cover
Contact Name
Akhmad Nurdin
Contact Email
akhmadnurdin.89@gmail.com
Phone
+6285728351590
Journal Mail Official
nurdin@polmanceper.ac.id
Editorial Address
Batur, Tegalrejo, Kec. Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Foundry
ISSN : 2087–225     EISSN : 22527117     DOI : -
JURNAL FOUNDRY merupakan media berkala yang memuat beberapa artikel ilmiah dan sudah melalui proses peninjauan dari ahli dibidangnya, yang mulai terbit tahun 2011. JURNAL FOUNDRY menerbitkan makalah dari penelitian eksperimental, kajian ataureview, studi analitis-teoritis, studi terapan, dan simulasi yang berkaitan dengan bidang pengecoran logam dan teknik mesin (konversi energi, material, manufaktur, perancangan). Ruang Lingkup : Bidang teknologi pengecoran logam yang meliputi segala ilmu tentang perkembangan pengecoran logam Bidang konversi energi yang meliputi energi terbarukan, termodinamika, computational fluid dynamic, dll Bidang material yang meliputi komposit polimer, pengelasan, dll Bidang manufaktur yang meliputi proses permesinan, permesinan berbasis CNC, dll Bidang perancangan yang meliputi teknologi tepat guna, computational aided engineering, dll
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2013): JURNAL FOUNDRY" : 6 Documents clear
VARIASI KOMPOSISI SILIKON DALAM PADUAN ALUMINIUM TERHADAP KERENTANAN HOT TEARING Akhyar Akhyar; Suyitno Suyitno
JURNAL FOUNDRY Vol. 3 No. 1 (2013): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cacat hot tearing pada produk pengecoran logam dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah variasi komposisi silikon dalam paduan aluminium. Dalam penelitian ini dilakukan analisis cacat hot tearing yang terjadi pada 4 (empat) komposisi silikon dalam paduan aluminium yaitu 0,24 % sampai dengan 2,6%. Temperatur tuang yang digunakan adalah 760o C, dan temperatur cetakan 220o C. Cetakan pengujian hot tearing yang digunakan adalah Constrain Rod Casting Modified (CRCM) Horizontal. Hasil yang diperoleh adalah hot tering meningkat seiring dengan penembahan komposisi silikon dalam paduan aluminium. Hot tearing dalam penelitian ini mencapai kondisi optimum pada komposisi silikon 1,19%. Hot tearing meningkat seiring dengan meningkatnya komposisi silikon sampai mencapaikondisi optimum, selanjutnya hot tearing menurun seiring dengan peningkatan komposisi silicon dalam paduan Al-Si.
PENGARUH PREHEAT DAN THERMAL TENSIONING TERHADAP KUALITAS SAMBUNGAN LAS TIG Al 6061-T6 Yunaidi Yunaidi
JURNAL FOUNDRY Vol. 3 No. 1 (2013): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminum 6061-T6 is one the aluminum alloys which is widely used in engineering practice, such as automotive industry, piping, tanks, aircraft and shipping, because of many advantages including light weight, high tensile strength, corrosion resistant, able to shape and good weldability. Welding process is widely used today. The problem often encountered when using a welding method is the low strength of welded joints compared with the parent metal and the presence of distortion, especially for thin materials, due to residual stresses that arise during welding process. High tensile residual stress in welded joints can lead to brittle fracture, stress corrosion cracking, and accelerate the propagation rate of fatigue. This study aims to determine the effect of preheat, static thermal tensioning (STT), and transient thermal tensioning (TTT) on the quality of welding as indicated by the test of micro structure, hardness test, and tensile test of TIG welded joints of Al 6061-T6.The results showed that the preheat, STT, and TTT can change the size and shape of grains in the weld area and HAZ regions. Preheat, STT, and TTT can increase the tensile strength and yield stress in the weld area. The highest tensile strength occurs in the STT that is equal to 194 MPa, or increase by 43.5% compared to the tensile strength of the weld without treatment. The highest yield stress also occurs in the STT that is equal to 154 MPa, or increase by 104.4% compared to the yield stress in the weld without treatment.
PENGECORAN SENTRIFUGAL SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HASIL COR (Review) Sutiyoko Sutiyoko
JURNAL FOUNDRY Vol. 3 No. 1 (2013): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengecoran sentrifugal merupakan salah satu metode proses pembuatan benda dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Metode ini dapat digunakan pada proses produksi pengecoran logam ataupun komposit bermatrik logam. Metode pengecoran sentrifugal memiliki dua tipe utama yakni pengecoran sentrifugal horizontal dan vertikal. Hal ini ditentukan oleh arah sumbu putaran cetakan apakah dalam posisi vertikal atau horisontal. Bahan cetakan yang digunakan dapat berupa cetakan logam atau cetakan kulit seperti pada proses pengecoran investment. Gaya sentrifugal akan menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan sifat fisik ataupun mekanik pada benda produknya. Secara umum hasil yang diperoleh dengan pengecoran sentrifugal lebih baik dari pada dengan menggunakan pengecoran gravity.Berbagai penelitian baik ditinjau dari struktur mikro, kekuatan tarik, kekuatan lelah, kemagnetan, kekerasan telah dilakukan untuk meningkatkan hasil yang lebih baik pada pengecoran sentrifugal. Pengembangan metode juga telah dilakukan dengan memodifikasi suhu awal cetakan, pemilihan kecepatan putar yang optimum, pengaturan desain saluran masuk ke benda cor. Berbagai pengembangan juga dilakukan pada material yang akan dicor baik dengan penambahan unsur-unsur paduan ataupun perlakuan benda hasil cor. Pada masa yang akan datang metode ini menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan baik untuk memproduksi benda yang bentuknya teratur ataupun tidak teratur. Keterbatasan metode ini adalah tidak dapat melakukan pengecoran benda-benda dengan ukuran besar karena memerlukan ruang penuangan dan gaya yang besar.
