach. In-depth interviews were conducted with five students from Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya to explore their experiences in engaging with creative activities. Results: The results showed that participating in activities such as writing poetry, painting, music, and performing arts helped students express emotions, boost self-confidence, reduce academic stress, and foster a sense of community. Main barriers identified were time constraints, social stigma, lack of information, and limited institutional support. Conclusion: Creative activities significantly contribute to students’ mental well-being. Therefore, institutional support is essential to ensure equitable access and sustainable implementation of creative programs in higher education. Keywords: Academic stress; Creative activities; Mental health; Self-expression; University Students. Pendahuluan: Mahasiswa menghadapi berbagai tekanan seperti stres akademik, transisi sosial, dan pencarian identitas diri yang dapat berdampak pada kesehatan mental. Kegiatan kreatif dipandang sebagai salah satu alternatif dalam menjaga keseimbangan emosional mahasiswa. Tujuan: Untuk mengetahui peran kegiatan kreatif dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Metode: Kualitatif dengan metode fenomenologi. Wawancara mendalam dilakukan terhadap lima mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya untuk menggali pengalaman mereka dalam kegiatan kreatif. Hasil: Keterlibatan dalam praktik kreatif seperti menulis puisi, melukis, bermusik, dan seni pertunjukan membantu dalam mengekspresikan emosi, meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi stres akademik, serta membantu rasa kebersamaa. Namun demikian, keterbatasan waktu, stigma, kurangnya informasi, dan dukungan institusional yang minim menjadi hambatan utama. Simpulan: Kegiatan kreatif bukan hanya hiburan semata, tetapi menjadi strategi penting dalam meningkatkan ketahanan psikologis dan kesejahteraan emosional mahasiswa. Kebijakan kampus yang inklusif dan mendukung sangat diperlukan untuk menjamin akses yang setara dan pelaksanaan program kreatif yang berkelanjutan. Kata Kunci: Ekspresi Diri; Kegiatan Kreatif; Kesehatan Mental; Mahasiswa; Stres Akademis.
Pengaruh membaca qur’an dalam kecerdasan emosional pada remaja Nur Fita Afifatur Rosyidah, Fita; Uchy Khadijah, Khadijah
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i1.1022

Abstract

Background: Adolescence is a time of important development marked by physical, psychological, and social role changes expected by society that require the ability to respond emotionally proficiently. Emotional intelligence encompasses the ability to know, understand, and regulate one's own emotions, as well as the emotions of others. Purpose: To determine the impact or influence of reading the Qur'an on emotional intelligence in adolescents. Method: A quantitative approach with a causal research system and simple random sampling techniques. The sample consisted of 93 students aged 17 to 24 years. Data collected through questionnaires and then analyzed through the Chi-Square test with the help of SPSS statistical software data processing application version 22. Results: The results of the analysis revealed a statistically significant correlation between the frequency of reading the Qur'an and the ability to control daily emotions (p = 0.013 <0.05). Respondents who read the Qur'an more often showed a better level of emotional intelligence, especially regarding emotional control. Conclusion: This study supports the statement that reading the Qur'an can function as a mechanism that can improve adolescent emotional intelligence. This activity contributes to the cultivation of inner peace, reduces stress, and fosters empathy and self-awareness. Consequently, the influence of reading the Qur'an into adolescent routines is considered important for character development and mental health development. Keywords: Adolescent; Emotional Intelligence; Reading the Qur’an. Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa terjadinya perkembangan penting yang ditandai dengan perubahan secara fisik, psikologis, dan peran sosial yang diharapkan oleh masyarakat yang memerlukan kemampuan dalam respons emosional yang mahir. Kecerdasan emosional mencangkum kemampuan untuk mengetahui, memahami, dan mengatur emosi diri sendiri, serta emosi orang lain. Tujuan: Untuk mengetahui dampak atau pengaruh membaca Qur’an dalam kecerdasan emosional pada remaja. Metode: Pendekatan kuantitatif dengan sistem penelitian kausal dan teknik pengambilan simple random samling. Sampel terdiri dari 93 mahasiswa berusia antara 17 hingga 24 tahun. Data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan kemudian dianalisis melalui uji Chi-Square dengan bantuan aplikasi olah data softwere SPSS statistic versi 22. Hasil: Hasil analisis mengungkapkan korelasi yang signifikan secara statistik antara frekuensi membaca Qur’an dan kemampuan mengontrol emosi sehari-hari (p = 0.013 <0.05). Responden yang lebih sering membaca Qur’an menunjukkan tingkat kecerdasan emosional yang lebih baik, terutama mengenai kontrol emosional. Simpulan: Penelitian ini mendukung pernyataan bahwa membaca Qur’an dapat berfungsi sebagai mekanisme yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional remaja. Kegiatan ini berkontribusi pada penanaman kedamaian batin, mengurangi stres, dan menumbuhkan empati dan kesadaran diri. Akibatnya, pengaruh membaca Qur’an ke dalam rutinitas remaja dianggap penting untuk pengembangan karakter dan pembinaan kesehatan mental. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional; Membaca Qur’an; Remaja.
Dampak pola asuh orang tua terhadap perkembangan emosional serta jiwa kepemimpinan (leadership) anak Warisca Dora Youlyvia; Khadijah, Uchy
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i1.1025

