cover
Contact Name
Muhammad Fuad Anshori
Contact Email
ahsanyunus@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fuad.anshori@unhas.ac.id
Editorial Address
Departemen Budidaya Pertanian, Kampus UNHAS Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10, Makassar Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL AGRIVIGOR
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27985458     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRIVIGOR (JA) merupakan salah satu jurnal yang dimiliki oleh departemen budidaya pertanian, fakultas pertanian, Universitas Hasanuddin. Jurnal ini telah terbit pertama kali pada tahun 2001 hingga sekarang, walaupun dalam masa kepengurusan terdapat penundaan penerbitan. Jurnal agrivigor menghimpun seluruh penelitian di bidang agrokompleks yang meliputi agronomi, hortikultura, fisiologi, ekologi, benih, bioteknologi, dan pemuliaan tanaman ataupun bidang yang terkait dengan sistem pertanian secara kompleks. Jurnal ini terbit dua kali pada setiap tahunnya. Adapun, jenis jurnal yang diterima dapat berupa jurnal penelitian, jurnal review, dan short communication.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "VOLUME 15 NOMOR 2, DESEMBER 2024" : 6 Documents clear
Respon Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Terhadap Pemberian Trichokompos dan Biochar Sekam Padi Dungga, Novaty Eny; Syaiful, Syatrianty A.; Adnyani, Ketut Widhi
Jurnal Agrivigor VOLUME 15 NOMOR 2, DESEMBER 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v15i2.43236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian trichokompos dan biochar sekam padi terhadap tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Dilaksanakan di Experimental Farm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, yang berlangsung sejak Maret hingga Juli 2023. Rancangan Faktorial 2 Faktor dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dipilih sebagai rancangan lingkungannya. Faktor pertama adalah trichokompos yang terdiri dari 3 taraf yaitu: tanpa pemberian trichokompos (kontrol), trichokompos 10 ton/ha, dan trichokompos 15 ton/ha. Faktor kedua adalah biochar sekam padi yang terdiri dari 3 taraf yaitu: tanpa pemberian biochar sekam padi (kontrol), biochar sekam padi 10 ton/ha, dan biochar sekam padi 15 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara trichokompos 10 ton/ha dan tanpa pemberian biochar sekam padi memberikan hasil terbaik pada jumlah buah per tanaman (344.33 buah). Perlakuan trichokompos 10 ton/ha memberikan hasil terbaik pada bobot buah per tanaman (318.83 g), bobot buah per petak (794.44 g), berat basah berangkasan per tanaman (328.56 g), dan produksi per hektar (22.58 ton/ha). Perlakuan biochar sekam padi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter.
Pengaruh Penggunaan Biochar Tempurung Kelapa dan Pupuk NPK Terhadap Perkembangan Bunga Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Nasruddin, Nasruddin; Yassi, Amir; Samson, Putri Putri Dewi Balgis
Jurnal Agrivigor VOLUME 15 NOMOR 2, DESEMBER 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v15i2.43237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari interaksi antara teknis aplikasi biochar tempurung kelapa dengan dosis pupuk NPK, pengaruh dosis biochar tempurung kelapa dan dosis pupuk NPK yang memberikan pengaruh terbaik terhadap perkembangan bunga tanaman kakao. Penelitian ini dilakukan di Kodeoha, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan Faktorial 2 Faktor yang disusun berdasarkan pola Rancangan Petak Terpisah dengan 3 Ulangan. Faktor pertama adalah Biochar Tempurung Kelapa yang terdiri dari 3 taraf yaitu kontrol, 2,5 kg/pohon, 5 kg/pohon. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri atas 4 taraf yaitu kontrol, pupuk NPK 100 kg/ha, pupuk NPK 200 kg/ha, pupuk NPK 300 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK pada setiap parameter pengamatan. Perlakuan dosis biochar 5 kg memberikan pengaruh terbaik pada parameter jumlah bunga yang muncul (690.92 kuntum), persentase bunga gugur (78.20%), persentase pentil gugur (71.85%), persentase buah bertahan (28.15%) dan luas bukaan stomata (32.52 µm2). Perlakuan pupuk NPK 300 kg/ha memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter persentase bunga gugur (76.48%), jumlah pentil yang terbentuk (160.45 buah), persentase pentil gugur (71.62%), persentase buah bertahan (28.38%), dan luas bukaan stomata (34.36 µm2).
