cover
Contact Name
Akhmad Nurdin
Contact Email
akhmadnurdin.89@gmail.com
Phone
+6285728351590
Journal Mail Official
nurdin@polmanceper.ac.id
Editorial Address
Batur, Tegalrejo, Kec. Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Foundry
ISSN : 2087–225     EISSN : 22527117     DOI : -
JURNAL FOUNDRY merupakan media berkala yang memuat beberapa artikel ilmiah dan sudah melalui proses peninjauan dari ahli dibidangnya, yang mulai terbit tahun 2011. JURNAL FOUNDRY menerbitkan makalah dari penelitian eksperimental, kajian ataureview, studi analitis-teoritis, studi terapan, dan simulasi yang berkaitan dengan bidang pengecoran logam dan teknik mesin (konversi energi, material, manufaktur, perancangan). Ruang Lingkup : Bidang teknologi pengecoran logam yang meliputi segala ilmu tentang perkembangan pengecoran logam Bidang konversi energi yang meliputi energi terbarukan, termodinamika, computational fluid dynamic, dll Bidang material yang meliputi komposit polimer, pengelasan, dll Bidang manufaktur yang meliputi proses permesinan, permesinan berbasis CNC, dll Bidang perancangan yang meliputi teknologi tepat guna, computational aided engineering, dll
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY" : 6 Documents clear
OPTIMASI KETEBALAN STRUKTUR CHASSIS SEMI-MONOCOQUE BUS LISTRIK MENGGUNAKAN STATIC STRUCTURAL ANALYSIS Kafi Yusuf Kafi; Sri Hastuti; Nani Mulyaningsih
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.71

Abstract

ABSTRAKPada pengembangan bus listrik medium menggunakan chassis tipe semi-monocoque masih memiliki permasalahan yaitu kelebihan massa pada strukturnya. Chassis merupakan suatu kerangka yang menopang seluruh komponen diatasnya, sehingga chassis harus kuat dan massanya kecil (ringan) untuk meningkatkan efisiensi dari kendaraan. Oleh karena itu untuk mengurangi massa struktur dapat dilakukan optimasi ukuran salah satunya pada ukuran tebal profil chassis kendaraan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variasi tebal profil chassis semi-monocoque bus listrik medium terhadap kekuatan tekan struktur. Penelitian ini dilakukan dengan metode optimasi ukuran pada ketebalan profil chassis dengan variasi ketebalan profil 4,5 mm, 4 mm, dan 3,5 mm menggunakan material stainless steel 201. Proses simulasi dilakukan pada kondisi statis menggunakan beban vertikal dengan bantuan software ANSYS R1 2022. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa struktur chassis semi-monocoque dengan ketebalan 4 mm dalam kondisi optimum. Kekuatan tekan struktur ketebalan tersebut masih dalam keadaan aman dengan parameter tegangan maksimal sebesar 179,33 MPa, displacement sebesar 1,66 mm, dan safety factor sebesar 1,63. Hasil penelitian ini berhasil menurunkan massa chassis semi-monocoque bus listrik medium sebesar 10,01% dari massa awal 325,6 kg menjadi 293 kg.
ANALISIS VARIASI BENTUK MATA PISAU TERHADAP KAPASITAS DAN EFISIENSI PERAJANGAN UBI PADA MESIN GRUBI Yuni Nur Diana; Catur Pramono; Sri Hastuti
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.72

