cover
Contact Name
Ernita Silviana
Contact Email
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260295059
Journal Mail Official
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh Jl. Sukarno-Hatta, Desa Lheu blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, 23552
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia
ISSN : 27754510     EISSN : 28091973     DOI : https://doi.org/10.30867/jifs
Core Subject : Health, Science,
Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini meliputi farmasi komunitas, farmasi klinik, obat tradisional, kosmetika, teknologi farmasi,
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022" : 10 Documents clear
TINGKAT PEMAHAMAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN TERHADAP OBAT PATEN DAN OBAT GENERIK DI KEPULAUAN MENTAWAI verawaty; Irene Puspa Dewi
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat dibedakan menjadi 2 yaitu obat paten dan obat generik. Obat paten adalah obat milik perusahaan yang masih memiliki hak paten. logo ® dibelakang nama obat paten selalu ada, yang artinya registered atau terdaftar. Sedangkan obat generik adalah obat yang penamaannya sesuai dengan zat aktif yang telah ditetapkan oleh Farmakope Indonesia dan Internastional Non-propietary Names (INN) dari WHO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) terhadap obat paten dan obat generik dan memperbaiki persepsi Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) yang salah tentang obat paten dan obat generik. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner secara online melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Pemahaman Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) Terhadap Obat Paten dan Obat Generik di Kepulauan Mentawai masuk pada kategori baik yaitu 75,5 %.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN SAMPO EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) SEBAGAI ANTIKETOMBE TERHADAP JAMUR Candida albicans SECARA IN VITRO Munifatul Lailiyah; Sony Andika Saputra; Eko Yudha Prasetyo; Dian Sri Lestrasi
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketombe merupakan suatu keadaan anomali pada kulit kepala dan salah satu penyebabnya ialah jamur Candida albicans. Daun kersen (Muntingia calabura L.) merupakan bahan alam yang mengandung senyawa antijamur, yaitu  flavonoid, saponin dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan sampo antiketombe ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) dengan tiga variasi konsentrasi yakni 5%, 10% dan 15% dan menguji pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak daun kersen pada sediaan sampo antiketombe terhadap aktivitas antijamur. Jenis penelitian ini ialah eksperimental. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) dapat diformulasikan sebagai sediaan sampo antiketombe yang memenuhi persyaratan seperti organoleptik, pH dan tinggi busa. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi sumuran untuk mengetahui efektivitas antijamur dengan mengamati daerah hambatan. Analisis data mengunakan uji ANOVA dan uji post hoc LSD (α=0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh F3 dengan konsentrasi ekstrak daun kersen 15% mempunyai aktivitas antijamur paling baik dibandingkan dengan F1 dengan konsentrasi ekstrak 5% dan F2 dengan konsentrasi ekstrak 10%.
Smallanthus sonchifolius Penetapan Kadar Flavonoid Total Rebusan Dan Seduhan Daun Insulin (Smallanthus sonchifolius) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis: Determination of Total Flavonoid Levels Decoction and Stew of Insulin Leaves (Smallanthus sonchifolius) Using UV-Vis Spectrophotometry Method Alip Desi Suyono Saputri; Agustin Hani Murniasari
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun insulin memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antibakteri, antivirus dan antikanker. Rebusan dan seduhan merupakan metode yang sering digunakan masyarakat untuk mengolah obat bahan alam karena teknik tersebut dinilai cukup mudah dan sederhana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penetapan kadar flavonoid total rebusan dan seduhan daun insulin (Smallanthus sonchifolius) dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan untuk mengetahui perbandingan hasil kadar flavonoid total antara rebusan dan seduhan daun insulin dengan menggunakan analisis One Way Anova. Metode identifikasi senyawa flavonoid pada sampel daun insulin menggunakan metode Wilstater Cyanidin dan metode pereaksi AlCl3. Penetapan kadar dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 431,5 nm dan operating time pada menit ke 33. Baku pembanding yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuersetin. Hasil penetapan kadar flavonoid total rebusan didapatkan hasil 13,3496 mgQE/100 ml dengan %KV 0,1016% dan untuk seduhan 16,0225 mgQE/100 ml dengan %KV 0,0407% sehingga metode penyarian flavonoid yang maksimal terdapat pada seduhan. Untuk Uji Test Homogeneity of Variences didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,231 > 0,05. Uji Anova didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yaitu < dari 0,05, sehingga dapat diketahui bahwa ada perbedaan yang signifikan antara rebusan dan seduhan daun insulin.