Aplikasi Pupuk Organik Cair dan Urea pada Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza sativa L.) dengan Sistem Pengelolaan Air AWD (Alternate Wetting and Drying) Yassi, Amir; Ala, Ambo; Amsal, Afifah Nur Fahira
Jurnal Agrivigor VOLUME 15 NOMOR 2, DESEMBER 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v15i2.43238

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari efektivitas kombinasi konsentrasi Pupuk Organik Cair dan dosis pupuk Urea dengan sistem pengelolaan air secara AWD (alternate wetting and drying) terhadap pertumbuhan dan produksi Tanaman Padi. Penelitian dilaksanakan di lahan persawahan desa Kalosi Alau, kecamatan Duapitue, kabupaten Sidenreng-Rappang, Sulawesi Selatan (3°55'21"LS 120°00'40"BT) pada bulan pada Juli sampai Oktober 2022. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan petak terpisah dengan petak utama yaitu perlakuan dosis urea yang terdiri dari tiga taraf, yaitu: 0 kg.ha-1, 50 kg.ha-1, 100 kg.ha-1 dan 150 kg/ha serta anak petak yaitu konsentrasi pupuk organik cair (POC), terdiri dari empat taraf yaitu: 0 cc.l-2 air, 2 cc.l-1 air, 4 cc.l-1 air dan 6 cc.l-1 air. Terdapat 16 kombinasi perlakuan yang di ulang sebanyak tiga kali sehingga secara keseluruhan terdapat 48 satuan percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 5 sampel, sehingga terdapat 240 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian 100 kg.ha-1 urea (u2) menghasilkan rata-rata anakan produktif tertinggi yaitu 17,34 batang, dan rata-rata klorofil total tetinggi yaitu 338,73 µmol.m-2 dan dosis 150 kg.ha-1 urea (u3) menghasilkan rata-rata produksi per petak tertinggi yaitu 13,16 kg.ha-1, rata-rata produksi per hektar tertinggi yaitu 5,90 ton.ha-1, rata-rata klorofil a tertinggi yaitu 237,20 µmol.m-2, rata-rata klorofil b yaitu 97,49 µmol.m-2. Sedangkan konsentrasi pupuk organik cair 6 cc.l-1 (p3) memberikan rata-rata tertinggi pada parameter jumlah anakan poduktif yaitu 17,52 batang, rata-rata produksi per petak 12,51 kg.ha-1, sedangkan konsentrasi pupuk organik cair 4 cc.l-1 (p2) memberikan rata-rata tertinggi pada parameter produksi per hektar yaitu 5,83 ton.ha-1.
Konsorsium Actinomycetes Dan Mikoriza Serta Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Bibit Tebu (Saccarum officinarum L.) Bahrun, Abd. Haris; Sahur, Asmiaty; Fitri, Muh. Idil
Jurnal Agrivigor VOLUME 15 NOMOR 2, DESEMBER 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v15i2.43239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari konsorsiuma actinomycetes dan mikoriza serta zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bibit tebu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biosainsce Bioteknologi dan Plant Nursery, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian berlangsung mulai Juli 2022 sampai Januari 2023. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan zat pengatur tumbuh sebagai petak utama yang terdiri atas 3 taraf, yaitu tanpa pemberian (kontrol), 20 ml ekstrak touge + 980 ml air, 30 ml ekstrak touge + 970 ml air. Sedangkan anak petak adalah actinomycetes dan mikoriza yang terdiri atas 4 taraf yaitu tanpa pemberian actinomycetes + mikoriza (kontrol), 104 CFU actinomycetes + 5 gr mikoriza, 105 CFU actinomycetes + 10 gr mikoriza, 106 CFU actinomycetes + 15 gr mikoriza. Hasil peneltian menunjukkan bahwa interaksi yang memberikan pengaruh terbaik adalah zat pengatur tumbuh 20 ml ekstrak touge + 980 ml air dengan 106 CFU actinomycetes + 15 gr mikoriza pada parameter berat basah batang. Zat pengatur tumbuh yang memberikan pengaruh terbaik yaitu 20 ml ekstrak touge + 980 ml air pada parameter volume akar dan 30 ml ekstrak touge + 970 ml air pada parameter berat akar kering dan berat batang kering. Actinomycetes dan mikoriza yang memberikan pengaruh terbaik yaitu 106 CFU (234 koloni) + 15 gr mikoriza pada parameter berat akar basah, berat akar kering dan berat batang kering.
