cover
Contact Name
Rahmad Jumadi
Contact Email
tropicrops@umg.ac.id
Phone
+6285107886626
Journal Mail Official
tropicrops@umg.ac.id
Editorial Address
Jl. Sumatera No.101, Gn. Malang, Randuagung, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Tropicrops : Indonesian Journal of Tropical Crops
ISSN : 26157020     EISSN : 26157012     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/tropicrops.v6i2
Core Subject : Agriculture,
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) diterbitkan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik, terbit dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus. Tujuan dari Jurnal ini adalah untuk memfasilitasi para ilmuawan dan peneliti untuk menerbitkan artikel penelitian atau ulasan artikel yang asli. Artikel dasarnya berisi topik tentang Agronomi, Pemuliaan, Hama Penyakit, Pasca panen dan Agribisnis Tanaman Tropis
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2020)" : 6 Documents clear
UJI KOSENTRASI EC (ELECTRO CONDUCTIVITY) DAN TINGKAT NAUNGAN PADA HASIL DAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica chinensis L.) PADA GREENHOUSE PARANET Wiharyanti Nur Lailiyah; Sa’idah Luthfiyah
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v3i2.1834

Abstract

Sistem budidaya tanaman secara hidroponik dapat menjadi salah satu solusi bagi pengembangan tanaman buah dan sayur dengan berbagai kelebihan dibandingkan sistem pertanian konvensional. Budidaya tanaman sayuran seperti sawi dengan sistem hidroponik dianggap lebih efisien dalam penggunaan air dan tanah. Selain itu budidaya tanaman sayuran dengan cara hidroponik dapat memperbaiki kualitas dari hasil tanaman karena hasil panen dari tanaman tidak kotor karena tanah dan bebas dari pestisida kimia. Sistem hidroponik sangat bergantung pada larutan nutrisi yang digunakan. Penggunaan nutrisi yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan pada tanaman. Sedangkan jika penggunaan nutrisi terlalu sedikit maka dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kosentrasi nutrisi yang sesuai pada tanaman sawi pakcoy. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuannya yaitu P0: Tanpa Nutrisi; P1: konsentrasi EC 0,5; P2: konsentrasi EC 1,0; P3: konsentrasi EC 1,25; P4: konsentrasi EC 1,5; P5: konsentrasi EC 2,0. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Bila hasil pengujian diperoleh perbedaaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji perbandingan antar perlakuan dengan menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%.
PENGARUH PYRACLOSTROBIN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SINGLE BUD PLANTING (BUDCHIP) TANAMAN TEBU (Saccharum Officinarum L.) Setyo Budi; Wiharyanti Nur Lailiyah
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v3i2.1836

Abstract

Tebu merupakan salah satu penghasil gula utama di Indonesia. Gula sebagai salah satu kebutuhan pokok dan Tebu merupakan salah satu komoditi yang berperan dalam pemeliharaan ketahanan pangan dan revitalisasi pertanian. Data Satistik pada tahun 2010, produktivitas tebu nasional mencapai 78,2 juta ton/ha dan menurun cukup tajam di 2011 menjadi 66,7 juta ton/ha. Kecenderungan turunnya nilai rendemen gula dari kisaran 10-11% menjadi 6-9% ikut memberikan kontribusi negatif terhadap produktivitas gula, karena kontribusi negatif terhadap produktivitas gula tidak hanya dari segi budidaya di kebun( on farm) namun juga segi pengolahan tebu di pabrik (off farm), sehingga diperlukan upaya dari Pemerintah bersama Stakeholders pergulaan nasional dalam mencari solusi dalam meningkatkan produktivitas dan produksi gula nasional. Peningkatan produktifitas gula perlu adanya upaya untuk perbaikan budidaya tanaman tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mempelajari kemampuan dari Pyraclostrobin pada pembibitan tanaman tebu dan menentukan konsentrasi yang tepat untuk perlakuan penyemprotan Pyraclostrobin pada pembibitan tanaman tebu. Penelitian ini dilakukan di kebun Tebu Holywood di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik yang terletak pada ketinggian 4,5 m dpl. penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2020. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini berupa tanaman tebu, pupuk dan ZPT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok. yang tediri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Pemberian pyraclostrobin 2 minggu sekali dengan kosentrasi 600 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tebu.
GENETIC DIVERSITY BASED ON GROWTH VARIABLES OF THREE BAMBARA GROUNDNUT LANDRACES (Vigna subterranea (L.) VERDCOURT) Endah Sri Rejeki; Suhaili Suhaili; Rahmad Jumadi; R. Agustina; W. Lailiyah; setyo budi
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v3i2.1808

