cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: Juli 2018" : 29 Documents clear
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI NIRKABEL LENGAN ROBOT 5 DOF BERODA BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 MENGGUNAKAN SMARTPHONE ANDROID JAYA HUTAURUK .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.28104

Abstract

Dalam perancangan ini, board mikrokontroler Arduino Mega 2560 yang terhubung secara nirkabel melalui modul bluetooth HC-05 dengan sebuah smartphone android yang difungsikan sebagai pengendali lengan robot 5 DOF beroda, dibantu dengan dua buah sensor jarak (ultrasonic) yang diposisikan pada bagian depan dan belakang robot beroda sebagai sistem keamana pendeteksi objek/halangan berupa dinding ataupun benda lainnya. Modul bluetooth HC-05 ini terdiri dari transmitter dan receiver, smartphone android dikoneksikan dengan board mikrokontroler Arduino Mega 2560 menggunakan komunikasi serial dari modul bluetooth HC-05 secara nirkabel. Data-data yang diterima dari smartphone android  diolah dan diproses oleh Arduino, setelah data diterima dan dproses oleh Arduino, data tersebut digunakan sebagai acuan dalam mengendalikan berbagai aktuator pada lengan robot 5 DOF beroda ini. Hasil pengujian, seperti pengujian pengendalian menggunakan smartphone android terhadap pergerakan sudut dari setiap sendi lengan robot serta pergerakan navigasi maju, mundur, belok kanan, belok kiri dan sistem sensor pada lengan robot 5 DOF beroda, menunjukkan bahwa sistem kendali nirkabel dapat mengendalikan lengan robot 5 DOF beroda sesuai dengan perancangan, dimana lengan robot 5 DOF dapat bekrja mengambil barang dengan baik pada area kerja  50o pada bagian sisi kiri dan  50o pada bagian sisi kanan robot beroda. Komunikasi nirkabel antara smartphone android dengan Arduino Mega 2560 dapat terhubung dengan baik pada jarak 0 sampai dengan 30 meter. Sedangkan pada jarak lebih dari 30 meter komunikasi nirkabel akan melemah hingga tidak dapat terhubung/terputus.Kata Kunci- Lengan Robot 5 DOF, Robot Beroda, Arduino Mega 2560, Smartphone Android.
ANALISA PERHITUNGAN SUSUT TEKNIS RAYON MEMPAWAH DIANTARA PENGATURAN ALIRAN DAYA PENYULANG WAJOK 4 DAN PENYULANG SENGGIRING 6 GITA RAHAYU RISTIANI .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.29358

Abstract

Rayon Mempawah yang merupakan bagian Unit kerja dari PT PLN (Persero) Area Pontianak yang mempunyai kewajiban memberikan tenaga listrik secara berkesinambungan dengan mutu dan keadaan yang baik terhadap pelanggan, masih mempunyai suatu permasalahan mengenai masalah Susut yang masih tinggi, yaitu berkisar 19% sampai dengan 20% untuk setiap bulannya. Permasalahan mengenai susut di Rayon Mempawah pada tugas akhir ini dibahas dari sisi teknis. Pendistribusian energi listrik untuk pembebanan Rayon Mempawah disuplai dari 7 penyulang, 6 penyulang dari Gardu Induk Senggiring dan 1 Penyulang dari Gardu Induk Parit Baru. Diantara 7 penyulang ini, belum adanya kajian mengenai pola operasi 20 kV terkait rugi aliran daya yang menjadi salah satu bagian terhadap kontribusi Susut di Rayon Mempawah. Untuk itu penulis berinisiatif untuk menghitung rugi daya terhadap 2 kondisi penyulang yang berada di rayon Mempawah dari 2 Gardu Induk berbeda dengan melayani beban yang sama, yakni Wajok 4 dari Gardu Induk Parit Baru dan Senggiring 6 dari Gardu Induk Senggiring, yang kini menjadi masalah yang perlu dianalisa terkait aliran daya terhadap pembebanan penyulang tersebut. Analisa yang akan penulis lakukan yaitu menghitung nilai rugi daya antar 2 penyulang dari Gardu Induk yang berbeda dengan perhitungan matlab menggunakan Metode Newton Raphson. Analisa yang dilakukan yaitu mengitung aliran daya dengan 5 skenario yang hasilnya dapat dilihat berdasarkan nilai rugi aliran daya terhadap 5 kondisi skenario. Hasil dari perhitungan Matlab dengan menggunakan metode Newton Raphson terhadap 5 skenario ini didapatkan hasil bahwa pada skenario 4 lah nilai rugi daya yang besar, yaitu kondisi saat beban di suplai oleh penyulang Wajok 4 sampai LBS Zipur dan penyulang Senggiring 6 sampai batas Bengkayang. Hal ini akan menjadi salah satu masukan untuk sistem pola operasi yang digunakan pada Rayon Mempawah sebagai dalam memperbaiki susut teknis. Dari analisa ini berdasarkan hasil perhitungan matlab yaitu nilai rugi daya yang kecil dibanding 5 skenario, terpadat pada skenario ke 5, yaitu dengan menambah Jaringan Tegangan Menengah pada perbatasan LBS Takong. Tentunya hal ini perlu kajian khusus terkait perencanaan aset penyulang jaringan yang di usulkan. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut kita dapat mengetahui optimalisasi pengoprasian penyulang dalam melayani pembebanan di wilayah Rayon Mempawah dengan nilai rugi daya yang kecil.     Kata kunci : Aliran Daya, Penyulang, Susut teknis,  Pembebanan, Kontinuitas listrik.
Analisis Ekonomi Penggunaan Lampu Led Sebagai Alternatif Pengganti Lampu Konvensional Pada PJU Di Kota Pontianak Hendri Apridzal .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.28244