Efek Inokulasi Konsorsium Mikoriza+Actinomycetes dan Berbagai Dosis NPK Terhadap Pertumbuhan Stek Sulur Tanaman Lada (Piper nigrum L.) Nufita, Nufita; Nasruddin, Nasruddin; Widiayani, Nuniek
Jurnal Agrivigor VOLUME 15 NOMOR 2, DESEMBER 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v15i2.43240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari efek inokulasi konsorsium mikoriza + actinomycetes dan berbagai dosis NPK terhadap pertumbuhan stek sulur tanaman lada. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Januari 2023, di lahan Plantation Nursery, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan dengan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Faktor pertama pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu kontrol, 20 g/pohon, 30 g/pohon. Faktor kedua adalah konsorsium mikoriza + Actinomycetes sp dengan kerapatan 106 CFU/mL yang terdiri atas 4 taraf yaitu kontrol, mikoriza 20 g/pohon, mikoriza 20 g/pohon + 30 mL/pohon actinomycetes, mikoriza 20 g/pohon + 60 mL/pohon actinomycetes, dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan yang di ulang sebayak 3 kali, setiap unit percobaan terdiri dari 2 tanaman sehingga terdapat 72 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan NPK dan Konsorsium Mikoriza + Actinomycetes terhadap luas daun dengan perlakuan terbaik yakni 40 g/pohon dan Konsorsium Mikoriza + Actinomycetes (190,20 cm2), luas bukaan stomata dan klorofil a pada perlakuan 20 g/pohon dan konsorsium mikoriza + 20 g/pohon dan 30 mL/pohon actinomycetes mencapai hasil tertinggi (220,80). Perlakuan Konsorsium Mikoriza 20 g/pohon + 60 mL/pohon Actinomycetes menghasilkan intersepsi cahaya tertinggi (3124,00) dan pada pada perlakuan Konsorsium Mikoriza 20 g/pohon + 30 mL/pohon Actinomycetes menghasilkan luas bukaan stomata tertinggi (82,95) dan klorofil b tertinggi (159,09).
Pertumbuhan Jamur Tiram Coklat (Pleurotus cystidiosus) pada Berbagai Jenis Media Tanam F1 dan Baglog Nurhayati, Nurhayati; Dachlan, Amirullah; Yassi, Amir; Tambung, Astina
Jurnal Agrivigor VOLUME 15 NOMOR 2, DESEMBER 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v15i2.43241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis komposisi media produksi bibit dan komposisi media produksi jamur yang terbaik terhadap jamur tiram coklat (Pleurotus cystidiosus). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Jamur Mycotopia.id, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang terdiri dari dua tahap pelaksanaan dengan 3 kali ulangan. Tahap 1 dilaksanakan dalam bentuk rancangan acak lengkap dengan perlakuan jenis media produksi bibit yang terdiri dari dari 5 taraf yaitu: 100% jagung, 100% sorgum, 50% jagung 50% sorgum, 75% jagung 25% sorgum, 27% jagung 75% sorgum. Tahap 2 dilaksanakan dalam bentuk rancangan acak lengkap dengan perlakuan komposisi media produksi jamur yang terdiri dari 4 taraf yaitu: Serbuk kayu 85% Dedak 0% Tepung jagung 13% Kapur 2%, Serbuk Kayu 85% Dedak 13% Tepung jagung 0% Kapur 2%, Serbuk kayu 85% Dedak 2% Tepung jagung 13% Kapur 0%, Serbuk Kayu 85% Dedak 13% Tepung Jagung 2% Kapur 0%. Hasil penelitian tahap 1 menunjukkan bahwa perlakuan media 100% sorgum berpengaruh nyata terhadap persentase pertumbuhan miselium dan kepadatan miselium. Tahap 2 Perlakuan media produksi jamur serbuk kayu 85%, dedak 13%, tepung jagung 2% memberikan hasil terbaik pada parameter waktu pemenuhan miselium (29,11 hari) waktu munculnya tubuh buah (18,55 hari) dan bobot segar jamur tiram (830,00 gram). Perlakuan serbuk kayu 85%, dedak 13%, kapur 2% memberikan hasil terbaik pada pameter jumlah badan buah (7,22).

Page 1 of 1 | Total Record : 6