Uji Sifat Fisik Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Kitolod alfian, muhammad; Nurul Hasanudin, Muhammad; Fathul Mujib, Mochammad
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v2i1.9

Abstract

Tanaman Kitolod (Isotoma longiflora (L.) C.Presl) merupakan satu dari beberapa jenis tumbuhan yang sering digunakan sebagai bahan pengobatan. Telah dilakukan penelitian terkait aktivitas ekstrak etanol daun kitolod dalam menyembuhkan luka sayat. Jenis sediaan yang dapat diaplikasikan untuk pengobatan luka sayat adalah sediaan gel. Gel merupakan sediaan topikal setengah padat yang nyaman digunakan karena menciptakan lingkungan lembab, dingin dan daya serap yang baik pada kulit serta mudah dicuci dengan air. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sifat fisik sediaan gel ekstrak etanol daun kitolod.. Penelitian ini terdiri dari 3 tahapan, tahap pertama pembuatan ekstrak etanol daun kitolod, tahap kedua identifikasi senyawa flavonoid dn saponin, tahap ketiga evaluasi sifat fisik. Sifat fisik meliputi uji organoleptic, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji pH.. Hasil penelitian menunjukkan ektrak etanol daun kitolod mengandung flavonoid dan saponin. Pada uji sifat fisik sediaan ,meliputi uji homogenitas menunjukan sediaan gel memiliki homogenitas yang baik, daya sebar yang dihasilkan formula 1 sebesar 5,3 cm dan formula 2 sebesar 5,5 cm, sedangkan daya lekat sediaan gel pada formula 1 selama 15,25 detik dan formula 2 selama 17,1 detik, nilai pH formula 1 sebesar 6,4 dan formula 2 sebesar 6,5. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan sediaan gel ekstrak etanol daun kitolod mempunyai sifat fisik gel yang baik.
Analisis Rhodamin B pada Selai Warna Merah Tanpa Merek yang Beredar di Kecamatan Magetan Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Pramesthi; Hanandayu Widwiastuti
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rhodamin B merupakan zat warna yang digunakan untuk pewarna tekstil dan tidak boleh digunakan sebagai pewarna makanan. Penggunaan Rhodamin B sebagai bahan tambahan pewarna pada makanan masih marak ditemui, seperti pada makanan jajanan yang berwarna merah, minuman, bolu kukus, dll. Menurut Laporan Tahunan BPOM 2019 pada hasil pengawasan pangan buka puasa (takjil), dimana terdapat 202 sampel (38,3%) dari total parameter TMS positif mengandung Rhodamin B, dimana total TMS tersebut sebesar 517 sampel (3,17%). Salah satu produk pangan yang ditambah dengan pewarna yaitu Selai. Selai memiliki warna-warna yang beragam sesuai dengan rasa yang dimilikinya, salah satunya yaitu warna merah. Oleh karena itu, terdapat kemungkinan bahwa zat warna yang digunakan pada produk selai juga merupakan zat warna yang dilarang penggunaannya sebagai zat warna makanan. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian terhadap kandungan Rhodamin B pada produk selai warna merah tanpa merek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu fisik dan menganalisis ada tidaknya kandungan Rhodamin B dalam selai warna merah tanpa merek yang beredar di pasaran Kecamatan Magetan. Penelitian ini dilakukan secara organoleptis dan metode Kromatografi Lapis Tipis dengan fase gerak yaitu isopropanol : ammonia (100 : 25 v/v). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pada uji organoleptis dari 8 sampel selai warna merah tanpa merek yang telah diteliti terdapat 6 sampel selai memenuhi syarat yaitu memiliki warna yang normal, aroma yang normal, dan tekstur yang tidak terlalu encer atau keras ketika dioles. Sedangkan, 2 sampel selai memiliki warna yang lebih pekat, tetapi memiliki aroma dan tekstur yang telah memenuhi syarat. Hasil dari uji KLT yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari 8 sampel tidak ditemukan adanya kandungan Rhodamin B. Hal tersebut diketahui dari adanya perbedaan nilai Rf sampel dengan Rf standart dan warna bercak sampel yang berbeda dari warna bercak standart, dimana bercak sampel yang dihasilkan berwarna merah semu jingga dan merah muda semu jingga, sehingga diduga warna bercak tersebut berasal dari zat warna alami atau zat warna yang lain sehingga perlu dilakukan uji lanjutan secara kuantitatif untuk memastikannya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa selai warna merah tanpa merek yang beredar di pasaran Kecamatan Magetan aman karena tidak mengandung pewarna merah Rhodamin B.
