cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2: Juli 2019" : 28 Documents clear
Pengaruh Kondisi Awal Robot Puma Terhadap Lintasan Dengan Metode Pseudo-Inverse Ahmad Safarudin; Redi Ratiandi Yacoub; Elang Derdian Marindani
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35662

Abstract

Robot Puma merupakan salah satu yang digunakan pada industri, robot ini memiliki enam derajat kebebasan (degree of freedom/DOF), dimana pergerakan robot lengan akan semakin fleksibel di dalam ruang kerjanya (workspace). Invers kinematic sendiri merupakan salah satu metode untuk penyelesaian pergerakan manipulator lengan robot, dimana solusi invers kinematic digunakan untuk mendapatkan koordinat dan besaran sudut masing-masing joint yang tepat, dengan diberikannya posisi end-effector dari manipulator tersebut. Penyelesaian invers kinematic disini menggunakan metode Pseudo-invers. Pseudo-inverse merupakan nilai invers dari matriks jacobian yang digeneralisasi.Simulasi penyelesaian invers kinematic menggunakan metode Pseudo-inverse yang menggunakan bantuan software MATLAB. Pada robot Puma enam DOF diberikan lintasan berbentuk lingkaran. Dengan program simulasi hasil perancangan maka akan dicari besar nilai sudut yang tepat dari masing-masing joint pada manipulator dapat melakukan tracking sesuai dengan bentuk lintasan yang diberikan. Pada simulasi ini penulis menggunakan matriks Gain K dengan nilai 10, time sampling sebesar 0,005 detik dan waktu interval 2,5 detik untuk lintasan yang telah ditentukan. Maka dari itu kita biasa mengetahui pengaruh kondisi awal robot Puma yaitu dengan menggunakan software Matlab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai norm error yang memiliki error posisi maksimum 1,8x10-3meter dan error posisi minimum 0,2x103 meter.
RANCANG BANGUN KENDALI MANUAL DAN OTOMATIS PADA ROBOT SKUTER DENGAN INTERNET OF THINGS Gafi .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.33775

Abstract

Mobile robot merupakan jenis robot yang ciri khasnya memiliki aktuator berupa roda untuk menggerakkan keseluruhan badan robot sehingga robot dapat melakukan perpindahan posisi dari satu titik ke titik yang lain. Skuter elektrik adalah salah satu jenis mobile robot yang nyaman dan praktis digunakan sebagai alat transportasi jarak dekat. Dalam tugas akhir ini merancang sebuah robot skuter yang dapat dikendalikan secara manual dan otomatis. Kendali manual dikendalikan secara langsung oleh operator dengan mengendarai robot skuter ini. Sedangkan kendali otomatis menggunakan IoT (Internet of Things) dimana robot skuter dapat bergerak sesuai perintah saat berada jauh dari pengguna.             Dari hasil penelitian, didapat bahwa pada sistem kendali manual berhasil berjalan lurus, belok kanan dan belok kiri dengan baik pada sepuluh kali percobaan dengan kecepatan 1 meter/detik. Pada kendali otomatis robot skuter sepenuhnya berhasil menerima perintah dari Blynk dengan PING (packet internet gropher) 30 ms dan berjalan tanpa dikendarai menuju setpoint1 dengan jarak tempuh 36 meter membutuhkan waktu tempuh rata-rata 1,528 menit dari lima kali pengujian dan menuju setpoint2 dengan jarak 33 meter membutuhkan waktu tempuh rata-rata 1,426 menit dari lima kali pengujian.
IDENTIFIKASI INTERFERENSI ANTAR CHANNEL PADA FREKUENSI 5,8 GHZ MENGGUNAKAN UBIQUITI ROCKET M5 TERHADAP PERFORMA JARINGAN INTERNET Edwardus Roby; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35372