Abstract

Dengan semakin berkembangnya teknologi, saat ini telah ditemukan lampu hemat energi yang menggunakan Light Emitting Diode (LED). Lampu jenis ini memiliki masa hidup (life time) yang sangat lama yaitu sekitar 50.000 – 100.000 jam dan menggunakan daya listrik yang rendah yaitu sekitar 20W-100W. Penggunaan Lampu LED sebagai alternatif pengganti lampu konvensional pada PJU di Kota Pontianak, berdasarkan hasil perhitungan penggantian lampu SON-T 250 Watt menjadi lampu LED 100 Watt diprediksi akan meniminalkan besarnya tagihan listrik menjadi Rp.221.996.736,00 tiap tahunnya. Selisih besarnya tagihan listrik terhadap penggantian lampu sebesar Rp.332.779.104,00 atau terjadi penurunan tagihan listrik sebesar 60%. Nilai Present Worth/Value of an Annuity investasi PJU lampu LED dengan biaya pemeliharaan pada suku bunga sebesar 4,25% penggantian lampu PJU dengan LED akan memberikan keuntungan (laba) pada akhir periode sebesar Rp. 883.838.130,13 dengan periode pengembalian modal selama 5,90 tahun. Dengan mempertimbangkan aspek biaya secara keseluruhan penggantian PJU lampu SON-T dengan lampu LED layak sangat direkomendasikan. Kata kunci : Light Emitting Diode, SON-T, Present Worth/Value of an Annuity investasi.
ANALISIS PENGARUH REFLECTOR BOLIC PADA ANTENA MIKROSTRIP DALAM MENINGKATKAN PENGUATAN SINYAL WIFI Febri Handoko .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.27320

Abstract

Wireless computer network that is popular right now are the types of internet networks are Local Area Networks (LAN) and Wireless Local Area Networks (WLAN). The application of WLAN cannot be separated from the main equipment, the antenna. This  final  project to examine the design of the microstrip antennas and observe the influence of bolic reflectors in increasing Wi-Fi signal gain. The application used is acrylic wi-Fi home software this research is acrylic wi-fi home which is used to measure signal quality, rainforcement gain and the number of access points. Based on the telecommunication laboratory test, the average results of the microstrip antenna with the reflector at a distance of 5 m, 10 m, 15 m and 20 m is -58 dBm, -67 dBm, -68 dBm and -68 dBm while the avarage without the reflector  is -65 dBm, -74 dBm, -75 dBm, and -75 dBm. The total antenna gain on the four distances is increased by 8 dBm.Keywords: Effect of Bolic Reflector, Reflector Bolic, Microstrip Antenna, WLAN
ANALISIS PENGUKURAN PERFORMANSI JARINGAN 4G LTE TELKOMSEL DALAM EVENT GAME MOBILE LEGENDS: BANG-BANG DI PONTIANAK Vera Desi Ramadianty .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.28245