Abstract

Bambara groundnut has competitive nutritional value such as 49–63.5% carbohydrate, 15–25% protein, and 4.5–7.4% fat. There is not available yet a superior variety. Bambara Groundnut Research Centre has been working intensively to select the candidates of superior variety. Three of bambara groundnut pure lines of BGRC seed collection, including Gresik (Gresik), GHC (Gresik) and S19-3 (Namibia) assessed based on their growth traits, including germination rate, number of leaves, plant height (cm), length of petiole (cm), length of internode (cm), growth type, 1st flowering (das) and 50% of flowering (das) in the Gresik field 5 m above sea level, with Random Complete Block Design experiment, three replicates. Analysis of means (ANOM) calculated to test differences between landraces in particular traits. Heritability of three pure lines calculated based on Mean Square Estimated of Analysis of Variance (ANOVA), as well as coefficient correlation, using Minitab 18. The result showed that S19-3 as an introduced landrace from Namibia has traits similarity to the two landraces, namely GHC and Gresik except days to 50% flowering time. Analysis of means shows that S19-3 has days to 50% flowering early compare to the others. The trait of 50% flowering time (dap) also shows a high heritability (0.58). First flowering time has a significant correlation with 50% flowering time in positive direction.
SELEKSI BERDASARKAN WARNA KULIT BIJI TERHADAP HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) VERDCOURT) ASAL SUKABUMI DI LAHAN GRESIK Untung Priyanto; Endah Sri Rejeki
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v3i2.1839

Abstract

Gresik merupakan sentra pertanaman kacang bambara di Jawa Timur yang dikenal secara salah kaprah sebagai ‘kacang kapri’. Kandungan nutrisi sangat kompetitif, karbohidrat sekitar 60%, protein 22% dan lemak hanya 1%. Permasalahan kacang bambara di Gresik, hasil biji kering masih rendah, kurang dari 1 ton. ha-1. Peningkatan hasil tanaman kacang bambara menjadi tujuan penelitian ini melalui introduksi galur Sukabumi yang diseleksi berdasarkan warna kulit biji (testa). Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal, yaitu warna testa (G1= warna coklat, G2=hitam dan G3=merah) diulang tiga kali. Pengamatan dilakukan pada variabel komponen hasil, yaitu bobot brangkasan, jumlah polong/tanaman, bobot basah dan kering polong/tanaman, jumlah biji/tanaman, bobot kering biji/tanaman, bobot 100 biji, jumlah biji warna coklat, hitam dan merah. Taksiran nilai kuadrat tengah digunakan untuk menghitung nilai heritabilitas dalam arti luas (H2). Uji korelasi digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan dua atau lebih variabel yang diukur. Hasil penelitian menunjukkan nilai heritabilitas (H2) sedang pada karakter bobot 100 biji (0.4) dan tinggi pada jumlah biji berdasarkan warna (0.99). Bobot 100 biji mempunyai korelasi nyata dengan variabel lebar tajuk, bobot biomass, jumlah polong dan biji per tanaman, bobot basah dan kering polong per tanaman.
UTILIZATION OF ORGANIC WASTE BIOMAS AGAINST GROWTH TEST AND RESULTS OF SAWI CROPS Fauziatun Nisak; Yeni Ika pratiwi; Bambang Gunawan
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v3i2.1824