Abstract

PT. Jawa Pos National Network Medialink merupakan perusahaan yang bergerak dalam layanan jasa yang berbasis teknologi jaringan internet untuk masyarakat di Pontianak pada umumnya. Bagi suatu perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jaringan internet, memberikan kualitas jaringan yang terbaik adalah sebuah kewajiban. Permasalahan yang umumnya dimiliki oleh client adalah mereka tidak mengetahui apakah kualitas layanan jaringan internet yang mereka peroleh dari Internet Service Provider (ISP) langganan mereka sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa kualitas layanan jaringan internet client PT. JPNN Medialink Pontianak dengan menggunakan parameter Quality of Service (QoS) dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kualitas layanan jaringan internet tersebut, sehingga PT. JPNN Medialink Pontianak dapat meningkatkan kinerja layanan mereka yang memenuhi standard QoS. Penelitian ini di lakukan di 10 client PT. JPNN Medialink Pontianak yang mana ujicoba itu dilakukan sebanyak dua kali pada masing-masing client dengan tujuan untuk mendapatkan beberapa perbandingan data hasil penelitian. Hasil rata-rata pengujian parameter QoS untuk 10 client adalah nilai throughput sebesar 10,68 % dengan indeks 1 kategori jelek, nilai packet loss sebesar 0 % dengan indeks 4 kategori sangat bagus, nilai delay sebesar 63,72 ms dengan indeks 3 kategori bagus, nilai jitter sebesar 63,43 ms dengan indeks 3 kategori bagus, nilai kecepatan akses internet yaitu kecepatan download sebesar 98,85 % dengan indeks 4 kategori sangat bagus dan kecepatan upload sebesar 86,2 % dengan indeks 4 kategori sangat bagus. Sedangkan indeks rata-rata untuk standar TIPHON semua parameter QoS adalah 3 dengan kategori bagus. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan nilai QoS menurun adalah sumber daya yang digunakan, kondisi perangkat jaringan, jenis frekuensi jaringan yang digunakan, traficc pengunaan frekuensi pada radio yg menggunakan frekuensi 5,8 GHz semakin banyak. Diharapkan bagi PT. JPNN Medialink Pontianak untuk melakukan pengecekan kondisi perangkat jaringan client secara berkala agar kondisi jaringan internet client tidak mengalami gangguan.
EVALUASI PENGAMAN GANGGUAN ARUS LEBIH PADA PENYULANG TANJUNG RAYA DUA DI PT. PLN (PERSERO) AREA PONTIANAK - Mulyadi; Bonar Sirait; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35790

Abstract

Gangguan hubung singkat di Penyulang tanjung raya dua merupakan permasalahan serius bagi GI Sungai Raya apabila tidak ditangani dengan benar. Untuk itu, gangguan hubung singkat yang terjadi pada penyulang, harus diatasi agar waktunya tidak melebihi batas kemampuan trafo tenaga, dan juga mengganggu belangsungnya aliran daya pada daerah yang tidak terganggu, yaitu dengan mengatur koordinasi pada peralatan proteksi. Didalam penelitian ini, peralatan proteksi yang digunakan yaitu rele arus lebih. Perhitungan arus gangguan hubung singkat pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode impedansi. Agar dapat mengevaluasi koordinasi rele arus lebih  yang berada di sepanjang Penyulang tanjung raya dua, dengan panjang penyulang masing-masing 4,125 Kms dan 16,5 Kms, maka perhitungan arus gangguan hubung singkat dibagi menjadi lima titik gangguan berdasarkan persentase panjang penyulang, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Ada 3 jenis gangguan hubung singkat yang dihitung, yaitu gangguan hubung singkat tiga fasa, gangguan hubung singkat dua fasa, gangguan hubung singkat satu fasa. Dari ketiga jenis gangguan hubung singkat tersebut, gangguan hubung singkat tiga fasa lah yang paling besar yaitu 11855,24 A pada 0% panjang jaringan, kemudian gangguan hubung yang terkecil adalah gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah yaitu 914,43 A pada 100% .Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada penyulang Tanjung Raya Dua besarnya arus gangguan hubung singkat yang terjadi dipengaruhi oleh nilai impedansi dan jarak panjang penyulang, semakin jauh jarak gangguan maka semakin kecil pula arus gangguan hubung singkatnya, dan dapat dilihat pula semakin besar arus gangguan hubung singkat yang terjadi maka semakin cepat juga waktu rele proteksi bekerja. Besar arus gangguan hubung singkat tiga fasa lebih besar dari arus gangguan hubung singkat dua fasa dan satu fasa ketanah.Besarnya arus gangguan hubung singkat dipengaruhi jarak titik gangguan, semakin jauh titik lokasi gangguan maka semakin kecil arus gangguan hubung singkat, begitu pula sebaliknya.Semakin besar arus gangguan hubung singkat maka semakin cepat waktu kerja rele proteksi melakukan trip.waktu kerja rele dipenyulang lebih cepat dibanding waktu kerja rele di incoming rele, ini dikarenakan rele dipenyulang bekerja sebagai proteksi utama. Sedangkan rele di incoming bekerja sebagai proteksi cadangan
PERBANDINGAN KINERJA SEL SURYA JENIS THIN-FILM DAN POLYCRYSTALLINE (Studi Kasus: Pontianak) Yudi Kristian Tiun .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.33833