Abstract

Perkembangan telekomunikasi saat ini sangat pesat, maka dari itu diperlukan adanya peningkatan kualitas performansi jaringan 4G LTE (Long Term Evolution). Untuk mengetahui performansi jaringan 4G LTE pada saat sebelum event dimulai dan ketika event game Mobile Legends berlangsung, maka dilakukan drive test untuk mengukuran performansi jaringan 4G LTE di Warkop DKI Jl. H. Abbas 1 Pontianak dengan menggunakan aplikasi G-NetTrack Lite berdasarkan 3 parameter yaitu RSRP (Reference Signal Received Power), SINR (Signal to Noise Ratio), dan RSRQ (Refernce Signal Receive Quality). Hasil penelitian telah diketahui nilai presentase RSRP (Reference Signal Received Power) sebelum event dilaksanakan yaitu nilai presentase paling besar sebelum event untuk lantai 1 sebesar 59.54 % (Excellent). Lantai 2 sebesar 76.26% (Medium), dan lantai 3 sebesar 66.96% (Medium). Ketika event dilaksanakan nilai presentase lantai 1 sebesar 57.81% (Excellent), lantai 2 sebesar 56.12% (Excellent), dan lantai 3 sebesar 99.57% (Excellent). Untuk nilai presentase SINR (Signal to Noise Ratio) sebelum event dilaksanakan yaitu nilai presentase paling besar sebelum event untuk lantai 1 sebesar 64.15% (Medium). Lantai 2 sebesar 17.33% (Medium), dan lantai 3 sebesar 69.53% (Good). Ketika event dilaksanakan nilai presentase lantai 1 sebesar 63.57% (Good), lantai 2 sebesar 92.47% (Good), dan lantai 3 sebesar 99.57% (Excellent). Untuk nilai presentase RSRQ (Refernce Signal Receive Quality) sebelum event dilaksanakan yaitu nilai presentase paling besar sebelum event untuk lantai 1 sebesar 53.27% (poor). Lantai 2 sebesar 74.97% (Medium), dan nilai presentase lantai 3 sebesar 75.68% (Medium). Ketika event dilaksanakan nilai presentase lantai 1 sebesar 71.27% (Medium), lantai 2 sebesar 99.96% (Medium), dan lantai 3 sebesar 99.98% (Excellent).
EVALUASI KEANDALAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PADA PT.PLN (PERSERO) RAYON NGABANG FOLONIUS DIDO .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.29734

Abstract

The current level of reliability of a distribution system is very important in order to ensure continunity in the supplay of electric power to costumers. Therefore the need for evaluation of reliability of distribution system to see wather the system is in a state good or bad. The results of the evaluation show the value of the index on each feeder i.e feeder Tebedak , feeder Tungkul, feeder Air Besar, feeder Jelimpo feeder Munggu, feeder Senggiring 3, dan feeder Sengah Temila in a row. The value of MTTF i.e  1.094,64 ; 282,4713 ; 167,9263 ; 265,35 ; 291,6757; 32,7917 514,5635, The value of MTTR  i.e 0,36 ; 0,1093 ; 0,5352 ; 0,4327 ; 0,3243 ; 0,3901 ; 0,7306, The value of MTTBF  i.e 1.095 ; 282,5806 ; 168,4615 ; 265,7827 ; 292 ; 33,1818 ; 515,2921, The value of SAIFI i.e  0,0887 ; 0,8856 ; 0,9954 ; 0,0532 ; 0,0764 ; 3,8762 ; 0,0968,  The value of SAIDI  i.e  0,03192 ; 0,0968 ; 0,5327 ; 0,0230 ; 0,0248 ; 1,5123 ; 0,0710 ; 2,29252, The value of CAIFI  i.e 0,3695 ; 0,3428 0,4292 ; 0,0447; 0,0954 ; 2,5631; 0,0931, The value of CAIDI  i.e 0,3599 ; 0,1093 ; 0,5352 ; 0,4327 ; 0,3243 ; 0,3901 ; 0,7335. Base  on the result of the evaluation of the feeder Senggiring 3 is above the standard value of the PLN, the system can be said to be not reliable. As for the feeder Air Besar, feeder Jelimpo, Feeder Munggu, and feeder Sengah Temila are still below the standard value of PLN. Therefore it is stil considered qualite reliable. Keyword: The reliability index MTTF, MTTR, MTBF, SAIFI, SAIDI, CAIFI, CAIDI
PENGENDALIAN DISTRIBUSI AIR NUTRISI HIDROPONIK BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560 PADA TANAMAN SELEDRI MUHAMMAD GISBAN ABRAR .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.27863