Abstract

Grubi adalah salah satu makanan oleh-oleh dari Jawa Tengah yang terbuat dari ubi jalar yang dirajang menyerupai bentuk lidi. Proses perajangan ubi jalar masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan konvensional melalui dua tahap pengerjaan dengan kapasitas perajangan 5 kg/jam. Peralatan konvensional dinilai kurang efektif dan efisien untuk melakukan proses perajangan ubi jalar sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) grubi. Oleh karena itu diperlukan teknologi mesin otomatis yang mampu melakukan perajangan ubi jalar dalam satu kali tahap pengerjaan dengan kapasitas produksi dan efisiensi perajangan yang tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil perajangan adalah bentuk mata pisau perajang, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang analisis variasi bentuk mata pisau terhadap kapasitas produksi dan efisiensi perajangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh masing-masing bentuk mata pisau terhadap kapasitas produksi grubi dan efisiensi perajangan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen menggunakan tiga variasi bentuk mata pisau, yaitu bentuk cakram, tabung, dan horizontal dengan prinsip pengulangan sebanyak 5 kali pengulangan sehingga diperoleh 15 hasil percobaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dengan parameter dan perhitungan berdasarkan BSN SNI 0838:2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bentuk mata pisau horizontal menunjukkan hasil paling optimal dengan kapasitas perajangan mencapai 52,03 kg/jam dengan efisiensi perajangan sebesar 89,71%. Kapasitas perajangan yang dihasilkan pada bentuk mata pisau tabung mencapai 37,51 kg/jam dengan nilai efisiensi perajangan sebesar 78,15%. Kapasitas perajangan paling rendah terdapat pada pengujian dengan bentuk mata pisau cakram yaitu sebesar 35,69 kg/jam dengan nilai efisiensi perajangan sebesar 68,63%. Kata kunci: efisiensi, grubi, kapasitas, mata pisau, perajangan
PENGARUH VOLTAGE PADA PROSES THERMAL SPRAY ALUMINIUM TERHADAP KEKUATAN IKATAN LAPISAN COATING PADA BAJA ST60 Maulana Aziz Hidayanto; Catur Pramono; Sri Hastuti; Akhmad Nurdin; Ibnu Rosyid Al Hassany; Larasanto Larasanto; Bramono Pandupradityo
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.73

Abstract

Thermal spray aluminium adalah salah satu jenis teknologi rekayasa coating. Sifat utama yang menunjukkan kualitas proses thermal spray adalah kekuatan ikatan. Voltage pada thermal spray aluminium secara signifikan mempengaruhi kekuatan ikatan dan kemampuan bending lapisan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh voltage pada proses thermal spray aluminium terhadap kekuatan ikatan lapisan coating pada baja ST 60. Jenis pengujian yang dilakukan yaitu pengujian pull off adhesion, uji bending dan pengamatan SEM (Scanning Electron Microscope). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jumlah 27 spesimen yang mendapatkan perlakuan berbeda dalam setiap proses pengerjaannya, yaitu variasi voltage 26 V, 32 V dan 38 V. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa voltage yang digunakan berpengaruh pada kekuatan ikatan lapisan coating pada baja ST 60. Nilai kekuatan ikatan dan kemampuan bending lapisan paling baik didapat dari proses penyemprotan dengan voltage 38 V dengan nilai kekuatan ikatan lapisan coating 10, 24 MPa dan tidak ada retakan pada lapisan ketika dibengkokkan. Peningkatan nilai voltage yang digunakan pada thermal spray meningkatkan nilai kekuatan ikatan dan kemampuan bending lapisan
PENGARUH METODE INOKULASI TERHADAP KOMPOSISI DAN KEKERASAN BESI COR KELABU Syamsudin, Arif; Zaky AlJufry, Muhammad
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.75

Abstract

Pengecoran besi cor kelabu membutuhkan proses inokulasi untuk lebih banyak membentuk grafit pada benda cor. Grafit yang terbentuk akan berpengaruh pada sifat mekanik benda cor baik kekuatan tarik, kekerasan, dan lainnya. Proses inokulasi dapat dilakukan di tanur peleburan atau di ladel penampung cairan logam. Cara penambahan inokulan ke dalam cairan juga dapat dilakukan dengan beberapa metode. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh metode inokulasi pada proses pengecoran besi cor kelabu terhadap komposisi kimia dan kekerasan benda cor. Metode inokulasi dilakukan dengan tiga cara yakni inokulan dibungkus, dicurah, dan campuran sebagian dibungkus serta sebagian dicurah. Pengamatan hasil pada benda cor meliputi komposisi kimia yang terjadi dan kekerasan yang diperoleh. Pengecoran besi cor kelabu FC 250 dilakukan penuangan ke cetakan pada suhu 1434 ºС dengan menggunakan cetakan green sand. Hasil uji komposisi menunjukkan kadar karbon besi cor pada inokulasi dengan inokulan dibungkus sebesar 2,40 % atau 0,01% lebih rendah dibandingkan dengan yang dicurah dan campuran antara curah dan bungkus. Kekerasan Brinel pada besi cor dengan metode inokulan dibungkus sebesar 2,32 % atau 0,05 lebih rendah dibandingkan dengan metode inokulasi dengan dicurah dan campuran antara curah serta bungkus. Kekerasan Brinell benda cor yang dibuat dengan cara inokulan dibungkus, dicurah, dan campuran antara bungkus dan curah berturut-turut sebesar 217, 229, 223 HB. Hal ini menunjukkan bahwa karbon yang berubah menjadi grafit dan silikon yang membantu proses penggrafitan akan mendorong penurunan kekerasan benda cor.
KARAKTERISTIK PROKSIMAT BRIKET KULIT SINGKONG DAN TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI PEREKAT TETES TEBU (MOLASE) Rizky Hermawan; Endang Mawarsih; Sigit Iswahyudi; Arif Rahman
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.79