Abstract

Berbagai kajian dan penelitian dilakukan untuk mengolah energi matahari salah satunya adalah dengan teknologi solar sel yaitu suatu alat yang menkonversikan energi matahari menjadi energi listrik. Indonesia Khususnya kota Pontianak adalah daerah yang sangat menjanjikan dalam pengaplikasikan solar sel hal ini dikarena dilalui garis khatulistiwa. Sekarang ini Para peneliti berusaha mencari cara untuk meningkatkan efisiensi penggunaan solar sel. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja kedua jenis panel surya mana yang lebih efisien terhadap Pengaruh variasi suhu, kelembapan udara dan intensitas radiasi matahari. Cara pengukuran yang dilakukan adalah pengambilan data terkait variasi radiasi matahari yang sedang terjadi pada kondisi intensitas cahaya yang sama,   suhu   dan kelembaban   sama.   Penelitian   ini menggunakan resistor 4,7 ohm sebagai beban dan 2 buah panel sel surya dengan kapasitas daya yang sama yaitu 1 Wp dengan jenis yang berbeda yaitu jenis Polycrystalline dan Thin-Film. Dengan peralatan yang digunakan untuk pengukuran ini antara lain: Pyranometer atau Solar Meter, digunakan untuk mengukur intensitas radiasi matahari. Hygrometer digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban. Multimeter digunakan untuk mengukur arus dan tegangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi Panel Surya Jenis thin film  terjadi pada irradiance 618 Watt/m2 Pukul 15:00 dengan efisiensi sebesar 5,781% sedangkan  efisiensi tertinggi pada panel surya Polycrystalline Justru terjadi pada irradiance 1129 Watt/m2 Pukul 14:00  adalah 5,62%. Jadi, pada efisiensi tertinggi panel surya Thin Film Lebih unggul 0,161% dari Polycrystalline. Pada intensitas radiasi matahari 1129 W/m2 ke 1136 W/m2 daya yang dihasilkan kedua panel surya turun walaupun intensias radiasi mataharinya naik hal ini dikarenakan adanya kenaikan suhu. Pada Thin-Film terjadinya penurunan daya 0,0165 Watt akibat kenaikan suhu sebesar 0,3ºC, sedangkan pada Panel surya jenis polycrystalline terjadinya penurunan daya 0,094 Watt akibat kenaikan suhu sebesar 0,3ºC.
AUDIT ENERGI LISTRIK PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA KHATULISTIWA Fernanda Khaira Alsey; Junaidi -; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengaudit energi listrik yang terjadi pada PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak. PDAM Tirta Khatulistiwa adalah perusahan daerah pemasok air bersih utama di Pontianak yang berdiri sejak tahun 1975. Penggunaan energi listrik terbesar PDAM Tirta Khatulistiwa terletak pada Unit Instalasi Pengolahan Air Imam Bonjol dengan rata-rata penggunaan energi sebesar 1.051 MWh/bulan. Rata-rata penggunaan energi listrik perhari pada IPA Imam Bonjol sebesar 35.033 kWh/ hari dengan persentase penggunaan beban yaitu 85,6% untuk sistem pompa, 9,3% untuk pendingin ruangan (AC), 1,6% untuk lampu penerangan, dan 3,5% untuk beban komputer dan beban-beban peralatan listrik lainnya. Hasil dari perhitungan Intensitas Konsumsi Energi dilihat dari standar ASEAN-USAID tahun 1992, IPA Imam Bonjol untuk tahun 2018 masih dibawah standar untuk kategori perkantoran yaitu sebesar 223,20 kWh/m2. Untuk Intensitas Konsumsi Energi perbulannya menurut Standar IKE Departemen Pendidikan RI tahun 2004 masuk dalam kategori agak boros dan boros (14,58 s/d 23,75 kWh/m2). Dalam penelitian ini didapatkan Peluang penghematan pada stasiun pompa adalah sebesar 193,79 kWh/hari dengan menentukan pompa mana yang lebih efisien untuk dioperasikan, kemudian pada sistem penerangan didapatkan penghematan energi listrik sebesar 28,22 kWh/hari dengan mengganti 98 buah lampu TL 36 Watt menjadi lampu LED 22 Watt, dan penghematan pada sistem pendingin ruangan (AC) yaitu dengan mengganti AC konvensional dengan AC Inverter (30% lebih hemat dari AC konvensional) yang akan mengguntungkan senilai Rp.4.796.388,-  per 1 buah AC setelah pengoperasian selama 4 tahun.
Evaluasi Instalasi Listrik Dan Penerangan Pada Gedung Unit Pengembangan Benih Tanaman Pangan Dan Holtikutura(UPBTPH) Kabupaten Mempawah Fafirius Fam; M. Iqbal Arsyad; Abang Razikin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35509