Abstract

Jumlah larutan nutrisi hidroponik sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada pola cocok tanam sistem hidroponik. Penelitian ini menerapkan sistem kendali untuk mengendalikan jumlah larutan nutrisi dengan sensor water flow. Pengendali yang digunakan adalah mikrokontroler Arduino Mega 2560. Mikrokontroler berfungsi memproses sinyal masukkan dari sensor water flow sebagai komponen umpan balik, kemudian menghasilkan luaran yang ditunjukkan pada aktuator. Mikrokontroler diterapkan program yang berfungsi sebagai inisialisasi dan konfigurasi perangkat keras serta membaca sinyal masukkan dari sensor water flow yang kemudian memprosesnya dengan diberikan kondisi tertentu sampai menghasilkan luaran. Hasil penelitian ini adalah sistem dapat mengendalikan jumlah debit air nutrisi hidroponik secara otomatis pada pola cocok tanam sistem hidroponik berdasarkan pengukuran yang diperoleh dari sensor yang dipasang pada pengendali distribusi air nutrisi hidroponik. Aktuator akan aktif jika ketinggian air turun melewati batas yang ditentukan dan sebaliknya aktuator akan mati secara otomatis jika ketinggian air sudah berada dalam kondisi ideal. Pengujian sistem terhadap tanaman seledri dilakukan selama 30 hari. Hasil yang didapat adalah tanaman dapat tumbuh dengan baik, hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan tinggi batang dari 11 cm sampai 18 cm dan penambahan jumlah batang 5 sampai 12 batang selama dilakukan pengamatan.Kata kunci : pengendalian distribusi air nutrisi, debit air, seledri, mikrokontroler Arduino Mega 2560
ANALISIS GANGGUAN INTERFERENSI GELOMBANG FREKUENSI RADIO YANG SAMA (STUDI KASUS PENERIMAAN SIARAN TV INDOVISION DI DAERAH GAJAH MADA PONTIANAK MUHAMMAD ALHADI .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.28920

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi multimedia pada saat ini berkembang dengan pesat. Frekuensi Radio adalah susunan pita frekuensi radio yang mempunyai frekuensi  lebih kecil dari 3000 GHz sebagai satuan getaran gelombang elektromagnetik yang merambat dan terdapat dalam dirgantara (ruang udara dan antariksa). Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika melalui UPT Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang sumber daya dan perangkat pos dan informatika. Fungsi layanan publik ini dilakukan melalui penerbitan izin spektrum frekuensi radio, termasuk pengaduan gangguan spektrum frekuensi radio, pengujian kompetensi dan sertifikasi operator radio, sertifikasi dan pengujian alat dan perangkat telekomunikasi. Radio direction finder (RDF) adalah pesawat radio pencari arah yang dioperasikan melalui penerimaan gelombang elektromagnetik oleh pemancar yang dipancarkan oleh stasiun pemancar. Receiver portabel R & S ® PR100 telah secara khusus dirancang untuk aplikasi radio monitoring di lapangan. Fungsi dan konsep kontrol penerima telah dioptimalkan untuk memantau tugas. Gangguan interferensi yang terjadi pada penerimaan siaran TV Indovision milik PT. MNC Sky Vision, Tbk disebabkan adanya transmisi emisi tersebar (Spourious Emition) dari perangkat Wi – Fi yang digunakan dan memancarkan frekuensi kerja yang sama yaitu pada frekuensi 2520 - 2670 MHz.  Emisi tersebar yang dimaksud disini, merupakan emisi dari suatu frekuensi radio yang muncul diluar lebar pita yang diperlukan yang levelnya dapat dikurangi tanpa mempengaruhi penyaluran informasi yang bersangkutan. Dari analisa, gangguan terjadi pada frekuensi 2554 MHz dan 2580 MHz yang di monitor menggunakan spektrum analyzer. Gangguan yang disebabkan perangkat tersebut juga dialami oleh pengguna lainnya yang berada di sekitar lokasi perangkat. Dampak yang dirasakan akibat gangguan tersebut berupa penerimaan gambar yang tidak jelas. Kata kunci : Radio Direction Finder, Receiver, Wi – Fi, Spourious Emition.
Penjadwalan Optimal Unit-Unit Pembangkit Dengan Metode Particle Swarm Optimization (PSO)” Roy Naldo Napitupulu .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.28973