Abstract

Untuk meningkatkan nilai jualnya, limbah kulit singkong dapat diolah menjadi briket arang. Kulit singkong memiliki nilai kalori sebesar 3843,84 kal/gram, sehingga cocok digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan briket arang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan membuat briket dari campuran kulit singkong dan tempurung kelapa dengan tetes tebu. Briket yang telah dicetak dengan variasi perekat yang telah ditentukan selanjutnya akan dilakukan pengujian terhadap nilai kalor, kadar air, kadar abu, volatile matters dan fixed carbon. Dari penelitian yang telah dilakukan menggunakan Variasi menggunakan perekat tetes tebu dengan variasi 5%, 7%, dan 9% didapatkan karakteristik briket Rata-rata nilai kalor yang paling rendah ada pada presentase perekat 7% dengan nilai rerata 5520,688% kal/g. Sedangkan Kadar air tertinggi briket kulit singkong dan tempurung kelapa paling tinggi didapat dalam presentase perekat 9% pada nilai 5,4823%. Kadar abu didapatkan didalam presentase perekat 5%, pada nilai 15,1314 %, Volatile matters briket memiliki rata-rata nilai paling rendah didapatkan pada konsentrasi perekat 7% dengan nilai 10,79211% , Volatile matters briket memiliki rata-rata nilai paling rendah didapatkan pada konsentrasi perekat 7% dengan nilai 10,79211%, fixed carbon kulit singkong dan tempurung kelapa memiliki ratarata nilai paling rendah didapatkan pada konsentrasi perekat 9% dengan nilai 67,3862%.
PENGARUH KOMPOSISI KOKAS TERHADAP KEKERASAN DAN KOMPOSISI KIMIA PRODUK SUGAR MILL ROLL DENGAN MATERIAL FC 250 Ridwan Afandi; Syauqii Asy-Syahiid
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.85

Abstract

Sugar Mill Roll merupakan komponen yang digunakan untuk menggiling tebu untuk diambil saripatinya. Produk ini dibuat dengan spesifikasi material FC 250 dengan pembuatan cetakan menggunakan metode Furan Process sedangkan untuk peleburannya menggunakan tanur kupola yang menggunakan kokas sebagai bahan utamanya. Meletusnya krisis Rusia-Ukraina menyebabkan kenaikan harga komoditas seperti minyak, gas, dan pangan, termasuk juga harga kokas yang diimpor dari Rusia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan kokas impor (variabel 1) dan kokas campuran (variabel 2) terhadap komposisi kimia, metalografi dan kekerasan pada produk sugar mill roll. Perbandingan dari 2 variabel kokas yang digunakan dilakukan dengan 2 kali peleburan tanur kupola yang berbeda. Variabel 1 yaitu peleburan tanur kupola menggunakan 100% kokas impor, variabel 2 yaitu peleburan tanur kupola dengan menggunakan 25% kokas impor dan 75% kokas lokal. Hasil peleburan kemudian diambil sampelnya untuk dilakukan pengujian komposisi, pengujian kekerasan dan pengujian metalografi. Nilai rata-rata kekerasan sampel uji dengan kokas variabel 1 adalah 207 HB sedangkan kokas variabel 2 yaitu 193 HB. Berdasarkan standar JIS G5501, FC 250 memiliki range nilai kekerasan 180-240 HB, yang berarti nilai rata-rata kekerasan kedua variabel kokas masuk ke dalam spesifikasi. Grafit dominan pada sampel benda uji dengan kokas variabel 2 dominan pada grafit pendek dengan persentase 69,62% sedangkan pada sampel benda dari kokas variabel 1 memiliki grafit pendek sebesar 42,85%. Fasa dominan yang terbentuk adalah fasa perlit, dengan persentasi perlit 88% untuk kokas variabel 1 dan 82,75% untuk kokas variabel 2.

Page 1 of 1 | Total Record : 6