Uji Aktivitas Antibakteri Daging Buah Alpukat Dan Ekstrak Etanol Daging Buah Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Escherichia coli Kony Putriani; Asiska Permata Dewi; Rini Lestari; Nurlaily Ade Syamsuri
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman yang dapat tumbuh subur didaerah tropis seperti Indonesia dan merupakan salah satu jenis buah yang digemari oleh masyarakat karena rasanya yang enak. Penggunaan daging buah alpukat pada penelitian ini dikarenakan daging buah alpukat memiliki kandungan senyawa antibakteri seperti saponin, tanin, alkaloid, flavanoid, steroid, dan fenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri daging buah alpukat dan ekstrak etanol daging buah alpukat terhadap Escherichia coli pada konsentrasi 30%, 50%, dan 70% menggunakan metode difusi agar, siprofloksasin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Metode ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, buah alpukat yang berwarna hijau. Hasil uji daya hambat dengan konsentrasi ekstrak etanol daging buah alpukat 30%, 50%, dan 70% dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan rata-rata diameter zona hambat 11,45 mm, 12,42 mm, dan 13,95 mm, dan kontrol positif siprofloksasin adalah 25,94 mm. Zona hambat rata-rata pada daging buah alpukat 8,9 mm, 7,73 mm, dan 6,66 mm pada konsentrasi 30%, 50%, dan 70% dan kontrol positif siprofloksasin adalah 28,56 mm. Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan bahwa daging buah alpukat dan ekstrak etanol daging buah alpukat (Persea americana Mill) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli.
Uji Toksisitas Dan LD50 Fraksi N-Heksan Koro Benguk (Mucuna pruriens L.) Pada Mencit Jantan eka kusuma; Syafa Nur Oktaviani
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koro benguk ialah tanaman tropis yang banyak terdapat di seluruh Indonesia, namun pemanfaatannya masih terbatas. Kegunaan tanaman ini antara lain antibakteri, asam urat, kanker, diabetes, batu ginjal, dan lain-lain, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang tingkat keamanannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai LD50  dari senyawa yang dapat diketahui dalam waktu 24 jam setelah diberi dosis tunggal. Pemberian fraksi n-Heksan koro benguk dilakukan secara oral pada mencit dimana terdapat 4 kelompok yaitu kelompok 1 diberi CMC-Na sebagai kontrol, kelompok II dosis 2000 mg/kgBB, kelompok III 2500 mg/KgBB dan kelompok IV 3200 mg/KgBB. Hasil studi memperlihatkan fraksi n-Heksan koro benguk (“Mucuna pruriens L.”) menimbulkan efek toksik pada dosis 2500 mg/KgBB dan dosis 3200 mg/KgBB terdapat 1 hewan uji yang mati. Hasil perhitungan LD50 adalah 3688,077 mg/kg BB masuk golongan toksik sedang dengan gejala yang muncul ialah mencit jadi pasif, serta diare.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK METANOL KULIT PISANG RAJA (Musa Parasidiaca L. Sapientum) TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM TIMBAL (Pb) Pundita Atira Pundita; Devina Ingrid Anggraini Devina
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Chelating agent merupakan salah satu manfaat yang terkandung dalam Flavonoid yang terdapat dalam bagian pisang raja (Musa Parasidiaca L. Sapientum) yaitu pada bagian kulitnya. Senyawa flavonoid kandungannya memiliki peran untuk  membentuk suatu senyawa kompleks saat berikatan dengan logam. Hasil dari penelitian ini dimaksudkan guna mengetahui potensi ekstrak metanol pisang raja (Musa Parasidiaca L. Sapientum) pada bagian kulitnya guna mengurangi kandungan timbal (Pb) secara maksimal. Ekstrak metanol kulit pisang raja dibuat lima seri yaitu 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, 125 ppm dan 150 ppm. Logam timbal (Pb) 20 ppm diberi ekstrak campuran metanol dan kulit pisang raja pada setiap campuran. Larutan dilakukan pemisahan dengan kloroform. Untuk campuran yang tidak bereaksi dengan flavonoid yang berada pada fase air, diuji dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) dengan λ = 283,3 nm sehigga diperoleh penurunan kadar logam timbal maksimal. