cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2024): Agustus 2024" : 6 Documents clear
PENGARUH METODE CERAMAH DAN MEDIA SLIDE TENTANG LESBIAN, GAY, BISEKSUAL DAN TRANSGENDER TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA DI SMP X TAHUN 2023 Alifa Syarrofa Marwah
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/8hvy7r59

Abstract

Perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan perilaku yang menyimpang dan bisa sampai dilakukan oleh usia remaja, berdasarkan Susanti et. al, (2020) remaja yang hidup dilingkungan asrama dengan kawan sejenis memberikan kemungkinan terjadinya LGBT karena pada masa ini perkembangan seks yang dominan. Didapatkan data bahwa terdapat 51,03% kelompok usia remaja berperilaku LGBT. Dengan adanya hal tersebut maka, pendidikan kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif tentang LGBT bagi remaja. Metode ceramah dalam pendidikan kesehatan sangat diperlukan karena mempunyai keunggulan dalam penyampaian informasi secara cepat kepada kelompok sasaran yang cukup besar dan dapat berinteraksi secara langsung dengan penyuluh. Media yang efektif digunakan yaitu media slide karena bermanfaat untuk merangsang minat sasaran, mengatasi sikap pasif sasaran,dapat memberikan rangsangan, mendorong keinginan sasaran untuk mengetahui dan mendalami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Metode Ceramah dan Media Slide tentang LGBT terhadap Pengetahuan dan Sikap siswa. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Experiment, dengan rancangan one group pre test-post test. Populasi dari penelitian ini adalah siswa aktif kelas VIII SMP X dengan jumlah 187 siswa, dan sampel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 39 siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa p value pada pengetahuan dan sikap siswa sebesar 0.000 < ɑ (0,05) yang artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan media slide tentang LGBT. Peneliti berharap, penelitian ini dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan sikapnya mengenai Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender yang diperoleh dari sumber informasi yang terpercaya terutama pada sumber informasi berupa internet.
HUBUNGAN HIGIENE DAN SANITASI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DADALI DINILLAH KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA Muhammad Ikmal Kamaludin
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/9yyavg76

Abstract

Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Skabies adalah salah satu masalah kesehatan global yang terjadi hampir di seluruh belahan dunia, paling sering terjadi di negara-negara tropis yang panas dan di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan higiene dan sanitasi dengan kejadian penyakit skabies pada santri Pondok Pesantren Dadali Dinillah Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain studi case control, yaitu salah satu metode penelitian dengan survey analitik. Populasi penelitan seluruh santri yang tinggal di Pondok Pesantren Dadali Dinillah Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 90 santri/ah sampai bulan Juli tahun 2022. Sampel penelitian ini sebanyak 48 sampel, 24 kasus dan 24 kontrol berdasarkan umur 12-15 & 16-18 tahun. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah higiene perorangan, kepadatan hunian, dan luas ventilasi, sedangkan varibael terikatnya adalah kejadian skabies. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil dalam penelitian ini menunjukan ada hubungan antara higiene perorangan dengan kejadian skabies (p value 0.00), ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian skabies (p value 0.04), ada hubungan antara luas ventilasi dengan kejadian skabies (p value 0.04). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara higiene perorangan, kepadatan hunian, luas ventilasi dengan kejadian skabies. Saran bagi pesantren membuat surat edaran bagi santri agar disiplin menerapkan higiene perorangan, mengatur jumlah santri dalam satu kamar, membuat peraturan jangka pendek dan rencana jangka panjang untuk pebaikan kondisi kesehatan lingkungan di pesantren. Bagi tenaga kesehatan meningkatkan upaya penyuluhan pentingnya higiene perorangan dan sanitasi kesehatan lingkungan.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA TENTANG JAJANAN SEHAT TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SDN CIAWANG KABUPATEN TASIKMALAYATAHUN 2023 Rafi Rizki Ramdani
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/69epmk37