Abstract

Background: A child's development first begins in the family environment, which serves as the main foundation in shaping their character and personality. Every parent certainly has the same ideals and prayers, namely that their children can grow and develop optimally, achieving good character and cognitive development. To realize this good child development, parents need to implement parenting methods that are in accordance with the unique characteristics of each child. Purpose: To explain in depth and detail the relationship between parenting patterns and emotional development and leadership in early childhood to adolescence. Method: A systematic literature review was prepared based on the PRISMA 2020 guidelines (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). The initial stage began by formulating specific and targeted research questions using the PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) framework, as a conceptual basis for determining the focus of the study. Furthermore, an article search was conducted in April 2025, with inclusion criteria including: articles published in the period 2019–2025, available in full text, and written in Indonesian or English. The search was conducted through five scientific databases, namely PubMed, Scopus, APA PsycNet, ERIC, and Google Scholar, which resulted in 1,310 articles. Results: The implications of this review provide important insights for parents, educators, mental health practitioners, and policy makers in designing interventions and programs that support optimal parenting practices for children's holistic development. Conclution: The way parents raise their children plays a very important role in character formation, influencing the development of feelings, and fostering leadership potential.   Keyword: Child Leadership; Emotional Development; Parenting Patterns; Social Competence. Pendahuluan: Perkembangan seorang anak pertama kali dimulai dalam lingkungan keluarga, yang berfungsi sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka. Setiap orang tua tentu memiliki cita-cita dan do’a yang sama, yaitu agar anak-anak mereka dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal, mencapai perkembangan karakter dan kognitif yang baik. Untuk mewujudkan perkembangan anak yang baik ini, orang tua perlu mengimplementasikan metode pola asuh yang sesuai dengan karakteristik unik yang dimiliki oleh masing-masing anak. Tujuan: Untuk memaparkan secara mendalam dan terperinci hubungan antara pola pengasuhan orang tua dan perkembangan emosional serta jiwa kepemimpinan pada anak usia dini hingga remaja. Metode: Tinjauan literatur sistematis yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020 (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Tahap awal dimulai dengan merumuskan pertanyaan penelitian secara spesifik dan terarah menggunakan kerangka PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome), sebagai dasar konseptual dalam menentukan fokus kajian. Selanjutnya, dilakukan penelusuran artikel pada bulan April 2025, dengan kriteria inklusi meliputi: artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 2019–2025, tersedia dalam teks lengkap (full-text), serta ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Penelusuran dilakukan melalui lima basis data ilmiah, yaitu PubMed, Scopus, APA PsycNet, ERIC, dan Google Scholar, yang menghasilkan 1.310 artikel. Hasil: Implikasi dari tinjauan ini memberikan sedikit banyak wawasan penting bagi orang tua, pendidik, praktisi kesehatan mental, dan pembuat kebijakan dalam merancang intervensi dan program yang mendukung praktik pengasuhan optimal untuk perkembangan holistik anak. Simpulan: Cara orang tua mengasuh anak memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter, memengaruhi perkembangan perasaan, dan menumbuhkan potensi kepemimpinan. Kata Kunci: Jiwa Kepemimpinan Anak; Kompetensi social; Perkembangan Emosional; Pola Asuh Orang                       Tua.

Page 1 of 1 | Total Record : 5