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa seri konsentrasi dari ekstrak campuran metanol kulit pisang raja dapat menurunkan kadar logam timbal dengan konsentrasi maksimal 125 ppm dan presentase penurunan sebesar 56,4171% . Kata kunci : Ekstrak metanol Kulit Pisang Raja (Musa Parasidiaca L. Sapientum), Logam Timbal (Pb), Spektrofotometri Serapan Atom   ABSTRACT               Chelating agnet is one of the benefits contained in the flavonoids contained in the part of the plantain (Musa Parasidiaca L. Sapientum), namely the skin. Its flavonoid compounds have the ability to form complex compounds with metals. The results of this study were intended to determine the potential of the methanol extract of plantain (Musa Parasidiaca L. Sapientum) on the skin to reduce lead (Pb) levels to the maximum. Plantain peel methanol extract was made in five saries, namely 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, 125 ppm, and 150 ppm. Lead metal (Pb) 20 ppm was given a mixture of methanol and plantain peel extract in each mixture. The solution was separated with chloroform. For mixtures that do not react with flavonoids in the aqueous phase, they were tested by Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) with λ = 283,3 nm so that the maximum reduction in lead metal content was obtained. The results of this study stated that the concentration series of the mixed methanol extract of plantain peel can reduce lead metal levels with a maximum concentration of 125 ppm and decrease percentage of 56,4171%.
Studi Formulasi Sediaan Hair Tonic dari Ekstrak Etanol Daun Waru (Hibiscus tiliaceus L.) rinaldi; fauziah; Febi Andani
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman waru (Hibiscus tiliaceus L) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat. Kandungan yang terdapat pada daunnya seperti saponin, flavonoid, polifenol, Vitamin A, Vitamin B, Natrium, Zat besi dan Kalsium. Kandungan tersebut dapat merangsang pertumbuhan rambut menjadi lebih cepat dan menjaga kesuburan pada rambut. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi sediaan Hair Tonic yang diformulasikan dari ekstrak etanol daun waru (Hibiscus tiliaceus L) pada variasi konsentarasi ekstrak 2% (F1), 3% (F2) dan 4% (F3). Parameter uji meliputi organoleptis, pH dan uji iritasi pada hari ke-0; ke-1; ke-7; ke-14; ke-21 dan ke-28 pada penyimpanan suhu kamar. Penelitian ini bersifat ekperimental dengan memformulasikan ekstrak etanol daun waru (Hibiscus tiliaceus L) kedalam bentuk sediaan hair tonic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan hair tonic berupa larutan jernih, berwarna kecoklatan sampai coklat kehijauan, aroma khas ektstrak. Nilai pH 5 – 6. Sediaan tidak mengiritasi kulit setelah penggunaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun waru (Hibiscus tiliaceus L) dapat diformulasikan kedalam bentuk sediaan Hair tonic
Penggunaan Obat Anestesi di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Fauziah Kabupaten Bireun amelia sari; Defri Aroni; Berwi Fazri Pamudi; Fatimah Fatimah
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anestesi adalah suatu tindakan menahan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Istilah anestesi pertama kali digunakan pertama kali oleh Oliver Wendel Holmes Sr pada tahun 1846. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penggunaan obat anestesi di instalasi bedah sentral RSUD dr. Fauziah Bireuen. Sifat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif terhadap resep pasien anestesi di instalasi bedah sentraldengan mengambil resep pasien anestesi sebanyak 300 resep pasien. Data hasil penelitian dari tiap-tiap variabel disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Rekapitulasi persentase rata-rata yangdiperoleh dari resep pasien anestesi berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki sebesar 51,3%, berdasarkan usia yaitu usia > 50 tahun sebesar 27,4%. Dari hasil tabulasi tingkat penggunaan obat anestesi di instalasi bedah sentral RSUD dr. Fauziah Bireuen tahun 2018 yang paling tinggi persentasenya adalah pethidin 50 mg/2 ml ampul yaitu sebanyak 22,2%, sedangkan yang paling rendah persentasenya adalah sevofluran sebanyak 0,3%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat penggunaan obat anestesi di instalasi bedah sentral RSUD dr. Fauziah Bireuen menunjukkan obat anestesi pethidin yang paling banyak digunakan

Page 1 of 1 | Total Record : 10