Abstract

The abundant condition of organic waste in urban areas of Surabaya requires a solution not only regarding the process of compost, but also how to utilize the biomass organic waste in a framework to socialize the use of urban yard narrow land into a form of cultivation of vegetables that contribute to the nutrition for the family. This potential will be synergistic with Surabaya city government policy related to urban yard Empowerment program that inspires the idea of how to utilize organic waste biomass into something useful for plant growth and reduce the accumulation of excessive waste and odor that is not delicious for the people of Surabaya. By implementing the appropriate technology to utilize waste biomass of organic waste into a material of burial or organic fertilizer after through the process of composting or fermentation to become organic fertilizer that is beneficial for plants. The purpose of this research is to know the influence of organic waste biomass from the results of the posting of urban organic waste against the growth test and the results of mustard crops. Based on the research results, it can be concluded as follows: 1. There is a significant influence of the composition of urban garbage organic fertilizer against the growth parameters and results of the mustard crops in the variables studied, including: length of the plant, the number of leaves, the length of the roots and fresh weight per plant. 2. The value of fresh weight yield per highest crop is achieved by P3 treatment (15% from the weight of planting media) by 313.82 grams and effective and efficient treatment, it is also supported by growth variables such as plant length, number of leaves and root length; Even though statistically different P3 treatments are not significant with the P5 treatment (25%) and P7 (35%). Keywords: organic waste Biomas, mustard greens.
PERTUMBUHAN KENTANG HITAM (Coleus tuberosum) VARIETAS LOKAL DARI STEK PADA BERBAGAI MEDIA TANAM Rahmad Jumadi; Suhaili Suhaili
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v3i2.1830

Abstract

Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan perlu diupayakan pengembangan tanaman alternatif penghasil pangan selain padi, tanaman umbi-umbian layak dijadikan alternatif untuk dikembangkan yaitu tanaman kentang. Selain itu produksi kentang masih rendah, salah satu penyebab adalah belum banyaknya petani yang menggunakan benih kentang bermutu karena ketersediaanya yang masih langka dikalangan petani. Pertumbuhan optimal bagi tanaman kentang adalah menghendaki kondisi tanah dengan fisik yang poros atau remah, permeabilitas nya bagus, gembur, banyak memiliki bahan organik dan sedikit mengandung pasir karena produksi tanaman kentang yang diharapkan berupa umbi yang berkembang dibawah permukaan tanah. Hasil penelitian Hidayat (2016) menunjukkan bahwa perlakuan dengan komposisi media tanam yang berbeda memberi pengaruh terhadap jumlah daun dan lebar tajuk, panjang tunas, dan umbi kentang yang dihasilkan. Penelitian ini mempunyai tujuan dari untuk mengetahui potensi hasil tanaman kentang hitam varietas lokal Gresik yang ditanam pada berbagai komposisi media tanam. Rancangan penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan aplikasi perlakuan jenis media tanam, yaitu : M1 komposisi : (arang sekam : cocopeat : tanah); M2 komposisi (arang sekam: guano: tanah) dan M3 komposisi (arang sekam : pupuk kandang : tanah). Data yang dihasilkan dari penelitian ini kemudian dianalisis secara statistik dengan uji F pada taraf 5%, selanjutnya akan dijuji dengan uji lanjutan BNT pada tingkat kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi penggunaan media tanam dengan komposisi cocopeat dan pupuk kandang mampu meningkatkan pertumbuhan kentang hitam varietas lokal asal stek, dan aplikasi penggunaan media tanam dengan komposisi pupuk guano belum mampu meningkatkan pertumbuhan kentang hitam varietas lokal asal stek hal ini diduga proses dekomposisi belum optimal

Page 1 of 1 | Total Record : 6