KAJIAN TINNING (Sn PLATING) DALAM DUNIA INDUSTRI Sutrisno Sutrisno
JURNAL FOUNDRY Vol. 3 No. 1 (2013): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pelapisan logam (surface treatment) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan performa dari suatu material. Selain untuk meningkatkan sifat suatu material, proses pelapisan logam biasanya bertujuan untuk mencegah terjadinya korosi dan juga untuk memperindah penampilan dari suatulogam. Tinning merupakan salah satu metode pelapisan logam dimana sebagai logam pelapis adalah Sn (timah putih). Proses ini sering disebut juga Sn plating. Secara umum proses Tinning bisa dengan dua metode yaitu: electroplating dan hot dipping. Dimana masing-masing metode memiliki keunggulan dan juga kelemahan. Electroplating merupakan metode pelapisan logam dengan menggunakan larutan elektrolit sebagai media penghantar proses pelapisan. Material substrat (yang dilapisi) sebagai katoda (+) dan material pelapis substrat berfungsi sebagai anoda (-). Arus searah (DC) dialirkan ke Anoda dan Katoda. Hot dipping merupakan proses pelapisan permukaan suatu material dengan cara mencelupkan substrat kedalam larutan cair. Larutan cair ini akan berfungsi sebagai bahan pelapis terhadap substrat setelah substrat dicelupkan kedalam larutan. Tujuan dari tinning (Sn plating) adalah: meningkatkan ketahanan korosi suatu material, memperindah penampilan material (dekoratif), meningkatkan sifat material, memperbaiki kehalusan permukaan material. Aplikasi dari Tinning adalah pada proses didalam dunia industry salah satunya adalah industri pembuatan pembungkus makanan atau pengalengan makanan. Secara umum proses pembuatan kaleng terdiri dari printing/coating, slitting/shearing, pressing dan assembly.
ANALISA KOROSI DAN PENGENDALIANNYA M. Fajar Sidiq
JURNAL FOUNDRY Vol. 3 No. 1 (2013): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis dengan tingkat curah hujan dan kelembaban yang tinggi serta intensitas sinar matahari yang tinggi pula, dan sebagai negara berkembang, di Indonesia juga banyak bermunculan industri-industri yang mempunyai pengaruh cukup besar terhadap tingkat pencemaran pada lingkungan. Fenomena alam dan material khususnya logam mempunyai suatu keterikatan dalam suatu sistem dan proses. Hubungan tersebut diimplementasikan dalam suatu proses kerusakan yang dinamakan korosi. Korosi adalah kerusakan material khususnya logam secara umum akibat reaksi dengan lingkungan sekitarnya. Korosi merupakan penurunaan kualitas yang disebabkan oleh reaksi kimia bahan logam dengan unsur-unsur lain yang terdapat di alam. Dua jenis mekanisma utama dari korosi adalah berdasarkan reaksi kimia secara langsung, dan reaksi elektrokimia. Korosi dapat terjadi didalam lingkungan kering dan juga lingkungan basah. Korosi yang terjadi pada logam tidak dapat dihindari, tetapi hanya dapat dicegah dan dikendalikan sehingga struktur atau komponen mempunyai masa pakai yang lebih lama..Hasil dari proses kerusakan berupa berbagai produk korosi misalnya berbagai macam oksida logam, kerusakan permukaan logam secara morfologi, perubahaan sifat mekanis, perubahan sifat kimia. Dengan dasar pengetahuan tentang elektrokimia proses korosi yang dapat menjelaskan mekanisme dari korosi, dapat dilakukan usaha-usaha untuk pencegahan terbentuknya korosi
DESAIN DAN PEMBUATAN PRODUK CYLPERB SKALA LABORATORIUM Agus Yulianto
JURNAL FOUNDRY Vol. 3 No. 1 (2013): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendesain dan membuat produk cylperb lokal. Setelah penelitian awal membuat besi cor cil sebagai dasar pembuatan cylperb, penelitian ini membuat cetakan cil yang mudah digunakan. Target khusus dalam penelitian ini adalah dapat membuat desain dan pembuatan skala laboratorium produk cylperb. Metodologi penelitian dilakukan dengan membuat desain dan pembuatan cylperb skala laboratorium untuk specimen dengan moulding logam kemudian diuji sifat-sifat fisis dan mekanis. Pengujian awal dilakukan dengan cara menguji komposisi kimia dengan spektometer dari cylperb produk lokal. Selanjutnya specimen diuji kekerasan dan metallografi. Pengujian kekerasan diuji bagian kulit/luar dan tengah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6