Abstract

Generator scheduling is one of the important things in the operation of the electric power system. The basic goal of optimal scheduling is to regulate the loading of generating units at the lowest possible cost while still taking into account some constraints. The operation of the plant is economically influenced by the magnitude of the load requirements, the characteristics of the plant, the maximum and minimum power capacity limits, the fuel costs for each generating unit, and the transmission network losses from the generator to load. This study aims to obtain the minimum generation costs at a certain loading conditions on the power system with the Particle Swarm Optimization (PSO) method. To see the accuracy of the PSO method, it will be compared with the conventional method, the Lagrange method. Both of these methods are applied to 3 and 6 thermal system units and are solved using Matlab. The results of the Particle Swarm Optimization method simulation show that at a load of 300 MW, the PSO method generates a minimum generation cost of 3652.7491 $/hr and transmission losses of 13.0563 MW. While the Lagrange method produces a minimum generation cost of 3659.3403 $/hr and transmission losses of 13,4291 MW. From all the case studies that have been conducted, it can be concluded that the Particle Swarm Optimization (PSO) method can find a minimum generation value that is quite good when compared to the Lagrange method for optimal scheduling of generating units or economic dispatch. Keywords: Economic Dispatch, Particle Swarm Optimization, Lagrange, Matlab
Studi Perencanaan Kebutuhan Instalasi Listrik Di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak Asrul Azmi .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v6i1.28911

Abstract

Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak merupakan salah satu fasilitas rumah sakit yang sedang merencanakan pengembangan rumah sakit bersalin kelas B. Bangunan rumah sakit bersalin ini akan dikembangkan dengan luasan bangunan dengan ukuran 525 m² yang terdiri dari 8 lantai. Untuk sistem instalasi listrik pada bangunan, khususnya Rumah Sakit Bersalin diperlukan perencanaan secara matang supaya sistem tersebut mampu bekerja dengan sangat efektif, efisien serta sistem tersebut mampu mengatasi gangguan yang terjadi dalam proses penyaluran atau pendistribusian tenaga listrik di bangunan tersebut. Kenyaman dalam bekeja atau beraktifitas tentunya tidak terlepas dari penyediaan penerangan dan sistem sirkulasi udara yang baik terutama untuk penerangan pada malam hari serta penkondisian udara pada ruangan yang tidak mempunyai ventilasi yang cukup. Untuk merencananakan instalasi tersebut menggunakan metode studi literatur, dalam tahap perencanaan dilakukan beberapa perhitungan yaitu dimensi ruangan, indeks ruang, efisiensi dan armatur sedangkan untuk tata udara harus diketahui terlebih dahulu BTU/hr sesuai kebutuhan ruangan. Untuk mencapai semua itu, instalasi penerangan dan tata udara rumah sakit bersalin ini akan direncanaan sesuai dengan  Standar Nasional Indonesia, berdasarkan SNI 03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan Pada Bangunan Gedung dan SNI 03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. Dengan adanya standar – standar tersebut penulis bisa menentukan jumlah armatur lampu, intesitas maksimum pencahayaan dan kapasitas maksimum air conditioner berdasarkan besar ruangannya. Kata kunci       : rumah sakit bersalin, perencanaan, instalasi penerangan  tata  udara, SNI

Page 2 of 3 | Total Record : 29