Abstract

Anak usia sekolah cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah, yang berpotensi mempengaruhi pola makan mereka. Perilaku jajan sembarangan di sekolah dapat berdampak negatif pada status gizi siswa. Data yang diperoleh dari Puskesmas Leuwisari menunjukkan adanya kasus keracunan makanan di SDN Ciawang pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan melalui permainan ular tangga tentang jajanan sehat terhadap pengetahuan siswa di SDN Ciawang, Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Populasi dari penelitian ini adalah 658 siswa SDN Ciawang Kabupaten Tasikmalaya. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi adalah 125 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan media permainan ular tangga. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh edukasi kesehatan dengan media ular tangga terhadap pengetahuan siswa tentang jajanan sehat dengan nilai p-value sebesar 0.000 < 0.05. Siswa perlu berupaya untuk meningkatkan pengetahuannya melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang diselenggarakan puskesmas atau sekolah. Selain itu petugas kesehatan dan sekolah dapat memanfaatkan media ular tangga yang telah dirancang untuk digunakan dalam kegiatan edukasi kesehatan pada anak sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan perilaku jajan sehat pada anak sekolah.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA USIA DEWASA DI INDONESIA Rini Oktaviani; Rini Oktaviani1
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/f6qtd712

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat tubuh mengalami gangguan dalam pengendalian kadar gula darah. Internasional Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita DM pada tahun 2019 atau setara dengan angka prevalesnsi sebesar 9,3% dari total penduduk. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus pada usia dewasa di Indonesia. Penelitian kepustakaan atau Literature Review dengan mencari artikel pada database online Google Schoolar melalui tahapan pemilihan jurnal berdasarkan kriteria kelayakan. Diperoleh 11 artikel yang membahas mengenai aktivitas fisik, pola makan, pola tidur, merokok, stres, obesitas, dislipidemia, hipertensi. Dari semua variabel tersebut didapatkan 7 variabel memiliki hubungan dengan kejadian diabetes melitus dan 1 variabel tidak berhubungan dengan kejadian diabetes melitus. Ada 7 variabel yang hubungan dengan kejadian diabetes melitus dan 1 variabel tidak berhubungan. Saran : Diharapkan bagi masyarakat agar dapat selalu lebih bekerja sama lagi dengan dengan petugas kesehatan dalam hal pencegahan penyakit tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat.
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DI RUMAH Subhan Fajri
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/sw4frh25

Abstract

Rumah sakit masih menjadi tempat terjadinya kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang sering terjadi di seluruh dunia. Upaya pencegahan terpadu hal tersebut melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Rumah Sakit. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kerja agar terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Rumah Sakit. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan desain literature review. Populasi artikel pada penelitian ini sebanyak 292 artikel, dengan sampel artikel sebanyak 9 artikel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebijakan SMKRS sebesar 51,9%, penerapan perencanaan SMK3RS sebesar 3,7%, penerapan pelaksanaan SMK3RS sebesar 24,7%, penerapan pemantauan dan evaluasi kinerja SMK3RS sebesar 16,6% dan penerapan peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3RS sebesar 22,2%. Bagi direktur dan petugas K3RS perlu adanya kesadaran yang lebih tinggi untuk menerapkan SMK3 di Rumah Sakit sebaik-baiknya sesuai peraturan yang berlaku dalam rangka menurunkan kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di Rumah Sakit sehingga terciptanya kondisi Rumah Sakit yang sehat, aman, selamat, dan nyaman. Selain itu, perlu adanya kajian yang lebih mendalam oleh para peneliti berikutnya mengenai indikator prinsip SMK3 yang diterapkan di Rumah Sakit.
PENILAIAN STRES KERJA KARYAWAN STIKES RESPATI TAHUN 2023 Tita Rosmiati
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/qxty9244

Abstract

Stres kerja merupakan masalah global yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kinerja karyawan serta menjadi salah satu aspek penting yang mempengaruhi kesejahteraan karyawan di lingkungan kerja. Penilaian stres kerja memiliki peranan penting dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menimbulkan tingkat stres kerja yang dialami oleh karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat stres kerja karyawan STIKes Respati. Penelitian ini juga bermanfaat untuk mengetahui tingkat stres kerja karyawan sehingga dapat diidentifikasi faktor penyebab stres kerja serta dapat diambil langkah-langkah untuk mengurangi stres kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik dengan mengukur tingkat stres kerja. Penelitian ini dilakukan kepada karyawan STIKes Respati dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang berisi pernyataan untuk menilai tingkat stres kerja yang dialami oleh karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 orang responden didapatkan bahwa 76,3% mengalami tingkat stres sedang, 21,1% mengalami tingkat stres kerja ringan, dan 2,6% mengalami tingkat stres kerja berat. Stres kerja perlu dikendalikan oleh karyawan STIKes Respati sebagai upaya pengendalian dengan pencegahan terhadap kejadian penyakit akibat kerja.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6