Abstract

Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bidang pengembangan benih tanaman pangan dan hortikultura terpasang daya PT. PLN (Persero) sebesar 13.200 VA. Dengan adanya beberapa penambahan peralatan berupa Air Conditioning (AC), jumlah titik lampu, dan peralatan lainnya, daya tersebut tidak mencukupi lagi untuk melayani beban. Hal tersebut berindikasi sering terjadinya overload pada pembatas arus (MCB) pada waktu terjadinya penambahan beban. Berdasarkan hasil observasi dilapangan total beban pada saat ini sebesar 32.598 Watt dengan beban antar fasanya tidak seimbang, sehingga perlu dilakukan penambahan daya dan perbaikan instalasi untuk memperoleh keseimbangan beban pada setiap fasanya. Dengan upaya perbaikan instalasi pada Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah, diperoleh  jumlah beban pada fasa R sebesar 10.850 Watt, fasa S sebesar 10.877 Watt, dan fasa T sebesar 10.871 Watt. Sedangkan kapasitas daya PT. PLN (Persero) yang diusulkan sebesar 33.000 VA, dengan pembatas arus MCB sebesar 3 x 50 A pada masing-masing fasanya. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh bahwa kualitas penerangan untuk setiap ruangan pada Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah masih belum mencapai standar kualitas yang ditentukan SNI 03-6575-2001. Sehingga untuk memperbaiki kualitas penerangan pada ruangan-ruangan Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah yaitu dengan menambah titik lampu sesuai perhitungan atau mengubah lampu dengan daya lebih besar/terang.
PERANCANGAN PENDETEKSI GOLONGAN DARAH BERBASIS ARDUINO UNO DENGAN SISTEM ABO Windhu Muhamad Ridha; Hendro Priyatman; F.Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.36072

Abstract

Pengujian golongan darah sering digunakan metode ABO, yang terbagi dari golongan darah A, B , AB, dan O. Selama ini, untuk pengujian golongan darah masih dilakukan dengan pertolongan laboran yang memerlukan ketelitian, sehingga keakuratan data yang diperoleh masih mengandalkan kemampuan mata penguji. Mata dipengaruhi oleh faktor kelelahan, sehingga cara ini kurang menguntungkan untuk pengujian sample darah dalam jumlah yang banyak, sehingga penulis melakukan penelitian dan perancangan alat deteksi golongan darah sebagai pengganti mata untuk pengukuran golongan darah.Alat pendeteksi golongan darah terdiri dari, Arduino Uno, Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor), Light Emiting Diode (LED), Modul MicroSD Card Adapter, Real-time clock DS3231, LCD, Modul I2C (Inter-Integrated Circuit), Motor DC, Driver Motor DC (Modul L298). Pengujian golongan darah dilakukan dengan cara sample darah diteteskan pada slide kaca dengan satu tetes sebelah kiri dan satu tetes sebelah kanan, pada sample darah sebelah kiri diteteskan antisera A dan sebelah kanan antisera B, Sensor LDR diletakan dibawah slide dimana posisinya tepat dibawah sample, setelah pencampuran darah dengan antisera maka akan terjadi penggumpalan, sample akan disinari dengan LED dan Cahaya yang tembus akan dibaca oleh sensor LDR dengan logika, apabila terjadi penggumpalan maka cahaya yang tembus ke sensor ldr kan lebih banyak dari sample yang tidak terjadi penggumpalan. Nilai yang terbaca pada LDR akan diolah oleh arduino uno dengan hasil yang akan ditampilkan pada layar LCD dan disimpan pada kartu memori.Sesuai dengan tujuan penulisan, maka didapat hasil tercapainya perancangan dan pembuatan Alat Pendeteksi Golongan Darah yang ditampilkan pada layar lcd dan tersimpan pada kartu memori sebesar 1kb (sesuai banyaknya data) disetiap file dan Mendapatkan  perbandingan data hasil pemeriksaan golongan darah dengan cara manual dan menggunakan Alat Pendeteksi Golongan Darah dengan data dua belas sample yang terbagi dari tiga sample setiap golongan darah.
STUDI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI SUNGAI SANSAK DESA SENGKEBANG KECAMATAN SUNGAI BETUNG KABUPATEN BENGKAYANG Abraham Adam Yandri Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.34160

Abstract

Listrik merupakan bentuk energi yang sangat  bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, tanpa listrik perekonomian di Indonesia sulit untuk berkembang. Di Kalimantan Barat khusus-nya di Kabupaten Bengkayang memiliki cukup banyak potensi tenaga air yang dapat dikembangkan untuk pembangunan pembangkit tenaga listrik. Desa Sengkebang yang berada di Kecamatan Sungai Betung terdapat potensi tenaga air, salah satunya adalah Sungai Sansak. Skripsi ini membahas tentang Studi Potensi PLTMH di Sungai Sansak, Desa Sengkebang , Kecamatan Sungai Betung, kabupaten Bengkayang. Sayangnya  desa ini atau lokasi ini masih  terpencil  dan belum terjangkau oleh layanan listrik, hal ini disebabkan jauhnya  jarak jangkauan listrik terakhir, yang terletak di Desa Sebadas yakni 4,9 km dari Desa Sengkebang. Hal ini merupakan alasan mendasar untuk memberdayakan potensi air Sungai Sansak untuk menjadi sumber pembangkit tenaga listrik yang diharapkan dapat membantu kehidupan sehari-hari masyarakat                     Desa Sengkebang khususnya untuk Pendidikan dan kebutuhan sehari-hari. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data primer seperti pengukuran langsung di lapangan, dan data sekunder berupa data curah hujan, tekanan udara dan suhu dari BMKG, Selanjutnya analisis data dan simulasi dengan menggunakan Program Casimir. Pada perencanaan desain PLTMH data pengukuran dengan debit sebesar 0,21 /detik dan head sebesar 1,20 m. Dari perhitungan daya listrik pada PLTMH Sungai Sansak dengan cara manual dan dengan cara simulasi Program Casimir yaitu sebesar  1,71 kW. Untuk desain turbin yang dipilih pada PLTMH Sungai Sansak adalah Turbin Ulir dengan spesifikasi; konstanta ulir = 0,3, putaran turbin ulir (30 rpm), diameter turbin 0,2858 m, panjang turbin = 2,092 m, pitch turbin 0,2286 m, jumlah ulir 9 buah, Setelah diketahui daya listrik yang dapat dihasilkan adalah sebesar 1,71 kW maka ditentukanlah  generator yang cocok untuk digunakan pada PLTMH Sungai Sansak yaitu generator sinkron 1 fasa  dengan  kapasitas 2 kW, 4 kutub, kecepatan 1500 rpm, frekuensi 50Hz.
IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI SHELTER BTS (SHELTER BASE TRANCEIVER SYSTEM) DI KOTA PONTIANAK BERBASIS GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM) Adytia Warman; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35059

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pendataan dan membuat letak titik sebaran setiap BTS (Geographic Information System) yang ada di Kota Pontianak dengan menggunakan aplikasi ArcGis/ ArcMap. Penelitian ini bertujuan dengan mengidentifikasi letak titik sebaran BTS (Base Transceiver Station) di Kota Pontianak dengan berbantuan menggunakan aplikasi ArcGis/ArcMap versi 10.3 yang hasilnya berupa peta. Hasil peta yang telah dibuat berfungsi dalam mengerjakan manajamen data khsususnya data koordinat sehingga perusahaan telekomunikasi dapat menggunakan dalam pengauditan dan menjadi inventaris data perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Berdasarkan identifikasi yang dapat diketahui Jumlah BTS (Base Transceiver Station) yang ada di Kota Pontianak berjumlah 276 titik koordinat. Setelah diidentifikasi data tabel koordinat beserta data base yang di dapat dari Balai Monitoring Kelas II Kalimantan Barat, data tersebut sesuai berada di dalam batas administrasi deliniasi/potongan Kota Pontianak di setiap kecamatan. Untuk Kecamatan Pontianak Selatan: 70 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Tenggara: 24 titik koordinat, Kecamtan Pontianak Timur: 27 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Kota: 74 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Barat: 39 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Utara: 42 titik koordinat.

Page 2 of 3 | Total Record : 28